Pangeran Yang Hilang

Pangeran Yang Hilang
BAB 136 PENAHANAN RUMAH RAJA GHANIM


__ADS_3

Kondisi istana pasca pertempuran antara pasukan istana melawan pasukan Ratu Agung Aurellia, masih dalam keadaan tidak baik-baik saja.


Baik Permaisuri Berliana, Selir Agung Caltha, maupun Selir Riana menjadi trauma setelah melihat tragedi berdarah itu. Apalagi saat mereka tahu bahwa ternyata pasukan yang mengamuk di istana itu adalah pasukannya Selir Heliana.


Segera terlintas dalam benak mereka kalau aksi yang dilakukan oleh pasukan Selir Heliana merupakan aksi balas dendam.


Sekarang untuk keluar-keluar keliling kotaraja saja mereka takut. Takut kalau-kalau pasukan Selir Heliana menyergap mereka dan membunuh mereka saat berada di luar istana.


Bayangkan saja pasukan Selir Heliana jumlahnya cuma sedikit saja. Namun dapat mengalahkan pasukan istana yang jumlahnya ribuan itu.


Tercatat pasukan istana yang terbunuh, baik di dalam Istana Rajawali maupun di pelataran istana, semuanya berjumlah 9000 lebih personil.


Ketiga istri Raja Ghanim itu seolah tidak percaya lagi akan kehebatan pasukan istana. Jawara elitnya saja tidak mampu mengalahkan pasukan pemberontak itu.


Selama 20 tahun mereka hidup bergelimang harta dan kesenangan, belum pernah mereka alami kejadian seperti ini. Semua pemberontak yang sudah-sudah dapat diatasi dengan baik.


Tapi mengapa pasukan istana tidak bisa mengatasi pasukan Selir Heliana? Apakah ini sebuah karma kutukan?


Sementara putri-putri mereka terjadi pergolakan batin. Putri Ardella maupun Putri Ilona tidak lagi bersimpati kepada Dhafin, apalagi memperebutkan ingin memilikinya.


Bahkan masing-masing mereka amat dendam kepada Dhafin. Karena bermula dari kemunculan Dhafin-lah kekacauan di istana terjadi.


Dan kebencian merasa kepada Putri Lavina semakin menebal. Karena dialah yang membawa Dhafin ke kotaraja.


Sedangkan lain halnya yang terjadi pada Putri Eveline. Putri yang paling cantik setelah Putri Lavina itu makin simpati pada Dhafin dan makin penasaran ingin mengenal sosok pribadi Dhafin.


Putri yang paling gemar mempelajari beladiri dan kesaktian itu tidak bisa melihat ketenangan Dhafin dalam menghadapi 3 orang penting Kerajaan Bentala dalam berdialog di Balairung Istana Rajawali.


Dia juga tidak bisa melihat kehebatan Dhafin dalam mengatasi pasukan istana yang menyerang di gedung itu.


Dia cuma bisa melihat aksi kehebatan Dhafin sewaktu melepaskan kesaktiannya yang menyebabkan terbunuhnya 1000 lebih pasukan istana.


Ya, dia melihat kejadian itu. Tepatnya dia dan pengawal cantiknya yang kebetulan berada di atas atap (rooftop) Istana Bangau, kediaman pribadinya.


Dari atas atap kediamannya itu dia melihat Dhafin masuk istana lagi. Dari situ pula dia melihat Dhafin melepas kesaktiannya. Dan dari situ pula dia melihat aksi Dhafin membasmi pasukan istana bersama kawan-kawannya.


Dia sempat melihat Dhafin membawa 2 orang gadis. Setelah itu dia tidak melihat lagi.


Ke mana pemuda tampan itu pergi jelas dia tidak tahu. Malah dia jadi bingung ke mana harus mencarinya.


Akan tetapi dia bertekad mencari Dhafin ke mana perginya. Maka keluarlah dia dan pengawal cantiknya dari istana demi untuk mencari Dhafin.


Dia keluar tanpa memberi tahu bundanya. Karena kalau bundanya tahu jelas dia dilarang keluar.


Makanya dia keluar tanpa ada Pengawal Khusus yang menyertainya. Cuma berdua bersama Pengawal Pribadi-nya saja.


★☆★☆

__ADS_1


Sementara itu pula, terjadi perdebatan yang cukup hebat antara Bunda Suri Hellen dan Pejabat Choman dengan Raja Ghanim.


Bunda Suri dan Pejabat Choman jelas menolak tututan Selir Heliana. Dan menganggap ancaman yang dilontarkan oleh Selir Heliana cuma ancaman kosong belaka. Cuma menggertak mereka saja.


Dia memiliki pasukan yang berjumlah puluhan ribu. Tidak mungkin dia kalah dengan Selir Heliana. Masa' harus kalah gertak dengan Selir Heliana?


Lain halnya dengan Raja Ghanim. Dia menyetujui tuntutan Selir Heliana dan siap turun tahta, lalu meninggalkan istana.


Dia sudah terlalu lama memikul dosa akibat merebut hak kakaknya, Pangeran Ghazam. Dia sudah terlalu lama menanggung dosa akibat telah membunuh kakaknya itu.


Inilah saatnya dia harus menebus dosanya. Menyerahkan tahta ini kepada putra kakaknya, karena dialah yang lebih berhak atas kerajaan ini.


Dia juga memberitahukan kepada bundanya yang seolah memperingatkan kalau ancaman Selir Heliana tidak main-main. Memberitahukan kalau Selir Heliana memiliki pasukan yang tentu tidak sedikit dan yang hebat-hebat.


Kalau Bunda Suri tetap bersikeras menentang tuntutan Selir Heliana, bahkan menyusun kekuatan untuk melawan pasukan Selir Heliana, akan banyak korban yang akan berjatuhan.


Namun Bunda Suri jelas tidak setuju dengan keputusan putranya, dan menentangnya habis-habisan. Kedudukan raja tetap harus dipegang oleh Raja Ghanim, apapun yang terjadi.


Sedangkan Pejabat Choman setuju kalau Raja Ghanim turun tahta lebih cepat. Karena memang dia sudah tidak suka terhadap Raja Ghanim semenjak keponakannya itu mulai menentang keputusan-keputusan atau perintah Bunda Suri Hellen, bundanya.


Dia lebih senang kalau Pangeran Arzan, putra Permaisuri Berliana cepat-cepat naik tahta. Karena Pangeran Arzan masih tetap setia berpihak kepada Bunda Suri. Sama seperti Pangeran Marvin dan Pangeran Cullen.


Ketegangan masih saja terus berlangsung di antara mereka. Hingga akhirnya diputuskan Raja Ghanim dijatuhi hukuman penahanan rumah untuk sementara.


Artinya dia tidak boleh keluar dari kediamannya, Istana Elang selama masa penahanan rumah. Sekaligus juga kedudukannya sebagai raja dibekukan untuk sementara.


Namun bukan berarti posisinya sebagai raja tergantikan.


Karena selir itu selamanya tidak boleh lagi menginjakkan kakinya di istana.


Di samping mereka masih meyakini kalau Selir Ashana masih mengidap penyakit kulit, juga baik Permaisuri Berliana, Selir Agung Caltha, maupun Selir Riana amat membenci selir yang satu itu.


Mereka cemburu berat karena mereka merasa Raja Ghanim lebih perhatian kepada Selir Ashana daripada mereka.


Adapun Jenderal Kenzie, Pengawal Pribadi Raja Ghanim diharuskan bergabung dengan pasukan Bunda Suri Hellen.


Tampak Jenderal Kenzie manut saja apa yang dimaukan Bunda Suri. Akan tetapi orang-orang tidak tahu apa yang akan direncanakan jenderal yang satu itu.


Ya, dia dan Raja Ghanim sudah merencanakan sesuatu yang hanya kelompok mereka saja yang mengetahuinya.


Setelah mengatasi kekeraskepalaan putranya, Bunda Suri bersama Pejabat Choman mengumpulkan para pejabat militernya.


Kemudian bersama para pejabatnya itu dia menyusun langkah-langkah pembasmian para pemberontak.


Ya, Bunda Suri Hellen menganggap Selir Heliana dan pasukannya adalah pemberontak.


Dimulai dari penglacakan mengenai keberadaan markas Selir Heliana di seluruh penjuru kerajaan. Membasmi langsung orang-orang atau suatu kelompok yang dicurigai sebagai pemberontak.

__ADS_1


Mengumpulkan seluruh pasukan yang ada di beberapa kota dan juga memanggil seluruh jawara elit yang berada di berbagai perguruan beladiri. Terus berkonsentrasi di kotaraja untuk menghadapi perang besar.


Kebetulan Pangeran Arzan sudah kembali ke istana sehabis dari berguru. Yang mana sebelumnya Pangeran Marvin dan Pangeran Cullen sudah kembali terlebih dulu.


Bersama kedatangan Pangeran Arzan, juga ikut serta gurunya. Dan gurunya pula menyatakan keikut sertaan dia dan perguruannya dalam membantu Bunda Suri Hellen untuk membasmi pemberontak.


★☆★☆


Pekerjaan besar yang sudah direncanakan sejak lama akhirnya selesai meski dengan susah payah. Markas Centaurus berhasil dipindahkan ke Negeri Tabir Ghaib.


Dengan kekuatan energi ghaib yang dilakukan oleh para ahli sihir Istana Centauri, Markas Centaurus berhasil dipindahkan ke sebuah tempat tidak jauh dari Istana Centauri.


Ya, pekerjaan besar itu memang harus dilakukan dengan kekuatan ghaib, tidak bisa dengan kekuatan atau kesaktian biasa.


Proyek besar itu dilakukan selama 5 hari tanpa henti. Personilnya berjumlah 50 orang ahli sihir yang semuanya orang-orang senior. Jadi selama itu mereka terus mengerahkan kekuatan energi ghaibnya tanpa terputus.


Dengan berhasilnya Markas Centaurus dipindahkan ke Negeri Tabir Ghaib, komunikasi antara pihak Markas Centaurus dengan pihak Istana Centauri berjalan lancar.


Tidak perlu lagi masing-masing pihak menggunakan Gerbang Cahaya untuk saling mengunjungi.


Akan tetapi meskipun Istana Centauri dan Markas Centaurus berada pada satu tempat, tampuk pimpinan tertinggi tetap berada pada Ratu Agung Aurellia.


Pangeran Nelson dan Pangeran Revan dari Markas Centaurus dan Putri Clarabelle dan Putri Richelle dari Istana Centauri tetap tunduk di bawah kepemimpinan Ratu Agung Aurellia.


Dua hari setelah pemindahan Markas Centaurus, Yang Mulia Ratu mengadakan rapat besar guna membicarakan mengenai rencana penggulingan kekuasaan Bunda Suri.


Mereka menyadari betul kalau Bunda Suri Hellen pasti tidak akan menggubris tuntutan mereka.


Makanya itu, Yang Mulia Ratu mengumpulkan seluruh orang-orang pentingnya, baik dari Markas Centaurus maupun dari Istana Centauri untuk merancang langkah-langkah apa yang harus ditempuh.


Hadir juga dalam rapat besar itu Dhafin, Aziel, Keenan, Putri Raisha, dan Pangeran Nevan yang berposisi sebagai mitra Istana Centauri.


Dua hari lamanya rapat besar digelar, barulah rampung keputusan rapat berhasil disusun.


Di antara keputusan yang dihasilkan yaitu menjalin mitra kepada pendekar-pendekar dan kelompok-kelompok pergerakan yang sehaluan dengan mereka.


Hal ini sudah dilaksanankan dan hasilnya cukup memuaskan. Cukup banyak pendekar-pendekar dan kelompok-kelompok pergerakan yang seperjuangan bergabung dengan mereka.


Di antaranya pula yaitu rencana perebutan kota-kota yang ada di wilayah utara dan timur Kerajaan Bentala. Dua wilayah itu cukup jauh dari pusat pemerintahan kotaraja.


Juga keputusan-keputusan lain yang tidak kalah penting. Termasuk mengadakan pertemuan dengan wakil dari kelompok-kelompok pergerakan.


Maksud dari pertemuan itu guna untuk menyelaraskan waktu pelaksanaan pergerakan dalam merebut Kerajaan Bentala.


Adapun Dhafin, ada satu hal yang dia curigai pada diri seorang Yang Mulia Ratu. Dia curiga, atau lebih tepatnya menduga kalau Yang Mulia Ratu adalah Putri Agung Aurellia.


Akan tetapi Dhafin belum ingin membicarakan langsung hal itu kepada Yang Mulia Ratu atau Putri Agung Aurellia. Nanti suatu saat dia akan membicarakan secara khusus kepada Putri Aurellia.

__ADS_1


Dia menunggu momen yang tepat baru dia membicarakan kepada Putri Aurellia.


★☆★☆★


__ADS_2