Pangeran Yang Hilang

Pangeran Yang Hilang
BAB 175 PERTEMUAN KELUARGA Part. 1


__ADS_3

Kembali ke aula kediaman Ratu Aurellia, Istana Kejora....


"Kenapa Pangeran Revan, Kak Dhafin dan Kak Gibson belum datang, Paman? Mereka bikin apa dulu? Kenapa tidak langsung ke sini?" tanya Ratu Aurellia setelah melihat 3 kursi yang sedianya 3 pemuda itu duduk masih kosong.


"Mereka dan beberapa orang lainnya tadi sedang mengadakan perundingan kecil, Yang Mulia," sahut Pangeran Nelson penuh sikap hormat.


"Perundingan tentang apa?" selidik sang ratu.


"Tentang rencana penyerangan Perguruan Tapak Sakti dan Perguruan Golok Hitam, Yang Mulia," sahut Pangeran Nelson memberi tahu.


"Rencana penyerangan?" kata Ratu Aurellia tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.


Dia belum tahu kalau ada rencana penyerangan 2 perguruan beladiri karena belum ada laporan masuk padanya.


Sedangkan Putri Kayshila dan 3 gadis lainnya juga terkejut mendengar rencana semacam itu karena mereka juga belum tahu menahu.


Sementara Selir Heliana tidak terlalu memberikan ekspresi mendengar rencana tersebut kecuali hanya tersenyum saja. Lebih-lebih lagi Selir Grizelle dan Nyonya Carissa.


Lebih-lebih lagi Nyonya Brianna yang benaknya terus saja memikirkan Gibson yang hendak bertemu dengannya pada pertemuan keluarga ini.


Sedangkan 5 pembesar Kerajaan Amerta, mendengar 2 perguruan itu disebut, mereka tidak terkejut. Karena sepertinya mereka sudah mengetahui mengenai hal ihwal kedua perguruan tersebut.


Akan tetapi mereka terkejut akan rencana penyerangan kedua perguruan itu. Sedangkan mereka tahu kedua perguruan itu termasuk perguruan yang hebat dan berbahaya.


Kalau berencana hendak menyerang kedua perguruan itu, harus dengan rencana dan persiapan yang benar-benar matang.


"Ampun, Yang Mulia," kata Pangeran Nelson menjelaskan. "Setelah pertemuan keluarga ini, masalah itu akan dibicarakan dalam rapat militer nanti."


"Juga pelaporan tentang informasi penting yang didapat oleh Pangeran Pusat dan rekan-rekannya sewaktu mereka berpatroli di ujung wilayah sebelah timur Kerajaan Bentala," lanjutnya.


"Oh, baiklah kalau begitu, atur saja, Paman," kata Ratu Aurellia seolah tidak mau dulu membahas akan masalah itu.


"Putriku, kedua perguruan itu termasuk perguruan hebat dan berbahaya," kata Raja Darian memberi tahu. "Kalau orang-orangmu berencana hendak menyerang kedua perguruan tersebut, harus dengan perencanaan yang benar-benar matang."


"Oh, ayahanda mengetahui kedua perguruan itu?" kata Ratu Aurellia tidak bisa menahan keterkejutannya.


"Yang mengetahui persis adalah Jenderal Felix dan Jenderal Lyman," sahut Raja Darian seraya melirik pada kedua pejabat setianya itu.


Lantas Ratu Aurellia menoleh pada kedua jenderal yang masih tertunduk penuh sikap hormat itu. Tapi baru saja bibir legit merah mempesonanya bergerak hendak berkata, terdengar penjaga pintu menyerukan kalau Pangeran Revan dan rombongan telah datang.


Akhirnya Ratu Agung Aurellia tidak jadi bertanya kepada kedua jenderal itu. Dia diam saja sambil menunggu masuknya Pangeran Revan dan tentunya Dhafin dan Gibson juga ikut serta.


Sebelumnya, ada satu berita gembira yang perlu diketahui. Bahwa Pangeran Revan dengan Putri Kayshila sudah saling mengetahui kalau mereka bersaudara seayah.


Awalnya Putri Kayshila dahulu yang mengetahui kalau Pangeran Revan adalah kakaknya. Barulah beberapa waktu yang lalu, setelah Markas Centaurus pindah ke Negeri Tabir Ghaib, Pangeran Revan diberi tahu kalau Putri Kayshila adalah adiknya.


Tentu saja Pangeran Revan amat bahagia bertemu dengan adiknya. Tapi sekaligus dia merasa sedikit kesal kenapa telat memberi tahu.


Namun rasa kesalnya itu bisa terkalahkan dengan rasa bahagianya. Sekarang tinggal kakak mereka lagi yang belum muncul yang dia yakin masih hidup.

__ADS_1


Tanpa dia sadari kalau adiknya masih mempermainkan dirinya. Adiknya telah tahu kalau kakak mereka sudah bersama mereka, tapi Pangeran Revan belum juga diberi tahu. Ini benar-benar curang!


★☆★☆


Tidak terlalu lama menunggu, ketiga ksatria tampan itu telah memasuki aula pertemuan ini.


Kehadiran ketiga ksatria itu tidak terlalu mengejutkan semua orang yang ada di situ. Apalagi ketika melihat Gibson yang ternyata adalah putra dari Nyonya Brianna.


Tidak terkejut pula kehadiran seorang penjaga Istana Kejora yang membawa kursi, lalu diletakkan di deretan 3 kursi kosong, setelah itu meninggalkan ruangan dengan penuh sikap hormat.


Yang membuat mereka terkejut adalah kehadiran seorang gadis cantik yang berjalan seiring di samping kiri Gibson. Dia tidak lain adalah Kaluna Lavanya, salah seorang pengawal Putri Athalia.


Tentu saja mereka terkejut akan kehadiran Kaluna dalam pertemuan ini. Lebih tepatnya sebagian besar mereka terkejut heran. Masalahnya ini adalah pertemuan keluarga. Tapi kenapa ada orang lain? Apakah....


Sedangkan Grania lebih terkejut lagi. Belum juga benaknya habis memikirkan kalau Gibson ternyata adalah termasuk kakaknya, kini muncul lagi gadis lain yang memaksanya bertanya-tanya, apa hubungannya Kaluna hadir dalam pertemuan keluarga ini?


Sementara Putri Raisha tidak terlalu memikirkan kehadiran Kaluna meski dia sedikit terkejut. Yang menjadi perhatian gadis cantik putri Selir Grizelle itu adalah Gibson.


Perlu diketahui dia sudah menyukai pemuda tampan itu sedari kecil. Tepatnya saat Turnamen Beladiri Anak Bangsawan. Keseringannya melihat pertarungan Gibson membuatnya tertarik dengan pemuda itu, hingga berujung melahirkan rasa suka.


Namun rasa sukanya terhadap Gibson cuma disimpan saja sendiri. Tidak diungkapkan kepada siapa pun, apalagi terhadap Gibson.


Begitu dia mendengar Gibson hilang karena diculik, betapa rasa duka mendera hatinya yang pilu. Tapi begitu melihat kembali pemuda itu sewaktu di penjara bawah tanah, bertapa hatinya amat bahagia. Akan tetapi dia cuma bisa memendam rasa sukanya saja terhadap Gibson.


Dia belum berani mengekspos perasaannya itu karena Gibson adalah seorang pemuda biasa. Sementara dia seorang putri raja. Bukan karena dia membedakan status, tapi dia belum sanggup menentang aturan.


Jangankan seorang putri raja, nona bangsawan saja tidak mungkin akan bersanding dengan pemuda biasa.


Sekarang saingan beratnya untuk mendapatkan Gibson hanyalah Fariza Luna. Tapi dia tidak perduli. Kedepannya dia akan memikirkan cara bagaimana mendapatkan cintanya.


Adapun mengenai Kaluna ini apakah saingan atau bukan, dia belum bisa memastikan. Belum cukup membuktikan kalau Gibson ada hubungan dengan gadis itu hanya karena berjalan beriringan.


Sementara Nyonya Brianna memberanikan diri mengangkat wajahnya yang masih cantik menatap Gibson cukup lama, sehingga membuat jantungnya seketika berdegup kencang.


Sebenarnya dia sudah lama menanti momen seperti ini, bertemu dengan Gibson dan mengakui di hadapan semua orang kalau Gibson adalah putranya.


Dia tidak terlalu memperhatikan Kaluna, karena sepertinya dia sudah lupa dengan gadis itu.


"Siapa gadis itu, Nanda Ratu?" tanya Selir Heliana penuh keheranan serta rasa penasaran.


"Salah seorang pengawal Putri Athalia, Nenenda," sahut Ratu Aurellia penuh kesopanan.


"Kenapa dia datang ke sini? Apa kamu mengundangnya?"


"Nanti kita akan tahu kejelasannya, Nenenda."


Sementara itu, Pangeran Revan, Dhafin, Gibson, dan Kaluna terus saja melangkah menghampiri depan panggung di mana Ratu Aurellia duduk dengan anggun. Diiringi pandangan mata orang-orang yang ada di aula itu.


Diiringi pandangan mata Putri Raisha yang berbinar.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, keempat orang itu telah selesai melakukan penghormatan kepada Ratu Aurellia. Juga telah duduk di kursi masing-masing setelah sang ratu memerintahkan mereka duduk.


★☆★☆


"Pangeran Revan, bisakah kamu jelaskan mengenai keikut sertaan pengawal Putri Athalia itu?" Ratu Aurellia tidak tahan juga tergelitik untuk bertanya. "Sementara ini adalah pertemuan keluarga...."


Disinggung tentang kehadirannya Kaluna Lavanya diam saja. Dia terus saja menundukkan kepala dan bersikap penuh rasa hormat. Yang mengajaknya ikut hadir dalam pertemuan keluarga ini adalah kakaknya, Gibson.


Tujuan Gibson adalah hendak memberitahukan kalau Kaluna Lavanya adalah adiknya yang sudah lama tidak bertemu.


"Ampun, Yang Mulia. Mungkin yang bisa menjelaskan tentang hal itu adalah Saudara Gibson," sahut Pangeran Revan penuh rasa hormat.


Ratu Aurellia segera beralih menatap Gibson. Lalu bertanya dengan nada heran.


"Coba kamu jelaskan, Kak Gibson, kenapa pengawal Putri Athalia diikut sertakan?"


"Ampun, Yang Mulia," kata Gibson penuh sikap hormat, "gadis yang bersama hamba atau pengawal Tuan Putri Athalia ini adalah adik hamba yang bernama Lavanya. Kami sudah lama terpisahkan dan baru sekarang lagi bertemu...."


Kemudian dia ceritakan secara singkat kenapa mereka bisa terpisah hingga mereka bertemu kembali.


Semua yang mendengar penuturan Gibson itu turut merasakan keharuan sekaligus bahagia atas pertemuan kembali kakak beradik itu yang telah terpisah sejak kecil.


Termasuk Putri Raisha, turut merasa bahagia Gibson telah bertemu dengan adiknya lagi. Senang pula karena Kaluna bukan saingannya, karena dia ternyata adiknya Gibson.


Namun bersamaan dengan itu sebagian di antara mereka sedikit bingung juga akan kasus ini. Termasuk Grania yang makin bingung dengan permasalahan ini.


Hampir dapat dipastikan kalau Gibson adalah kakaknya. Tapi kenapa Gibson punya adik lain selain dirinya?


Sedangkan Nyonya Brianna, ketika mendengar Gibson menyebut gadis itu adalah adiknya bernama Lavanya, dia segera menatap lekat-lekat pada Kaluna.


Maka dia segera teringat pada gadis kecil umur 5 tahun yang sempat dia rawat bersama Gibson belasan tahun yang lalu. Dia teringat pula kalau dia memberi nama depan gadis itu dengan nama....


"Kalau tidak salah Putri Athalia memanggil gadis itu dengan nama Kaluna," kata Ratu Aurellia agak bingung. "Kenapa kamu menyebut namanya bernama Lavanya?"


"Lavanya adalah nama pemberian orang tua kami, Yang Mulia," sahut Gibson penuh hormat. "Dan hamba memang memanggilnya demikian."


"Lantas nama Kaluna sendiri?" kejar Putri Aurellia.


"Itu nama pemberian seseorang yang...," sahut Gibson yang sebenarnya mau dia katakan 'yang amat dia benci'. Tapi yang keluar dari mulutnya, "yang hamba tidak kenal."


Hati Nyonya Brianna langsung teriris mendengar ucapan Gibson barusan. Ucapan itu mengandung arti bahwa Gibson masih belum mengakui kalau dia adalah ibunya. Padahal dialah yang memberi nama depan gadis itu.


"Kak Gibson, benarkah aku ini adikmu?" tiba-tiba Grania memberanikan diri untuk bertanya karena tidak sanggup lagi menahannya.


Gibson sudah bisa menebak kalau pertanyaan itu akan dilontarkan Grania. Makanya dia tidak terkejut, tapi tidak menjawab pertanyaan itu.


Malah yang terkejut adalah Kaluna, amat terkejut. Dia tidak menyangka kalau Grania akan bertanya seperti itu. Sampai-sampai dia menatap gadis itu sejenak.


Baru beralih menata kakaknya. Sorot matanya yang indah membinarkan rasa heran sekaligus permohonan agar kakaknya menjelaskan hal tersebut.

__ADS_1


★☆★☆★


__ADS_2