Pangeran Yang Hilang

Pangeran Yang Hilang
BAB 52 TURNAMEN BELADIRI ANAK BANGSAWAN Part.5: JUARA KELOMPOK ENAM


__ADS_3

Sebelumnya, ada satu hal yang juga perlu diketahui. Pada jeda hari pertandingan, tepatnya pada hari ke 2 Dhafin memanfaatkan untuk memasukkan energi sakti Putri Aurellia yang masih bersemayam di dalam tubuhnya ke dalam tubuh Ariesha dan Grania.


Bukan cuma memasukkan saja, tapi juga menggodok energi itu biar bisa digunakan oleh Ariesha maupun Grania.


Seperti biasa, pekerjaan yang menguras banyak tenaga dalam berikut kekuatan ghaib ini dibantu oleh Keenan dan Brian.


Sementara Putri Aurellia dan Namira, semenjak memiliki energi sakti, mereka lebih sering melakukan semedi. Sedangkan Naifa yang belum pernah melakukan semedi, semenjak punya energi sakti, jadi ikut melakukan semedi.


Adapun Ariesha dan Grania, semenjak punya energi sakti, tenaga dalam mereka semakin meningkat. Ilmu beladiri semakin hebat. Terutama Grania yang sudah cukup lama mempelajari ilmu beladiri.


Dan... semenjak Putri Aurellia tergugah untuk mempalajari ilmu beladiri, maka saat itu pula dia belajar. Sedangkan Namira dan Naifa tidak mau ketinggalan pula.


Adapun yang membimbing mereka, Putri Aurellia jelas memilih Dhafin sebagai pembimbingnya. Naifa sudah terlanjur mengenal Keenan, maka dia memilih Keenan sebagai pembimbingnya.


Sedangkan Namira jelas tidak akan memilih Brian sebagai pembimbingnya. Alasannya, Brian adalah pangeran sedangkan dia seorang pelayan. Meskipun Putri Aurellia sudah tidak menganggapnya lagi sebagai pelayan.


Maka Namira memilih pembimbing yang umurnya lebih tua darinya. Jelas pilihan itu jatuh pada Aziel, karena memang Aziel yang lebih tua dari 5 bocah sakti.


★☆★☆


Kembali ke Turnamen Beladiri Anak Bangsawan pada pertandingan ke 3 di hari ke 6....


Brian telah mengalahkan lawannya dengan telak. Hal itu menandakan bahwa mereka telah sukses memenangkan 4x pertarungan melawan Tim Nick Lemuel. Dan sudah dipastikan mereka menang dalam pertandingan ke 3 ini.


Ada satu hal yang penting untuk diketahui di sini. Pertarungan model begini sebenarnya merupakan strategi Tim Brian Darel. Mereka sudah menjalankan strategi saat melawan Tim Orian di pertandingan ke 2.


Mereka sengaja bertanding imbang melawan Tim Orian. Padahal kalau mau mereka bisa mengalahkannya.


Apa sebabnya mereka menjalankan strategi ini?


Brian ingin menunjukkan pada orang-orang kalau anak bangsawan yang masuk dalam 10 besar anak bangsawan terhebat di kotaraja tidak ada apa-apanya di kelompok 6. Sekaligus ingin membungkam ekspektasi orang-orang yang menganggap timnya bukan tim unggulan.


Pertandingan ke 3 ini menyisakan Dhafin yang akan melawan sang ketua tim, Nick Lemuel.


Hal ini sempat meresahkan bagi kelima gadis kecil yang masih setia mendukung Tim Brian Darel, terutama Putri Aurellia. Namun Dhafin sudah menjelaskan secara rinci mengenai strategi mereka. Akhirnya mereka bisa tenang.


Setelah beberapa lama pertarungan Brian usai, salah satu anggota hakim juri memanggil peserta yang akan berlaga selanjutnya di arena 2.


Tampak Nick Lemuel melangkah cepat menghampiri camp Tim Brian Darel sebelum dia naik ke atas arena. Begitu sampai dia langsung berkata kepada Brian dengan ucapan menusuk yang sarat penghinaan.


"Pangeran begitu pengecutnya mengorbankan anak bangsawan dadakan ini demi meraih kemenangan. Apakah sebegitu buruknya tabiat Pangeran?"


Ariesha langsung naik darah mendengar Nick Lemuel menyebut kandanya sebagai anak bangsawan dadakan. Jelas ucapan itu penghinaan. Kalau tidak ditahan sekaligus diademkan oleh Grania dan Putri Aurellia, dia sudah mendamprat Nick Lemuel itu.


Sementara Dhafin tetap tenang mendengar ucapan Nick Lemuel yang jelas merendahkan itu. Sedangkan Brian sebenarnya naik darah juga mendengar ucapan yang tidak enak didengar itu. Tapi dia tetap tenang.


"Tidak ada anggota yang aku korbankan di timku, Nick," kata Brian bernada santai. "Semua anggota menjalankan perannya masing-masing."


"Hahaha..., sayang sekali anggotamu yang satu ini mendapat peran yang buruk di akhir pertarungannya," kata Nick penuh penghinaan sambil melirik sinis pada Dhafin.


"Hamba tahu tim pangeran sudah menang," lanjutnya. "Tapi hamba tidak punya hadiah istimewa atas kemenangan pangeran selain... mematahkan kaki anak bangsawan dadakan ini. Hamba harap pangeran sudi menerima hadiah hamba ini."


Setelah mengucapkan kata-kata hinaannya, Nick Lemuel melangkah 5 tindak menuju arena 2, lalu melenting tinggi memamerkan ilmu peringan tubuhnya. Dan hinggap dengan ringan dan indah di atas panggung arena.


Tidak ada ekspresi yang berarti yang ditunjukkan Dhafin atas ucapan Nick yang penuh penghinaan itu. Dia hanya tersenyum saja. Yang uring-uringan adalah Ariesha.


"Bahkan kandaku yang akan mematahkan kakimu!" sungut Ariesha bergumam sambil menatap Nick dengan penuh permusuhan.


"Naiklah, Dhafin!" perintah Brian dengan sikap santainya. "Penuhi permintaannya!"


"Maksudmu kamu membiarkan si Nick itu mematahkan kaki Kak Dhafin, Kanda?" tanya Putri Aurellia terkejut atas instruksi Brian yang belum dia pahami itu.


"Tuan Putri, kamu tenang saja," kata Namira menenangkan sekaligus menjelaskan ketidak mengertian majikannya. "Tidak mungkin Tuan Muda Nick dapat mengalahkan Tuan Muda Dhafin. Maksud ucapan pangeran adalah menyuruh Tuan Muda Dhafin yang mematahkan kaki si Tuan Muda sombong itu. Bukan sebaliknya."

__ADS_1


"Apa benar begitu, Kanda?" tanya Putri Aurellia masih penasaran.


"Kenapa kamu meragukan gurumu sendiri?" Brian malah bertanya bermakna menegur.


"Bukan begitu," kata Aurellia bernada was-was takut, "aku hanya khawatir Kak Dhafin tahu-tahu bertingkah aneh mengikuti permintaanmu."


Brian dan Kelvin tertawa mendengar ucapan Putri Aurellia itu yang menurut mereka lucu meski tidak keras. Dhafin dan Keenan hanya tersenyum saja. Aziel tanpa ekspresi apapun.


Sedangkan Ariesha, Grania, Namira, dan Naifa hanya tertawa dalam mulut saja. Mereka juga merasa lucu atas ucapan Putri Aurellia itu. Bisa-bisanya dia berkata begitu.


Tapi sepertinya Putri Aurellia tidak menghiraukan reaksi Brian dan teman-temannya atas ucapannya itu. Dia berkata begitu bukan tanpa alasan. Dia pernah menyaksikan anak panahnya hampir mengena kening Dhafin kalau tidak ditangkap dengan cepat.


Sebenarnya Dhafin dapat menghindarinya saat dia tanya. Tapi dengan kegilaannya Dhafin malah menangkapnya yang membuat Putri Aurellia amat takut dan ngeri yang tiada terkira.


"Jangan berbuat yang hal yang aneh lagi ya, Kak Dhafin!" pinta Putri Aurellia saat melihat Dhafin sudah berdiri.


"Apa kamu tidak ingin aku mematahkan kaki si Nick itu?" kata Dhafin setelah urung melangkah. Dia menoleh sedikit sambil tersenyum.


"Aku hanya ingin kamu menang," kata Putri Aurellia penuh harap. "Itu saja."


"Baiklah."


Setelah itu dia melangkah hingga ke ujung lantai camp yang terbuat dari papan kayu tebal. Lalu menekan kedua kakinya ke lantai. Kemudian seketika tubuhnya langsung bergerak cepat laksana hilang.


★☆★☆


Nick Lemuel masih menatap sosok Dhafin ketika masih di campnya. Tapi melihat gerakan Dhafin begitu cepat dia lantas tercengang. Pandangan matanya tidak bisa mengikuti gerakan tubuh Dhafin yang amat cepat.


Entah bagaimana proses datangnya, tahu-tahu Dhafin sudah berdiri 2 tombak di depannya. Sehingga ekspresi terkejutnya tidak bisa dia sembunyikan. Dhafin yang melihat keterkejutan Nick Lemuel cuma tersenyum, tapi tidak mengejek.


Tidak lama kemudian gong tanda dimulainya pertarungan dimulai. Dan bunyi gong itu membuat Nick tersadar dari keterperangahannya. Kemudian cepat-cepat memasang wajah dingin penuh keangkuhan.


"Aku lihat kamu terkejut, Saudara Nick?" tanya Dhafin basa basi sambil masih tersenyum. "Apa kamu berubah pikiran untuk menyudahi pertarungan?"


Masih juga dia menyebut Dhafin anak bangsawan dadakan sebagai bentuk hinaan. Dhafin sebenarnya sudah geram dikatai demikian. Tapi dia tetap tenang dan tetap tersenyum santun.


"Tapi aku melihat kamu sudah gentar, Saudara Nick," kata Dhafin masih tenang dan santun meski Nick menghinanya lagi. "Aku takutnya ancamanmu tadi berbalik padamu."


"Apa kamu pikir ancamanku cuma ancaman kosong?" kata Nick bernada sinis. "Bahkan aku akan mematahkan kakimu dalam 3 jurus."


"Bagaimana kalau sebaliknya, Saudara Nick?" Dhafin tak kalah gertak.


"Rupanya kamu punya nyali besar juga."


Setelah berkata demikian, Nick langsung melesat dengan cepat menyerang Dhafin dengan jurus-jurus hebatnya yang dia mainkan dengan lincah dan cepat.


Kalau lawan Nick selain atau di bawah Dhafin, mungkin pada gebrakan pertamanya telah mampu membuat lawannya keder. Karena saking lincah dan cepatnya gerakan Nick dalam memainkan jurus-jurusnya.


Memang pantaslah Nick Lemuel masuk dalam daftar 10 anak bangsawan terhebat di kotaraja. Dia sudah dikatakan hebat untuk golongan anak seusianya.


Namun permainan jurus-jurusnya apakah bisa membuat Dhafin terkalahkan?


Perlu diketahui, Dhafin sudah mempelajari semua jurus yang dikerahakan oleh Nick. Apa kelebihannya dan di mana kelemahannya. Dan dia sudah mengetahui cara mengatasi jurus-jurus yang dimiliki Nick itu.


Dia sudah bisa mengambil kesimpulan kalau kehebatan Nick Lemuel masih di bawah Pangeran Adrian Carel.


Pada gebrakan pertama Nick sudah melancarkan serangan yang membuat nyali lawan keder. Namun yang dihadapi adalah Dhafin.


Secepat serangan Nick datang secepat itu pula Dhafin menangkisnya. Dan begitu seterusnya. Hingga habis jurus pertama Dhafin cuma menangkis saja.


Sehingga bagi para penonton yang menyaksikan pertarungan itu seolah Dhafin keteteran menghadapi Nick. Dan para pendukung Nick, baik yang duduk di kursi pendukung maupun yang di luar areal turnamen terus bersorak mendukungnya.


Selesai jurus pertama tak ada satu pun serangan Nick yang bersarang di tubuh Dhafin. Membuatnya semakin penasaran. Maka dia bertekad pada jurus ke 2 dia akan meningkatkan ketajaman, kelincahan dan kecepatan serangan-serangannya.

__ADS_1


Memang dia melaksanakan niatnya itu pada jurus ke 2. Namun siapa sangka Dhafin pada jurus ke 2 ini balas meyerang. Hal itu tentu saja membuat Nick terkejut.


Sudah serangannya belum ada yang masuk, malah bisa membalas serangan di tengah-tengah menangkis serangan. Siapa yang tidak kaget kalau begitu?


Maka Nick semakin meningkatkan pola serangannya dan semakin meningkat pula rasa penasarannya.


Namun seberapa pun Nick meningkatkan serangannya tetap tidak ada artinya. Karena Dhafin sudah bisa membaca semua serangannya.


★☆★☆


Sehingga pada suatu adegan di petengahan jurus ke 2 Nick terkena pukulan beruntun dari Dhafin. Dan terakhir tendangan kaki kanan Dhafin langsung menyodok dada Nick hingga membuatnya terjajar limbung ke belakang dan hampir terjungkal jatuh.


Dhafin tidak mengejar, tetap berdiri di tempatnya. Namun ketika Nick sudah bisa menguasai dirinya meski belum sepenuhnya, Dhafin berkata bernada kalem tapi bermakna ejekan yang menusuk.


"Bagaimana, Saudara Nick? Apa kamu masih ingin mematahkan kakiku? Atau kamu ingin menyudahi pertarungan?"


Nick hanya mendengus geram mendengar ejekan Dhafin itu. Tanpa peduli dadanya yang masih sedikit sesak, dia melesat ke depan kembali melancarkan serangan secara beruntun pada Dhafin.


Namun lagi-lagi Dhafin dapat mematahkan serangannya yang sudah terbaca oleh Dhafin. Dan balas menyerang lebih hebat lagi dari serangannya.


Sehingga belum lama pertarungan berlangsung yang tadi sempat terhenti, Nick kembali terkena serangan Dhafin. Meski tidak secara beruntun namun sudah cukup mengganggu kenyamanan Nick Lemuel.


Sementara para penonton pendukung Tim Nick, melihat jagoannya sudah hampir jadi bulan-bulanan lawannya, hanya bisa terperangah saja. Ekspresi tidak percaya jelas tergambar di wajah-wajah mereka.


Masalahnya, Tim Nick merupakan tim yang diunggulkan di kelompok 6. Tim unggulan ke 2 adalah Tim Orian.


Sedangkan Tim Brian Darel adalah tim yang tidak dikenal, tim yang anak-anaknya baru muncul di kanca turnamen, sehingga banyak orang tidak mengunggulkannya.


Namun ekspektasi mereka ternyata salah besar. Terbukti Tim Brian Darel dapat mengalahkan Tim Nick dengan telak. Bahkan keluar sebagai juara kelompok 6.


Kembali ke pertarungan....


Di penghujung jurus ke 2 Nick sudah terdesak. Dia lebih banyak menangkis daripada balas menyerang. Begitu baru memasuki jurus ke 3 dia semakin terdesak, bahkan terdesak hebat.


Pukulan dan tendangan Dhafin semakin sering bersarang di tubuhnya sehingga membuatnya sempoyongan.


Dughk!


Bughk!


"Akh!"


Untuk kesekian kalinya telapak tangan kanan Dhafin telak menghantam dada kiri Nick dengan keras. Lalu menyusul tinju kiri Dhafin juga telak menghantam rusuk kiri Nick. Sehingga membuat Nick terjajar limbung ke belakang beberapa langkah sambil meringis kesakitan.


Tak mau memberi kesempatan, Dhafin mengejar Nick. Begitu sudah berada dalam jangkauan serangan, Dhafin langsung melenting sedikit ke udara sambil memutar badan berikut kaki kanan melayang berputar.


Sementara keadaan Nick sudah cukup kacau. Sehingga serangan Dhafin berupa tendangan terputar seakan tak dihiraukan, lebih tepatnya seperti kurang menyadari kedatangan serangan itu.


Sehingga tendangan terputar yang cepat itu telak dan kuat menghantam samping kanan kepala Nick.


Desss!


"Akh...!"


Kini tubuh Nick bukan lagi sempoyongan, melainkan melintir jatuh ke samping kirinya sambil menjerit kecil. Dan begitu jatuh ke lantai matras menimbulkan bunyi gedebuk yang cukup keras.


Sementara Dhafin tidak lagi menyerang, berdiam saja di tempat berdirinya sambil memperhatikan Nick yang masih tertelungkup diam. Namun tak lama tubuh Nick berbalik menelentang tapi belum bisa bangkit.


Tampak hakim wasit datang menghampiri Nick dengan langkah cepat. Begitu mengamati kondisi Nick yang masih saja diam, maka dia menyatakan Nick telah kalah dengan telak, dan Dhafin sebagai pemenangnya.


Seketika saja para penonton pendukung Tim Brian Darel langsung bertepuk tangan sambil bersorak kegirangan. Langsung terpancar kegembiraan di wajah-wajah mereka karena tim yang mereka unggulkan menang dengan telak melawan Tim Nick Lemuel.


Dan pertarungan Dhafin ini merupakan pertarungan yang tercepat sepanjang babak penyisihan. Sementara tim-tim lain masih saja berlaga di arenanya masing-mading.

__ADS_1


★☆★☆★


__ADS_2