Pangeran Yang Hilang

Pangeran Yang Hilang
BAB 135 PERTEMPURAN DI ISTANA KERAJAAN BENTALA


__ADS_3

Seluruh jawara istana segera menghunus pedang mereka ketika mendengar perintah Bunda Suri. Sedangkan belasan jawara yang dekat dengan Dhafin dan Brian langsung menyerang dengan ganas.


Namun sebelum belasan jawara itu sampai, seketika kepingan-kepingan kelopak bunga bercahaya hitam yang amat banyak keluar dari dalam lantai ruangan.


Terang saja kejadian aneh itu membuat semua orang terkejut melihatnya, termasuk Bunda Suri Hellen. Membuat belasan jawara berhenti menyerang.


Tapi apa lacur mereka harus menanggung akibat dari keteledoran mereka sendiri. Begitu Brian menyentak kedua tangannya ke samping, maka kepingan-kepingan kelopak bunga hitam melesat berhamburan ke arah mereka dengan amat cepat.


Begitu cepatnya lesatan kepingan-kepingan kelopak bunga hitam itu, sehingga belasan jawara yang hendak menyerang jadi sasaran pertama. Kepingan kelopak bunga hitam menghantam tubuh mereka hingga amblas masuk ke dalam.


Sebentar saja sudah terdengar jeritan-jeritan kematian saling susul. Ditingkahi bertumbangnya sosok-sosok tubuh bersimbah darah.


Sementara kepingan kelopak bunga yang lain yang masih banyak terus saja melesat ke arah para jawara yang masih hidup.


Sebagian masih bisa menangkal semua kelopak bunga yang menyerang mereka. Sedangkan lebih dari setengah tidak bisa menangkal serangan. Sehingga kelopak bunga hitam yang bagai kepingan logam itu amblas masuk ke dalam tubuh mereka.


Sementara Jenderal Kenzie yang melihat gelagak nyawa Raja Ghanim terancam kalau tetap bertahan di gedung ini, dia langsung mengamankan sang raja. Dengan ilmu teleportasi yang sudah dikuasai, dia membawa Raja Ghanim tinggalkan balairung istana.


Sedangkan Bunda Suri melesat dengan amat cepat ke arah Pejabat Choman. Begitu sudah berada dalam jangkauan dia menyambar adiknya itu, lalu melenting ke udara cukup tinggi.


Memang patut diacungkan jempol kehebatan Bunda Suri Hellen. Serangan Brian yang begitu cepat dan ganas masih dapat dihindari dengan lihai.


Bukan saja dia bisa menyelamatkan diri, bahkan menyelamatkan Pejabat Choman dia juga berhasil.


Maka selamatlah Pejabat Choman dari ancaman kepingan-kepingan kelopak bunga hitam yang melesat ke arahnya.


Karena kepingan kelopak bunga hitam itu tidak mengenai sang pejabat, maka kursinya yang menjadi sasaran. Kursi itu langsung rusak berantakan terkena kepingan kelopak bunga bercahaya hitam.


Sekali lagi Brian menyentakkan kedua tangannya ke samping. Maka ratusan kelopak bunga bersinar hitam bagai bara kembali melesat berhamburan ke arah jawara yang masih hidup dengan cepat.


Beberapa kepingan kelopak bunga masih bisa mereka tangkis dengan senjata mereka. Namun kelopak bunga hitam itu terlalu banyak, mereka tidak bisa menangkis seluruhnya.


Maka tidak ampun lagi kelopak-kelopak bunga hitam itu menancapi tubuh mereka hingga amblas masuk ke dalam.


Sehingga tidak butuh waktu lama, hampir 300 jawara istana yang tadi mengepung Dhafin dan Brian, kini semuanya sudah jadi mayat tanpa ada sisa.


Sementara keadaan ruangan balairung istana sudah porak poranda. Semua kursi yang ada di ruangan itu rusak berantakan, termasuk singgasana raja.


Baru saja Dhafin dan Brian hendak keluar dari ruangan itu, seketika masuk pasukan elit militer dalam jumlah banyak. Dan tanpa basa-basi mereka langsung menyerang kedua pemuda tampan itu.


Akan tetapi belum juga pasukan istana itu sampai ke tempat Dhafin dan Brian, seketika Dhafin menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Lalu dikibas dengan kuat dan cepat ke samping.


★☆★☆


Maka kejadian berikutnya sungguh mengerikan.


Serangkum gelombang angin panas yang besar dan dahsyat seketika tercipta dan menghempas semua pasukan istana yang barusan masuk dalam ruangan ini.


Bahkan menghempas apa saja yang ada di ruangan itu. Bahkan membuat beberapa pilar bangunan bergetar cukup hebat.


Sehingga pasukan istana itu terhempas dengan mudah ke belakang bagai daun kering terkena angin kencang. Itupun dibarengi dengan jeritan-jeritan kematian yang menyayat hati. Tampak kulit tubuh dan wajah mereka melepuh parah akibat terkena hawa panas.


Tubuh-tubuh mereka jatuh begitu saja bagai sampah dan saling tumpang tindih. Bahkan tidak sedikit yang terus terhempas, lalu menghantam pilar atau tembok ruangan hingga kepala mereka pecah menghamburkan darah.


Darah langsung menggenang di ruangan itu dalam jumlah yang banyak. Di mana sebelumnya tadi darah para jawara sudah tergenang terlebih dahulu.


Sedangkan Dhafin dan Brian, setelah merasa tidak ada lagi pasukan istana yang masuk, mereka segera tinggalkan tempat itu. Bukan melalui pintu ruangan, melainkan melalui jalur teleportasi.


Kemanakah perginya Raja Ghanim dan Jenderal Kenzie?

__ADS_1


Jenderal Kenzie menduga akan adanya bahaya yang mengancam Raja Ghanim kalau sang raja berada di istana. Makanya dia membawa Raja Ghanim ke kediaman Selir Ashana kembali.


Dia juga menduga kalau tidak lama lagi Selir Heliana dan pasukannya sebentar lagi akan keluar untuk mengadakan balas dendam atas peristiwa tragis 20 tahun silam.


Sementara Raja Ghanim merupakan salah satu yang ikut andil besar dalam pemberontakan yang dilakukan oleh Bunda Suri. Karena dia telah membunuh Pangeran Agung atau Putra Mahkota.


Makanya mulai dari sekarang dia akan terus menjaga keselamatan Raja Ghanim.


Dan ke manakah pula perginya Bunda Suri dan Pejabat Choman?


Rupanya mereka sudah berada di halaman Istana Rajawali, tepatnya berada di tengah ribuan pasukan istana yang berkumpul mengelilingi Istana Rajawali seolah mengepung bangunan itu.


Perlu diketahui, Istana Rajawali adalah bangunan megah yang paling besar di Istana Kerajaan Bentala. Di situ segala aktifitas kenegaraan dilakukan. Di Istana Rajawali-lah tempat balairung istana ada.


Tampak Pejabat Choman sudah bebas bergerak. Rupanya Bunda Suri Hellen telah berhasil meretas mantra penyegel yang melilit tubuhnya.


Rupanya harus berhati-hati dengan kesaktian Bunda suri. Kalau dia telah berhasil meretas belitan mantra yang dipasang oleh Dhafin, hal itu menandakan kesaktiannya tidak kalah jauh dengan Dhafin.


Sepertinya mereka menunggu keluarnya Dhafin dan Brian dari dalam Istana Rajawali. Akan tetap yang ditunggu-tunggu tak kunjung keluar juga.


Terang saja Dhafin dan Brian tidak keluar melalui pintu Istana Rajawali. Mereka muncul agak jauh dari barisan pasukan istana yang jumlahnya ribuan itu.


Tepatnya mereka muncul di atas atap sebuah bangunan yang tidak jauh dari Istana Rajawali.


Sejenak mereka mengamati keadaan pasukan yang jumlahnya 11.000 lebih itu. Setidaknya mereka sudah membunuh hampir 1000 pasukan istana sewaktu di balairung istana.


Setelah mereka berunding sedikit, mereka memutuskan kalau sekaranglah memberi tanda kepada kawan-kawan yang ada di sekitar untuk masuk ke istana.


Sejenak Dhafin mengamati kelompok pasukan istana yang paling belakang. Setelah itu dia menggerak-gerakkan kedua telapak tangannya di depan dada dengan gerakan tertentu.


Tak lama telapak tangan kanan Dhafin yang terbuka lebar diangsurkan ke depan dan menghadap langit. Lalu di atas telapak tangan itu seketika muncul sinar merah berbentuk bulat sebesar kepala orang dewasa. Bola cahaya berwarna merah itu mengeluarkan hawa amat panas.


★☆★☆


Begitu bola cahaya itu jatuh di tengah-tengah kelompok pasukan itu, maka terdengarlah suara dentuman yang amat keras dan dahsyat.


Duuummm....!


Bumi langsung bergetar bagai terjadi lindu. Membuat seluruh penghuni Istana Kerajaan Bentala terkejut bukan main. Lebih terkejut lagi Bunda Suri dan Pejabat Choman.


Tampak bola cahaya merah hasil dari tenaga sakti Dhafin langsung membentuk lingkaran besar berbentuk tempurung terbalik. Menghantarkan gelombang ledakan yang amat keras yang menyebar ke segala arah.


Maka akibat dari gelombang ledakan itu kelompok pasukan itu langsung terhempas porak poranda sambil menjerit keras.


Sementara cahaya merah berbentuk tempurung terbalik itu terus menyebar menghantar gelombang ledakan sejauh 30-an tombak. Memporak porandakan pasukan istana yang dilaluinya.


Sehingga dalam waktu singkat sekitar 1000 lebih pasukan istana telah tumbang tanpa nyawa akibat dari pelepasan kesaktian Dhafin.


Tentu saja kejadian itu membuat Bunda Suri dan Pejabat Choman menggeram bukan main. Namun jadi bingung sendiri karena Dhafin dan Brian belum juga nampak oleh mereka.


Tak tahunya Dhafin dan Brian sudah berada dia atas pagar tembok istana. Mengamuk di situ membantai pasukan panah yang ada di situ. Dhafin berada di bagian kanan, sedangkan Brian berada di bagian kiri.


Sementara Yang Mulia Ratu berserta seluruh pasukan gabungannya, begitu mendengar suara ledakan dari dalam istana, mereka segera keluar dari persembunyian.


Dan tanpa ragu langsung berkelebat cepat menuju istana. Saking cepatnya kelebatan tubuh mereka, tahu-tahu mereka sudah dekat dengan pintu gerbang istana.


Kemudian mereka langsung melenting tinggi naik ke atas tembok gerbang istana, terus ikut membantu Dhafin dan Brian dalam menghabisi pasukan penjaga gerbang.


Sehingga tidak butuh waktu lama semua pasukan penjaga gerbang telah mampus tanpa ada sisa. Sebagian besar mayat mereka jatuh ke bawah, baik di dalam tembok maupun di luar tembok.

__ADS_1


Sementara Bunda Suri yang mendengar jeritan-jeritan kematian pasukannya dari arah gerbang istana, dan mengetahui kalau Dhafin dan kawan-kawannya yang punya ulah, segera memerintahkan pasukannya untuk bergerak menuju gerbang istana.


Namun tidak semua yang bergerak karena Bunda Suri tidak memerintahkan. Mereka antara lain para pangeran, Pejabat Choman, jawara elit istana, serta perwira tinggi militer kerajaan.


Jadi yang diperintahkan menyerang ke gerbang istana cuma pasukan elit dan prajurit militer. Sedangkan mereka terus saja berlari dengan cepat menuju gerbang istana.


Sementara Keenan dan Keysha, sebelum pasukan yang amat banyak itu tiba, mereka menyegel terlebih dahulu pintu gerbang.


Hal itu dimaksudkan agar pasukan istana yang masih mangkal di markas militer kerajaan tidak bisa masuk ke dalam istana untuk membantu pasukan yang ada di istana.


★☆★☆


Begitu seluruh pasukan istana yang menyerang tinggal belasan tombak lagi sampai di gerbang istana, Gibson Kyler segera melenting turun ke bawah. Dan hinggap di hadapan pasukan yang amat banyak itu.


Kemudian tanpa berlama-lama dia segera merapalkan mantra Meredam Sunyi-nya dalam bentuk syair.


Maka tidak butuh waktu lama seluruh alam seketika terhenti sepanjang radius 100 tombak. Termasuk seluruh pasukan istana yang hendak melakukan penyerangan.


Termasuk Bunda Suri Hellen dan seluruh pasukannya yang masih berada di halaman Istana Rajawali. Sehebat apapun ilmu Bunda Suri Hellen, ternyata tidak bisa menangkal mantra Meredam Sunyi.


Kecuali Yang Mulia Ratu dan seluruh rekannya yang berada di atas tembok gerbang istana. Karena mereka sudah diberitahu cara menangkal agar tidak terpengaruh mantra Meredam Sunyi milik Gibson.


Begitu semua pasukan istana tidak ada yang bergerak seorang pun, Yang Mulia Ratu berserta pasukannya segera melenting turun. Dan tanpa ragu-ragu langsung menyerang pasukan istana yang sudah menjadi patung hidup itu.


Cuma sepeminum teh waktunya Yang Mulia Ratu dan pasukannya menyerang pasukan istana tanpa perlawanan.


Lewat sepeminum teh mantra yang dikerahkan Gibson berakhir. Pasukan istana bisa bergerak lagi.


Makanya mereka mengusahakan agar bisa menghabisi pasukan istana dalam jumlah besar dalam waktu itu.


Dimulai dengan Yang Ratu dan 4 pengawal cantiknya. Mereka secara serempak menyetakkan kedua tangan ke depan. Maka ribuan kelopak bunga berwarna-warni langsung melesat berhamburan ke pasukan itu.


Maka sebentar saja ribuan pasukan istana sudah bertumbangan dengan bersimbah darah sambil menjerit keras memilukan hati.


Menyusul beberapa orang lainnya melontarkan kesaktian yang sejenis. Maka kembali pasukan yang tidak berdaya itu bertumbangan satu demi satu. Sehingga pasukan istana yang masih hidup tinggal 3000-an personel.


Akan tetapi waktu sepeminum teh sudah berlalu. Maka sisa pasukan yang masih hidup itu bisa bergerak. Dan tanpa berpikir panjang mereka langsung menyerang Yang Mulia Ratu dan pasukannya.


Namun semua pasukan Yang Mulia Ratu kehebatan dan keberaniannya tidak diragukan lagi. Melawan pasukan istana yang jumlahnya lebih banyak dari mereka tidak membuat mereka gentar.


Akan tetapi begitu Bunda Suri memerintahkan pasukan elit yang masih bersamanya untuk menyerang, Yang Mulia Ratu langsung memerintahkan untuk mundur.


Sudah cukup bagi mereka untuk memperlihatkan kepada orang-orang istana kalau mereka punya kekuatan yang tidak bisa dianggap remeh.


Mundurnya pasukan Yang Mulia Ratu bukan mundur ke belakang. Melainkan mundur dengan berteleportasi.


Dhafin menyambar Yang Mulia Ratu dan Putri Kayshila, Pangeran Revan menyambar Jessica, Brian menyambar Ariesha, Gibson menyambar Fariza dan Grania yang kebetulan berdekatan.


Aziel menyambar Jovita, Keenan menyambar Keysha, Kelvin menyambar Abiela. Yang lain saling berpegangan tangan. Lalu mereka semua hilang bagai ditelan waktu.


Sekarang Bunda Suri Hellen bisa apa?


Dia hanya bisa memandang pasukannya yang sudah jadi mayat saling tumpang tindih di pelataran istana.


Hari ini istananya ternodai dengan darah pasukannya sendiri. Sungguh menyedihkan.


Melawan pasukan pemberontak yang jumlahnya cuma sedikit, pasukannya yang jumlahnya ribuan tidak mampu mengadakan perlawanan yang berarti. Malah mereka yang kalah dengan telak.


Sungguh kemarahannya sudah tidak terbendung lagi. Tapi tidak bisa melampiaskannya. Karena Selir Heliana yang ternyata biang pemberontak belum bisa dia ketahui berada di mana sekarang.

__ADS_1


"Baiklah, Selir Heliana," ucapnya bernada geram, "kita akan mulai perang kalau begitu."


★☆★☆★


__ADS_2