Pangeran Yang Hilang

Pangeran Yang Hilang
BAB 201 INFORMASI TENTANG PENYERANGAN


__ADS_3

Bruuuk...!


"Wuaaadaaah...!"


Terdengar sebuah benda berat jatuh dari atas pohon sekitar 15 tombak dari tempat berkumpulnya 10 pemuda tampan. Kemudian disusul suara keluhan mengaduh cukup keras dari seseorang.


Semua pemuda itu tahu di mana letak suara yang cukup mengejutkan itu.


Tanpa disuruh, Veron langsung melesat ke arah sumber suara. Dan tak lama dia kembali dengan memanggul seorang lelaki berpakaian orang kebanyakan warna hijau.


Terus lelaki berkumis itu dibuang begitu saja bagai sampah di tengah-tengah tempat 10 pemuda itu duduk.


Dan kembali terdengar bunyi gedebuk saat tubuh lelaki itu jatuh ke tanah berumput, tapi tidak terlalu keras. Akan tetapi tentu saja lumayan sakit hingga lelaki itu mengaduh kesakitan sambil memaki panjang pendek.


Sekujur tubuh lelaki yang kira-kira berumur 30-an tahun itu dari kaki hingga pundak tidak bisa digerakkan. Seperti terlilit semacam tali yang tak terlihat. Sedangkan pedangnya seperti melekat di pinggang dan paha kirinya.


Tentu saja hal itu akibat dari mantra pengikat Dhafin yang belum dilepasnya.


Hanya kepalanya saja yang bisa dia gerakkan sambil memandang ke sekelilingnya dengan penuh selidik. Sepasang matanya menyorot tajam penuh permusuhan pada 10 pemuda yang berada tak jauh di sekitarnya.


Sementara 10 pemuda itu belum ada yang bersuara sejak hadirnya lelaki itu di tengah-tengah mereka. Namun sepasang mata mereka tak lepas menatap si lelaki dengan penuh selidik.


Tapi kuat dugaan masing-masing mereka kalau lelaki itu adalah salah satu pasukan mata-mata atau telik sandi.


"Apa ada di antara kalian yang tahu telik sandi dari mana lelaki itu?" akhirnya Dhafin memecah kebisuan yang agak lama dengan bertanya.


"Yang..., eh Tuan Muda," ucap Hendry hampir keceplosan, "rata-rata pasukan telik sandi tidak memiliki seragam tertentu dalam bertugas. Mereka seringnya berpakaian seperti orang kebanyakan."


"Tapi mereka kadang membawa semacam tanda yang menunjukkan identitas asal mereka, Tuan Muda," imbuh Veron.


Perlu di ketahui bahwa Veron dan Hendry, termasuk Zafer adalah Pasukan Penyelidik Rahasia Istana Centauri. Tentunya mereka paham betul berbagai model telik sandi meski berpakaian biasa.

__ADS_1


"Biar aku periksa, Pangeran Pusat!" pinta Zafer mengajukan diri.


Dia memang sudah terbiasa memanggil Dhafin dengan sebutan gelar semenjak mereka sudah saling mengenal. Kadang juga memanggil nama setelah mengetahui kalau mereka merupakan saudara sepupu.


"Tunggu sebentar, Zafer!" cegah Dhafin. "Biar aku buka dulu mantra pengikatku di tubuhnya."


"Eh, kalau dia berbuat macam-macam bagaimana, Tuan Muda?" kejut Kelvin dengan gaya konyolnya.


"Tenang saja," kata Dhafin santai.


Begitu Dhafin selesai membuka mantra pengikat yang melilit sekujur tubuhnya, terus merasa sudah bisa bergerak lagi, refleks lelaki baju hijau itu langsung bangkit dengan cepat.


Namun belum juga dia dapat melakukan sesuatu 5 angin kecil yang cukup tajam langsung menotok 5 titik syaraf yang ada di belakangnya. Tentu saja dia kembali jatuh lemas ke tanah berumput.


Kembali dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Cuma kepalanya saja yang bisa bergerak. Dan dia masih dalam keadaan sadar.


Lalu lelaki itu segera menoleh ke kanan begitu mendengar suara langkah Zafer menghampirinya. Seketika saja matanya langsung mendelik tajam penuh permusuhan kepada Zafer yang semakin mendekatinya.


★☆★☆


Zafer si manusia dingin tidak menggubris bentakan lelaki itu. Tanpa minta izin dia memeriksa di beberapa bagian di tubuh si lelaki baju hijau.


"Kamu telah berani berbuat macam-macam kepadaku! Aku akan membunuhmu...!"


Lelaki baju hijau itu terus berteriak-teriak melontarkan ancaman dan makian. Tetap saja Zafer tidak perduli dan terus memeriksa tubuh si baju hijau untuk mencari sesuatu.


Namun sampai beberapa lama Zafer memeriksa sekujur tubuh lelaki itu, tidak juga dia temukan sesuatu yang menjadi tanda pengenal lelaki itu.


Setelah melaporkan hasil kerjanya kepada Dhafin, Zafer lalu kembali ke tempat duduknya di batang pohon.


Tidak lama kemudian, karena belum mendapat kejelasan telik sandi dari mana lelaki itu, dan kalau ditanya secara biasa lelaki itu tidak juga mau menjawab, akhirnya Dhafin memakai cara halus.

__ADS_1


Yaitu dengan cara menghilangkan kesadaran lelaki itu agar dia bisa disuruh apa saja tanpa membantah. Dan akan berkata jujur kalau ditanya. Dengan kata lain dihipnotis.


Tapi pelaksananya adalah Keenan. Pemuda yang selalu berpakaian putih itu menghipnotis lelaki itu dengan mantra ghaibnya. Sehingga membuat telik sandi itu bagai orang linglung.


Wajahnya berubah datar dan kaku. Tatapannya kosong memandang langit. Kepalanya yang tadi bergerak liar, kini diam bagai patung.


Dan ternyata dia adalah telik sandi dari Kerajaan Amerta saat ditanya. Setelah itu muntahlah informasi-informasi yang cukup penting dari mulutnya yang berkenaan dengan Kerajaan Amerta dan rencana-rencananya.


Termasuk informasi akan rencana penyerangan pasukan istana ke sebuah tempat yang diduga sarang pemberontak yang masih di wilayah utara ini. Terus sang telik sandi menjelaskan secara rinci lokasinya, di mana dia barusan saja dari situ tadi.


Juga memberitahukan tentang pasukan istana yang akan menyerang ke tempat itu yang saat ini tengah berada di Kota Everett yang masih di wilayah utara. Kira-kira 2 hari lebih perjalanan berkuda dari sini.


Juga informasi penyerangan pasukan istana ke suatu tempat di ujung wilayah Kerajaan Amerta sebelah barat laut. Tempat yang akan diserang juga diduga sebagai sarang pemberontak. Dan lelaki itu juga menjelaskan secara rinci lokasinya.


Namun si telik sandi mengaku tidak tahu pasukan istana yang akan menyerang tempat itu berada di mana saat ini. Dia hanya tahu bahwa 6 hari yang lalu pasukan istana itu bertolak dari istana menuju ke tempat yang akan diserang.


Pasukan itu berangkat meninggalkan istana bersamaan dengan pasukan yang akan menyerang sarang pemberontak yang diduga ada di wilayah utara ini.


Termasuk informasi yang tidak kalah penting adalah jumlah kekuatan masing-masing pasukan istana yang akan menyerang di kedua tempat itu.


Setelah puas mengorek info-info penting dari telik sandi itu, Aziel turun dari batu yang menjadi tempat duduknya. Lalu dia melangkah tenang menghampiri lelaki itu.


Begitu sampai di samping kiri si telik sandi, tanpa minta permisi Aziel langsung mencabut pedang lelaki itu yang terletak pinggang kirinya.


Dan tanpa basa-basi Aziel langsung menusuk dada kiri si telik sandi hingga tembus ke belakangnya. Sedangkan si telik sandi hanya bisa mengeluh tertahan. Tampak mulutnya memuntahkan darah segar.


Sementara 9 orang rekannya menyaksikan aksi Aziel barusan dengan ekspresi biasa saja. Ya, mereka memang sudah terbiasa melihat adegan seperti itu. Bahkan sebagai pelaku juga.


Tidak lama kemudian, 10 pemuda tampan meninggalkan tempat itu. Kelompok Brian menuju ke tempat di mana diduga sarang pemberontak yang ada di ujung wilayah utara ini. Sedangkan kelompok Dhafin menuju ke wilayah Kerajaan Amerta sebelah barat daya.


★☆★☆★

__ADS_1


__ADS_2