Pangeran Yang Hilang

Pangeran Yang Hilang
BAB 140 GAGALNYA PASUKAN WILAYAH BARAT BERGABUNG KE KOTARAJA


__ADS_3

Begitu kiamat kecil di tempat telah reda, maka fenomena mengerikan telah nampak.


Separuh lebih pasukan militer telah tumbang jadi mayat akibat kiamat kecil itu. Mayat mereka berserakan saling tumpang tindih ke segala arah bersama kuda tunggangan mereka.


Pasukan yang mati duluan itu semua pasukan kavaleri yang berjumlah 3000, semua pasukan panah yang berjumlah 4000 dan sebagian kecil pasukan infanteri. Termasuk 10 komandan perangnya berserta semua kepala regu pasukan kavaleri dan pasukan panah.


Sungguh kasihan, mereka mati tanpa sempat melakukan perlawanan.


Memang sungguh dahsyat tenaga sakti yang dilontarkan oleh 12 pendekar Istana Centauri itu. Sehingga mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya menyerahkan nyawa dengan percuma.


Kini pasukan militer yang masih hidup tinggal pasukan infanteri. Tadinya berjumlah 9000 kini sudah berkurang. Karena hampir 1000 telah mati akibat kiamat kecil.


Namun meski tanpa komandan perang mereka tidak menjadi gentar ataupun takut. Mereka masih tampak tegar bersama kepala pasukan masing-masing.


Hanya saja mereka tampak bingung, siapakah yang melakukan huru-hara tadi? Sepanjang yang mereka lihat hanyalah ribuan mayat pasukan militer berserta kuda tunggangan yang berserakan di mana-mana.


Tidak ada sekumpulan orang yang lainnya selain mereka. Yang mereka lihat hanyalah pepohonan yang tumbuh di samping kiri kanan jalan lebar itu. Serta alam sekitar yang sudah dikurung oleh suasana horor menegangkan.


Jelas mereka tidak lihat siap yang melakukan huru-hara tadi. Karena 12 pemuda tadi, setelah melepas kesaktian, mereka langsung hilang entah ke mana.


Namun selagi pasukan militer itu kebingungan, sekitar 15-an tombak di depan mereka, di tengah sampah mayat-mayat, seketika muncul 110 orang Istana Centauri yang mayoritasnya gadis-gadis cantik.


Mereka tak lain adalah Ratu Aurellia dan orang-orangnya.


Berdiri paling tengah kanan di deretan depan Ratu Aurellia yang berdampingan dengan Pangeran Pusat alias Dhafin di sebelah kirinya.


Di deretan sebelah kanan Ratu Aurellia berdiri Grania, Ariesha, Keysha, dan di ujung adalah Keenan. Di deretan sebelah kiri Dhafin berdiri Putri Kayshila, Fariza, Jovita, dan di ujung adalah Aziel.


Sedangkan di barisan belakang berdiri gagah 100 Pengawal Khusus Ratu Aurellia yang semuanya bersenjatakan pedang.


Melihat pasukan yang dalam jumlah kecil sekali itu, apalagi mayoritasnya perempuan, jelas sekali sikap peremehan ditunjukkan pasukan militer itu. Bahkan sebagian mereka ada yang tertawa mengejek.


Dan tanpa berlama-lama beberapa orang kepala pasukan terdepan langsung memerintahkan pasukannya untuk menyerang rombongan Ratu Aurellia.


Tapi apakah Ratu Aurellia dan orang-orangnya dia saja? Tentu tidak.


Begitu pasukan yang menyerang itu jaraknya sudah kurang dari 10 tombak, Ratu Aurellia langsung menghentak kedua tangannya ke depan. Aksinya diikuti oleh Kayshila, Grania, Ariesha, Keysha, dan Jovita.


Maka melesatlah ribuan kelopak bunga yang membentuk bagai kepingan logam berwarna-warni ke arah pasukan yang menyerang itu.


Begitu cepatnya lesatan ribuan kelopak bunga bersinar bagai bara itu, tidak ada kesempatan bagi pasukan militer untuk menghindar.


Mereka hanya sempat terperangah. Setelah itu meneriakkan jeritan kematian yang menggiriskan.


Kembali ribuan tubuh berseragam terhempas tumbang bagai daun kering diterpa angin kencang.


Apakah aksi memukau sekaligus mengerikan sampai di situ saja? Tentu tidak!


★☆★☆


Setelah keenam gadis tadi mendemontrasikan kesaktian masing-masing, kedua telapak tangan Dhafin yang sudah terlilit sinar memanjang bagai lidah-lidah petir segera diangkat ke atas tinggi-tinggi. Lalu disentak ke bawah dengan kuat dan cepat.


Aksi Dhafin disusul oleh Keenan. Setelah merapatkan kedua telapak tanngannya, lalu kedua telapak tangannya itu disentak ke langit dengan posisi telapak tangan menghadap ke langit.


Pada waktu yang bersamaan Aziel pula ikut beraksi. Telapak tangan kanannya yang terbuka cukup lebar yang menjulur ke depan agak terangkat seketika ditekan dengan kuat.


Maka meluncurlah butiran-butiran cahaya kuning sebesar gundu berhawa panas dari telapak tangannya itu dengan amat cepat mengarah dengan ganas ke pasukan militer.


Apakah yang terjadi setelah itu ketika kesaktian yang memukau itu dilepas?


Dari atas pasukan militer seketika jatuh hujan petir-petir kecil yang begitu banyak jumlahnya dan langsung menghantam pasukan militer tanpa ampun.


Masih belum selesai suasana horor itu berlangsung.


Di tempat lain yang juga dari atas pasukan militer jatuh pula hujan jarum es yang juga begitu banyak jumlahnya. Dan tanpa ampun langsung menghujani pasukan militer yang berada di bawahnya.


Begitu pasukan militer terkena hujan jarum es, tubuh mereka dalam 2 kejap langsung berubah menjadi beku. Setelah itu hancur berantakan.

__ADS_1


Masih belum selesai peneroran yang dirasakan pasukan militer.


Ratusan butiran cahaya bagai gundu berhawa panas melesat dengan amat cepat dan langsung menghantam pasukan militer yang lainnya tanpa ampun.


Jeritan-jeritan kematian saling bersahut-sahutan terus saja terdengar di mana-mana seakan tidak mau berhenti. Ditingkahi dengan terus bergugurannya tubuh-tubuh berseragam yang sudah tanpa nyawa.


Kematian mereka sungguh tragis. Ada yang sekujur tubuhnya hangus gosong bagai terbakar. Kebanyakan mati dengan tubuh hampir dipenuhi luka berlubang.


Kini pasukan militer yang tinggal sudah kurang dari 4000 personil. Tampak mereka cuma berdiri tegang di tengah ribuan mayat kawan-kawannya.


Ketakutan jelas tergurat di wajah mereka masing-masing. Hingga mereka tidak ada yang berani menyerang lagi.


Sementara Ratu Aurellia dan orang-orangnya tidak ada lagi yang menunjukkan aksi memukaunya. Mereka tampak diam saja seolah tengah menunggu reaksi sisa pasukan militer itu.


Tidak lama kemudian, entah setan mana yang merasuki mereka, tiba-tiba beberapa kepala regu yang masih ada langsung berteriak memerintahkan semua pasukan mereka untuk menyerang.


Melihat hal itu jelas Yang Mulia Ratu tidak tinggal diam. Dengan suara lantang dia berteriak memerintahkan pasukannya untuk menyerang.


"Seraaang...!"


Teriakan yang amat keras membahana itu bagai hendak memecahkan langit. Jika orang tidak melihat siapa yang berteriak, dia tidak menyangka kalau teriakan itu berasal dari bidadari yang amat cantik jelita.


Setelah itu menyusul beberapa teriakan perintah menyerang dari balik pepohonan di kiri kanan jalan lebar.


Tidak menunggu terlalu lama, muncullah pasukan Pangeran Revan dari balik pepohonan sebelah kiri berjumlah sekitar 1000 lebih.


Sedangkan dari balik pepohonan sebelah kanan bermunculan pasukan cantik Istana Centauri dengan jumlah yang hampir sama.


Sementara Ratu Aurellia dan rekan-rekannya yang berdiri sederet dengannya saling berpegangan tangan. Kemudian melesat ke depan, lalu lenyap bagai di telan setan.


Sedangkan 100 Pengawal Khusus, begitu ratu mereka sudah bergerak menyerang, mereka tidak mau kalah juga. Dengan melesat amat cepat mereka menyerang pasukan militer Kerajaan Bentala.


★☆★☆


Kemanakah menghilangnya Ratu Aurellia dan Dhafin serta 8 orang lainnya?


Begitu sudah meluncur turun, selagi masih di atas udara Ratu Aurellia serta 4 pengawal cantiknya, Putri Kayshila dan Fariza memainkan dengan lincah pedang mereka masing-masing menebas kepala-kepala pasukan militer yang ada dalam jangkauan mereka.


Sedangkan Dhafin, Keenan, dan Aziel hampir bersamaan mendorong telapak tangan mereka ke bawah dengan kuat. Maka terhempaslah gelombang energi kekuatan dengan kencang sehingga memporak-porandakan pasukan militer yang dalam jangkauan mereka.


Aksi memukau dan berani yang dilakukan oleh 10 orang hebat tadi ternyata dilakukan juga oleh orang-orang hebat lainnya. Seperti Pangeran Revan serta jawara-jawara hebatnya.


Tidak ketinggalan juga bidadari-bidadari Istana Centauri. Seperti Abiela, Danita, Jessica serta beberapa orang lainnya.


Orang-orang hebat itu melakukan aksi memukau dari atas udara, memainkan kehebatan masing-masing sehingga membuat nyawa pasukan militer kocar-kacir.


Sungguh hebat dan berani strategi perang yang dilakukan oleh pasukan Ratu Aurellia.


Di awal pertempuran mereka melakukan strategi menguncup dari darat dan strategi merobek dari udara. Dan strategi ini berhasil dengan gemilang.


Strategi mengucup membuat pasukan militer tidak bisa berlari ke mana-mana. Gerakan mereka cukup terbatas meski mereka berjumlah banyak.


Sehingga mereka tidak bisa melancarkan serangan dengan baik. Yang pada akhirnya mereka cuma menyerahkan nyawa saja.


Belum lagi strategi merobek yang lebih hebat lagi.


Setelah berhasil merobek barisan pasukan militer dari dalam hingga membuat pasukan militer kocar-kacir, Ratu Aurellia dan puluhan pasukannya mengamuk sejadi-jadinya dari dalam barisan pasukan militer.


Karena memang dilakukan oleh orang-orang yang hebat, maka barisan pasukan militer dari dalam dengan mudah dapat dibuat porak-poranda.


Perlu diketahui, semua aksi yang dilakukan pasukan Ratu Aurellia, semua sudah direncanakan dengan matang oleh mereka. Dan semua strategi yang mereka jalankan adalah hasil pemikiran dari orang-orang hebat dari pasukan Yang Mulia Ratu Agung Aurellia.


Dan semua pasukan menjalankan semua strategi pertempuran yang sudah diatur dengan rapi. Tidak ada pasukan yang melenceng dari tugas yang diberikan.


Sehingga belum ada 2x penanakan nasi pertempuran berlangsung pasukan militer sudah dibuat tumbang satu demi satu.


Yang masih hidup cuma tinggal sedikit. Sudah kurang dari 500 personil. Itupun mereka tinggal menunggu antrian menunggu giliran untuk mati.

__ADS_1


Belum lama hal itu terbetik pasukan militer yang tinggal sedikit itu akhirnya tumbang juga satu per satu.


Hingga akhirnya tidak ada lagi pasukan militer yang kepalanya tegak ke atas. Semua sudah terkapar saling tumpang tindih ke tanah.


Pasukan yang masih tegak kepalanya hanyalah pasukan Ratu Aurellia. Dan tidak ada seorang pun di antara mereka yang gugur. Hanya sebagian kecil yang terluka tidak begitu parah.


Biasalah dalam peperangan. Mesti ada darah yang tertumpah dari kedua belah pihak. Seakan hal itu sudah menjadi kemestian yang terjadi dalam pertempuran.


Tempat yang cukup luas itu hampir tidak ada celah untuk melihat tanah. Di mana tanah berada di situ mayat terkapar.


Sungguh pemandangan di tempat itu tidak sedap untuk dipandang.


Tanah yang tadinya berwarna kuning kecoklatan, kini berubah berwarna merah dan basah. Dibasahi oleh darah belasan ribu pasukan militer yang bertolak ke kotaraja untuk bergabung dengan pasukan militer kotaraja.


★☆★☆


Seperti biasa, begitu pertempuran telah usai, 100 Pengawal Khusus segera kembali ke posisinya, bersiaga di belakang dan di samping melindungi sang ratu.


Sementara pasukan yang lainnya membentuk barisan melingkar membuat pagar hidup memagari para pembesar Istana Centauri yang ada di dalam lingkaran.


Tidak lama kemudian, sekitar 1000 lebih pasukan panah keluar dari balik pepohonan yang ada di kiri kanan jalan lebar itu, lalu bergabung dengan yang lainnya.


Tampak salah seorang pasukan panah datang ke hadapan Yang Mulia Ratu dengan menyeret seseorang yang melangkah terseok-seok. Kepala orang itu tertutup kain. Sedangkan tangannya terikat ke belakang.


Rupanya paha kirinya tertancap anak panah dan belum dicabut. Darah tampak menetes di ujung celana bawahnya.


Begitu hampir sampai di hadapan Ratu Aurellia, anggota pasukan panah itu mendorong dengan kuat orang yang berpakaian biasa itu hingga jatuh terjerembab 4 langkah di depan Ratu Aurellia.


"Siapa dia?" tanya Ratu Aurellia sambil memandang orang itu yang bersusah payah bangkit. Tapi dia hanya bisa bangkit terduduk.


"Ampun Yang Mulia, sepertinya lelaki ini adalah mata-mata," lapor anggota pasukan panah itu penuh hormat.


"Buka tutup kepalanya!" perintah Ratu Aurellia.


"Hamba, Yang Mulia."


Anggota pasukan panah itu membuka penutup kepala orang itu. Maka begitu lelaki itu dapat melihat sekitarnya, dia langsung terkejut ketakutan bukan main.


Bayangkan saja berada di tengah musuh cuma seorang diri, membuat nyawanya seakan mau terbang.


Dengan segera dia menyembah-nyembah di hadapan Ratu Aurellia meminta pengampunan. Tapi Ratu Aurellia tidak menggubrisnya. Dia memandang kepada rekan-rekannya meminta pendapat bagusnya diapakan lelaki itu.


Pangeran Revan, Brian, dan Dhafin mengusulkan agar orang itu dibiarkan pergi. Kalau dia mata-mata istana, dia pasti akan melaporkan kalau pasukan militer yang bermarkas di wilayah barat telah gagal ke kotaraja.


Ratu Aurellia menerima usulan mereka. Orang itu dibebaskan setelah ikatan pada tangannya dibuka, dan setelah Dhafin menyembuhkan luka panah pada pahanya.


Sebelum orang itu pergi Dhafin berkata kepadanya memberi pesan kepada Bunda Suri Hellen, karena Dhafin menduga kalau orang itu adalah mata-mata istana.


"Sampaikan kepada Selir Hellen Gretha agar jangan berbuat macam-macam. Sampaikan kepadanya kalau pasukannya yang ada di wilayah barat sudah digagalkan oleh pasukan Yang Mulia Selir Heliana...."


"Dia masih punya kesempatan berpikir jernih 10 hari lagi."


"Baik, baik, Tuan," kata orang itu penuh hormat.


"Sekarang kamu pergi!"


Tanpa menunggu disuruh 2x orang itu segera berdiri dan langsung berlari tunggang-langgang. Beberapa kali dia terjatuh karena menginjak mayat. Tapi segera bangun dan berlari lagi.


"Apa kamu menduga orang itu mata-mata, Kak Dhafin?" tanya Ratu Aurellia.


"Benar, Yang Mulia," sahut Dhafin. "Hamba menduga kuat demikian."


"Baguslah kalau begitu. Dia memberi tahu pihak istana apa yang dia lihat di sini."


Tidak lama kemudian, Ratu Aurellia dan seluruh pasukan meninggalkan tempat itu melalui jalur Gerbang Cahaya.


★☆★☆★

__ADS_1


__ADS_2