
Seluruh penduduk Kerajaan Amerta amat bersukacita. Karena dua penguasa tirani sudah terbunuh dengan mengenaskan.
Setelah 4 tahun lamanya mereka hidup dalam kesengsaraan akibat ulah kedua penguasa tirani itu, tibalah saatnya mereka hidup dengan damai dan tentram.
Dan hal yang lebih membuat mereka semua bahagia adalah kembalinya Raja Darian di tengah-tengah mereka. Memimpin mereka dengan penuh kearifan dan kebijaksanaan.
Perlu diketahui bahwa sebenarnya Raja Darian ingin menyerahkan tampuk kekuasaan kepada Pangeran Brian. Namun sang pangeran belum mau menerima tanggung jawab besar itu.
Dia beralasan bahwa masih ada tugas besar yang harus dijalankannya, yaitu mendampingi Dhafin dan rekan-rekannya dalam merebut Kerajaan Lengkara yang jumlah kekuatannya tentu melebihi dari Kerajaan Bentala dan Kerajaan Amerta.
Raja Darian dapat menerima alasan putranya itu. Tapi dengan catatan, setelah tugas itu selesai, maka dia akan menyerahkan Kerajaan Amerta ini kepada Brian tanpa ditolak lagi. Dan Brian menyepakatinya.
Kurang lebih sebulan Kerajaan Amerta dapat tertata kembali dengan baik. Raja Darian sudah menyusun kembali tatanan pemerintahannya yang selama 4 tahun kemarin amburadul.
Dan secara keseluruhan keadaan Kerajaan Amerta telah kembali seperti sedia kala, kerajaan yang damai, tentram dan sejahtera.
Begitu pun juga halnya dengan Kerajaan Bentala. Raja Revan dapat menjalankan tugasnya sebagai raja dengan baik. Sehingga seluruh penduduk Kerajaan Bentala bisa merasakan kenyamanan, rasa aman dan tentram.
★☆★☆
Sementara itu bagaimanakah kelanjutan kisah Pangeran Ghavin Aldebaran selanjutnya? Bagaimana kelanjutan hubungan antara dia dengan ketiga kekasihnya itu?
Setelah 2 bulan pasca perang besar penaklukkan Kerajaan Amerta, terjadilah serah terima kekuasaan. Ratu Aurellia menyerahkan sepenuhnya kekuasaan Istana Centauri kepada Dhafin, sang kekasih tercinta.
Sedangkan Dhafin menerimanya walau amat terpaksa sekali. Kalaulah bukan karena takdir yang sudah menentukan, dia tidak mau jadi penguasa sejati.
Akhirnya pada hari itu juga Pangeran Ghavin Aldebaran dilantik menjadi Maharaja Kerajaan Negeri Tabir Ghaib, dan langsung mengganti nama kerajaan itu menjadi Kerajaan Centauri.
Kenapa Ghavin diberi gelar dengan maharaja?
Ya, dia adalah penguasa sejati 3 negeri; Kerajaan Bentala, Kerajaan Amerta, dan Kerajaan Lengkara. Maka gelar maharaja adalah pantas baginya.
Pengangkatan Dhafin menjadi Maharaja Kerajaan Centauri di saksikan oleh Raja Revan beserta sang permaisuri, Raja Darian beserta semua istri dan anak-anaknya, serta seluruh petinggi baik dari Kerajaan Bentala maupun dari Kerajaan Amerta.
Disaksikan oleh calon penguasa Kerajaan Amerta, Pangeran Brian Darel dan Pangeran Agung alias pewaris asli Kerajaan Lengkara, Pangeran Aziel Delvin.
Dan tentunya pula disaksikan oleh kedua orang tua serta ketiga saudara angkatnya, ketiga calon istrinya, seluruh kerabatnya yang masih ada, termasuk semua sepupunya, seluruh jajaran ksatria Kerajaan Centauri, serta seluruh penduduk atau pasukan yang ada di Istana Centauri.
Tidak lupa juga disaksikan oleh para ksatria, baik dari Kerajaan Bentala maupun dari Kerajaan Amerta. Dan tidak ketinggalan pula dari jajaran ksatria yang mewakili kelompok-kelompok oposisi dari Kerajaan Lengkara.
Pelatikan itu dilakukan di depan pelataran Istana Centauri, di atas sebuah panggung yang cukup besar. Tujuannya agar bisa disaksikan oleh semua orang yang menyaksikannya.
Dilantik langsung oleh Selir Heliana sebagai orang yang paling senior dari jajaran para petinggi. Disaksikan dan dikukuhkan oleh Pendeta Desmon, Pendeta Noman, dan Nenek Kaira.
Tampak Dhafin berlutut di hadapan Selir Heliana dan siap-siap disematkan mahkota indah oleh sang nenek. Dan yang membawa mahkota itu adalah Ratu Aurellia. Didamping oleh Putri Athalia dan Putri Arcelia.
Sebelum Selir Heliana menyematkan mahkota indah itu, dia berkata dengan suara cukup lantang sambil menghadap ke arah ribuan manusia yang ada di bawah panggung sana.
"Hari ini, di hari yang baik dan penuh sukacita, aku, Selir Heliana, melantik cucunda tercinta, cucunda terkasih, Ananda Pangeran Agung, Ananda Pangeran Ghavin Aldebaran sebagai Maharaja Kerajaan Centauri, penguasa 3 negeri besar...."
"Semoga keberkahan dan keselamatan terlimpah kepada cucuku ini," lanjutnya. Lalu dia mendongak sedikit ke langit, lalu melanjutkan ucapan, "Saksikanlah, wahai Penguasa Langit!"
__ADS_1
Kemudian dia berpidato cukup singkat yang isinya penganjuran ketaatan kepada penguasa mereka itu, dan hal-hal yang berkenaan dengan hal itu.
Setelah itu Selir Heliana bersiap menyematkan mahkota kepada Dhafin. Lalu Ratu Aurellia berlutut di samping Selir Heliana. Diikuti oleh Putri Athalia dan Putri Arcelia.
Setelah berlutut, Ratu Aurellia mengangsurkan nampan berhias indah yang dipegannya ke depan ke atas kepalanya. Di tengah nampan cantik itu terdapat mahkota yang indah.
Kemudian tanpa berlama-lama, Selir Heliana mengambil mahkota yang indah itu, terus menyemat di kepala Dhafin yang masih berlutut.
Tidak lama kemudian, acara penyematan mahkota telah selesai. Dan begitu Dhafin berdiri menghadap para hadirin semua, mereka serempak berlutut menghanturkan pengtakziman yang mutlak. Sampai pun Raja Darian ikut memberikan pengtakziman pula.
Melihat betapa antusiasnya semua orang yang ada di situ mendukungnya menjadi penguasa, membuat Dhafin amat terharu hingga matanya berkaca-kaca.
Dia, Raja Ghavin Aldebaran, berjanji kepada mereka semua akan menjalankan amanah sebagai penguasa dengan sebaik-bainya serta akan melindungi mereka.
Berjanji akan menjalankan keadilan terhadap mereka dengan sebenar-benarnya.
★☆★☆
Kini tibalah saatnya momen yang paling dinanti oleh Aurellia yang sekarang sudah berstatus putri, Putri Athalia, maupun Putri Arcelia. Sang kekasih pujaan hati akhirnya menghalalkan mereka sebagai istrinya.
Beberapa hari setelah pelantikannya sebagai Maharaja Kerajaan Centauri, Dhafin melangsungkan pernikahan dengan ketiga kekasihnya tersebut.
Pertama menikahi Putri Aurellia, dan sang putri dinobatkan sebagai permaisuri. Kemudian menikahi Putri Athalia yang dinobatkan sebagai Selir Pertama. Lalu menikahi Putri Arcelia yang dinobatkan sebagai Selir Ke Dua.
Kebahagian yang tiada terkira tentu saja langsung menyemaraki hati mereka.
Setelah penantiannya yang begitu panjang, akhirnya Permaisuri Aurellia bisa bertemu juga dengan hari yang amat membahagiakannya ini.
Dan karena rasa cintanya kepada sang maharaja, dia harus rela berbagi cinta kepada kedua madunya yang juga sama-sama amat mencintai Raja Ghavin.
Dan yang membuatnya berbesar hati ketika Raja Ghavin mengucapkan suatu ucapan yang membuat hati dan perasaannya amat sejuk dan tentram.
"Kamu adalah cinta pertamaku, dan kamu adalah yang pertama dan paling aku cintai...."
Sementara Selir Athalia, tentu saja tidak kalah bahagianya dengan Permaisuri Aurellia.
Sebelumnya dia harap-harap cemas juga kalau-kalau cintanya kepada Raja Ghavin cuma sekedar cinta. Namun ternyata rasa cinta itu Raja Ghavin telah mewujudkan dengan menikahinya.
Dia mengira anugrah terbesar dalam hidupnya adalah saat Raja Ghavin menyembuhkannya dari penyakit kulit. Namun setelah sang maharaja menikahinya, ternyata anugrah terbesar adalah pernikahan itu.
Sungguh kebahagiaan ini tidak bisa terlukiskan di atas kanvas, tidak cukup terucapkan dengan lisan.
Tapi di sisi lain pula dia harus puas mencintai Dhafin saja, tanpa mengharap Dhafin membalas cintanya. Dan jangan sampai dia berebut cinta dengan kedua madunya demi mengharap cinta Dhafin.
Namun sungguh dia tidak pernah menduga kalau di malam pertamanya Dhafin mengucapkan suatu ucapan yang membuatnya
"Walaupun kamu yang ke dua, tapi bukan berarti aku mengabaikan cintamu...."
"Teruslah mencintaiku! Karena aku juga mencintaimu di sepanjang napas cintamu kepadaku...."
Sedangkan yang terjadi pada Selir Arcelia, dia tidak pernah berharap Raja Ghavin mencintainya. Cukup dia saja yang mencintai sang pujaan hatinya itu. Bahkan dia tidak pernah berharap kalau Dhafin bakal menikahinya.
__ADS_1
Dia sudah berjanji pada dirinya akan menyerahkan seluruh apa yang ada pada dirinya kepada Dhafin. Bahkan dia rela menyerahkan kegadisannya walaupun Dhafin tidak menikahinya.
Akan tetapi Dhafin memanglah manusia yang paling baik. Dhafin menghargai dirinya yang mencintai suaminya itu. Menghargai cintanya dengan membalas cintanya.
Bahkan hal yang tidak pernah dia sangka kalau Dhafin ternyata mau menikahinya. Sungguh, dia tidak pernah berharap anugrah itu dia dapatkan. Tapi ternyata Dhafin memberikannya dengan tulus. Raja Ghavin Aldebaran menikahinya.
Bahkan di malam pertamanya Dhafin mengucapkan suatu ucapan yang membuatnya meneteskan air mata bahagia.
"Jangan pernah menganggap kalau kamu tidak berarti di sisiku. Jangan pernah berpikir kalau aku mengabaikan cintamu...."
"Ketahuilah! Aku juga mencintaimu, sama seperti kamu mencintaiku."
Perlu diketahui bahwa bukan cuma Dhafin dan ketiga istrinya yang merasakan kebahagiaan. Tamu undangan pernikahan mereka juga merasakan kebahagiaan yang amat sangat.
Mereka berpesta selama hampir 2 pekan. Meluapkan kebahagiaan karena junjungan mereka akhirnya telah menikah.
★☆★☆
Bagaimanakah dengan nasib Putri Ardella dan Putri Ilona?
Mereka sudah melupakan tentang musibah yang telah menimpa mereka, dan memulai lembaran baru dengan penuh kedamaian dan ketentraman.
Mereka sudah menerima sepenuh kehadiran Dhafin di sisi mereka, dan sudah menganggap Dhafin adalah kakak mereka yang akan melindungi dan menjaga mereka.
Turut merasakan kegembiraan saat Dhafin diangkat menjadi Maharaja Kerajaan Centauri. Bahkan turut merasa gembira atas pernikahan Dhafin.
Sedangkan mengenai tempat tinggal, mereka lebih memilih Kerajaan Centauri sebagai rumah mereka.
Bahkan Putri Ilona sudah berteman akrab dengan Putri Faniza yang juga memilih tinggal di kerajaan yang penuh kedamaian ini.
Adapun Putri Evelyne dan Putri Lavina, sejak dari dulu mereka sudah menerima Dhafin sebagai kakak mereka. Meskipun cinta mereka tidak terbalaskan, tapi mereka cukup puas mendapat kasih sayang Dhafin.
Kasih sayang sebagai seorang kakak.
Dan mereka juga lebih memilih tinggal di Kerajaan Centauri. Bahkan yang lebih hebat lagi mereka tinggal satu istana dengan Putri Ardella dan Putri Ilona. Hidup di bawah naungan dan kasih sayang Selir Ashana.
...🍁🍁🍁 TAMAT 🍁🍁🍁...
Saya, Author mengucapkan banyak terima kasih atas kesudian para pembaca yang mau meluangkan waktu untuk membaca karya saya, bahkan bisa menghargai dengan tulus.
...👍👍👍👍👍👍...
Tidak lupa juga saya mengucapkan beribu-ribu maaf atas banyaknya kesalahan dan kekeliruan dalam penulisan teks cerita. Atau bahkan cerita yang saya buat tidak sesuai dengan selera para pembaca.
...🙏🙏🙏🙏🙏...
Perlu pembaca sekalian ketahui, kisah atau novel saya ini nanti akan berlanjut ke season yang ke dua. Tapi dengan judul yang berbeda.
Bagi para pembaca yang berminat, silahkan tunggu kisah Raja Ghavin Aldebaran sebagai penguasa 3 kerajaan pada season yang ke dua!
★☆★☆★
__ADS_1