Pangeran Yang Hilang

Pangeran Yang Hilang
BAB 42 ACARA PENERIMAAN CALON PRAJURIT MILITER


__ADS_3

Hari ini merupakan acara penerimaan calon siswa akademi militer yang diadakan di Gedung Pelatihan Akademi Militer 1 di kotaraja....


Areal Gedung Pelatihan Akademi Militer 1 amatlah luas. Mampu menampung sekitar 1000 peserta calon siswa akademi.


Perlu diketahui, para peserta calon siswa akademi anak perempuan untuk tahun ini lumayan banyak. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang cuma sedikit. Sehingga peserta harus dipecah menjadi puluhan regu.


Meskipun dari data yang ada pendaftar dari kalangan bangsawan masih sedikit, termasuk Ariesha. Pendaftar masih didominasi dari kalangan rakyat biasa maupun dari keluar pendekar.


Sedangkan para peserta calon siswa anak laki-laki, antara tahun-tahun sebelumnya dengan tahun ini sama saja. Maksudnya tetap banyak. Karena memang anak lelaki yang paling banyak meminati keprajuritan.


Dan perlu diketahui pula, semua pendaftar dari beberapa kota yang ada di Kerajaan Amerta mengadakan tesnya di kotaraja.


Jadi sudah bisa dibayangkan betapa membludaknya manusia yang ada di kotaraja pada hari-hari penerimaan. Sudah pesertanya banyak, ditambah pengantarnya yang biasanya bukan cuma satu.


Sebenarnya beberapa pejabat militer dan pejabat lainnya mengusulkan kalau para pendaftar dites di kotanya masing-masing. Biar kotaraja tidak dipenuhi banyak manusia seperti hari-hari ini.


Usulan semacam itu adalah bagus. Itu kalau yang menilai para pejabat atau yang di bawahnya. Meskipun tidak semua yang setuju, bahkan ada yang tidak memberi penilaian sama sekali.


Tapi keputusan akhir ada di tangan Yang Mulia Darian Cashel. Lantas apakah Yang Mulia setuju?


Tentu saja Yang Mulia tidak setuju dengan usulan tersebut. Dia berpikir momen seperti inilah momen di mana rakyatnya saling bertemu dan berkumpul dari berbagai daerah dan kalangan.


Kembali pada peserta calon siswa akademi militer....


Selama acara berlangsung peserta harus tetap tinggal di dalam areal gedung. Tidak boleh ada yang pulang ke rumah bagi yang tinggal di kotaraja atau pulang ke penginapan bagi yang di luar kotaraja.


Adapun ketentuan regunya, dalam satu regu tidak dicampur anak lelaki dan anak perempuan. Regu anak perempuan lain dan regu anak lelaki lain.


Peraturan ini merupakan kebijakan langsung dari Yang Mulia Darian Cashel.


Adapun dalam satu regu peserta anak perempuan terdiri dari 5 anak dari 60 regu. Dan peserta anak lelaki terdiri dari 10 anak dari 50 regu juga.


Aturan main untuk memperoleh calon prajurit bukan bertanding antara regu yang satu dengan regu yang lain. Melainkan peserta dalam satu regu itu saling bertanding di antara mereka.


Dan setiap satu regu yang diterima sebagai calon siswa, kalau yang anak perempuan 2 anak. Sedangkan yang anak lelaki 5 anak.


Dari semua tes individu; berkuda, memanah, pertunjukkan ilmu bela diri, baik tangan kosong maupun memakai senjata, Ariesha dan dua peserta satu regunya lulus dengan nilai yang bagus.


Sedangkan dua peserta lainnya, yang satu tidak lulus dalam tes berkuda, sedangkan yang satunya tidak lulus dalam tes memanah.


Sementara itu, pada regu Grania, dia juga lulus dengan nilai yang bagus pada semua tes individu. Peserta yang sama dengan nilainya cuma satu anak.


Sedangkan tiga peserta lainnya pada regu Grania, ada yang tidak lulus tes berkuda dan memanah, dan ada yang tidak lulus salah satu dari kedua tes tersebut. Tapi tes beladiri mereka lulus.


Kalau Grania lulus dengan nilai yang bagus pada tes individu ini adalah wajar. Karena dia sudah belajar ilmu beladiri dan memanah sejak usianya 7 tahun.


Saat usianya sudah mencapai 8 tahun, dia mulai belajar tenaga dalam. Dan tentunya sudah belajar berkuda juga.


Perlu diketahui, jenis kuda yang diujikan bagi para peserta adalah jenis kuda kecil atau yang disebut keledai. Kuda jenis itu lumayan cocok bagi para peserta yang masih anak-anak.


Kalau langsung diujikan dengan kuda yang besar jelas tidak cocok. Dan itu tidak mungkin bagi pihak hakim juri untuk mengujikan kuda jenis itu.


Sementara Ariesha sendiri, setelah digembleng ilmu beladiri dan tenaga dalam oleh Dhafin cuma dalam setengah tahun lebih, namun Ariesha bisa menunjukkan hasil yang memuaskan.

__ADS_1


Ariesha telah menjalani semua tes penerimaan calon prajurit militer. Dan dia melewati semua tes itu dengan nilai yang bagus. Ini pencapaian yang luar biasa.


Pasalnya, Ariesha belajar ilmu bela diri dan tenaga dalam cuma setengah tahun lebih. Ketimbang anak-anak lainnya yang belajar lebih dari itu.


Kesuksesan Ariesha mungkin pula ditunjang oleh energi batin yang diajarkan oleh kandanya. Sehingga dia bisa tampil percaya diri dan menampilkan hasil yang bagus.


Ada satu fakta penting juga bahwa beberapa hari ini Ariesha belajar memanah pada Putri Aurellia. Ternyata bidadari kecil itu mahir dalam ilmu memanah. Makanya Ariesha mau belajar padanya tiap hari.


Hal itu disebabkan awalnya ayahnya tidak bisa lagi melatihnya dikarenakan kesibukannya mengurus para pengkhianat yang merencanakan pemberontakan.


Akhirnya, karena sebelumnya Ariesha sudah belajar dengan ayahnya, ditambah belajar dengan Putri Aurellia yang walau masih kecil tapi sudah mahir, ilmu memanah Ariesha semakin bagus.


Meski belum dikatakan mahir dan pula belum bisa menyamai Grania, tapi untuk tes calon prajurit, kemampuan memanah Ariesha sudah melebihi standar.


★☆★☆


Kurang lebih tiga hari lamanya tes tahap pertama penerimaan calon siswa akademi militer telah selesai.


Bagi peserta yang tidak lulus pada tes tahap pertama, atau dua tes tidak lulus, maka peserta dinyatakan gugur sebagai calon prajurit. Dan dipersilahkan pulang ke kampung halamannya.


Sabar ya nak!


Sekarang tinggal satu tahap lagi, yaitu pertarungan antar peserta pada satu regu untuk memperoleh dua calon siswa akademi militer bagi yang perempuan.


Ketentuan bertarung pada tahap ini, peserta cuma bertarung dengan tangan kosong. Tidak diperkenankan memakai senjata. Karena ini hanyalah tes.


Tahap ini merupakan tahap penentuan bagi para peserta yang lulus di tahap pertama, akankah dia diterima sebagai calon siswa akademi atau tidak.


Tahap ini pula merupakan tahan yang dinanti-nantikan bagi sebagian peserta, sekaligus tahap yang mendebarkan bagi sebagian peserta lainnya.


Perlu diketahui, di dalam gedung pelatihan cuma ada peserta. Pengantar atau keluarga peserta tidak diperkenankan untuk ikut masuk ke dalam gedung. Walaupun dari kalangan bangsawan.


Akan tetapi Ariesha selalu memberi dukungan pada dirinya sendiri agar tetap semangat demi cita-citanya.


Di samping itu pula, selama berada di gedung akademi Ariesha mempunyai beberapa teman baru selain Grania. Jadi dia dan teman-teman barunya itu, termasuk Grania, saling memberi semangat di antara mereka.


Tahap kedua di hari ke empat telah dimulai. Para peserta saling bertarung dalam satu regu. Acara ini sebenarnya yang paling menarik. Tapi sayang yang menonton cuma siswa-siswi akademi yang sudah menjalani pelatihan.


Dalam 1x putaran pertarungan bisa menarungkan puluhan regu. Sedangkan Ariesha mendapat giliran bertarung pada putaran ke dua.


Perlu diketahui, peserta pada regu Ariesha lengkap, 5 anak. Artinya mereka dikategorikan lulus semua. Jadi, Ariesha harus mengikuti 4x pertarungan.


Lawan Ariesha yang pertama adalah anak yang tidak lulus dalam tes berkuda. Tapi bukan berarti ilmu beladiri peserta ini tidak bagus. Ariesha tak boleh meremehkannya. Hal itu yang selalu dipesankan oleh kandanya, Dhafin.


Durasi pertarungan cuma sampai tiga jurus. Jadi, kalau Ariesha mau mengalahkan lawannya itu tidak boleh keluar dari tiga jurus.


Ariesha sudah mulai bertarung. Ditonton oleh Grania dan dua anak perempuan teman barunya. Dan Grania ini sudah bertarung di putaran pertama tadi dan menang.


Pada jurus pertama, Ariesha dan lawannya berimbang. Begitu memasuki jurus kedua Ariesha mulai mendominasi pertarungan. Di pertengahan jurus ke dua lawan sudah terdesak.


Akhirnya di penghujung jurus ke dua lawannya kalah. Kepalan kiri Ariesha menghantam telak lambung kanan lawan, sehingga lawan mengeluh tertahan.


Ariesha meneruskan serangan dengan mendorong telapak tangan kanannya dan membobol dada lawan dengan telak pula hingga terjajar tiga tindak ke belakang.

__ADS_1


Terakhir Ariesha mengirimkan tendangan melayang dan juga telak menjebol dada lawan lagi. Sehingga lawan bukan lagi terjajar beberapa langkah, tapi jatuh terkapar.


Begitu hakim juri melihat keadaan anak itu dan tidak bisa lagi melanjutkan pertarungan, maka juri menyatakan anak itu kalah dan Ariesha sebagai pemenangnya.


Grania langsung memeluk Ariesha saking senangnya begitu Ariesha keluar dari arena pertarungan. Dua temannya yang lain juga ikut merasa senang.


★☆★☆


Saat gilirannya, Grania menghajar lawannya tanpa ampun. Sudah beberapa kali serangannya bersarang di tubuh lawannya, baik tinju, telapak tangan, maupun tendangan.


Terakhir dia menyuguhkan tendangan melayang terputar dan telak menghantam samping kepala lawannya sebelah kanan. Sehingga lawannya jatuh terpelanting dan tidak bisa melanjutkan pertarungan.


Putaran ke empat giliran Ariesha.


Pada pertarungan Ariesha yang kedua kali ini lawannya lebih hebat dari lawannya yang pertama tadi.


Pada pertarungannya kali ini Ariesha cukup kesulitan mengalahkan lawannya. Meskipun lawannya tidak mudah juga mengalahkan Ariesha.


Selesai jurus pertama keadaan masih berimbang. Melangkah jurus ke dua hingga pertengahan jurus. Masih pula berimbang. Masing-masing belum berhasil menyarangkan serangannya.


Begitu hampir habis jurus ke dua, lawan mulai hilang konsentrasi bertarung. Soalnya Ariesha sudah merubah jurusnya. Apalagi makin lama bertarung energi batinnya makin bekerja. Jurus-jurusnya makin hebat dan gerakannya makin lincah.


Memasuki jurus ke tiga lawan sudah mulai keteteran. Sedangkan Ariesha semakin di atas angin.


Pertengahan jurus ke tiga lawannya benar-benar keteteran. Sudah beberapa kali serangan Ariesha nyaris bersarang di tubuh sang lawan.


Di penghujung jurus ke tiga lawan Ariesha baru benar-benar kalah. Beberapa kali serangannya, baik tinju, telapak tangan maupun tendangan bersarang di tubuh lawan dengan telak.


Pada satu kesempatan Ariesha seakan memberi ruang bagi lawan untuk balas menyerang. Setelah sebelumnya Ariesha melancarkan serangan bertubi-tubi.


Lawan melayangkan kepalan kanannya hendak menjotos wajah Ariesha. Namun Ariesha dengan cepat menaikkan tangan kirinya menangkis jotosan itu.


Lawan tidak berhenti. Dia melanjutkan dengan kepalan kiri hendak menghantam dada Ariesha. Namun Ariesha masih juga dapat menangkis serangan itu dengan tangan kanan.


Lawan tampak hendak mengangkat kaki kanan dengan maksud mendupak dada atau lambung Ariesha.


Namun Ariesha lebih cepat lagi mengangkat kaki kanan dan langsung menohok lambung lawan dengan cepat dan telak. Membuat kaki lawan yang tadi sedikit terangkat terjatuh lagi dan dia terjajar satu langkah.


Namun Ariesha kembali melancarkan tendangan kaki kiri dan langsung mendupak dada lawan hingga terjajar tiga langkah.


Selagi lawan terjajar, Ariesha mengejarnya. Sembari bergerak maju kedua telapak tangannya ikut melayang. Dan begitu telah sampai pada jarak sasaran serangan, kedua telapak tangan Ariesha langsung membobol dada lawannya.


Demikian keras kuat, dan telaknya kedua telapak tangan Ariesha menghantam dada lawannya, sehingga lawan bukan hanya terjajar, tapi terlempar satu tombak ke belakang dan jatuh terkapar ke lantai matras.


Sejenak anak itu tidak bergerak. Tapi tak lama, kedua tangannya bergerak hendak menopang tubuhnya untuk bangkit. Namun terjatuh lagi. Akhirnya dia dibopong oleh seorang petugas.


Pada hari pertama ini Ariesha menang bertarung dua kali. Begitu juga dengan Grania.


Besok Grania bertarung tinggal 1x lagi. Karena peserta dalam regunya tinggal 4 anak. Kalah atau menangnya Grania pada pertarungan besok, dia sudah dinyatakan lulus pada tahap ini. Tinggal mencari siapa pemenang nomor satu dalam regunya.


Sedangkan Ariesha, belum ketahuan lulus tidaknya dia. Karena dia baru memenangkan 2x pertarungan. Dia butuh 1x menang lagi baru bisa dinyatakan lulu.


Sementara teman-teman Ariesha yang lain, sebagian nasibnya seperti Grania. Sebagian lagi seperti dirinya.

__ADS_1


Akan tetapi di antara mereka terus saling memberi semangat dan dukungan agar tidak mudah menyerah.


★☆★☆★


__ADS_2