
Suatu hari yang cerah di Kampung Naraya....
Aziel dan Keenan sudah dibawa ke Kampung Naraya oleh Hendry. Jelas sudah bertemu dengan Brian dan Kelvin yang tetap berada di kampung itu. Berkenalan dengan Pangeran Revan dan rekan-rekan lainnya.
Saling bercerita tentang ke mana saja mereka saat menghilang 8 tahun yang lalu. Serta basa-basi lainnya. Saat ini mereka tengah berkumpul di kediaman Pangeran Revan di Kampung Naraya.
Saat para pemuda tampan yang ada di ruangan itu tengah berbincang-bincang tentang apa saja yang terjadi selama 8 tahu ini, seketika Aziel teringat seseorang dan bertanya kepada Brian dan Kelvin....
"Di mana Dhafin? Apa tidak bersama kalian?"
"Aku dan Kelvin belum ke mana-mana selain hanya di daerah ini saja," sahut Brian mengaku. "Jadi kami belum tahu Dhafin ada di mana sekarang."
"Aku yakin kamu sudah menamatkan Ilmu Pelacak Aura Sukma," kata Kelvin kepada Keenan. "Apa kamu tidak bisa melacak di mana orang aneh itu dengan ilmu itu?"
Keenan sudah bercerita tadi kalau dia dan Aziel bisa bertemu dengan Hendry karena Keenan menggunakan ilmu unik itu. Maka dia mengungkap sesuatu yang membuat semua orang yang ada di situ terkejut.
"Apa kamu tidak tahu kalau pendekar hebat itu menyegel Aura Sukma-nya sejak lama?"
"Apa maksudmu?" tanya Brian tidak bisa menahan keterkejutannya.
Bukan hal yang gampang menyegel Aura Sukma. Dan hal itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Butuh energi ghaib dan energi batin yang tinggi baru bisa melakukannya. Apalagi harus ditunjang dengan energi sakti yang tinggi pula.
Sedangkan Dhafin dapat menyegel Aura Sukma-nya sendiri. Dari nada ucapan Keenan barusan kalau Dhafin telah menyegel Aura Sukma-nya sejak kecil. Bukankah hal itu sesuatu yang luar biasa?
"Aku tidak bisa menggunakan Ilmu Pelacak Aura Sukma-ku untuk melacak di mana Dhafin berada, karena dia telah menyegel Aura Sukma-nya," kata Keenan memperjelas.
Kalau Keenan tidak bisa melacak Dhafin dengan menggunakan ilmu uniknya itu, berarti Dhafin lebih tinggi ilmunya daripada Keenan. Sedangkan 9 orang pemuda yang ada di ruangan itu tidak ada yang menguasai ilmu itu selan Keenan.
Sementara di keluarga Pangeran Revan cuma Selir Heliana Arawinda yang bisa menguasai ilmu itu. Juga bisa menyegel Aura Sukma-nya dan Aura Sukma orang lain.
"Siapa sebenarnya teman kalian yang bernama Dhafin ini?" kata Pangeran Revan penasaran. "Aku semakin penasaran ingin bertemu dengannya."
"Aku punya firasat kalau dia juga sudah muncul dari persembunyiannya," gumam Brian seakan mengabarkan.
"Apa kalian bisa memperkirakan dia akan ke mana setelah kemunculannya?" tanya Pangeran Revan kepada teman-teman Dhafin.
"Besar kemungkinan dia akan ke Kerajaan Amerta dahulu, Pangeran," kata Aziel menduga.
"Apa dia juga orang Amerta?" tanya Pangeran Revan ingin tahu.
"Dia sudah menyatakan dirinya sebagai orang Amerta," Brian yang menyahuti. "Apalagi orang tua angkatnya di sana. Jelas dia akan menemui mereka dahulu."
"Juga ingin menemui Yang Mulia Raja Darian dan Yang Mulia Ratu Agung," kata Keenan seolah menyambung.
Dari perbincangan mereka tadi Keenan maupun Aziel sudah diberitahu kalau Putri Aurellia sudah dilantik menjadi Ratu Agung Istana Centauri.
"Bagaimana kalau dia tidak menemukan Yang Mulia Ratu Agung di sana?" gumam Kelvin seakan bertanya pada diri sendiri. "Apa yang akan terjadi padanya ya?"
"Lagi pula," kata Keenan seakan menyambung ucapan Kelvin, "orang-orang Amerta pasti menduga kalau Yang Mulia Ratu Agung bersama yang lainnya diculik."
"Apakah ada hubungan spesial antara Yang Mulia Ratu Agung dengan Dhafin?" tanya Pangeran Revan sambil memandang Brian, Kelvin, Aziel dan Keenan.
Sedangkan 3 pemuda tampan itu malah memandang Brian secara bersamaan. Sementara Brian yang mengerti arti pandangan mereka lantas berkata.
"Aku tidak tahu apakah di antara mereka sudah terjalin hubungan spesial atau tidak. Yang jelas di antara mereka sudah terjalin hubungan pertemanan yang akrab sejak kecil."
__ADS_1
Pangeran Revan tidak bertanya lagi tentang hal ihwal Dhafin. Sedangkan 4 pemuda itu seperti sudah merasa cukup membicarakan masalah Dhafin.
Sementara Hendry, Wilson, Orian, Dwayne, dan Gibran cuma dia saja sejak tadi. Mereka lebih senang mendengar daripada berkomentar. Karena mereka juga tidak mengetahui siapa itu Dhafin.
Kemudian Pangeran Revan beralih menanyakan tentang hasil pengintaian Hendry selama di kotaraja. Maka Hendry melaporkan tentang hasil pengintaiannya. Termasuk melaporkan hasil interogasi dia bersama Aziel dan Keenan terhadap Pejabat Militer Kerajaan.
Adapun perundingan masalah strategi dan siasat perang, mereka menunggu pihak Istana Centauri datang. Karena pihak Istana Centauri belum ada di Kampung Naraya.
Keesokan harinya Pangeran Revan dipanggil menghadap ke Istana Centauri untuk membicarakan tentang pasukan istana yang sudah bergerak menuju daerah utara.
Rupanya pihak Istana Centauri sudah mengetahui juga pergerakan pasukan istana. Makanya mereka ingin membicarakan segera mengenai siasat dan strategi perlawanan terhadap pasukan istana.
★☆★☆
Istana Centauri di Negeri Tabir Ghaib....
Saat ini Yang Mulia Ratu dan para petinggi Istana Centauri tengah berunding bersama Pangeran Revan dan beberapa pemuda yang menyertainya di sebuah ruangan khusus.
Sebelumnya Yang Mulia Ratu Agung bersama para petingginya mengadakan pertemuan di Balairung Istana Centauri. Tentu membicarakan tentang siapa-siapa saja yang ikut perang kali ini.
Jadi yang ikut dalam perundingan di ruangan khusus ini tidak semua petinggi Istana Centauri yang hadir. Khusus yang dilibatkan dalam perang nanti. Meskipun tidak semua yang ikut perang ikut di ruangan khusus ini.
Sedangkan dari pihak Pangeran Revan yang hadir di ruangan khusus itu adalah dia sendiri, Brian, Aziel, dan Keenan.
Perlu diketahui, ini pertama kali Pangeran Revan bertemu dengan Yang Mulia Ratu Agung secara langsung. Dia sebenarnya penasaran juga seperti yang lain, ingin melihat wajah bidadari Yang Mulia Ratu Agung tanpa cadar.
Namun untuk meminta Yang Mulia Ratu Agung membuka cadarnya, jelas itu tidak mungkin. Di samping hal itu amat tidak sopan karena sang ratu adalah atasannya, juga sang ratu tidak bakalan membuka cadarnya selain pada 2 lelaki.
Sementara Aziel, ketika bertemu lagi dengan Jovita Floulla alias Namira, salah satu Pengawal Pribadi Ratu, sejak terpisah selama 8 tahun, entah kenapa perasaannya begitu senang sekali. Seperti ada bunga-bunga yang bertaburan di hatinya.
Apakah tanpa sadar dia telah jatuh cinta kepada gadis periang itu?
Namun karena Aziel datang ke sini untuk berunding masalah perang, jadi dia belum sempat berbicara khusus dengan Jovita. Dan jelas belum tahu kalau nama aslinya ternyata Jovita.
Sementara Keenan maupun Putri Keysha Belvina juga merasa senang sekali mereka saling berjumpa lagi. Namun karena sekarang mau berunding dulu masalah perang, jadi mereka belum sempat saling ngobrol.
Sedangkan Jenderal Jessica, begitu melihat Pangeran Revan lagi, dia kembali teringat akan tabib kecil. Entah kapan dia berjumpa lagi dengan tabib kecil itu?
Sementara Brian cuma bisa menekan perasaannya ketika melihat pujaan hatinya lagi. Apalagi saat mereka saling pandang, Ariesha melemparkan senyum manis yang membuatnya semakin gila. Kapan gadis cantik itu mau menjadi miliknya?
Sebelum rapat dimulai Yang Mulia Ratu memperkenalkan orang-orang penting yang hadir di pertemuan itu, karena sebagian mereka belum saling mengenal nama.
Begitu Yang Mulia Ratu memperkenalkan Namira sebagai Jenderal Jovita, Aziel langsung menatap gadis cantik itu lekat-lakat. Sedangkan yang ditatap menyilangkan jari telunjuknya di bibirnya sambil tersenyum.
Dan saat Yang Mulia Ratu memperkenalkan Naifa sebagai Jenderal Keysha, Keenan juga langsung memandang gadis imut itu sambil tersenyum penuh arti. Sedangkan Keysha hanya mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum pula.
Sebenarnya ada satu nama lagi yang diperkenalkan yang membuat Aziel sedikit terkejut. Yaitu Jenderal Abiela. Nama itu mengingatkannya pada seseorang. Dan wajah gadis itu sepertinya tidak asing baginya.
Sama halnya pula dengan Jenderal Abiela. Begitu mengetahui pemuda dingin itu bernama Aziel, dia langsung menatapnya dengan lekat. Dia seperti pernah tahu nama itu. Tapi kebanyakan lupa daripada ingatnya.
Namun semakin dia mencoba untuk mengingat kepalanya semakin pusing. Akhirnya dia memutuskan untuk tidak memikirkan dulu dan fokus pada rapat.
★☆★☆
Rapat dimulai dengan Pangeran Revan membeberkan dulu tentang kekuatan militer yang dimiliki Kerajaan Amerta sekarang. Informasi itu berdasarkan hasil interogasi Hendry, Keenan dan Aziel terhadap Pejabat Militer.
__ADS_1
Apa yang disampaikan ketiga pemuda itu kepadanya disampaikan dalam rapat ini. Termasuk jumlah kekuatan militer yang akan menyerang ke daerah utara. Juga menambahkan hasil investigasi Hendry sewaktu berada di kota raja.
Sementara Jenderal Jessica juga menambahkan sedikit atau melengkapi informasi yang disampaikan Pangeran Revan mengenai pergerakan pasukan istana.
"Sekarang...," kata Yang Mulia Ratu bernada anggun penuh wibawa, "seperti yang sebelumnya kita yang menentukan lokasi peperangan. Bagaimana menurut kalian?"
"Ampun, Yang Mulia Ratu," kata Aziel setelah menyembah hormat. "Kalau kita ingin mendominasi peperangan, sebaiknya kita memang yang harus menentukan lokasi peperangan."
"Ampun Yang Mulia Ratu," kata Jenderal Danita, Danpasus Mawar Merah, "apa yang dikatakan Tuan Aziel barusan menurut hamba adalah benar. Dan kita masih mampu melakukannya."
Usulan itu diterima oleh semua anggota rapat yang lain. Dan itu memang salah satu strategi perang yang bagus.
"Kalau begitu di mana lokasi peperangan yang akan kita pilih?" kata sang ratu tak lepas dari keanggunannya. "Apa masih sama dengan yang kemarin?"
Jenderal Abiela mengusulkan lokasi peperangan sama dengan yang sebelumnya seperti yang diajukan Yang Mulia Ratu. Danpasus Mawar Biru dan 2 komandan militer lainnya mendukungnya dengan argumen mereka pula.
"Bagaimana mengantisipasi gempuran pasukan panah?" tanya Yang Mulia Ratu.
Jenderal Keysha (Naifa) menjawab, untuk mengantisipasi gempuran pasukan panah cukup dengan menyegel 4 kampung di ujung utara itu. Dengan kata lain memasang mantra pelindung ghaib pada 4 kampung itu.
Jenderal Keysha juga menambahkan bahwa dengan bantuan Keenan rencana itu bisa dilakukan.
Setelah Keenan menyatakan kesanggupannya, dia juga menambahkan bahwa pasukan gabungan bisa menggempur pasukan istana dengan panah dari balik pagar pelindung dengan mantra ghaibnya dan juga dibantu oleh energi sakti Yang Mulia Ratu.
Dengan rencana yang menakjubkan ini, Jenderal Danita ikut menyetujui. Dan sepertinya Pengawal Pribadi Ratu selain Ariesha dan 2 Tetua Istana ikut setuju pula.
Sementara dari pihak Pangeran Revan selain Keenan belum ada yang berbicara. Sepertinya mereka tengah menunggu keputusan Yang Mulia Ratu bagaimana.
Dan Yang Mulia Ratu sebenarnya hampir setuju dengan usulan ini. Tapi dia ingin tahu dulu apa usulan Pangeran Revan dan rekan lainnya. Makanya dia bertanya.
"Bagaimana menurutmu, Pangeran?"
"Ampun Yang Mulia Ratu," kata Pangeran Revan penuh hormat. "Perkenankan hamba meminta Jenderal Jessica menjelaskan mengenai alur peta dari kotaraja sampai ke daerah utara ini. Siapa tahu beliau bisa menjelaskan."
"Bagaimana, Jenderal Jessica?" Yang Mulia Ratu beralih memandang Jenderal Jessica.
"Hamba bisa menjelaskan, Yang Mulia Ratu," kata Jessica menyanggupi. "Meski tidak terlalu rinci tapi masih sesuai yang dimaukan Pangeran Revan."
Lalu dia menjelaskan cukup rinci mengenai alur peta dari kotaraja sampai ke 4 kampung daerah utara.
Setelah Jenderal Jessica selesai bicara maka Brian mengusulkan kalau lokasi peperangan ditentukan di daerah tidak jauh dari wilayah Kota Arthia sebelah selatan yang jauh dari perkampungan.
Di situ ada jalur berlembah yang menjadi rute perjalanan pasukan istana. Mereka bisa menggempur pasukan istana dari ketinggian di lokasi itu. Dan juga bisa menjalankan strategi menjepit di lokasi itu.
Aziel mendukung usulan jitu itu dan juga menambahkan bahwa dengan berpindah-pindahnya lokasi peperangan akan menyulitkan pihak istana dalam menentukan posisi mereka.
Usulan ini jelas didukung oleh Pangeran Revan dengan penambahan penjelasan. Juga didukung oleh Jenderal Ariesha dan Jessica.
Sepertinya usulan ini mendapat tanggapan positif dari peserta rapat lainnya. Terlihat dari wajah-wajah mereka yang tampak tidak membantah usulan itu.
Akhirnya Yang Mulia Ratu Agung memutuskan bahwa usulan itu yang dipakai. Karena dia memandang usulan itu tidak terlalu banyak mengandung resiko dalam menghadapi 3000 pasukan istana.
Dan juga tidak susah kalau ke lokasi itu. Cukup dengan melalui GERBANG CAHAYA mereka sudah sampai.
Rapat terus berlanjut dengan membicarakan masalah selanjutnya. Mengenai strategi dan siasat yang harus dilakukan dalam berperang di lokasi baru itu. Juga hal-hal lain yang menyangkut mengenai pengaturan pasukan.
__ADS_1
Dan yang tidak kalah penting bahwa dalam perang kali ini Yang Mulia Ratu ikut serta. Hal itu sudah direstui oleh 2 Penasehat Istana; Putri Clarabelle dan Putri Richelle.
★☆★☆