Pangeran Yang Hilang

Pangeran Yang Hilang
BAB 181 PENYERANGAN PERGURUAN TAPAK SAKTI Part. 1


__ADS_3

Cukup jauh di luar batas wilayah Kerajaan Bentala sebelah barat daya, tepatnya di sebuah lembah yang cukup luas berdirilah sebuah perguruan besar dan megah yang bernama Perguruan Tapak Sakti....


Perguruan Tapak Sakti dipimpin oleh Guru Kepala yang cukup terkenal di kalangan dunia kependekaran. Yang Dia dikenal dengan julukan Tapak Maut.


Perguruan itu mempunyai murid yang terbilang cukup banyak, yaitu sekitar 25.000 anggota yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Ditambah puluhan Guru Pendamping serta 1.500 murid senior.


Perguruan itu terdiri dari 5 bangunan besar dan panjang sebagai asrama murid-murid Kelas 1, 2 dan Kelas 3. Dan sebuah bangunan yang besar dan panjangnya setengah dari salah satu 5 bangunan itu. Bangunan berukuran sedang itu sebagai asrama murid-murid senior.


Di tengah-tengah keenam bangunan itu berdiri bangunan utama yang mana ditempati para pemimpin Perguruan Tapak Sakti.


Sepulangnya dari pertemuan di sebuah kampung di ujung wilayah timur Kerajaan Bentala, Guru Kepala alias Tapak Maut langsung mengadakan pertemuan dengan guru-guru pendamping.


Pertemuan itu tidak lain untuk membicarakan tentang rencana penyusupan sebagian murid mereka ke pasukan Selir Heliana. Dalihnya yaitu ingin bergabung dengan pasukan Selir Heliana di wilayah barat.


Maka dalam pertemuan itu disepakati murid-murid yang akan disusupkan itu berjumlah sekitar 10.000 orang, terdiri dari 5.000 murid Kelas 2 dan 5.000 murid Kelas 3. Ditambah 5 Guru Pendamping dan 100 murid senior.


Mereka sudah menyusun rencana jahat saat akan berperan sebagai pasukan penyusup.


Akan tetapi rencana mereka hendak menyusup ke pasukan yang ada di wilayah barat jelas sudah diketahui oleh pihak pasukan Istana Centauri. Tanpa mereka menyadarinya.


Dan tentunya Dhafin dan rekan-rekan sudah menyusun rencana 'penangkapan' para anggota Perguruan Tapak Sakti itu. Kalau bisa mereka menangkap semuanya, sekalian Guru Pendamping dan 100 murid senior.


★☆★☆


Sementara itu gelap malam telah membentang ke seantero Markas Perguruan Tapak Sakti....


Keadaan perguruan sudah disergap kesunyian. Karena mayoritas murid-muridnya sudah terlelap dalam tidur di asrama mereka masing-masing.


Hanya sebagian kecil saja yang masih terjaga. Karena sepertinya mereka masih asyik dalam percakapan.


Juga yang masih terjaga adalah para murid yang tengah ronda malam.


Tampak 4 sosok tubuh tengah berada di atas atap salah satu bangunan asrama murid perguruan. Dari gerakan tangan yang mereka lakukan, jelas mereka tengah mengadakan ritual penyegelan.


Ritual penyegelan maksudnya menyegel bangunan itu ke dalam mantra ghaib yang menyebabkan murid-murid perguruan yang ada di dalam asrama tidak bisa keluar. Sebaliknya orang yang ada diluar bangunan tidak bisa masuk.


Sementara pada waktu yang sama di bangunan asrama yang lain juga tampak 2 sosok tubuh yang melakukan hal yang sama. Menyegel bangunan yang mereka berada di atasnya dengan mantra ghaib.


Begitu keenam sosok tubuh itu yang tidak lain adalah manusia, lebih tepatnya 4 perempuan dan 2 laki-laki hendak berpindah ke bangunan berikut, tiba-tiba....


"Siapa di atas?"


"Siapa di sana?"


Seketika terdengar teriakan keras 2 orang murid yang meronda hampir bersamaan. Mereka meneriaki 4 orang perempuan yang ada di atas sebuah bangunan dan yang 2 orang lelaki yang ada di atas bangunan yang lain.


Lalu menyusul teriakan-teriakan beberapa murid peronda lainnya yang menyuruh sosok-sosok yang ada di atas bangunan asrama itu untuk turun.


Empat perempuan maupun 2 lelaki yang berada di atas bangunan yang berbeda langsung merundukkan tubuh merapat ke atap bangunan. Sehingga mereka tidak terlihat lagi dari bawah.


Tapi percuma saja perbuatan mereka itu, karena mereka sudah terlihat oleh murid-murid yang meronda. Bahkan murid-murid peronda itu langsung melenting naik ke atas kedua bangunan asrama itu.


"Bagaimana sekarang, Keysha?" tanya salah seorang kepada salah seorang kawannya.

__ADS_1


"Tinggalkan tempat ini dengan cepat!" sahut gadis yang ternyata Keysha, salah satu pengawal Ratu Aurellia.


"Tinggal 2 bangunan lagi," kata yang lain memberi tahu.


"Apa boleh buat. Dari pada kita ketahuan."


"Kita sudah ketahuan Pangeran Pusat," kata seorang pemuda yang berada di atas bangunan yang lain jelas memberi tahu.


"Mau apa lagi, Keenan," kata pemuda yang ternyata Dhafin, "terpaksa kita tinggalkan tempat ini."


"Padahal tinggal 2 bangunan asrama lagi yang belum kita segel," kata pemuda yang ternyata Keenan menyesalkan.


"Daripada ketahuan," kata Dhafin seolah mengingatkan. "Yang penting asrama murid senior sudah berhasil kita segel. Ayo!"


Baik 2 pemuda itu maupun 4 gadis yang ada di bangunan yang lain, segera memutar tubuh mereka seperti berguling sehingga menghadap langit kelam.


Lalu keenam pasukan Istana Centauri itu melakukan teleportasi, sehingga sebentar saja tubuh mereka langsung lenyap bagai di telan gelap malam.


Sementara tak lama kemudian, beberapa murid peronda sudah sampai di atas atap bangunan di mana Dhafin dan rekan-rekannya tadi berada.


Namun mereka tidak melihat siapa-siapa lagi selain hanya kegelapan malam. Kemudian mereka mengedarkan pandangan ke sekeliling. Tapi sampai capek mata mereka, tidak juga melihat yang mereka cari.


"Tadi itu siapa sebenarnya?"


"Jangan-jangan hantu!"


"Tapi aku jelas melihat kalau yang ada di sini itu orang."


Akhirnya mereka berselisih sendiri tentang apa yang mereka lihat. Tak lama kemudian mereka turun kembali ke bawah dengan benak masih bertanya-tanya.


★☆★☆


Mereka merasa seperti ada tembok tak berwujud yang memagari seluruh sisi keempat bangunan asrama itu.


Ketika Tapak Maut diberitahu akan peristiwa itu, dia dan beberapa Guru Pendamping segera memeriksa keempat bangunan itu.


Begitu mereka selesai memeriksa keempat bangunan itu, salah seorang Guru Pendamping berkata memberi tahu.


"Keempat bangunan itu dipagari oleh mantra penyegel, Guru Kepala."


"Berarti ada orang sakti yang menyusup ke markas kita semalam," gumam Tapak Maut sambil mengelus-elus jenggotnya yang sudah berwarna dua.


Lalu salah seorang Guru Pendamping bertanya, siapa yang ronda semalam? Maka 50 murid peronda segera menghadap dengan takut-takut.


"Apa yang terjadi semalam?" tanya guru itu bernada tajam. "Kenapa bisa ada penyusup masuk?"


Dengan sikap takut-takut salah seorang murid peronda menerangkan kalau mereka melihat ada orang di atas atap bangunan asrama. Jumlahnya berapa mereka tidak tahu dengan jelas. Karena begitu mereka memeriksa, orang yang mereka lihat itu sudah tidak ada.


Salah seorang Guru Pendamping langsung mendamprat murid yang melapor itu dengan sengit, kenapa tidak memberi tahu mereka kalau ada peristiwa semacam itu.


Tapi Tapak Maut segera menetralkan keadaan.


"Sudahlah! Kehadiran orang-orang sakti itu tidak bisa diketahui oleh orang biasa seperti kalian."

__ADS_1


Kemudian dia memerintahkan sebagian Guru Pendamping untuk mengatur penjagaan markas lebih ketat lagi. Karena dia yakin orang-orang sakti itu akan datang lagi dengan membawa pasukan.


Sedangkan dia dan sisa Guru Pendamping hendak membuka atau menghancurkan segel mantra itu.


Tapak Maut segera tahu maksud penyusup menyegel 4 bangunan asrama. Yaitu agar saat penyusup itu datang menyerang ke perguruannya, tidak banyak muridnya yang ikut berperang.


Karena sebagian besar murid-muridnya terkurung dalam segel mantra. Yang tidak terkurung cuma sebagian kecil saja. Itupun semuanya murid Kelas 1 yang jumlahnya cuma sekitar 5.000 anggota.


Sementara itu di luar gerbang markas perguruan terjadi sedikit keributan.


Kala itu Pangeran Revan dan Brian sudah berdiri sekitar 15 tombak dari pintu gerbang markas. Sikap mereka begitu tenang. Bahkan Brian bersikap santai saja.


Sedangkan semua murid penjaga gerbang yang berjumlah 50 orang sudah siap membidik mereka dengan panah.


"Siapa kalian?" tanya pemimpin penjaga gerbang dengan suara keras seraya menatap penuh permusuhan pada Pangeran Revan dan Brian. "Mau apa datang ke mari?"


"Sudahlah," kata Brian dengan lagak santainya. "Cepat kasi tahu gurumu si Tapak Maut, katakan padanya kalau kami mau masuk."


"Keparat!" bentak sang pimpinan dengan berang. "Kalian pikir seenaknya mau bertemu dengan Guru Kepala?"


"Jangan banyak bicara! Cepat buka pintu gerbang!" kata Pangeran Revan bernada dingin menyeramkan.


Dia berbicara seperti biasa saja. Namun kedengarannya cukup keras dan didengar oleh semua yang ada di situ.


"Hahaha.... Dua ekor tikus mau berlagak di sini," kata pimpinan penjaga gerbang seraya tertawa meremehkan. "Panah!"


Namun belum juga 50 murid penjaga itu melepas anak panah mereka ke arah Pangeran Revan dan Brian, seketika ratusan anak panah meluncur dengan amat cepat dari arah belakang kedua pemuda tampan itu.


Karena 50 murid penjaga gerbang itu tidak menduga akan ada serangan gelap, jelas mereka terlambat antisipasi. Maka anak panah yang begitu banyak itu langsung mengenai tubuh-tubuh mereka tanpa ampu.


Maka sebentar saja sudah terdengar jeritan kematian saling susul. Ditingkahi oleh tumbangnya 50 murid penjaga gerbang.


Sedangkan pimpinan penjaga gerbang, meskipun dia berusaha menangkis serangan anak panah yang tak terhitung jumlahnya, tetap juga terkena anak panah. Bahkan hampir 10 anak panah menancap di tubuhnya.


Langsung saja dia segera tumbang dengan nyawa melayang setelah menjerit setinggi langit.


Begitu hujan anak panah sudah berhenti, Pangeran Revan dan Brian melangkah maju dengan agak cepat. Begitu sudah dekat dengan pintu gerbang berjarak 7-8 tombak mereka segera berhenti.


Sejurus kemudian mereka segera melakukan gerakan kedua telapak tangan dengan gerakan tertentu.


Tidak lama kemudian, masing-masing telapak tangan kanan kedua pemuda itu sudah berisi tenaga sakti. Lalu bagai ada yang komando, mereka segera mendorong telapak tangan kanan mereka ke arah pintu gerbang dengan kuat.


Zlaaap! Zlaaap!


Maka 2 rangkum sinar panas tenaga sakti; warna merah dan hitam langsung melesat dengan amat cepat. Dan tak lama kemudian, 2 sinar yang menghantar hawa cukup panas itu langsung menghantam pintu gerbang tanpa ampun.


Blaaar! Blaaar!


Seketika terdengar suara ledakan yang amat keras yang di dengar oleh seluruh penghuni Perguruan Tapak Sakti. Dan pintu gerbang yang terbuat dari kayu tebal dan keras itu langsung hancur berantakan menimbulkan suara yang begitu gaduh.


Tapak Maut dan semua Guru Pendamping yang sedang asyik hendak membobol mantra penyegel, begitu mendengar suara jeritan kematian 51 muridnya, segera menghentikan kegiatan mereka.


Tapi tak lama kemudian, mereka mendengar suara ledakan di pintu gerbang sebelah selatan.

__ADS_1


Maka tanpa menunggu lama, dia dan semua Guru Pendamping segera mendatangi pintu gerbang itu. Sementara 5.000 muridnya sudah bersiaga perang.


★☆★☆


__ADS_2