
Malam terus merayap perlahan demi perlahan. Dinginnya angin malam berhembus menciptakan rasa dingin yang mendirikan bulu roma. Ketika itu waktu sudah memasuki dini hari.
Bangunan penjara bawah tanah masih saja dijaga ketat. Para prajurit pilihan tampak berjaga-jaga di sekeliling bangunan itu seolah mengepung penjara. Membuat nyaris tak ada celah untuk masuk.
Ditambah lagi pelindung ghaib yang melingkupi seluruh bangunan penjara. Menjadikan penjara itu semakin susah untuk diterobos secara biasa.
Tentu untuk menerobos bangunan itu harus menggunakan cara yang tidak biasa. Itulah yang dipikirkan Dhafin dan kawan-kawan.
Mereka sudah berembuk bagaimana langkah-langkah melakukan penyelamatan Raja Darian. Sudah berembuk mengatur strategi dan siasat untuk melumpuhkan sekitar 1500 lebih penjaga yang mengitari bangunan penjara.
Pula sudah merancang tindakan yang harus dilakukan apabila pasukan istana datang membantu.
Saat ini mereka sudah berada di suatu tempat sekitar setengah mil lebih di belakang penjara. Tapi mereka bisa mengintai pergerakan di belakang penjara dari tempat itu.
Tentunya mereka berada di situ bukan dengan cara biasa.
Berkat kekuatan ghaib yang dimiliki Keenan dan Keysha tempat itu terlindungi dari tabir ghaib. Orang dari luar tabir tidak dapat melihat mereka. Dan tentunya tidak dapat masuk ke dalam lingkup tabir ghaib itu.
Sedangkan mereka dapat melihat siapa saja yang diluar tabir. Bahkan bisa keluar dari dalam tabir ghaib. Tapi harus dengan bantuan kekuatan ghaib. Begitu juga dengan masuk kembali.
Karena tempat itu bukan saja dipasang tabir pelindung ghaib, melainkan Keenan dan Keysha menggandakan dengan mantra penyegel. Tujuannya agar Putri Rayna tidak dapat melacak keberadaan mereka dengan kekuatan sihirnya.
"Apa sudah waktunya beraksi, Kak?" tanya Yang Mulia Ratu alias Putri Aurellia yang tidak pernah lepas mengamati pergerakan di belakang penjara.
"Tunggu sebentar," sahut Dhafin. "Aku akan melacak dulu keberadaan Putri Rayna dan Raja Adrian."
Setelah itu dia keluar dari tabir pelindung setelah meminta Putri Aurellia untuk tetap berada di dalam tabir pelindung.
Dengan energi ghaib yang sudah mencapai tingkat tinggi, Dhafin dengan mudah menerobos keluar dari tabir pelindung.
Bergerak cepat ke suatu tempat, lalu duduk bersila di situ. Tempat yang diambil dapat terlihat oleh Putri Aurellia dan yang lainnya. Namun cukup terlindungi dari pengamatan para penjaga penjara.
Tampak Dhafin melakukan gerakan-gerakan telapak tangan tertentu di depan dada. Setelah itu kedua tangannya merapat di depan dada. Sedangkan kepalanya sedikit tertunduk dan matanya terpejam rapat.
"Kak Dhafin menerapkan ilmu apa, Kanda?" tanya Putri Aurellia kepada Brian. Sepasang mata indahnya tidak lepas memandang Dhafin.
Yang ditanya malah menatap Keenan seolah menyerahkan jawabannya kepada pemuda berpakaian elegan itu. Dan Keenan yang paham tatapan itu segera menjawab.
"Aku rasa Pangeran Pusat bukan sekedar menerapkan ilmu Pelacak Aura Sukma...."
Penyebutan gelar Pangeran Pusat bagi Dhafin tidak asing lagi di telinga Putri Aurellia dan yang lainnya selain teman akrab Dhafin. Dan memang menurut Putri Aurellia gelar itu pantas buat Dhafin.
"Maksudmu?" tanya Brian belum mengerti.
Sepertinya yang lain juga belum mengerti. Apalagi Putri Aurellia.
"Di manakah ujung kesaktian Kak Dhafin ini?" gumam Putri Aurellia dalam hati. "Hampir semua ilmu ada padanya."
"Aku belum tahu ilmu apa yang dia gandakan dengan ilmu Pelacak Aura Sukma," ungkap Keenan yang juga tak lepas memandang Dhafin. "Namun aku bisa menduga kalau ilmu itu bisa melacak keberadaan Putri Rayna dan Raja Adrian secara rinci."
"Melacak secara rinci maksudnya apa, Kak Keenan?" tanya Putri Aurellia masih belum begitu paham.
"Ilmu Pelacak Aura Sukma melacak di mana keberadaan Putri Rayna dan Raja Adrian," sahut Keenan menjelaskan. "Sedangkan ilmu yang satunya melacak apa yang sedang dilakukan oleh kedua orang itu saat ini."
__ADS_1
"Wah wah wah! Hebat juga ilmu itu," kata Kelvin bernada seakan kagum. "Kalau Adrian dan Putri Rayna sedang makan atau minum, pasti Dhafin dapat mengetahuinya...."
Jenderal Abiela yang sudah tahu tabiat sinting si Kelvin bergerak mendekat ke belakang pemuda urakan itu.
Dia sudah tahu kalau ucapan Kelvin ujung-ujungnya pasti ngawur. Dia sudah siap melakukan sesuatu untuk mencegah kengawurannya.
★☆★☆
"Kalau Adrian atau Putri Rayna sedang bercinta pasti...."
Plaaak!
"Aduh...!"
Belum selesai Kelvin mengucapkan kalimat sintingnya itu Abiela langsung menabok kepalanya dari belakang. Meski tidak berbahaya tapi itu cukup sakit sehingga membuat Kelvin mengaduh kesakitan.
Kontan saja Kelvin langsung berbalik ke belakang dan siap-siap menjitak balik orang yang menabok kepalanya dengan seenak udel.
Tapi begitu mengetahui kalau di belakangnya adalah Abiela, sikapnya langsung berubah mengkeret bagai seorang suami kepergok istrinya berselingkuh.
"Kenapa kamu memukul kepalaku, Abiela?" tanya Kelvin sebenarnya hendak marah tapi kedengarannya bagai orang bergumam. Kepalanya dielus-elus karena sakit.
"Tidak bisakah kamu menahan kesintinganmu itu dalam suasana seperti ini?" kata Abiela dengan nada geram sambil mengkeretekkan giginya. Sepasang matanya yang membulat menatap Kelvin dengan tajam.
"Tapi aku 'kan cuma bicara apa adanya," kata Kelvin membela diri.
"Bicara apa adanya gundulmu!" kata Abiela berang. "Apa kamu tidak bisa menahan untuk tidak berkata ngawur seperti itu?"
"Kamu ini aneh, ucapan biasa saja begitu kamu anggap ngawur," kata Kelvin masih berkelit. Masih bersikap santai saja.
"Dasar otakmu memang sinting!" dengus Abiela bernada ketus. "Ucapan ngawur kamu anggap biasa."
Bagi Brian, Keenan, Aziel, serta bawahan Jenderal Abiela yang sudah tahu akan hubungan Abiela dengan Kelvin, tidak heran lagi melihat keduanya bertengkar-tengkar kecil seperti itu.
Namun bagi yang belum mengetahui jelas memandang heran akan hubungan mereka. Sikap yang mereka tunjukkan seperti bertengkar, namun memperlihatkan suatu keakraban yang khusus.
"Sejak kapan Abiela berhubungan akrab dengan Kak Kelvin?" tanya Putri Aurellia bernada heran, berbisik kepada 4 pengawal cantiknya yang senantiasa berada di dekatnya.
"Bukan saatnya membahas masalah itu, Yang Mulia," kata Jovita juga berbisik. "Fokus dulu menyelamatkan Yang Mulia Raja."
"Aku hanya heran saja, kok mereka begitu cepat sudah saling kenal seakrab itu," kata Putri Aurellia lagi sambil terus memandang Abiela dan Kelvin.
Mereka sudah tidak bertengkar lagi. Tapi Abiela masih berdiri di dekat Kelvin yang terkadang menggodanya. Sedangkan Abiela seolah menanggapi dengan sikap dingin-dingin judes. Tapi tampak jelas dia seakan menikmati candaan Kelvin.
"Kalau sudah saling cocok," kata Ariesha berkomentar, "kenal sehari pun jadi, Yang Mulia."
"Sebaiknya kalian memanggilku Tuan Putri saja," pinta Putri Aurellia bernada khawatir. "Takutnya Kak Dhafin mengetahuinya."
Sambil berkata tanpa sengaja dia menoleh pada Grania. Baru dia sadari kalau wajah cantik Grania tampak cemberut bercampur kesal. Sepasang matanya tampak memandang ke satu arah tapi seperti ada yang dipikirkan.
"Kamu kenapa, Grania?" tanya Putri Aurellia peduli.
Grania terkejut dengan pertanyaan Putri Aurellia barusan. Buru-buru dia menata diri dan perasaannya, lalu menjawab.
__ADS_1
"Ah, tidak apa-apa, Yang...."
"Pelankan suaramu," tegur Ariesha berbisik. "Kalau didengar kandaku, kamu bisa membuat urusan baru."
Grania langsung membekap mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Segera dia sadari kesalahannya dan meminta maaf.
Sedangkan Putri Aurellia mengulang pertanyaannya tadi. Dan Grania juga menjawab seperti tadi.
Putri Aurellia erasa Grania seperti menyembunyikan sesuatu. Namun untuk saat ini Putri Aurellia tidak mau membahas dulu. Dia fokus dulu pada penyelamatan Yang Mulia Raja Darian.
Setelah urusan besar ini selesai dia akan menanyakan penyebab Grania seperti orang kesal begitu.
Rupanya Putri Aurellia belum tahu Grania bisa cemberut kesal seperti itu dikarenakan melihat Gibson bersama Fariza. Jelas dia cemburu melihat kedekatan mereka.
Tapi sepertinya Grania tidak mau main frontal. Maksudnya dia tidak mau mengadu kehebatan dengan Fariza. Karena kalau hal itu terjadi Gibson pasti tidak akan setuju meski dia lebih hebat dari Fariza.
Mungkin dia harus bersaing secara halus untuk memperebutkan Gibson.
★☆★☆
Tak lama kemudian, Dhafin sudah selesai melakukan pelacakan. Lalu dia kembali masuk ke dalam tirai pelindung.
"Bagaimana, Kak?" tanya Putri Aurellia langsung begitu Dhafin sudah berada di dekatnya. "Di mana Putri Rayna dan Adrian sekarang?"
"Mereka berada di istana," sahut Dhafin, "sedang menghangatkan badan. Sepertinya malam ini lumayan dingin."
Cuma sebagian kecil yang mengerti makna yang terkandung dalam ucapan Dhafin itu, termasuk Kelvin. Dia tampak tersenyum-senyum saat mendengar ucapan itu.
Namun hal itu tidak lama karena Abiela sudah mempelototinya.
Maksud ucapan Dhafin menghangatkan badan tidak lain adalah Putri Rayna maupun Raja Adrian sedangkan melakukan percintaan dengan pasangan mereka masing-masing.
"Lalu apa tindakan selanjutnya?" tanya Putri Aurellia tidak mau terlalu dalam membahas ucapan itu.
"Waktu kita tidak banyak," kata Dhafin. "Kita harus cepat masuk ke dalam penjara dan menyelamatkan Yang Mulia sebelum mereka selesai menghangatkan badan."
Lalu Dhafin memerintahkan Keenan dan Keysha untuk membuka segel pelindung tempat ini. Setelah itu, sesuai yang sudah direncanakan Putri Aurellia mengerahkan Panah Cakra Langit untuk memunahkan mantra pelindung yang melingkupi bagunan penjara.
Sinar bening warna biru berbetuk panah melesat ke udara dengan cepat saat Putri Aurellia melepaskan dari busur cahaya birunya. Lalu anak panah bersinar biru bening itu meluncur turun dengan cepat.
Kemudian ujung panah itu seperti menghantam sesuatu tak berwujud sekitar 2 tombak lebih di atas pertengahan bangunan. Setelah itu keanehan segera tampak.
Seketika muncul benda bulat setengah bagai tempurung terbalik yang cukup besar melingkupi seluruh permukaan bangunan. Benda itu seperti kristal kaca berwarna hijau gelap.
Belum lama Panah Cakra Langit menancap di tengah benda itu, seketika benda itu retak dengan cepat. Kejap berikut terdengar suara cukup keras seperti kaca yang pecah berantakan saat benda itu pecah.
Kontan saja suara itu langsung mengagetkan seluruh penjaga penjara bagian luar. Serta merta mereka langsung memandang ke sumber suara.
Sementara kristal kaca bulat berwarna hijau gelap itu, begitu seluruhnya sudah pecah, kemudian lenyap bagai ditelan malam.
Itulah tirai pelindung ghaib yang melindungi bangunan penjara. Sekarang sudah hancur akibat terhantam Panah Cakra Langit. Itu artinya mantra pelindung ghaib penjara bawah tanan telah punah.
★☆★☆★
__ADS_1