
Langit tampak begitu cerah, nyaris tidak ada awan yang bergelantungan. Sehingga menyebabkan sang Raja Siang bebas menebarkan sinar panasnya ke seantero jagad.
Begitu teriknya sinar Raja Siang di siang bolong itu seakan hendak memanggang apa saja yang terjangkau sinar teriknya itu.
Tentu saja cuaca yang amat panas itu tidak ada yang berani berlama-lama di luar atau berada di bawah terik sang Raja Siang. Keumuman orang-orang lebih suka berada di dalam rumah atau ruangan, atau berada di bawah teduhan yang nyaman.
Namun lain halnya dengan satu kelompok pasukan perang yang tengah melintasi sebuah padang yang cukup luas. Mereka terus saja berjalan tanpa kenal henti seolah tidak perduli akan kegarangan sinar mentari.
Perlu diketahui bahwa sekelompok pasukan perang itu adalah pasukan istana Kerajaan Amerta yang berjumlah sekitar 10.000 lebih personil.
Mereka terdiri dari 2.000 pasukan kavaleri yang berjalan paling depan bersama 10 Kepala Pasukan beserta sekitar 500 lebih jawara istana.
Berjalan paling tengah adalah pasukan pemanah yang berjumlah sekitar 3.000 personil. Sedangkan sisa pasukan lainnya yang merupakan pasukan infanteri berjalan paling belakang.
Pasukan itu merupakan bagian dari pasukan istana yang berbasecamp di Kota Everett, salah satu kota di wilayah utara Kerajaan Amerta. Mereka bertolak dari Kota Everett sejak kemarin pagi.
Sebenarnya pasukan istana yang berbasecamp di Kota Everett totalnya berjumlah 30.000 lebih personil.
Timbul pertanyaan di sini, mengapa Putri Rayna begitu banyak menempatkan pasukannya di kota tersebut? Hal itu tentulah ada sebab musababnya.
Pihak istana mendapat kabar kalau di sebelah utara ada sekelompok pasukan yang bukan di bawah kendali pemerintah pusat. Maka tanpa pertimbangan pihak istana langsung memvonis kalau kelompok itu adalah kelompok pemberontak.
Maka Raja Adrian menitahkan untuk mengirim pasukan sebanyak 30.000 lebih ke wilayah utara tersebut. Tentunya hal itu berdasarkan perintah Putri Rayna.
Bersamaan dengan itu sang raja juga memerintahkan untuk mengirim seorang telik sandi ke wilayah utara tersebut.
Tujuannya jelas untuk mengetahui letak markas kelompok oposisi itu secara persis. Juga untuk mengetahui berapa jumlah kekuatan mereka.
Dan untuk mengantisipasi kalau jumlah kekuatan pemberontak ternyata banyak, maka dikirimlah pasukan sejumlah itu ke wilayah utara.
Akan tetapi sayang seribu sayang. Telik sandi yang dikirim oleh pihak istana ternyata tertangkap oleh Dhafin Cs. Lebih daripada itu Dhafin Cs telah mendapat info-info penting dari si telik sandi sebelum dibunuh.
Termasuk mengetahui informasi pergerakan pasukan istana yang akan menyerang ke wilayah utara tersebut.
Tentulah kejadian itu merupakan keapesan bagi pihak istana. Bukannya mengetahui informasi akurat tentang target yang akan mereka serang, malah mereka yang diketahui informasi pergerakannya.
Karena sudah hampir 2 hari telik sandi tidak juga ada kabarnya, maka Komandan Perang memerintahkan 10.000 lebih pasukannya untuk menyerang ke target yang mereka duga sebagai markas pemberontak.
Lagi pula meskipun mereka tetap menunggu kabar dari telik sandi sampai mereka semua beruban, tetap mereka tidak akan mendapat kabar darinya.
Karena telik sandi yang ditunggu-tunggu sudah mati terbunuh. Bahkan mungkin jasadnya sudah dibagi-bagi oleh binatang buas secara sadis.
★☆★☆
Ketika hari menjelang sore, pasukan istana telah memasuki sebuah hutan yang luas dan cukup lebat.
Perlu diketahui bahwa hutan yang mereka masuki ini adalah hutan di mana Dhafin dan rekan-rekannya pernah singgah dan dijadikan tempat perundingan.
Itu artinya pasukan istana sedikit melenceng dari letak markas pemberontak yang akan mereka serang. Lebih tepatnya mereka melenceng ke arah utara timur laut.
Tapi memang hutan yang lebat itu amatlah luas. Membentang dari utara menuju timur laut.
Sementara itu semua pasukan istana telah utuh masuk ke dalam hutan. Namun mereka terus saja bergerak seakan tidak mengenal kata berhenti.
Akan tetapi selagi semua pasukan asyik-asyiknya berjalan, tiba-tiba saja dari arah belakang pasukan infanteri melesat sekumpulan anak panah yang tak terhitung jumlahnya.
Lesatan gerombolan anak panah itu demikian cepatnya. Jelas tidak ada seorang pun dari pasukan istana yang dapat menyadari kedatangannya.
Tahu-tahu saja anak-anak panah itu telah menghantam sebagian pasukan infanteri paling belakang.
Maka seketika saja suasana hutan yang tadinya diributi oleh suara derap langkah pasukan, kini berganti dengan suara jeritan-jeritan kematian yang saling susul menyusul.
Dan tidak butuh waktu lama sekitar 1.000 lebih pasukan belakang langsung tumbang tanpa nyawa.
Tentu saja suara-suara yang mengerikan sekaligus memilukan itu membuat heboh seluruh pasukan yang masih hidup. Lebih geger lagi ketika mereka melihat pasukan paling belakang pada bertumbangan dengan tertancapi anak panah.
Tanpa pikir panjang pimpinan Kepala Pasukan langsung memerintahkan seluruh pasukan untuk bersiaga penuh.
Pasukan infanteri langsung mengatur barisan. Sebagian menghadap belakang, sebagiannya menghadap kanan dan kiri. Senjata tombak dan perisai dipegang erat-erat.
__ADS_1
Seluruh pasukan panah dengan cepat memasang anak panah di busur, lalu bersiaga sesuai yang diperintahkan Kepala Pasukan Pemanah.
Pasukan kavaleri dan para jawara istana tak ketinggalan ikut bersiaga penuh pula. Mereka semua telah menghunus senjata masing-masing.
Seketika saja suasana langsung berubah sunyi. Suasana tegang langsung mendominasi keadaan di sekitar situ.
Namun belum lama pasukan istana itu menghela napas ketegangan, tiba-tiba lagi datang serangan mematikan yang jelas tidak mereka sangka-sangka.
Seketika saja melesat sekumpulan kelopak bunga sakura warna hitam yang sudah kaku bagai kepingan-kepingan logam dengan amat cepat dari arah depan.
Kepingan-kepingan kelopak bunga yang entah berapa jumlahnya itu seakan muncul dari celah-celah pepohonan dan dedaunan.
Demikian cepat lesatannya, tidak ada seorang pun yang dapat menyadari apalagi menghindari. Dan tahu-tahu sudah menghantam sebagian pasukan kavaleri dan jawara istana berikut tunggangan mereka.
Bersamaan dengan datangannya serangan tiba-tiba dari depan itu, datang pula serangan dari arah kanan dan kiri.
Seolah muncul dari sela-sela dedaunan sekumpulan belati kecil warna putih melesat amat cepat. Demikian cepatnya serangan itu melesat, tahu-tahu seketika menghantam pasukan panah dari sebelah kanan.
Sedangkan dari sebelah kiri, dari sela-sela pepohonan dan dedaunan, seketika melesat sekumpulan benda-benda bulat sebesar gundu bersinar kuning berhawa panas. Dan tanpa ampun segera menghantam pasukan panah dari sebelah kiri.
Tunggu dulu, serangan gelap belum selesai!
Dari atas kepala pasukan istana, dari celah-celah dedaunan, melesat turun dengan amat cepat jarum-jarum kristal warna putih transparan. Saking cepatnya lesatan jarum-jarum es itu, tahu-tahu sudah menghantam pasukan panah dan sebagian pasukan kavaleri.
Apakah yang terjadi setelah serangan-serangan maut yang mengerikan itu mengenai targetnya?
★☆★☆
Suasana hutan yang tadinya sunyi mencekam seketika pecah oleh jeritan-jeritan kematian yang seakan hendak memenuhi seantero hutan.
Jeritan-jeritan itu saling susul menyusul. Begitu horor sekaligus memilukan seakan suara jeritan arwah-arwah hutan penasaran.
Itupun masih ditambah dengan jeritan-jeritan memilukan dari kuda-kuda tunggangan.
Tak berselang lama setelah itu ribuan pasukan istana berikut kuda-kuda tunggangan bertumbangan saling susul menyusul seakan saling berlomba.
Bahkan sebagian sosok-sosok itu langsung membeku bagai es batu. Dan begitu menimpa bumi langsung hancur berantakan.
Bukan main! Dalam dua gebrakan serangan-serangan gelap yang mengerikan tadi telah menghabisi separuh dari jumlah pasukan yang ada.
Sementara sisa pasukan yang masih hidup hanya didominasi pasukan infanteri.
Sedangkan pasukan pemanah tinggal segelintir, pasukan kavaleri berikut semua Kepala Pasukan tidak ada yang tersisa, jawara istana nyaris tak ada yang tersisa.
Benar-benar mengerikan!
Tidak lama kemudian suasana kembali dibungkam oleh kesunyian. Tidak terdengar lagi suara jeritan-jeritan yang menggiriskan hati seakan tertelan oleh rasa tegang.
Sementara ketegangan bercampur kengerian yang dirasakan semua pasukan yang tersisa semakin hebat. Kewaspadaan semakin ditingkatkan.
Namun hingga saat ini mereka belum mengetahui di mana dan siapa yang menyerang dengan tiba-tiba itu.
Akan tetapi belum puas pasukan istana menikmati suasana tegang bercampur horor, tidak lama kemudian tiba-tiba saja....
"Seraaang...!!!"
Seketika terdengar suara teriakan yang begitu keras seakan memenuhi seantero hutan, membuat seluruh pasukan istana terkejut bukan main.
Belum hilang gema teriakan itu, seketika muncul dari balik dan pepohonan serta semak belukar ribuan pasukan Ketua Anthoniel. Dan tanpa sungkan mereka langsung bergerak cepat menyerang pasukan istana.
Strategi perang yang mereka lancarkan adalah formasi menguncup. Artinya mengepung seluruh pasukan istana tanpa ada celah.
Sementara pasukan istana, belum juga mereka tersadar akan apa yang terjadi, seketika muncul sinar-sinar teleportasi yang mengagumkan dari atas kepala mereka.
Kejap berikutnya sekitar 50-an jawara handal berikut 5 ksatria elit Istana Centauri muncul dari atas udara.
Kemudian tanpa ragu langsung menyerang pasukan istana dari tengah-tengah barisan lawan yang dimulai dari atas udara.
Hingga tidak lama kemudian, pertempuran telah tercipta di tengah hutan yang luas itu.
__ADS_1
Namun pertempuran belum juga lama berlangsung, pasukan Ketua Anthoniel sudah mendominasi jalannya pertempuran.
Belum ada satu penanakan nasi mereka sudah berada di atas angin. Sehingga mulailah satu demi satu pasukan istana bertumbangan dengan berlumurkan darah.
Tampak Ketua Anthoniel mengamuk sejadi-jadinya. Pedangnya terus bergerak lincah dan cepat seakan tidak mau berhenti, menebas setiap pasukan istana yang berada di sekitarnya.
Begitu pun juga para jawara dan pasukannya, menyerang pasukan istana yang sudah terjepit di dalam lingkaran formasi menguncup.
Belum lagi 50-an jawara handal serta 5 ksatria elit yang mengamuk di dalam pertahanan pasukan istana. Setiap kali senjata mereka bergerak, setidaknya lebih dari 3 nyawa yang melayang.
Tampak Sheila begitu semangat dalam berperang. Karena kali ini dia berperang bersama pemuda yang disukainya. Pemuda itu tidak lain adalah Wilson.
Permainan jurus pedang yang mereka mainkan memang berbeda. Namun serangan yang mereka lancarkan kepada pasukan istana begitu kompak. Seakan-akan mereka memang sudah satu jiwa.
Sementara itu pasukan istana terus saja bertumbangan seakan tanpa kenal henti. Sehingga pertempuran belum ada 2x penanakan nasi berlangsung, semua pasukan istana sudah terkapar jadi mayat tanpa ada yang sisa.
Sungguh malang!
Sedangkan pasukan Ketua Anthoniel cuma segelintir saja yang tewas. Dan cuma sedikit pula yang terluka.
★☆★☆
Sebenarnya apa penyebab pasukan istana begitu mudah dikalahkan oleh pasukan Ketua Anthoniel? Apakah mereka tidak memiliki kehebatan yang memadai?
Tentu saja tidak, bukan itu penyebabnya.
Penyebab kekalahan pasukan istana, bahkan kalah dengan mudah dan cepat, di antaranya bahwa mereka tidak mengetahui kalau mereka bakal diserang di tengah hutan luas seperti ini.
Berikutnya, serangan awal yang mereka terima adalah serangan yang di luar jangkauan kehebatan mereka.
Sehebat apapun mereka, menerima serangan kekuatan tenaga sakti, tidak bakalan mampu menangkalnya meskipun telah menyadari serangan tersebut. Apatah lagi serangan tersebut tidak disadari.
Berikutnya, karena pasukan mereka sudah berkurang banyak, maka strategi menguncup yang dilancarkan pasukan Ketua Anthoniel, ditambah lagi strategi merekah, mereka tidak mampu lagi mengatasinya.
Sehingga tidaklah salah kalau pasukan istana begitu mudah dan cepat terkalahkan.
Perlu diketahui bahwa strategi menguncup dan strategi merekah yang dilancarkan oleh pasukan Ketua Anthoniel merupakan ide dari Brian Cs.
Kedua strategi itu biasa dilakukan oleh Pasukan Istana Centauri dalam melawan pasukan Bunda Suri Hellen. Hingga akhirnya sukses menumbangkan kekuasaannya.
"Luar biasa!" puji Ketua Anthoniel dengan tulus. "Strategi yang Tuan Pangeran sarankan itu sungguh mengagumkan."
Tidak hanya sang ketua yang merasa kagum dengan strategi itu, para jawara handal dan pasukannya pun juga mengalami perasaan yang sama.
Apalagi 50-an jawara handal yang melaksanakan strategi merekah. Strategi itu benar-benar tantangan bagi mereka sekaligus mengagumkan.
"Ah, Ketua terlalu berlebihan," tanggap Brian seolah merendah. "Dasarnya memang pasukan Tuan yang hebat."
"Strategi itu hanyalah sebatas strategi kalau tidak ditunjang dengan pasukan yang benar-benar hebat," lanjut Brian. "Apalagi strategi merekah yang tidak sembarang orang dapat melaksanakannya."
"Ya ya ya, Tuan Pangeran benar," kata Ketua Anthoniel seraya tersenyum senang.
"Paman! Kamu sudah lihat 'kan kalau aku mampu melaksanakan strategi merekah?" kata Sheila tanpa bermaksud pamer. "Padahal tadi paman ragu kalau aku mampu melakukannya."
"Kamu jangan bangga dulu," celetuk Jarrel seolah mencibir. "Itu karena ada pendekar hebat bersamamu. Kalau tidak ada, mana kamu mampu?"
Dipuji sebagai pendekar hebat, Wilson hanya tersenyum saja. Sedangkan Sheila langsung mendelik mendengar cibiran kakak sepupunya itu.
"Kamu...."
"Sudah, sudah!" kata Ketua melerai cepat. Karena kalau tidak cepat dilerai,kedua saudara sepupu itu bisa lama berdebat. "Ayo segera kita kembali ke markas!"
Akhirnya, tidak lama kemudian semua pasukan Ketua Anthoniel kembali ke markas. Meninggalkan mayat-mayat pasukan istana yang terkapar tak tentu arah.
Meninggalkan hutan yang seketika saja berubah menjadi sunyi menyeramkan. Tapi mungkin tidak akan lama kesunyian itu berlangsung.
Besar kemungkinan sebentar lagi binatang-binatang buas akan segera datang ke lokasi penampungan mayat itu, karena mengendus bau darah yang begitu santer.
★☆★☆★
__ADS_1