Pangeran Yang Hilang

Pangeran Yang Hilang
BAB 207 SEPENGGAL KISAH TENTANG KETUA CAROLUS


__ADS_3

Sementara itu keadaan alam sedikit berubah.


Seakan mengerti kalau pertempuran telah usai, seketika langit kelam tidak lagi memuntahkan hujan deras. Kini cuma menyemburkan hujan gerimis kecil-kecil.


Namun awan kelabu gelap masih saja membungkus langit dengan rapat. Sehingga keadaan alam masih temaram dan semakin temaram. Karena sepertinya sudah memasuki waktu senja.


Sementara itu Dhafin dan 4 rekannya sudah berada pada satu tempat di antara ribuan mayat yang tergeletak. Empat langkah di depan mereka sudah berdiri sang ketua dan beberapa jawara elitnya yang baru saja tiba.


"Saya menghanturkan banyak terima kasih atas bantuan kalian dalam menumpas pasukan istana," kata sang ketua seraya menjurah hormat. Sikap dan tutur bahasanya begitu santun.


"Tidak perlu banyak peradaban begitu, Tuan," kata Dhafin seolah mewakili 4 kawannya untuk berbicara. "Sudah selayaknya kita sebagai orang satu golongan saling membantu."


Sikapnya begitu tenang penuh santun dan rasa hormat yang tinggi. Tutur bahasanya pula begitu lembut.


Setelah itu mereka saling memperkenalkan diri. Sang ketua memperkenalkan dirinya dan 5 orang jawara handal yang berdiri di belakangnya.


Juga memperkenalkan seorang wanita yang hampir sebaya dengannya yang berdiri di samping kanannya serta seorang lelaki yang juga hampir sebaya yang berdiri di samping kirinya.


Diketahui lelaki tua yang berumur sekitar 55 tahun itu ternyata bernama Ketua Carolus, pimpinan kelompok oposisi yang bermarkas di ujung wilayah barat daya Kerajaan Amerta.


Sedangkan wanita tua yang berumur sekitar 53 tahun tapi masih tampak cantik itu ternyata adalah istri Ketua Carolus dan bernama Nyonya Garvita.


Adapun seorang lelaki tua yang berumur sekitar 50 tahun adalah adik kandung Nyonya Garvita dan bernama Tuan Andonios.


Setelah itu giliran Dhafin memperkenalkan dirinya. Karena dia seolah ditunjuk sebagai pembicara, maka dia saja yang berbicara. Maka dia yang memperkenalkan keempat kawannya.


Sebenarnya Tuan Andonios dan 3 orang jawara yang ada di belakang Ketua Carolus, semenjak melihat Dhafin dan Gibson, mereka merasa seolah tidak asing lagi dengan perawakan kedua pemuda itu. Mereka seperti mengenal keduanya.


Maka ketika Dhafin memperkenalkan namanya dan nama Gibson, mereka semakin yakin kalau mengenal keduanya.


Sebenarnya Ketua Carolus cukup dibuat penasaran mengenai kelima pemuda itu dan ingin sekali menanyakan tentang ini itu kepada mereka. Tapi karena hari sebentar lagi akan malam, maka dia menundanya dulu.


Setelah perkenalan dan berbasa-basi sebentar, akhirnya sang ketua mengajak Dhafin dan rekan-rekannya untuk berkunjung ke tempatnya, lebih tepatnya ke markasnya.


Tentunya Dhafin dan keempat kawannya tidak menolak tawaran itu. Apalagi salah satu misi mereka di kerajaan ini untuk mengetahui kelompok-kelompok yang menentang kekuasaan Putri Rayna dan Raja Adrian.


★☆★☆


Letak markas Ketua Carolus ternyata berada di puncak sebuah bukit yang cukup tinggi dan ditumbuhi pepohonan yang begitu lebat.


Sedangkan akses untuk menuju ke situ tidaklah mudah. Harus melewati jurang terjal yang lebarnya mencapai 30 tombak. Belum lagi harus melewati jebakan yang berbahaya yang dipasang tidak jauh di sekitar jurang.


Tidak ada satu pun jalan atau jembatan yang melintang di atas jurang itu. Sehingga siapa saja yang hendak pergi ke seberang jurang harus melompati atas jurang. Dan hal itu tidaklah mudah.


Sedangkan Ketua Carolus dan semua pasukannya, jika hendak keluar masuk markas atau hendak turun bukit, mereka melalui jalan rahasia yang hanya di ketahui oleh sang ketua dan orang-orangnya.


Dhafin dan keempat rekannya pun memasuki markas melalui jalan situ bersama sang ketua dan orang-orang yang menyertainya tadi.


Begitu sampai di markas, karena hari sudah malam, maka kelima pemuda tampan itu dijamu makan malam di ruang khusus.

__ADS_1


Tentu perjamuan itu bukan hanya sekedar perjamuan makan malam biasa. Perjamuan itu diselingi dengan pembicaraan yang bersifat spesifik.


Karena sebelum acara perjamuan, Dhafin memberi tahu kalau dia hendak berbicara tentang hal penting kepada Ketua Carolus.


Makanya Ketua Carolus mengadakan perjamuan makan malam dengan kelima pemuda itu di ruangan khusus. Yang hadir dalam perjamuan itu selain dirinya, cuma istrinya, adik iparnya serta beberapa orang kepercayaan sang ketua.


Di awal perbincangan Ketua Carolus menceritakan bahwa dulu dia dan istrinya, Nyonya Garvita mempunyai sebuah perguruan bela diri.


Ketua Carolus sebagai Guru Kepala, sedangkan Nyonya Garvita sebagai Guru Pendamping yang memimpin murid-murid perempuan.


Ada lagi Guru Pendamping lainnya yang memimpin murid-murid laki-laki. Namun guru itu telah tewas sewaktu perguruan mereka bentrok dengan pasukan Putri Rayna 6 tahun yang lalu.


Waktu itu Putri Rayna belum menggulingkan kekuasaan Raja Darian Cashel.


Putri Rayna memaksa Ketua Carolus agar bergabung dengannya untuk menggulingkan kekuasaan Raja Darian Cashel.


Namun Ketua Carolus beserta semua orang-orangnya menolak dengan tegas. Akhirnya terjadilah bentrok antara kedua kubu.


Hingga membuat kubu Ketua Carolus kalah dalam bentrok itu yang menyebabkan separuh dari murid-muridnya terbunuh, yang menyebabkan Guru Pendamping-nya juga terbunuh dalam peristiwa itu.


Beruntung dia dan istrinya berhasil mengevakuasi sebagian murid-murid mereka. Namun nasib malang tetap menimpa Ketua Carolus dan istrinya. Anak atau putra pertama mereka juga harus terbunuh dalam peristiwa itu.


Namun mereka berhasil menyelamatkan putra kedua dan putri bungsu mereka.


Singkat cerita, setelah mencari cukup lama, akhirnya mereka menemukan bukit yang strategis ini dan bermarkas di puncak bukitnya.


Hingga terjadilah petaka di Kerajaan Amerta pada hampir 4 tahun yang lalu. Yaitu pemberontakan yang dilakukan oleh Putra Rayna dan Pangeran Adrian yang sekarang keduanya menjadi penguasa yang tirani di kerajaan itu.


Tuan Andonios ternyata berhasil menyelamatkan sekitar 7.000 lebih pasukannya. Dan tidak beberapa lama berhasil bergabung dengan kakak iparnya di markas ini.


Ketua Carolus menuturkan bahwa jumlah keseluruhan pasukannya sebelum pertempuran tadi siang adalah sekitar 30.000 lebih.


Pasukan itu merupakan gabungan dari murid-murid Ketua Carolus yang berhasil diselamatkan, Pasukan Khusus Istana, dan pemuda-pemudi dari beberapa kampung yang menjadi murid-murid baru.


Akibat dari pertempuran tadi siang yang menyebabkan dia hampir saja kalah, maka pasukannya yang terbunuh saat itu sekitar 5.000 personil. Sebelumnya pasukannya yang ikut berperang berjumlah sekitar 10.000 personil.


Sementara pasukan istana waktu itu keseluruhannya berjumlah 22.000 lebih, termasuk jawara istana.


Untung saja Dhafin dan keempat rekannya datang tepat pada waktunya. Sang ketua dan pasukannya bersama Dhafin Cs berhasil membalikkan keadaan. Bahkan berhasil membunuh semua pasukan istana berikut komandannya.


Hal ini sebagai mana telah dituturkan sebelumnya.


★☆★☆


Setelah menuturkan tentang riwayat berdirinya markasnya di puncak bukit ini, juga menceritakan tentang kronologi kenapa dia dan pasukannya sampai bentrok dengan pasukan istana.


Tiba giliran Ketua Carolus menanyakan tentang beberapa hal kepada Dhafin Cs yang membuatnya penasaran sejak tadi.


Siapa sebenarnya mereka ini? Kenapa dengan tiba-tiba membantu pasukannya melawan pasukan istana? Apa mereka juga punya dendam dengan orang-orang istana?

__ADS_1


Maka Dhafin menjawab kalau mereka sebenarnya termasuk ksatria elit dari Istana Centauri yang ada di Kerajaan Negeri Tabir Ghaib.


Mereka datang ke Kerajaan Amerta ini dalam rangka melakukan beberapa misi rahasia.


Salah satunya adalah mencari tahu akan keberadaan kelompok-kelompok yang menentang Putri Rayna. Terus mengajak mereka menjalin kerja sama dalam rangka penggulingan kekuasaan tidak sah Putri Rayna.


Setelah itu menyerahkan kembali tampuk kekuasaan yang sah Kerajaan Amerta kepada Raja Darian yang sekarang masih hidup.


Ketika mendengar Dhafin menuturkan kalau Yang Mulia Raja Darian masih hidup, betapa gembiranya Ketua Carolus dan orang-orangnya yang ada di ruang khusus itu.


Mereka mengira Raja Darian telah mangkat bersama keluarganya ketika terjadi peristiwa berdarah hampir 4 tahun yang lalu. Karena setelah peristiwa berdarah itu mereka tidak lagi mendengar kabar tentang Yang Mulia.


Setelah itu Ketua Carolus dan pasukannya tidak pernah lagi menampakkan diri di dunia ramai. Termasuk Tuan Andonios.


Disebabkan mereka tidak keluar-keluar ke dunia ramai, makanya mereka tidak tahu kalau Yang Mulia Raja beserta keluarganya dipenjara di penjara bawah tanah.


Tentu saja tidak mengetahui kalau Dhafin dan rekan-rekannya yang telah berhasil menyelamatkan Raja Darian bersama keluarganya.


Kemudian Tuan Andonios bertanya dengan rasa ingin tahu yang sangat, di manakah Raja Darian sekarang berada?


Maka Dhafin menuturkan secara singkat kalau Raja Darian sekarang berada di Istana Centauri dan dalam keadaan sehat-sehat saja. Juga memberitahukan tentang 5 orang kepercayaannya yang masih bersama Yang Mulia.


Tidak lupa mengabarkan tentang keluar Yang Mulia bersama yang lainnya yang juga masih hidup dan berada di Istana Centauri juga.


Setelah sebelumnya mereka semua dipenjara di penjara bawah tanah. Kemudian Dhafin dan rekan-rekannya berhasil menyelamatkan mereka yang pada akhirnya mereka semua diamankan di Istana Centauri.


Termasuk yang menyelamatkan Yang Mulia, bahkan memimpin langsung misi penyelamatan adalah Ratu Aurellia, Ratu Istana Centauri.


Ketika Dhafin menyebut nama Ratu Aurellia, maka Nyonya Garvita bertanya bernada menebak.


"Apakah yang Tuan maksud adalah Putri Agung Aurellia, putri Yang Mulia, Tuan Dhafin?"


"Benar, Nyonya Garvita," sahut Dhafin.


Kemudian Dhafin menuturkan secara singkat kenapa Ratu Aurellia bisa menjadi penguasa di Istana Centauri. Mulai dari hilangnya sang ratu bersama yang lainnya secara misterius pada beberapa tahun silam.


Termasuk menceritakan pula tentang hilangnya Brian dan Gibson beserta yang lainnya pada tahun yang sama.


Setelah Dhafin menuturkan beberapa peristiwa penting yang terjadi di masa silam, juga memberitahukan akan misi-misi Istana Centauri, maka Ketua Carolus dengan senang hati menyambut ajakan kerja sama Dhafin.


Dan memang sebenarnya itulah tujuan Ketua Carolus kenapa dia mengumpulkan banyak pasukan. Yaitu untuk menggulingkan kekuasaan Putri Rayna yang tidak sah. Dan mengembalikan tampuk kekuasaan Kerajaan Amerta kepada yang lebih berhak.


Mereka tidak menganggap Raja Adrian berhak atas Kerajaan Amerta meskipun dia adalah Pangeran Agung atau Putra Mahkota.


Yang lebih berhak atas tampuk kekuasaan Kerajaan Amerta adalah Pangeran Brian setelah Yang Mulia Raja Darian mangkat atau turun tahta.


Perbincangan tentang masalah-masalah penting terus saja berlangsung entah kapan selesainya meskipun sudah agak lama mereka telah selesai makan besar.


Sementara itu waktu terus saja merangkak perlahan tapi pasti. Sementara malam semakin larut.

__ADS_1


★☆★☆★


__ADS_2