Pangeran Yang Hilang

Pangeran Yang Hilang
BAB 203 PERBINCANGAN DI MARKAS KETUA ANTHONIEL


__ADS_3

Markas kelompok oposisi yang berada di ujung wilayah utara Kerajaan Amerta ternyata cukup besar. Markas yang berada di lembah yang dikelilingi pepohonan itu kurang lebih menampung sekitar 20.000 lebih pasukan.


Diketahui sebagian pasukan yang ada di situ merupakan sisa-sisa prajurit yang masih setia dengan pemerintahan Yang Mulia Raja Darian Cashel.


Pimpinan tertinggi atau ketua kelompok itu ternyata adalah salah satu pejabat elit istana yang berhasil menyelamatkan diri saat pemberontakan yang terjadi hampir 4 tahun yang lalu.


Dalam pemberontakan yang dilakukan oleh Putri Rayna dan Raja Adrian itu, sang ketua yang ternyata bernama Anthoniel berhasil mengevakuasi sekitar 5.000-an Pasukan Khusus yang dibawahinya.


Dulu lelaki yang hampir berumur 50 tahun itu menjabat sebagai salah satu Komandan Pasukan Khusus yang sudah berpangkat jenderal.


Setelah menemukan tempat yang bagus untuk dijadikan markas, Ketua Anthoniel mulai merekrut pasukan. Hingga akhirnya terkumpul sekitar 20.000-an personil.


Yang mana sebagian besar pasukannya adalah gabungan dari murid-murid beberapa perguruan dan jawara-jawara yang berasal dari Kerajaan Amerta.


Sambil merekrut pasukan sebenarnya Ketua Anthoniel mencari keberadaan Ratu Aurellia dan Pangeran Brian serta Tuan Muda Dhafin yang 9 tahun yang lalu diculik.


Dia menduga ketiga orang hebat itu diculik hanya untuk dijadikan pasukan, bukan dibunuh. Apalagi setelah tahu kalau Putri Rayna dan orang-orangnya juga tengah memburu ketiga orang itu.


Itu artinya ketiganya bukan diculik oleh Putri Rayna. Maka Ketua Anthoniel semakin yakin kalau ketiganya masih hidup.


Dan betapa gembiranya dia saat keponakannya, Jarrel memberitahukan kalau ketiga orang itu masih hidup. Bahkan dikabarkan kepadanya kalau Aurellia diangkat menjadi penguasa di Istana Centauri.


Makanya, ketika dia diminta kerja sama oleh Ratu Aurellia untuk melaksanakan sebuah proyek besar, tanpa pikir panjang dia langsung menyambutnya.


Dan dia langsung mengirimkan pasukan pilihannya untuk membatu sang ratu dalam penggulingan kekuasaan Selir Hellen di Kerajaan Bentala yang akhirnya runtuh.


Ketika pasukannya yang dipimpin oleh Jarrel telah kembali beberapa hari yang lalu, sang keponakan membawa kabar kepadanya kalau ternyata Tuan Muda Dhafin berasal dari Kerajaan Bentala, bahkan pewaris tahta.


Dan memiliki nama asli Pangeran Ghavin Aldebaran, putra pertama mendiang Pangeran Ghazam Aldari.


Dalam pikirannya tentulah Tuan Muda Dhafin alias Pangeran Ghavin sekarang sudah menjadi raja di Bentala. Dan tentunya hatinya sangat senang.

__ADS_1


Memikirkan hal itu dia jadi teringat akan salah seorang seniornya, yaitu Jenderal Felix Damian yang dulu menjabat sebagai Pejabat Penyelidik Rahasia.


Entah berada di mana Jenderal Felix saat ini dia belum tahu pasti. Terakhir dia mendengar kabar kalau lelaki itu telah diselamatkan oleh Dhafin bersama rekan-rekannya sewaktu dia bersama Raja Darian dan 3 orang kepercayaan Yang Mulia lainnya.


Teringat akan hal itu, kebetulan sekali Brian datang ke markasnya, maka dia nantinya akan bertanya tentang beberapa hal kepada pemuda tampan itu, termasuk tentang keberadaan Yang Mulia Raja Darian.


Tapi, setelah mengajak Brian dan keempat rekannya ke ruang khusus untuk berbicara tentang hal-hal penting, hal pertama yang ditanyakan tentu maksud kedatangan Pangeran Brian datang ke markasnya.


Apakah mereka diutus oleh Yang Mulia Ratu untuk mengemban tugas baru? Atau mereka diutus oleh Yang Mulia Raja Ghavin?


★☆★☆


Maka ketika Brian memberitahukan bahwa yang menjadi raja di Kerajaan Bentala sekarang bukanlah Pangeran Ghavin, tentu saja Ketua Anthoniel dan beberapa orang kepercayaannya yang hadir di ruangan itu terkejut.


Tambah terkejut lagi saat Brian memberitahukan kalau yang menjadi raja adalah Pangeran Revan, putra kedua Pangeran Ghazam Aldari.


Kenapa bisa demikian? Yang mereka tahu kalau Dhafin alias Pangeran Ghavin adalah Putra Mahkota atau Pangeran Agung Kerajaan Bentala.


Kenapa bisa Pangeran Revan malah yang menjadi raja?


Maka Brian menjelaskan hal sebenarnya sesuai apa yang dia ketahui. Dan pula sesuai apa yang dia tangkap dari maksud Dhafin berbuat demikian.


Tentu saja baik Ketua Anthoniel maupun beberapa orang kepercayaannya masih belum bisa memahami maksud Dhafin menghilangkan ingatan orang-orang akan dirinya.


Demi agar dia terhindar untuk menjadi raja. Padahal dia memang berhak menjadi raja. Demi agar adiknya, Pangeran Revan yang naik tahta yang sekarang telah resmi menjadi raja.


"Apa maksud Yang Mulia Pangeran Ghavin berbuat demikian, Pangeran?" tanya Jarrel penasaran.


"Saya belum tahu pasti apa maksud Yang Mulia berbuat demikian," sahut Brian mengakui.


"Namun yang jelas," lanjutnya, "kata Yang Mulia bahwa Pangeran Revan memang yang berhak menjadi raja. Karena hal itu sesuai dengan ketentuan dari langit."

__ADS_1


"Yang Mulia menghindar mati-matian untuk tidak menjadi raja, bahkan terpaksa mengerahkan mantra penghilang ingatan, karena tidak ingin melanggar ketentuan yang sudah ditakdirkan oleh Penguasa Langit."


Karena tidak ingin melanggar takdir langit!


Pendirian Pangeran Ghavin itu masih belum sepenuhnya dipahami, baik oleh Ketua Anthoniel maupun yang lainnya.


Akan tetapi mereka harus menghargai dan menerima pendirian Dhafin yang cukup aneh itu.


Lagi pula Pangeran Revan menjadi raja Kerajaan Bentala sah-sah saja. Di samping pemuda itu terkenal berbudi pekerti yang baik, juga memang pantas menjadi raja.


Sedangkan Ketua Anthoniel di dalam hati menduga kuat kalau Pangeran Ghavin pastilah mempunyai alasan tertentu kenapa dia menolak menjadi raja. Bukan sekedar menjalankan ketentuan yang sudah digariskan oleh langit.


Dugaan Ketua Anthoniel itu sama dengan apa yang diduga oleh Brian.


Dia tahu kalau adiknya, Ratu Aurellia dan Dhafin saling mencintai. Dan keduanya sudah berencana akan mengabadikan cinta mereka dalam jalinan pernikahan.


Dan kalau mereka sudah menikah, otomatis penguasa Istana Centauri akan beralih pada Dhafin. Dengan kata lain Dhafin akan menjadi raja di Kerajaan Negeri Tabir Ghaib.


Namun Brian menduga bahwa Dhafin bukan cuma tidak ingin menjadi penguasa di dua kerajaan sekaligus. Tentu Dhafin punya alasan atau maksud yang mendasar.


Sementara itu perbincangan di antara mereka terus saja berlanjut.


Brian menerangkan pula bahwa maksud mereka datang ke sini adalah dalam rangka menjalankan misi yang ditugaskan oleh Yang Mulia Pangeran Ghavin.


Setelah itu Brian menerangkan tentang misi mereka selama berada di Kerajaan Amerta sesuai yang diterangkan oleh Dhafin.


Ketua Anthoniel dan semua kepercayaannya merasa senang dengan misi yang dicanangkan oleh Dhafin itu. Dan mereka semua siap membantu demi suksesnya misi tersebut.


Brian menerangkan pula tentang informasi yang mereka dapat dari telik sandi yang berhasil mereka tangkap.


Setelah selesai membicarakan tentang pasukan istana yang akan menyerang ke sini serta strategi dan siasat yang akan dilakukan secara singkat, Ketua Anthoniel mulai menanyakan tentang hal-hal yang berkaitan dengan Raja Darian.

__ADS_1


Maka Brian menjelaskan semua yang ditanyakan sesuai apa yang sebenarnya.


★☆★☆★


__ADS_2