
Sebelum menceritakan jalannya pertempuran kecil, ada baiknya diungkap dulu tentang bagaimana Yang Mulia Ratu berserta pasukannya bisa mengetahui kalau Dhafin berada di ujung wilayah tenggara Kerajaan Bentala?
Yang jelas yang mengetahui secara tepat Dhafin berada di sini adalah Keenan alias Pangeran Penyihir. Dengan Ilmu Pelacak Aura Sukma, Keenan bisa tahu kalau Dhafin berada di tempat ini.
Kejadian itu bermula dari keinginan Ratu Aurellia yang ingin bertemu dengan Putri Athalia. Karena menurut laporan 4 pengawal cantiknya kalau Dhafin seperti telah akrab dengan gadis tersebut.
Sebelumnya Ratu Aurellia telah menceritakan kepada 4 pengawalnya itu kenapa dia berdiam diri setelah berpisah dengan Dhafin waktu itu.
Karena merasa ada hubungannya dengan masalah antara Dhafin dengan Yang Mulia Ratu, akhirnya mereka melaporkan kalau Dhafin tengah dekat dengan Putri Athalia.
Ditambah lagi masuk laporan kalau Dhafin tengah pergi bersama gadis itu ke suatu tempat. Awalnya laporan masuk mereka pergi ke sebuah kampung di ujung sebelah timur Kota Diandara.
Hingga akhirnya, berkat bantuan Keenan dengan Ilmu Pelacak Aura Sukma-nya, mereka berhasil menemukan Dhafin dan Putri Athalia di tempat ini.
Bahkan hal yang Ratu Aurellia tidak menduga ternyata masih ada gadis bercadar lainnya di sisi Dhafin. Dan sang ratu maupun yang lainnya belum mengetahui siapa gadis bercadar itu yang tidak lain adalah Putri Arcelia.
Perlu diketahui bahwa Putri Arcelia juga memutuskan untuk mengenakan cadar jika berjalan di luaran atau bertemu dengan wanita tak dikenalnya.
Sama seperti anggapan Putri Athalia kalau dia sepenuhnya milik Dhafin. Hanya Dhafin satu-satunya lelaki yang berhak melihat wajah bidadarinya. Makanya itu Putri Arcelia memutuskan memakai cadar pula.
Di samping ingin bertemu secara khusus dengan Putri Athalia, jelas Ratu Aurellia ingin bertemu juga dengan Dhafin. Baru beberapa hari tidak bertemu dengan pujaan hatinya itu, rasanya sudah rindu berat.
Dia tidak sanggup membenci Dhafin lantaran pemuda itu ingin beristri lebih dari satu. Atau lebih tepatnya Dhafin diramalkan memiliki istri lebih dari satu. Yang mana hal itu sebagai syarat kalau dia dengan Dhafin bisa bersatu.
Waktu pertemuan terakhir di kediamannya, Ratu Aurellia merasa pembicaraan mereka sepertinya belum lengkap.
Makanya dia berencana setelah menemui secara khusus Putri Athalia, dia ingin bertemu Dhafin lagi, membicarakan lebih lanjut tentang masalah tersebut.
Di samping itu juga Ratu Aurellia merasa curiga, jangan-jangan Dhafin mendekati Putri Athalia untuk dijadikan sebagai istri sebagai syarat pelengkap agar Dhafin bisa menikah dengannya.
Atau bisa jadi Dhafin tahu kalau Putri Athalia memang diramalkan bakalan menikah dengan Dhafin. Karena Dhafin menyinggung-nyinggung soal ramalan pada pertemuan mereka tempo hari.
Makanya dia ingin bertemu dengan gadis itu, ingin mengetahui tentang hal tersebut melalui gadis itu. Di samping nantinya juga dari Dhafin.
Beberapa hari belakangan ini dia memang merenungkan tentang Dhafin mempunyai istri lebih dari satu.
Dia harus menyadari sepenuhnya bahwa Dhafin adalah seorang pangeran, Pangeran Agung yang akan mewarisi Kerajaan Bentala. Artinya calon raja Kerajaan Bentala.
Maka dia harus maklum bahwa jika seorang raja memiliki lebih dari satu istri adalah wajar.
Namun satu hal yang membuatnya senang bahwa Dhafin menjadikan dirinya sebagai cinta sejatinya. Artinya, meskipun Dhafin memiliki 3 istri, tapi dirinya yang teramat Dhafin cintai.
★☆★☆
Pagi itu sebenarnya amat cerah. Suasananya begitu asri. Apalagi di hutan sunyi yang sejuk seperti itu.
Namun suasana yang indah dan nyaman itu tidak bisa dinikmati karena dikacaukan oleh suasana pertempuran antara kubu Ratu Aurellia melawan Gerombolan Pedang Tengkorak.
__ADS_1
Akan tetapi belum lama pertempuran berlangsung, datang lagi sekitar puluhan pasukan elit Ratu Aurellia yang datang dari 4 arah. Termasuk di antara mereka Pasukan Khusus Ratu yang sekarang terdiri dari laki-laki dan perempuan.
Pasukan yang baru muncul itu, tanpa perlu dikomando mereka langsung melesat dengan cepat menyerang Gerombolan Pedang Tengkorak. Sehingga membuat suasana tempat itu semakin diributi orang pertempuran.
Denting suara senjata logam saling beradu, ditingkahi oleh suara teriakan penyemangat pertempuran. Masih diselingi suara jeritan-jeritan kematian.
Maka sosok-sosok serba hitam bertumbangan ke tanah berumput dengan bersimbah darah. Sehingga dalam waktu yang tidak lama, tanah berumput di tempat itu sudah digenangi oleh darah segar.
Para anggota Gerombolan Pedang Tengkorak kemampuan mereka memang terkenal hebat. Kemampuan mereka di atas kemampuan pasukan militer.
Akan tetapi yang mereka hadapi adalah para jawara elit Istana Centauri. Yang mana kemampuan mereka tidak hanya memiliki tenaga dalam yang tinggi, melainkan juga memiliki kesaktian.
Memang pasukan dari kubu Ratu Aurellia semuanya adalah para jawara elit, kecuali Pasukan Khusus Ratu. Namum kemampuan mereka juga tidak kalah hebatnya dengan para jawara.
Sehingga pertempuran belum genap 2 penanakan nasi, Gerombolan Pedang Tengkorak sudah banyak yang tumbang dengan bersimbah darah. Kurang lebih sudah setengahnya.
Memang patut diakui kejeniusan orang-orang Istana Centauri dalam berperang. Mereka tidak hanya memiliki kemampuan yang hebat. Tetapi juga kepandaian dalam memilih lawan dengan tepat.
Hal itu tentunya ditunjang dengan pengenalan mereka terhadap setiap lawan-lawan mereka.
Waktu terus berjalan meski perlahan tapi pasti. Mentari terus bergerak perlahan merangkak naik ke pertengahan langit. Namun waktu itu suasana masih terbilang pagi.
Sementara anggota Gerombolan Pedang Tengkorak terus saja bertumbangan satu demi satu. Tanpa terasa hampir 2 penanakan nasi lagi berlalu semua anggota gerombolan pengacau itu telah tumbang bermandikan darah.
Mereka semua terkapar di atas tanah berumput saling tumpang tindih tak tentu arah.
Baru saja hal itu terpikirkan, 8 orang berseragam hitam itu telah tumbang satu per satu setelah mereka puas menjerit setinggi langit.
Rata-rata kematian mereka dengan luka yang mengerikan. Ada yang lehernya putus, badannya terpotong dua, kepalanya hampir terbelah dua, dada robek besar dan panjang, perut terkoyak hingga isi perut membusai.
Betul-betul kematian yang mengerikan.
Bersisa pertarungan antara Dhafin melawan Wakil Ketua. Namun sepertinya pertarungan antara keduanya sebentar lagi akan berakhir. Karena saat ini, sudah menghabiskan 4 penanakan nasi Wakil Ketua sudah terdesak hebat.
Pedang sang Wakil Ketua sudah hancur patah-patah sejak tadi. Dan kini dia sudah kenyang menerima pukulan dan tendangan keras dari Dhafin yang tidak lagi memegang Pedang Akhirat.
★☆★☆
Tampak Dhafin melancarkan tendangan kaki kanan ke arah samping kiri kepala Wakil Ketua. Namun sang waka masih tak bosan berusaha menangkis tendangan itu dengan menaikkan tangan kirinya ke atas.
Namun Wakil Ketua benar-benar kecele. Dia cuma menangkis angin. Karena begitu tangan Wakil Ketua naik ke atas, Dhafin dengan cepat menahan lajunya. Terus menariknya dengan cepat.
Secepat Dhafin menarik kaki kanannya, secepat itu pula menohokkannya ke dada Wakil Ketus dengan amat kuat. Sedangkan sang Wakil Ketua yang sudah mati kutu tidak bisa lagi menghindari. Sehingga....
Bughk!
"Aaakh!"
__ADS_1
Demikian kerasnya tendangan Dhafin menghantam dada sang waka, membuatnya terlempar ke belakang sambil menjerit cukup keras. Tampak mulutnya memuntahkan darah segar yang menciprat ke udara.
Dan begitu tubuhnya jatuh ke tanah berumput menimbulkan suara gedebuk yang cukup keras.
Untuk sejenak waka terdiam, belum melakukan gerakan apa-apa seolah sedang mengatur napasnya yang tersenggal-senggal. Sementara dadanya terasa sakit bukan main bagai ditindis batu yang besar.
Tapi tak lama kemudian, Wakil Ketua mulai bangun meski dengan perjuangan yang susah payah. Begitu dia berhasil berdiri tubuhnya limbung bagai mau jatuh.
Sejenak dia menatap Dhafin dengan tajam. Sementara Dhafin cuma berdiri diam di tempatnya sambil menatap Wakil Ketua dengan tenang.
"Kamu jangan merasa menang dulu, Pangeran Pusat!" kata Wakil Ketua menggeram bernada dingin. "Aku belum mengeluarkan pukulan pamungkasku!"
"Kalau begitu kamu keluarkan saja semua pukulan pamungkasmu," kata Dhafin masih tenang-tenang saja. "Jangan sungkan-sungkan!"
"Keparat!"
Lalu Wakil Ketua menggerak-gerakan kedua telapak tangannya di depan dada. Setelah itu disatukan di tengah di depan dadanya. Hampir bersamaan kedua telapak tangannya seketika mengeluarkan sinar biru yang pekat.
Begitu kedua telapak tangannya dibuka, maka terbentuklah bola cahaya berwarna biru sebesar kepala orang dewasa. Bola cahaya biru itu mengeluarkan hawa yang cukup panas. Kemudian....
"Hiyaaa....!"
Zlaaap....!
Berkawal dengan teriakan yang cukup keras, dengan cepat dan kuat Wakil Ketua seketika mendorong ke dua telapak tangannya ke arah Dhafin. Maka meluncurlah sebentuk bola cahaya dengan amat cepat ke arah Dhafin.
Sedangkan Dhafin yang memang sudah siap sejak tadi tidak tinggal diam. Telapak tangan kanannya yang sudah terbungkus sinar merah kehitaman seketika didorong dengan kuat dan cepat.
Maka meluncurlah sinar merah kehitaman berhawa panas sebesar kepala menyongsong bola cahaya biru milik sang Wakil Ketua.
Kedua pukulan jarak jauh itu melesat amat cepat. Menghantar hawa panas yang langsung mengeringkan rumput yang dilaluinya. Dan begitu kedua energi sakti itu bertemu pada satu titik tengah....
Blaaar....!
Terdengar suara ledakan yang cukup keras hingga sedikit mengguncangkan tempat itu. Tapi tak lama kedua bola cahaya itu saling menghantam di tengah, seketika bola cahaya biru milik waka langsung hancur berantakan dan menyebar ke segala arah.
Sedangkan bola cahaya merah kehitaman milik Dhafin terus meluncur tanpa penghalang. Dan langsung menghantam tubuh sang Wakil Ketua tanpa dapat dia mencegahnya.
Kontan saja tubuh sang waka terlempar dengan deras ke belakang sambil menjerit keras. Tapi selagi masih di udara seketika tubuh waka langsung hancur berantakan.
Dengan binasanya Wakil Ketua Gerombolan Pedang Tengkorak, maka habislah Gerombolan Pedang Tengkorak yang hendak membunuhnya dan kedua putri raja.
Perlu diketahui bahwa Wakil Ketua yang telah tewas itu adalah Wakil Ketua 2 Gerombolan Pedang Tengkorak.
Berarti sampai sekarang sudah 2 Wakil Ketua Gerombolan Pedang Tengkorak membunuhnya.
★☆★☆★
__ADS_1