Pangeran Yang Hilang

Pangeran Yang Hilang
BAB 116 BERHASIL MENYELAMATKAN RAJA DARIAN


__ADS_3

Setelah mantra pelindung di penjara bawah tanah berhasil dipunahkan, lalu Dhafin berkata kepada Gibson mengingstruksikan rencana selanjutnya.


"Sekarang giliranmu, Gibson. Buat seluruh penjaga itu tidak bergerak!"


"Siap, Tuan Muda," kata Gibson penuh hormat.


Kemudian dia menempelkan kedua tangannya dengan telapak terbuka di badannya dengan bentuk silang. Kemudian sinar putih segera membungkus sekujur tubuhnya. Setelah itu dia lenyap.


Sebelum tubuh Gibson lenyap, Grania masih sempat melihat pemuda yang dicintainya itu. Setelah itu dia menatap Fariza Luna yang juga masih menatap tempat di mana Gibson tadi berdiri di situ.


Cukup lama Grania menatap gadis berpakaian ungu itu. Binar matanya yang berubah-rubah menunjukkan ekspresi yang berkecamuk dalam pikiran dan perasaannya.


Rupanya Ariesha memperhatikan perubahan yang terjadi pada diri kawannya itu. Dan dia tahu apa yang tengah terjadi padanya.


"Tuan Putri, setelah Gibson berhasil melaksanakan tugasnya," kata Dhafin selanjutnya, "kita segera bergerak memasuki penjara."


"Aku mengikut saja sesuai yang kamu instruksikan," kata Putri Aurellia seraya tersenyum.


Sedangkan Dhafin cuma tersenyum sedikit sekali. Kedua matanya tidak menoleh pada gadis bercadar merah jambu itu. Kedua matanya fokus mengamati pergerakan di belakang penjara.


Sementara itu, Gibson secara tiba-tiba muncul di depan halaman bangunan penjara, di saat semua penjaga yang berada di depan masih sibuk memikirkan suara pecahnya benda aneh yang masih misterius.


Rupanya mereka tidak tahu kalau penjara bawah tanah diselubungi mantra pelindung. Pantas saja mereka tidak bisa masuk ke dalam karena seperti ada tembok ghaib yang menghalangi mereka.


Begitu seluruh penjaga bagian depan penjara mengetahui kehadiran Gibson yang tiba-tiba, mereka segera menghunus senjata dan langsung mengepung Gibson.


Namun Gibson tetap tenang, nyalinya tidak terusik oleh para penjaga yang sudah mengepungnya. Sejenak dia memandang para pengepungnya.


Lalu kepalanya sedikit mendongak ke atas, kemudian menatap langit kelam. Lalu terdengarlah lantunan syairnya.


"Langit terbungkam bumi meredam


sunyi terpenjara dalam diam...."


Selepas Pendekar Penyair melantunkan syair itu, seketika angin berhembus. Tidak terlalu kencang namun menebar ke segala penjuru. Sehingga seluruh penjaga penjara, baik yang di depan, samping, maupun belakang terterpa oleh angin aneh itu.


Bersamaan dengan itu gema suara lantunan syair itu menebar ke segala penjuru pula menghantarkan gelombang suara yang aneh. Gelombang suara yang menyebar ke segala arah itu cukup keras, tapi tidak memekakkan telinga.


Tentu saja para pasukan penjaga yang berjumlah 1500 lebih itu terkejut heran dibuatnya. Sehingga mereka semua tampak terkesima dibuatnya.


Namun belum juga mereka dapat menyadarinya, terdengar lagi Gibson Kyler melantunkan syairnya.


"Tidak ada suara yang beraksara


Tidak ada ******* yang terhela...."


Lantunan syair ini lebih dahsyat lagi akibatnya. Hembusan angin yang cukup kencang tadi, perlahan demi perlahan berhenti berhembus.


Sementara gelombang suara lantunan syair telah sampai ke telinga seluruh penjaga. Maka seketika itu juga mereka perlahan-lahan tidak bisa bergerak. Menggerakkan mata pun amat susah.


"Semua gerak terpenjara dalam diam


Semua suara teredam dalam sunyi...."


"MEREDAM... SUNYI...!"

__ADS_1


Selepas Gibson melantunkan syair mantra Meredam Sunyi-nya, seluruh apa saja yang bergerak dalam radius 100 tombak seketika berhenti total.


Angin tidak lagi berhembus. Serangga bukan saja tidak bisa bergerak, bahkan tidak bisa bersuara. Pepohonan yang ada di sekitar situ berhenti bergoyang, bahkan daunnya pula ikut tak bergerak.


Sementara seluruh pasukan penjaga terdiam bagai patung di tempat masing-masing. Bahkan beberapa pasukan pengintai yang bersembunyi di balik pepohonan juga ikut diam bagai patung.


★☆★☆


Sementara itu, Dhafin dan kawan-kawan masih mengintai para penjaga yang sudah jadi patung hidup yang ada di belakang penjara.


Sedangkan Dhafin, begitu merasa yakin para penjaga itu benar-benar sudah jadi patung hidup, dia memberitahukan kepada Brian dan Putri Aurellia kalau waktunya beraksi.


Tanpa banyak pikir Brian memerintahkan seluruh pasukan Markas Centaurus untuk bergerak membasmi seluruh pasukan penjaga.


Sedangkan Putri Aurellia mempercayakan Jenderal Danita dan Jenderal Abiela memimpin pasukan. Setelah itu dia mengikuti Dhafin untuk masuk ke dalam penjara.


Tak lama kemudian, hampir seluruh pasukan gabungan sudah memulai aksinya. Tanpa banyak pertimbangan mereka langsung membantai para penjaga yang ada di belakang, di samping kiri kanan, dan di depan penjara yang ternyata sudah dimulai oleh Gibson.


Sementara Brian dan Kelvin berkelebat ke samping kanan kiri bangunan penjara untuk membantai pasukan pengintai yang bersembunyi sekitar 50 tombak dari bangunan penjara.


Sedangkan Dhafin, Putri Aurellia serta 4 pengawalnya, Aziel dan Keenan terus berkelebat cepat menuju depan penjara. Begitu Dhafin melihat Gibson, dia langsung memanggilnya untuk ikut masuk ke dalam penjara.


Begitu sudah sampai di depan pintu masuk, Aziel seketika menyentak tangan kanannya ke depan. Maka selarik sinar biru seketika melesat dari telapak tangannya dan langsung menghantam pintu penjara hingga hancur berantakan.


Setelah itu Dhafin berserta rombongannya masuk ke dalam penjara, kecuali Keenan dan Keysha. Mereka memang masuk tapi cuma berada di dekat pintu masuk.


Mereka ditugaskan untuk menyegel bangunan penjara setelah semua pasukan gabungan masuk ke dalam bangunan penjara.


Sementara itu, aksi pembasmian masih saja berlangsung. Jeritan-jeritan kematian terus terdengar seakan tak mau berhenti. Ditingkahi bertumbangannya para pasukan penjaga.


Darah segar telah menggenang bangunan penjara, menebarkan bau anyir yang menusuk hidung. Mayat-mayat pasukan penjaga bergelimpangan tak tentu arah di sekeliling bangunan.


Sementara pasukan gabungan, sesuai rencana yang sudah diatur mereka semuanya masuk ke dalam bangunan penjara. Setelah itu Keenan dan Keysha menyegel serta memasang mantra pelindung bangunan penjara bawah tanah itu.


Sementara itu di kamar pribadi Putri Rayna di Istana Teratai Emas, wanita itu sedang mereguk kenikmatan bercinta di atas ranjang hangatnya.


Di tengah-tengah dia berpacu bersama perjaka tampan pasangannya, seketika dia tersentak seolah telah terdusin akan sesuatu.


Seketika dia mendorong ke samping pemuda tampan yang tengah bermain liar di atas tubuhnya. Lalu dia bangun begitu saja tanpa ada selembar kain pun di tubuhnya. Tanpa perduli pada perjaka tampan yang masih birahi.


Segera dia menuju meja riasnya, lalu meraih cermin ajaibnya. Setelah membaca sebuah mantra, cermin ajaib itu langsung memperlihatkan keadaan luar bangunan penjara.


Betapa kagetnya dia melihat seluruh pasukan penjaga dan pasukan pengintai terbantai habis. Lebih kaget lagi kalau ternyata mantra pelindung yang dia pasang telah punah.


Dalam cermin ajaib itu pula Putri Rayna juga diperlihatkan pasukan gabungan sudah memasuki bangunan penjara.


Tanpa banyak pikir, dia segera berpakaian. Lalu keluar dari kamar pribadinya. Setelah itu dia memanggil paksa 2 Pengawal Pribadi-nya yang ternyata juga lagi asyik bercinta.


Meski sedikit kesal, kedua pengawal sekaligus pemuas nafsu setan Putri Rayna itu menurutinya.


Setelah memerintahkan kepada seorang prajurit untuk memberi tahu Raja Adrian agar mengirim pasukan ke penjaga, dia langsung pergi ke penjara bersama kedua pengawalnya melalui teleportasi.


★☆★☆


Sementara itu Dhafin, Putri Aurellia serta 4 pengawalnya, Brian, Aziel, Keenan, Kelvin, dan Gibson sudah berada di depan ruangan penjara rombongan Yang Mulia Raja Darian.

__ADS_1


Kondisi Raja Darian serta 4 orang kepercayaannya semakin memburuk. Tubuh mereka sudah lemas tidak bisa bangkit berdiri lagi.


Mereka hanya bisa duduk bersandar di dinding penjara. Kehadiran rombongan Dhafin pun tidak terlalu digubris. Dan tidak pula berbicara apapun.


Setelah kesebelas anak muda itu menyembah hormat kepada Yang Mulia, kemudian Dhafin meminta Putri Aurellia untuk melaksanakan tugasnya.


Tampak Putri Aurellia mundur untuk mengambil jarak yang cukup jauh dari bilik penjara. Dirasa cukup Putri Aurellia berhenti.


Terus mengangkat tangan kirinya perlahan ke depan. Hampir bersamaan telapak tangannya telah tergenggam busur bercahaya biru bening.


Setelah itu tangan kanan bergerak, lalu jari jempol, jari telunjuk dan jari tengah menarik tali busur yang juga bercahaya biru. Tak lama anak panah berwarna biru bening terpasang di busur itu.


Setelah busur di arahkan ke bilik penjarah, lalu Putri Aurellia melepas senar busur. Maka meluncurlah anak panah bercahaya biru bening dengan cepat. Dan tanpa dapat ditahan langsung menghantam segel Jaring Langit yang menempel di jeruji penjara.


Tampak Panah Cakra Langit menancap tepat di tengah bilik penjara. Lalu dari ujung anak panah itu keluar sinar biru dan langsung menjalar membungkus sinar hitam Segel Jaring Langit.


Tidak butuh waktu lama sinar biru itu telah utuh membungkus seluruh jeruji penjara. Lalu tampak sinar hitam yang menyerupai jaring itu terbuka dari jeruji dan terputus-putus. Setelah itu lenyap.


Hingga akhirnya Segel Jaring Langit telah sempurna meretas dari bilik penjara. Kemudian Brian dengan cepat menghampiri pintu bilik penjara. Lalu dengan sekali tebas kunci pintu bilik langsung putus.


Setelah itu Brian memerintahkan beberapa orang Pasukan Jubah Merah yang ada di lorong ruangan penjara untuk memapah Yang Mulia Raja Darian keluar dari ruangan penjara.


Sedangkan Raja Darian maupun keempat kepercayaannya tidak melakukan reaksi yang berarti saat dipapah. Hanya mata lemah mereka saja yang bergerak memandang nanar orang-orang yang menyelamatkannya. Tanpa mampu untuk berkata sepatah pun.


"Selanjutnya bagaimana, Kak?" tanya Putri Aurellia tanpa mau melihat Raja Darian. Sepertinya dia belum mau memaafkan ayahnya.


"Langsung bawa rombongan Yang Mulia ke Istana Centauri!" pinta Dhafin seolah memerintah.


Putri Aurellia tidak membantah. Dia langsung menyuruh Jovita melakukan ritual pembuka pintu Gerbang Cahaya. Jovita tidak berpikir panjang, langsung melaksanakan perintah.


Tak lama kemudian, pintu cahaya cukup besar seketika muncul. Karena cahayanya cukup terang maka ruangan penjara itu jadi terang benderang.


Setelah yang memapah rombongan Raja Darian digantikan oleh orang-orang Istana Centauri, maka rombongan Raja Darian dibawa ke Istana Centauri melalui Gerbang Cahaya.


Semua pasukan Istana Centauri juga diperintahkan mengikuti rombongan Raja Darian. Termasuk Jenderal Abiela beserta 50 pasukannya. Termasuk Fariza Luna.


Sebenarnya Fariza mau protes. Karena baru sebentar bersama Gibson, harus berpisah lagi. Tapi dia tidak berani protes, memilih manut saja.


Dhafin juga menyuruh Putri Aurellia dan 4 pengawalnya ikut serta. Jelas saja Putri Aurellia tidak setuju kecuali Dhafin ikut serta pula.


"Nanti aku dan yang lain akan menyusul, Tuan Putri," kata Dhafin membujuk. "Sekarang kamu kembali dulu bersama 4 pengawalmu."


"Kenapa kamu tidak mau kembali sekarang?" protes Putri Aurellia. "Yang Mulia sudah diselamatkan sesuai rencana. Apalagi yang kamu mau bikin di dini?"


"Tolong jangan membantah, Tuan Putri," bujuk Dhafin lagi. "Tolong menurutlah! Aku menduga Putri Rayna pasti sudah tahu aksi kita ini."


"Aku tidak takut sama wanita itu," Putri Aurellia masih bersikuku.


"Belum saatnya untuk melawannya dan orang-orangnya, Tuan Putri. Kamu dan pengawalmu pulang saja dulu."


Akhirnya setelah dibujuk dan diberi pengertian Putri Aurellia mau kembali ke Istana Centauri bersama 4 pengawalnya.


Yang juga disuruh kembali seluruh pasukan Markas Centaurus kecuali beberapa orang. Tapi mereka kembali ke Kampung Naraya.


Yang tinggal sekarang yaitu Dhafin, Brian, Gibson, Aziel, Keenan, Kelvin, serta 5 orang jawara Markas Centaurus.

__ADS_1


★☆★☆★


__ADS_2