
Kurang lebih 5 hari lamanya Dhafin dan pasukannya tidak melakukan apa-apa selain hanya mengamati keadaan di sekitar pinggiran Kerajaan Amerta.
Juga memantau sampai sejauh mana reaksi Putri Rayna dan Raja Adrian ketika dia menduduki Kota Hayden dan kembali menaklukan kota, yaitu Kota Denver.
Juga mereka bersosialisasi dengan penduduk kota. Tak lupa menerangkan kepada penduduk Kota Hayden secara umum, baik yang ada di kota maupun yang ada di kampung-kampung kalau mereka akan membantu para penduduk mengusir kezaliman di negeri mereka.
Lalu mengumumkan kepada seluruh penduduk Kota Hayden bahwa raja tercinta mereka, Yang Mulia Raja Darian masih hidup.
Sebentar lagi akan berada di tengah-tengah mereka dan kembali memimpin mereka dengan penuh kedamaian dan ketentraman.
Tidak lupa juga memberitahukan kepada semua penduduk bahwa Pangeran Brian telah ada di tengah-tengah mereka, dan akan berjuang dengan sungguh-sungguh dalam mengusir kezaliman yang mengganggu ketentraman dan keamanan negeri mereka.
Sungguh 2 berita besar ini begitu amat menggembirakan bagi seluruh penduduk Kota Hayden.
Mereka menyangka kalau raja mereka telah mati. Tapi ternyata masih hidup. Kegembiraan mereka sungguh tak bisa terlukiskan. Tak kalah gembira pula ternyata seorang putra raja telah ada bersama mereka.
Mereka memang sudah mendengar kabar kalau Pangeran Brian ternyata masih hidup. Akan tetapi tengah dicari-cari oleh Putri Rayna dan Raja Adrian untuk di bunuh.
Siapa sangka kalau Pangeran Brian nampak sejahtera saja. Bahkan akan berjuang melawan kezaliman Putri Rayna dan Raja Adrian. Padahal dua penguasa tirani itu merupakan 2 kerabat sang pangeran yang baik hati.
Sungguh kegembiraan mereka begitu berlipat-lipat. Dan kini harapan mereka untuk kembali hidup dengan damai dan tentram mulai tumbuh di dalam hati mereka.
Dan siapa sangka kalau ternyata doa mereka selama ini sepertinya akan segera terwujud.
Sedangkan Dhafin dan pasukannya, setelah merasa cukup beristirahat, maka mulailah mereka menjalankan rencana yang sudah dirancang satu demi satu.
Dimulai dengan melakukan huru-hara di berbagai kota yang ada di pinggiran wilayah Kerajaan Amerta. Bukan membantai para penduduk, bukan merusak rumah-rumah dan tempat-tempat keramaian mereka. Apalagi sampai membakarnya. Bukan!
Melainkan membasmi pasukan istana dan prajurit keamanan yang berada di kota-kota tersebut.
Dan seperti biasa, pasukan yang ditugaskan untuk menjalankan aksi tersebut, mereka melakukannya dengan rapi, sesuai instruksi dan strategi perang yang telah disampaikan kepada mereka.
Akibatnya mereka telah menuai hasil yang gemilang. Sekaligus pula aksi mereka ini sebagai bentuk penteroran terhadap kekuasaan Putri Rayna di bumi Amerta ini.
Sementara Putri Rayna dan Raja Adrian dalam waktu sebulan ini lebih sering menerima berita-berita buruk tentang kekalahan dan kegagalan pasukannya dalam menjalankan tugas.
Tentu saja berita-berita itu membuat mereka makin murka. Apalagi Raja Adrian yang tidak bisa menahan emosinya.
Belum juga hilang kedongkolan mereka, datang lagi berita kalau Kota Hayden telah diduduki oleh Dhafin dan pasukannya. Setelah itu berita tentang penaklukan Kota Denver yang dilakukan oleh pasukan Dhafin.
Tidak lama kemudian menyusul berita-berita tentang penaklukan beberapa kota di Kerajaan Amerta yang lagi-lagi dilakukan oleh Dhafin dan pasukannya.
Sungguh, aksi-aksi yang dilakukan Dhafin dan pasukannya itu berhasil membuat Putri Rayna mulai merasa panik.
Dia tidak menyangka kalau Dhafin mampu berbuat sampai sejauh itu. Dalam waktu tidak sampai 2 bulan Dhafin dan pasukannya berhasil memporak-porandakan sebagian wilayah kekuasaannya.
Sungguh dia telah meremehkan Dhafin sebelumnya.
Dia tidak menyangka kalau Dhafin akan menaklukkan Kerajaan Amerta dengan siasat dan strategi perang yang sama dengan ketika menaklukkan Kerajaan Bentala.
Sungguh dia tidak menyangka.
Memikirkan akan hal itu, dia terpaksa harus mengakui kehebatan Dhafin dan mulai memasang kewaspadaan yang serius terhadap kejeniusan pikiran Dhafin.
Belum lagi Pangeran Brian dan orang-orang sakti yang bersamanya. Tentu mereka tidak hanya hebat dalam ilmu beladiri dan kesaktian, juga mereka hebat dalam pemikiran.
Sebenarnya, saat mengetahui Dhafin dan pasukannya telah menduduki Kota Hayden, dia dan orang-orang hebat yang bersamanya sudah merencanakan akan menyerang Kota Hayden.
Namun saat mendengar berita kalau beberapa kota di sekitar pinggiran Kerajaan Amerta telah di taklukkan oleh Dhafin dan pasukannya, maka dia mengurungkan niatnya untuk menyerang kota tersebut.
Padahal pasukan yang sedianya akan menyerang sudah dipersiapkan tinggal menunggu perintah keberangkatan.
__ADS_1
Mulai sekarang dia harus memikirkan sematang mungkin kalau hendak menyerang Dhafin, tidak boleh bertindak gegabah lagi seperti kemarin-kemarin.
Di samping itu juga dia harus terus menekan keinginan Raja Adrian yang secara emosi hendak menyerang sekaligus menantang Dhafin dan pasukannya.
★☆★☆
Sementara itu di Istana Centauri....
Kurang lebih sebulan setengah bayangan Dhafin tidak ada dalam pikiran maupun hati Ratu Aurellia.
Begitu pun juga halnya yang terjadi pada Putri Athalia maupun Putri Arcelia yang sekarang sudah punya istana kecil di Istana Centauri.
Selama itu, hari-hari mereka jalani tanpa memikirkan sang kekasih mereka.
Sebenarnya apa yang menimpa ketiga kekasih Dhafin itu dan sekian banyak pasukan Istana Centauri membuat heran Raja Darian dan 4 orang kepercayaannya.
Sedangkan yang terjadi pada Nyonya Carissa, Selir Cassiopia, Selir Ashana dan Nyonya Brianna lebih hebat lagi. Tidak pulangnya putra mereka; Dhafin, Brian, Zafer dan Gibson, bersama Ratu Aurellia dan pasukan Istana Centauri membuat mereka kaget bukan main.
Ke mana masing-masing putra mereka?
Lebih terkejut lagi saat Ratu Aurellia dan orang-orang yang dihilangkan ingatannya oleh Dhafin ditanya akan hal itu, mereka semua menjawab kalau mereka tidak mengenal siapa ketiga pemuda itu.
Ya ampun! Kenapa bisa demikian?
Maka dalam hal ini Pendeta Noman yang sudah mencapai tingkat tenaga batin yang sempurna dapat memberi penjelasan yang membuat mereka bisa menerima.
Pendeta Noman menerangkan bahwa Ratu Aurellia dan semua pasukannya telah dihilangkan ingatannya. Dan Pendeta Noman menduga kuat yang melakukan adalah Dhafin.
Apa maksud Dhafin berbuat demikian?
Salah satu hal yang mendasari Dhafin berbuat demikian adalah Dhafin tidak ingin menjadi Raja Kerajaan Bentala, dan menyerahkan Kerajaan Bentala kepada adiknya, Pangeran Revan yang sekarang sudah menjadi raja.
Hal berikutnya menurut firasat Pendeta Noman bahwa Dhafin akan melaksanakan sebuah tugas atau misi rahasia yang mana dia tidak ingin melibatkan banyak orang dahulu.
Firasat Pendeta Noman itu didukung dengan hilangnya 9 ksatria tangguh bersama hilangnya Dhafin. Diduga kuat kalau 9 pemuda itu mengikuti Dhafin dalam menjalankan misi sesuai yang Dhafin rencanakan.
Kembali kepada 3 gadis cantik kekasih Dhafin.
Memang yang mereka rasakan tidak mengetahui atau tidak mengenal sama sekali akan Dhafin, apalagi mengingat tentang pemuda itu.
Akan tetapi mereka merasa aneh juga. Mereka menjadi tidak mengenal siapa itu Dhafin, namun bersamaan dengan itu mereka merasa seperti ada sesuatu yang hilang dalam diri mereka.
Perasaan itu sudah berlangsung dalam setengah bulan lebih belakangan ini. Atau lebih tepatnya setelah Raja Revan dan Nona Jessica melangsungkan pernikahan.
Ya, Raja Revan dan Nona Jessica telah menikah tepat di saat Raja Revan sudah 25 hari menjadi raja.
Tidak usah ditanya tentang suasana pernikahan mereka. Tentu amatlah meriah dan ramai. Dihadiri bukan saja para petinggi, melainkan para penduduk juga.
Namun di saat ketiga gadis cantik itu berada di istana masing-masing, seketika mereka terkejut dan merasakan keanehan yang lain.
Setelah itu kepala mereka terasa pusing, lalu tak lama mereka langsung pingsan.
Keanehan itu bukan saja menimpa Ratu Aurellia, Putri Athalia, dan Putri Arcelia, melainkan menimpa juga 4 Pengawal Pribadi Ratu Aurellia serta hampir seluruh pasukan, baik di Istana Centauri maupun di markas Centaurus.
Sehingga pada hari itu terjadi peristiwa pingsan berjamaah yang membuat terkejut heran Raja Darian serta yang lainnya.
Namun hal itu tidak berlangsung lama, mereka kembali siuman dengan segera. Dan belum lama mereka siuman, apa yang mereka merasa hilang dalam diri mereka seketika langsung terbetik.
Dengan seketika mereka langsung mengingat Dhafin, sang pujaan hati. Ketika menyadari akan hal itu, mereka segera sadar kalau mereka sudah sebulan setengah kehilangan Dhafin, sang kekasih.
Tentu saja mereka langsung panik awalnya. Lalu mereka segera keluar dari kamar pribadi mereka, terus mencari Pengawal Pribadi mereka masing-masing, selain Putri Arcelia. Karena dia belum mau mempunyai pengawal.
__ADS_1
Begitu Ratu Aurellia dan Putri Athalia bertemu dengan pengawal cantik mereka yang kebetulan berada di istana mereka, mereka langsung bertanya di mana Dhafin sekarang?
Tentu saja Ariesha, Jovita, Grania, Keysha (Pengawal Pribadi Ratu Aurellia), Kaluna dan Malinka (Pengawal Pribadi Putri Athalia) langsung bingung mau menjawab apa. Karena mereka juga mau bertanya seperti itu.
Sedangkan Putri Arcelia langsung datang ke istana Ratu Aurellia yang ternyata Putri Athalia dan 2 pengawalnya juga datang ke situ. Lalu mereka langsung bertanya, ke mana Dhafin berada?
Tentu saja pertanyaan itu bingung mau jawab apa, karena orang yang ditanya juga bertanya tentang pertanyaan yang sama.
★☆★☆
Sementara Selir Heliana, Putri Clarabelle maupun Putri Richelle, begitu siuman dari pingsan, mereka langsung teringat dengan Dhafin.
Mereka teringat bahwa Dhafin alias Pangeran Ghavin adalah Pangeran Agung, pewaris tahta Kerajaan Bentala. Sedangkan yang menjadi raja di kerajaan tersebut adalah adik sang pewaris, yaitu Raja Revan.
Tentu saja mereka jadi bingung kenapa Revan yang menjadi raja? Sedangkan mereka saat ini kehilangan akan Dhafin.
Kebetulan juga pada hari itu Raja Revan dan permaisuri mudanya, Permaisuri Jessica datang ke Istana Centauri bersama Pangeran Nelson. Jelas mereka juga bertanya ke mana Dhafin sekarang?
Terus Raja Revan bertanya kenapa dia yang menjadi raja, bukannya Dhafin atau Pangeran Ghavin?
Tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan itu, kenapa hal itu terjadi dan ke mana Dhafin pergi? Karena semuanya masih diselimuti kebingungan.
Dan lagi-lagi Pendeta Noman menerangkan kepada mereka semua kalau apa yang terjadi itu merupakan takdir yang sudah ditentukan oleh Penguasa Langit.
"Langit sudah menetapkan kalau Yang Mulia adalah Raja Kerajaan Bentala meskipun Yang Mulia bukan pewaris tahta," jelas Pendeta Noman penuh takzim. "Hamba harap Yang Mulia tidak menentang takdir."
Mendengar penjelasan Pendeta Noman itu Raja Revan cukup bisa menerima dan tidak mempermasalahkan lagi. Begitupun juga dengan Selir Heliana, Putri Clarabelle, Putri Richelle, dan Pangeran Nelson.
Dan seakan Selir Heliana baru tersadar kalau apa yang diucapkan oleh Pendeta Noman itu ternyata sudah pernah dia dengar dari 3 orang peramal sakti.
"Lalu ke manakah Kanda Dhafin sekarang berada, Paman Pendeta?" tanya Ratu Aurellia yang sekarang ini berada di kediaman Selir Heliana bersama yang lain. "Apakah Paman tahu?"
"Hamba berharap Yang Mulia Ratu bisa bersabar barang sebentar saja," kata Pendeta Noman penuh kelembutan. "Tidak lama lagi Yang Mulia Pangeran bersama yang lain akan segera datang ke Istana Centauri."
"Paman Pendeta," kata Raja Revan bertanya, "apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa sepertinya semua orang, termasuk saya bisa lupa akan keberadaan Kanda Ghavin?"
"Yang Mulia Pangeran telah menghilangkan ingatan kalian untuk sementara," sahut Pendeta Noman dengan tenang. "Tujuannya untuk menghindari pemaksaan terhadap beliau yang dipaksa mengambil sesuatu diluar jalur takdir beliau."
"Rupanya begitu," desah Selir Heliana penuh penyesalan.
Karena dia teringat sempat sedikit berdebat dengan Dhafin yang menolak menjadi Raja Kerajaan Bentala. Setelah itu dia seketika kehilangan ingatan akan cucunya itu.
Pangeran Nelson, Putri Clarabelle, dan Putri Richelle juga teringat akan hal itu dan mereka langsung menyesal. Seandainya mereka tidak memaksa Dhafin untuk melanggar takdirnya, tentu hal semacam ini tidak akan terjadi.
"Hamba berharap kalian tidak terlalu mengkhawatirkan keadaan Yang Mulia Pangeran," kata Pendeta Noman saat dia melihat orang-orang di situ tampak khawatir. "Beliau selalu berada di bawah perlindungan Penguasa Langit di mana pun berada."
Mereka amat percaya kalau Pendeta Noman sudah menguasai ilmu kebatinan yang sempurna. Apa yang diucapkannya barusan tentu berdasarkan petunjuk Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu mereka bisa tenang.
"Apakah Nanda Ghavin punya tujuan lain selain menghindari ditunjuk sebagai raja, Pendeta Noman?" tanya Selir Heliana.
"Itu pasti ada, Yang Mulia," sahut Pendeta Noman penuh hormat. "Hanya saja kepastiannya kita sama-sama menunggu penjelasan dari Yang Mulia Pangeran."
"Namun hamba bisa menduga," lanjutnya, "kalau Yang Mulia Pangeran dan 9 pendekar sakti yang bersamanya menjalankan sebuah misi rahasia yang tidak ingin dahulu melibatkan Yang Mulia sekalian."
"Kenapa Kanda Dhafin bisa berbuat begitu?" gumam Ratu Aurellia bagai menggerutu. "Misi rahasia apa sih yang dia kerjakan bersama 9 rekannya itu?"
Semua orang sepertinya ingin tahu misi rahasia apa yang dikerjakan oleh Dhafin dan 9 rekannya itu?
Namun mereka masih bisa bersabar menunggu Dhafin datang ke Istana Centauri dan menjelaskan semuanya. Sehingga tidak membuat mereka merasa penasaran.
★☆★☆★
__ADS_1