
Sementara itu Putri Aurellia masih saja memikirkan akan ucapan Putri Clarabelle. Dari pertama kali dibawa ke Istana Centauri dia sudah mulai curiga dengan sikap para pasukan istana dan 12 Tetua Istana.
Mereka menghormatinya layaknya dia seorang penguasa. Dan juga dia ditempatkan bukan di salah satu 8 bangunan yang ada di sekitar istana. Melainkan ditempatkan di bagunan agak besar dan indah di samping bangunan utama Istana Centauri.
Tapi dia tidak menyangka kalau bakal dicalonkan sebagai Ratu Istana Centauri. Sungguh tidak ada dalam benak gadis yang masih memakai cadar itu.
"Ampun, Yang Mulia Ratu," Putri Aurellia menyembah penuh takzim. "Apakah tidak terlalu dini menunjuk calon penguasa Istana Centauri sekarang?"
"Lagipula di Istana Centauri masih ada Bunda Clarabelle dan Bunda Richelle," lanjut Putri. "Bukankah beliau berdua yang lebih berhak daripada hamba?"
"Baik sekarang ataupun nanti, tetap kamu yang akan ditunjuk sebagai Ratu Istana Centauri," jelas Ratu Heliana. "Karena syarat menjadi ratu sudah terkumpul padamu...."
"Kamu adalah keturunan langsung dan anak pertama dari pasangan raja dan permaisuri. Dan sejak lahir kamu sudah memiliki energi sakti."
Selesai Ratu Heliana menerangkan mengenai syarat menjadi ratu, Putri Aurellia langsung menoleh pada Putri Clarabelle dan menatapnya sejenak.
Sedangkan Putri Clarabelle, seolah tahu arti tatapan sang putri, langsung berkata.
"Meskipun bunda keturunan dari pasangan raja dan permaisuri, tapi bunda anak kedua. Jadi bunda tetap tidak berhak menjadi penguasa di Istana Centauri."
"Sebenarnya aku juga tidak berhak menjabat sebagai ratu di sini," kata Ratu Heliana lebih memperjelas. "Hanya karena aku yang lebih tua di sini, maka untuk sementara aku yang menjabat dahulu...."
"Nanti umurmu sudah genap 17 tahun baru kamu resmi dilantik sebagai Ratu Agung Istana Centauri. Apa kamu sudah paham mengapa kamu ditunjuk sebagai ratu, anakku?"
"Hamba sudah paham, Yang Mulia Ratu," kata Putri Aurellia penuh takzim.
"Syukurlah kalau begitu. Dan aku berharap sifat rendah hatimu akan tetap abadi dalam dirimu meskipun nanti kamu sudah menjadi penguasa."
"Perlu kamu ketahui, Putri Agung," kata Putri Clarabelle seolah melanjutkan pembicaraan, "sebenarnya hampir saja kami tidak bisa menjemputmu. Karena kami rasa pada dirimu seperti ada mantra ghaib yang melindungi."
"Sementara kami mengetahui," lanjutnya, "energi sakti di dalam tubuhmu sudah terbuka dan sudah aktif. Kami khawatir kedahuluan Putri Rayna."
"Makanya begitu mengetahui mantra ghaib sudah tidak melindungimu lagi, kami cepat-cepat menjemputmu walau pun hari sudah malam. Takutnya kedahuluan Putri Rayna."
"Apakah Dhafin yang melindungimu dengan mantra ghaib, anakku?" tanya Ratu Heliana.
"Hamba tidak tahu kalau Kak Dhafin melakukan hal itu pada hamba, Yang Mulia Ratu," sahut Putri Agung jujur. "Hamba hanya tahu kalau Kak Dhafin yang membuka dan mengaktifkan energi sakti hamba."
"Setelah itu Kak Dhafin cuma mengajarkan dasar-dasar beladiri, mengembangkan tenaga dalam dan cara-cara bersemedi agar hamba bisa mengendalikan energi sakti hamba. Itu saja."
Yang Mulia Ratu maupun kedua putrinya tampak terkejut mendengar Putri Aurellia mengatakan kalau Dhafin yang membuka segel energi saktinya dan mengaktifkannya. Tidak sembarang orang bisa membuka segel energi sakti, apalagi dengan mengaktifkannya.
Namun Dhafin bisa membuka segel energi sakti sekaligus mengaktifkannya. Padahal umurnya, jangankan sudah dewasa, remaja pun belum genap. Bukankah hal itu sesuatu yang luar biasa?
★☆★☆
"Apakah ada Dhafin di kotaraja pada saat waktu penjemputan?" tanya Ratu Heliana.
"Tidak ada, Yang Mulia Ratu," sahut Putri Aurellia. "Kak Dhafin sudah pergi bersama kanda hamba dan 3 teman lainnya 3 hari sebelumnya."
Kini Ratu Heliana dan kedua putrinya sudah bisa menebak kalau Dhafin-lah yang melindungi Putri Aurellia dengan mantra ghaib.
Mengetahui hal itu semakin membuat Ratu Heliana penasaran ingin bertemu dengan Dhafin. Masih berusia muda sudah menguasai energi ghaib. Sungguh suatu hal yang luar biasa.
"Di mana sebenarnya anak itu, Clarabelle, Richelle?" tanya Ratu Heliana sambil memandang kedua putrinya. "Apa kalian sudah bisa melacak keberadaannya sekarang?"
__ADS_1
"Ampun, Bunda Ratu," kata Putri Clarabelle, "sampai sekarang kami belum berhasil mengetahui keberadaan anak itu. Seakan dia hilang di peredaran."
"Maaf, Bunda Clarabelle," kata Putri Aurellia cepat, suaranya agak gemetar. "Apakah itu artinya Kak Dhafin telah...?"
"Tidak," Putri Richelle yang jawab dengan tegas. "Dhafin belum bisa dikatakan telah mati meski kita kehilangan jejaknya."
"Apa maksud ucapanmu, Richelle? Coba kamu jelaskan!"
"Sebelumnya ananda minta maaf karena lupa memberi tahu kepada bunda.... Sekitar hampir 3 bulan yang lalu pasukannya Nelson hampir membawa 5 bocah sakti ke markasnya. Salah satunya adalah Dhafin...."
Kemudian Putri Richelle menceritakan proses kejadian peristiwa itu, dimana cuma Brian dan Kelvin yang berhasil dibawa. Sedangkan Dhafin dan 2 yang lain menghilang.
Putri Agung maupun Ariesha sempat merasa khawatir setelah mendengar cerita Putri Richelle barusan bahwa Brian dan Kelvin dibawa oleh pasukannya Nelson.
Namun Putri Richelle cepat-cepat menerangkan bahwa Nelson, lengkapnya bernama Pangeran Nelson Adelard adalah putra selir ke 3 Raja Neshfal Abraham.
Dia sebagai pimpinan pasukan laki-laki yang bernama Pasukan Jubah Merah. Dan dia serta pasukannya masih di bawah kekuasaan Istana Centauri. Karena semua pasukannya adalah lelaki, maka dia bermarkas di tempat yang berbeda yang amat jauh dari Negeri Tabir Ghaib.
Mendengar penjelasan itu Putri Aurellia maupun Ariesha jadi lega. Tapi mereka masih khawatir juga mengenai keberadaan Dhafin, Aziel, dan Keenan, meski Putri Richelle menerangkan kalau mereka menghilang karena kekuatan ghaib yang dikerahkan oleh Dhafin dan Keenan.
Terkhusus pada Putri Aurellia. Sudah 3 bulan lebih tidak bertemu Dhafin membuat rasa rindu mulai mengusik hatinya. Apakah hal itu suatu tanda kalau dia sudah menyukai bocah sakti itu?
Namun di sisi lain, Dhafin tidak menunjukkan gelagat menyukai dirinya. Yang pemuda itu lakukan padanya hanyalah sebatas teman.
Apakah tekadnya benar-benar dia buktikan kalau dia tidak akan pernah menyukai wanita bangsawan? Di mana bangsawan telah menggoreskan dendam yang amat dalam pada dirinya.
Setelah Ratu Heliana menyudahi membahas Dhafin, lalu dia memberikan wejangan-wejangan sekali lagi kapada seluruh anak yang ada di ruangan pertemuan.
Dilanjutkan dengan Putri Richelle memberitahukan mengenai aturan-aturan dan norma-norma yang berlaku di Istana Centauri.
Sampai saat ini dia belum tahu nasib Kayshila bagaimana. Putri Clarabelle memberitahukan padanya kalau mereka kehilangan jejaknya bersamaan dengan mereka kehilangan jejak Dhafin.
Putri Clarabelle juga memberitahukan kalau perguruannya telah dihancurkan oleh Gerombolan Pedang Tengkorak, termasuk gurunya dibunuh bersama saudara-saudara seperguruannya.
Untung saja beberapa saudara seperguruannya berhasil dibawa ke Istana Centauri, termasuk 3 teman akrabnya.
Namun begitu kesedihannya belum terobati. Kehilangan gurunya selama-lamanya. Pula kehilangan jejak Kayshila yang entah sekarang berada di mana.
★☆★☆
Hari-hari pembelajaran telah dimulai di Istana Centauri....
Sekitar 2500 lebih anak gadis digembleng sedemikian rupa untuk dijadikan pasukan yang tangguh. Ilmu beladiri serta penempaan tenaga dalam menjadi makanan sehari-hari anak-anak itu. Bahkan ilmu perang pula diajarkan. Nanti pada jenjang tertentu mereka diajarkan ilmu kesaktian.
Bagi anak-anak yang sama sekali belum pernah belajar ilmu beladiri, kelompok belajarnya dipisahkan dari anak-anak yang memang mayoritas sudah punya ilmu beladiri. Bahkan tidak sedikit yang sudah punya ilmu kesaktian.
Anak-anak yang belum pernah belajar itu semuanya yang dulunya merupakan anak gelandangan dan pengemis. Mereka berjumlah sekitar 200 anak dengan usia antara 11-13 tahun.
Sebenarnya jumlah anak gelandangan dan pengemis cukup banyak yang dibawa ke sini, sekitar 500 anak. Hanya saja 300 anak itu sudah memiliki ilmu beladiri. Dan usia mereka juga antar 13-15 tahun.
Perlu diketahui bahwa anak gelandangan dan pengemis paling banyak diambil dari Kerajaan Lengkara dan Kerajaan Bentala. Adapun dari Kerajaan Amerta cuma sedikit.
Di Istana Centauri juga diajarkan ilmu tenaga ghaib dan sihir. Namun pada jenjang ini tidak semua anak yang bisa ikut. Ada penyeleksian kalau mau masuk pada jenjang ini.
Dan di antara sekian banyak anak cuma segelintir saja yang masuk kriteria. Termasuk yang masuk kriteria adalah Naifa. Sepertinya anak gadis itu pernah diajarkan dasar-dasar ilmu sihir saat belajar dulu dengan Keenan.
__ADS_1
Adapun bagi Putri Aurellia sendiri, dia diajar langsung oleh Ratu Heliana. Dan Ratu Heliana langsung mengajarkan sebuah kitab pusaka yang bernama KITAB BIDADARI KAYANGAN.
Kitab itu sejatinya pemberian mendiang Raja Neshfal Abraham sebulan sebelum tragedi berdarah di Kerajaan Bentala 12 tahun silam.
Bersama kitab itu, diberikan pula PEDANG KAYANGAN sebagai pasangannya. Karena di dalam kitab itu ada satu bab untuk mempelajari Jurus Pedang Kayangan agar bisa menguasai pedang itu.
Di samping itu pula, ada 2 kitab lagi diberikan oleh Raja Neshfal kepada Ratu Heliana. Yaitu KITAB NAGA LANGIT bersama pedangnya, PEDANG NAGA dan KITAB TERATAI KRISTAL KEMBAR bersama 2 pedang kembarnya; PEDANG KRISTAL BIRU dan PEDANG KRISTAL MERAH.
Kitab Naga Langit bersama pedangnya diberikan kepada Pangeran Nelson. Sedangkan Kitab Teratai Kristal Kembar bersama pedang kembarnya diberikan kepada Putri Clarabelle dan Putri Richelle.
Sepertinya Raja Neshfal sudah mengetahui akan adanya tragedi berdarah di kerajaannya. Makanya dia memberikan semua benda pusaka itu kepada selir ke 2-nya. Karena dia tahu selirnya itu bisa menjaga semua benda pusaka itu.
Dan memang terbukti. Ratu Heliana mampu menjaga semua pusaka pemberian Raja Neshfal sehingga bisa mendirikan Istana Centauri dan membentuk Pasukan Jubah Merah.
Sementara itu perlu diketahui pula bahwa ternyata Ratu Heliana masih memerintahkan orang-orangnya untuk mengambil anak-anak agar dibawa ke istana. Di samping itu pencarian Dhafin dan Kayshila masih tetap dilakukan.
Dirasa setahun sudah cukup, operasi penjemputan anak dihentikan. Dan hasilnya cukup memuaskan. Sekitar 3000 lebih berhasil dibawa ke istana.
Sebagian di antara mereka berasal dari beberapa perguruan yang telah dihancurkan, baik oleh pasukannya Raja Bastian maupun oleh pasukan Gerombolan Pedang Tengkorak. Usia mereka berkisar 15-17 tahun.
Bahkan sebagiannya lagi merupakan anak-anak korban perdagangan manusia yang mana usia mereka antara 10-15 tahun. Dan jumlahnya tidak sedikit, hampir mencapai 1000 anak.
Sedangkan sebagiannya dari kalangan anak-anak biasa yang memang pantas untuk dibawa ke istana.
Sehingga kalau jumlah pasukan Istana Centauri keseluruhannya sekitar 6000 orang ditambah 1000-an pasukan senior.
★☆★☆
Ada satu fakta menarik yang perlu diketahui di sini.
Ketika proses pembelajaran sudah berlangsung selama 5 tahun, terjadi sesuatu pada diri Namira dan Naifa. Ketika mereka mempelajari suatu ilmu, tiba-tiba mereka merasakan ada yang terlepas dalam diri mereka.
Tiba-tiba mereka sedikit mengingat tentang masa lalu mereka yang selama ini tersegel dalam ingatan mereka.
Saat Putri Richelle memeriksa masing-masing mereka, ternyata diperoleh fakta bahwa selama ini mereka terkena mantra ghaib yang menyegel tentang ingatan masa lalu mereka.
Akhirnya Putri Richelle yang memang menguasai tenaga ghaib dan ilmu sihir memunahkan segel mantra itu agar ingatan tentang masa lalu mereka dapat pulih kembali.
Dalam melakukan pekerjaan yang tidak ringan itu Putri Richelle dibantu oleh salah seorang Tetua Istana yang juga menguasai ilmu yang sama.
Begitu ingatan tentang masa lalu Namira maupun Naifa sudah kembali, maka terkuaklah fakta tentang siapa mereka sebenarnya.
Ternyata Namira adalah putri seorang bangsawan, lebih tepatnya putri seorang pejabat tinggi dari sebuah kerajaan kecil yang sudah ditaklukkan oleh Raja Bastian. Dan nama sebenarnya adalah Nona Jovita Floella.
Sedangkan Naifa adalah putri raja di kerajaan kecil di mana Namira alias Nona Jovita tinggal. Dan nama sebenarnya adalah Putri Keysha Belvina.
Menurut ingatan mereka kalau keluarga mereka telah terbunuh pada peristiwa penaklukkan itu. Dan mereka ditangkap dan terus dijual sebagai budak atau pelayan.
Dan mereka masih ingat kalau penjual mereka melakukan sesuatu pada mereka sehingga mereka lupa akan masa lalu mereka. Tidak tahunya mantra penyegel ingatan ditanam ke dalam diri mereka.
Dan terkuat fakta pula bahwa Putri Keysha alias Naifa dulunya tidak mengenal Nona Jovita, apalagi berteman. Meski Nona Jovita mengenal Putri Keysha.
Mereka baru menjalin pertemanan ketika sama-sama di rumah penampungan pelayan di Kerajaan Amerta. Maka mulai saat itu mereka akan selalu bersama-sama ke mana pun mereka pergi.
Dan akhirnya mereka dapat di terima di sisi Putri Aurellia dengan sukacita. Karena Putri Aurellia memang menyukai perangai mereka.
__ADS_1
★☆★☆