Pangeran Yang Hilang

Pangeran Yang Hilang
BAB 101 KEHANCURAN KELUARGA KECIL PAMAN KILLIAN


__ADS_3

Tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata kebahagiaan yang dirasakan Kayshila saat ini. Ternyata dia masih memiliki keluarga di dunia ini. Saking bahagianya dia tak sanggup membendung air mata kebahagiaan.


Betapa mereka semua; Selir Heliana, Putri Clarabelle, Putri Richelle serta Pangeran Nelson menyambut kehadirannya sebagai keluarga dengan penuh sukacita.


Pelukan diberikan oleh 3 wanita yang masih tampak cantik itu padanya dengan penuh limpahan kasih sayang. Dan Kayshila benar-benar meresapi pelukan kasih sayang mereka yang begitu tulus.


Kayshila tidak pernah dipeluk oleh ayahnya semenjak dia lahir. Begitu Pangeran Nelson memeluknya dengan penuh kasih sayang, hatinya bergetar penuh bahagia. Pelukan Pangeran Nelson itu dirasa bagai pelukan seorang ayah yang berjiwa melindungi.


Kayshila tidak membutuhkan waktu yang lama dia diterima sebagai bagian dari keluarga Raja Neshfal Abraham. Karena memang selama ini mereka semua berdaya upaya mencarinya.


Begitu sudah bertemu akankah mereka banyak pertimbangan dan keraguan kalau dia bagian dari keluarga?


KALUNG TANDA yang dimiliki oleh Kayshila sebagai bukti besar kalau dia termasuk keturunan Raja Neshfal Abraham. Di samping kemiripan wajahnya dengan Selir Khandra Fidelya, ibu kandungnya dan dia juga ada lencana atau tanda pengenal ibunya padanya.


Kebahagian Kayshila semakin bertambah mana kala mengetahui Nyonya Carissa ternyata saudara ibu kandungnya, yang artinya bibinya secara langsung dari jalur ibunya.


Dan hatinya tidak kalah bahagia pula ternyata dia masih punya saudara di samping saudara seayah. Meskipun saudara sepupu, dia cukup bahagia karena punya saudara perempuan, lebih tepatnya adik perempuan.


Di peluknya Ariesha dengan penuh kasih sayang. Kasih sayang seorang kakak kepada adiknya. Dan Ariesha menyambutnya dengan begitu hangat penuh bahagia dan haru. Dia terharu karena kini telah bertemu dengan saudara sepupunya yang sudah lama hilang.


"Selamat, Dinda Kayshila," kata Yang Mulia Ratu sambil tersenyum bahagia bercampur haru. "Selamat bergabung dengan keluarga besarmu."


Perlahan Kayshila melepas pelukannya pada Ariesha. Setelah menyeka air matanya dengan lengan bajunya, dia menoleh pada Yang Mulia Ratu, lalu menatapnya.


Mungkin saking bahagianya bertemu kembali dengan keluarganya, dia sempat melupakan gadis yang amat cantik ini yang ternyata ada di ruangan ini juga.


Kemarin dilihatnya Ratu Aurellia masih memakai cadar. Sekarang gadis cantik bak bidadari itu tidak memakai cadar di ruangan keluarga ini.


Sungguh dia tidak menyangka kalau ada perempuan secantik Ratu Aurellia ini. Sampai-sampai dia takjub beberapa saat lamanya.


"Setelah sekian lama kamu menghilang," lanjut Yang Mulia Ratu yang tak lepas menatap Kayshila, "akhirnya kami menemukanmu dalam keadaan baik-baik saja."


"Boleh aku memelukmu, Yang Mulia?" pinta Kayshila masih bersikap hormat.


"Ih, masih juga kamu memanggilku begitu," tegur Ratu Aurellia dengan gaya bercanda. "Aku ini kakakmu juga, bukan junjunganmu. Aku lebih senang kamu memanggilku kanda daripada Yang Mulia."


Kayshila tersenyum haru melihat sifat bijaksana Ratu Aurellia yang begitu lembut. Dan dia merasakan suatu ketulusan hati dari nada suara sang ratu cantik itu.


Dengan segera dia menghambur ke Ratu Aurellia dan memeluknya dengan erat penuh kelembutan, penuh kasih sayang. Dan air matanya kembali tertumpah.


Tapi kali ini air matanya bukan air mata bahagia, namun air mata penyesalan. Bahkan benar-benar menyesal karena sempat membuat Ratu Aurellia sakit hati atas pengakuannya yang begitu dahsyat kemarin.


Mengingat hal itu air mata Kayshila semakin deras tertumpah. Karena dia kembali mengingat Dhafin yang dia sudah tahu latar belakangnya secara utuh.


Di dalam hatinya kini berkecamuk berbagai macam perasaan setelah mengetahui ternyata Dhafin alias Ghavin adalah saudara seayahnya, sama seperti Pangeran Revan.


Kebahagiaan, kesedihan, kekecewaan berkecamuk di dalam dirinya seakan berlomba yang mana di antara perasaan-perasaan itu yang mendominasi hatinya.


Dia bahagia ternyata Pangeran Ghavin Aldebaran adalah kakaknya, kakak tirinya.


Bersamaan dengan itu hatinya amat bersedih karena tidak bisa memiliki cinta Dhafin sebagai seorang kekasih selamanya, bahkan tidak boleh.


Kecewa, hatinya benar-benar kecewa kenapa takdir merajut hati mereka hingga menjadi sepasang kekasih. Kemudian takdir pula mengungkap suatu fakta bahwa mereka ternyata bersaudara.

__ADS_1


Hatinya benar-benar sakit kalau mengingat semua itu. Dengan sebab itu, akhirnya dia tenggelam dalam keharuan yang amat dalam.


Bersamaan dengan itu dia harus melepaskan Dhafin, dan merelakan dengan serela-relanya Dhafin menjadi milik Ratu Aurellia seutuhnya dan selamanya.


★☆★☆


Di sebuah kampung terpencil di ujung wilayah barat Kerajaan Bentala tinggal selama bertahun-tahun seorang lelaki yang cukup gagah namun berpenampilan sederhana. Usianya sekitar 45 tahunan.


Dia tinggal di sebuah rumah sederhana bersama seorang istri yang berusia 38 tahunan dan anak gadisnya yang berusia 17 tahun.


Selama ±20 tahunan lelaki yang dikenal Paman Killian itu hidup sederhana bersama keluarga kecilnya itu dengan berladang.


Meskipun dia hidup sederhana bersama keluarga kecilnya, tapi dia maupun istri dan anaknya amat bahagia dalam menikmati hari-hari mereka.


Namun siapa sangka kalau hari ini merupakan hari yang begitu nahas bagi keluarga kecil itu. Di mana Pejabat Choman, Pejabat Kepala Kerajaan Bentala bersama 4 jawara istana yang menjadi pengawalnya mendatangi rumah sederhana Pamam Killian.


Maksud kedatangan Pejabat Choman tidak lain adalah mengajak Paman Killian untuk pulang ke kotaraja dan bergabung dalam pemerintahan.


Ini bukan kali pertama Pejabat Choman mengajak Paman Killian untuk pulang ke kotaraja dengan maksud yang sama. Namun saat itu juga Paman Choman menolaknya.


Dia lebih tentram hidup di kampung yang terpencil daripada hidup di istana yang bergelimang dosa.


Perlu diketahui bahwa Paman Killian adalah Pangeran Killian Ansel, adik Raja Ghanim Altezza. Keduanya adalah putra Selir Hellen Gretha. Sedangkan Pejabat Choman adalah adik Selir Hellen.


"Kenapa kamu begitu keras kepala, Killian?" geram Pejabat Choman setelah menggebrak meja yang membuat kaget istri dan anaknya yang ada di dalam kamar.


"Tinggal kamu turuti saja ucapanku apa susahnya," lanjut Pejabat Choman. "Toh kamu bisa hidup enak di istana ketimbang hidup melarat di kampung ini."


"Aku lebih memilih hidup sengsara di sini tapi hatiku bahagia daripada hidup enak di istana tapi bergelimang dosa," kata Paman Killian menentang secara berani.


"Kamu pikir aku takut dengan ancamanmu, Paman!" tantang Paman Killian makin berani.


Sejenak Pejabat Choman menatap tajam pada lelaki yang sebenarnya keponakannya itu. Tak lama tatapan matanya makin tajam dan senyumnya berubah aneh.


Lalu dia perintahkan kepada 2 pengawalnya untuk masuk ke kamar dan menyeret anak istri Paman Killian ke ruang tamu ini.


Tanpa membantah 2 orang jawara langsung masuk kamar. Pintu yang tertutup rapat dihantam hingga hancur. Membuat anak istri Paman Killian menjerit ketakutan. Dan 2 wanita cantik itu makin menjerit-jerit ketika mereka ditarik paksa keluar kamar.


Sementara Paman Killian, baru saja berdiri dari kursi hendak menolong anak istrinya, kedua pundaknya langsung dihantam salah seorang jawara dari belakang dengan keras.


Paman Killian sama sekali tidak punya tenaga dalam apalagi ilmu beladiri. Sehingga dia cuma bisa memekik tertahan dan kembali duduk di kursi.


Lalu jawara itu menotok sebagian tubuh Paman Killian. Sehingga lelaki itu tidak bisa menggerakkan tubuhnya dari leher ke bawah. Yang bisa dia gerakkan hanya kepalanya.


"Apa yang akan kamu lakukan pada anak istriku, Paman?" tanya Paman Killian dengan suara yang cukup keras.


"Kamu sudah membuatku kecewa, Killian," kata Pejabat Choman bernada dingin dan sinis sambil berdiri. "Maka kamu akan membayar mahal atas kekecewaanku ini."


Lalu dia menghampiri istri Paman Killian yang cantik itu yang masih dicekal oleh pengawalnya. Kemudian tangan kotornya mengelus pipi halus wanita itu.


Tapi wanita itu melengos ke samping berusaha menghindari tangan kotor Pejabat Choman.


"Jangan kamu sentuh istriku dengan tangan kotormu itu, Paman!" teriak Paman Killian menggeram marah. "Lepaskan istriku! Lepaskan putriku!"

__ADS_1


Pejabat Choman cuma terkekeh-kekeh saja mendengar teriakan-teriakan itu. Lalu dia memerintahkan kepada pengawalnya untuk menyingkirkan meja kursi yang ada di ruangan ini. Dan menyisakan satu kursi yang diduduki Paman Killian.


Dia akan melakukan suatu adegan panas yang akan ditonton dengan gratis oleh Paman Killian di kursinya. Sementara Paman Killian tidak bisa melakukan apa-apa selain hanya berteriak-teriak mencegah tindakan bejat Pejabat Choman.


Seakan hati Pejabat Choman telah buta, dia menarik istri Paman Killian dengan kasar ke dalam pelukannya. Lalu dia menoleh pada Paman Killian dan berkata dengan kata yang begitu menjijikkan.


"Aku ingin merasakan kenikmatan wanita yang membuatmu berani membangkang terhadapku."


Terus dia memasukkan pil perangsang ke dalam mulut wanita cantik itu secara paksa, meskipun awalnya memberontak.


★☆★☆


Tidak lama kemudian, pil perangsang sudah bereaksi di dalam diri istri Paman Killian. Dia sudah dalam mode nafsu birahi. Lalu tak butuh waktu lama dia sudah berpagutan bibir dengan Pejabat Choman dengan liarnya.


Setelah puas berpagutan bibir, Pejabat Choman merenggut kasar seluruh pakaian istri Paman Killian hingga wanita itu benar-benar polos, alias tak ada satu pun benang melekat di tubuhnya yang putih mulus dan sintal.


Sedangkan si wanita, bukannya marah. Malah tingkahnya yang sudah kerasukan birahi akut semakin liar. Membuat Pejabat Choman semakin gila menggerayangi wanita itu.


Keempat jawara yang melihat pemandangan indah yang mengundang birahi itu beberapa kali menelan saliva hingga jakun mereka turun naik. Burung perkutut yang ada di balik celana mereka sudah bergerak-gerak liar.


Lalu mereka menyaksikan adegan yang lebih gila dan liar lagi. Di mana Pejabat Choman menggagahi wanita cantik yang sudah terangsang berat itu dengan penuh gairah. Sedangkan wanita itu meladeni permainan panasnya dengan tidak kalah ganasnya.


Sementara Paman Killian tidak bisa menghindari adegan menjijikan itu karena dia dipaksa menyaksikannya. Meski dia berteriak-teriak mencegah hingga suaranya parau, Pejabat Choman tetap membutakan hati dan telinganya.


Sedangkan putrinya terus menangis histeris. Dan dia juga dipaksa untuk melihat adegan tak senonoh itu.


Sekitar sepenanakan nasi Pejabat Choman melakukan aksi bejatnya, dia telah mencapai puncak gairahnya. Bersamaan dengan menyemburnya sesuatu yang membuatnya merasakan kenikmatan yang tiada tara.


Setelah itu dia menyuruh 4 pengawalnya melaksanakan hajat bejat mereka yang sudah berada di ubun-ubun. Sementara dia beristirahat sejenak untuk melakukan pertempuran dengan putri Paman Killian yang tentu masih perawan.


Tidak lama kemudian, gairah nafsu setannya kembali datang setelah melihat 4 pengawalnya menggagahi wanita malang itu.


Dengan tanpa berlama-lama dia langsung menggagahi putri Paman Killian tanpa pil perangsang. Rupanya dia ingin merasakan sensasi gadis belia yang perawan dengan penentangan si gadis.


Cuma sebentar gadis itu mampu meladeni pergumulan Pejabat Choman yang kekar. Tak lama akhirnya dia bertekuk lutut dalam cengkraman setan berwujud manusia itu.


Sementara itu, Paman Killian tidak sanggup lagi berteriak. Karena suaranya seakan sudah habis. Hanya air mata saja yang mampu dia keluarkan. Sedangkan dia tidak bisa menghindari untuk tidak melihat adegan menjijikan di depan matanya.


Istri dan putrinya digagahi oleh pamannya sendiri. Ditambah lagi semua pengawal pamannya ikut menggarap kedua wanita yang dicintainya itu.


Setelah selesai adegan menjijikan itu, Paman Killian menyaksikan suatu adegan yang lebih menyakitkan lagi. Pejabat Choman menyuruh pengawalnya membunuh 2 wanita yang pingsan karena kecapean itu.


Dengan tanpa merasa berdosa kedua jawara itu mengorok leher kedua wanita itu hingga hampir putus. Sementara tidak ada jeritan dari kedua wanita itu. Karena mereka dibunuh dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Betapa hancur perasaan Paman Killian hingga berkeping-keping menyaksikan peristiwa mengenaskan yang belum pernah dialami sepanjang hidupnya.


Begitu totokannya dilepas dia langsung menghambur pada kedua wanita itu sambil terus menagis meraung-raung yang sesekali dibarengi dengan ratapannya yang memilukan.


Berusaha menutupi tubuh istrinya dengan bajunya. Sedangkan putri ditutupi dengan sobekan-sobekan kain yang berserakan di sekitarnya.


Tapi rasa malu dan kepengecutannya tidak bisa dia tutupi di depan mayat istri dan putrinya. Sungguh dia malu sebagai seorang lelaki yang tidak bisa melindungi kedua wanita yang pernah mengisi hari-harinya dengan penuh kebahagiaan.


Sementara Pejabat Choman dan 4 pengawalnya terus saja tertawa-tawa penuh kegirangan penuh kemenangan. Seakan apa yang baru saja mereka lakukan merupakan sebuah persembahan yang patut dirayakan di hadapan Paman Killian alias Pangeran Killian.

__ADS_1


★☆★☆★


__ADS_2