
Putri Raisha Arabelle masih juga saling bertatapan dengan Putri Aurellia Claretta....
Putri Raisha, dari tatapan karena rasa penasaran, kini berubah menjadi tatapan tajam karena Putri Aurellia ternyata juga menatapnya seolah menantang.
Sejak tadi pagi sebenarnya Putri Raisha sudah melihat Putri Aurellia. Keberadaannya di tim kakaknya ini membuatnya heran sekaligus penasaran.
Tapi karena masih sibuk dengan anggota timnya sendiri dia urung untuk berkunjung ke mari. Barulah sekarang saat turnamen hari pertama usai ada kesempatan untuk berkunjung.
Sedangkan Putri Aurellia sendiri sebenarnya tidak terlalu mengenal Putri Raisha. Waktu 5 tahun yang lalu teman bermainnya cuma Brian dan Putri Faniza Elvira.
Tapi satu hal yang dia tahu dari gadis kecil ini adalah dari dulu memang dia sudah belajar ilmu beladiri.
"Siapa gadis bercadar ini, Kanda?" tanyanya ingin sekali tahu tanpa menggubris pertanyaan Brian tadi. Pertanyaannya bernada penuh selidik.
Sama sekali tidak ada gambaran dalam benaknya kalau sebenarnya gadis kecil yang juga masih menatapnya itu adalah Putri Aurellia. Pikirnya Putri Aurellia tidak bakalan mungkin keluar di tempat umum karena penyakitnya.
"Bukan urusanmu, Raisha," sahut Brian bernada ketus. "Sebaiknya kamu pulang saja. Kami juga mau pulang istirahat."
"Sepertinya gadis bercadar ini amat istimewa bagimu, Kanda," kata Raisha mulai kesal dan makin penasaran. "Siapa dia sebenarnya? Kenapa kamu tidak mau memberi tahu?"
"Kanda. Sebaiknya kamu beritahu saja Tuan Putri Raisha ini siapa aku," kata Putri Aurellia bernada tenang dan kalem. "Apa kamu tidak kasihan wajah cantiknya itu sampai penasaran begitu?"
"Kanda!?" terang saja Putri Raisha terkejut mendengar Putri Aurellia menyebut Brian sebagai kanda. "Kenapa kamu memanggil Kanda Brian sebagai kanda?"
"Ya jelaslah aku memanggilnya kanda karena dia adalah kakakku," kata Putri Aurellia masih bernada kalem. "Apa ada yang salah?"
Putri Raisha melayangkan pandangannya memandang 4 gadis cantik yang berdiri mengapit Putri Aurellia. Begitu kembali dia memandang Namira agak lama, dia baru teringat kalau gadis cantik itu pelayan Putri Aurellia.
Dia tidak langsung tahu kalau Namira adalah seorang pelayan istana karena Namira berbusana sama dengan Putri Aurellia. Hanya model, corak dan warnanya yang berbeda.
Apakah yang di depannya ini adalah....
"Apakah kamu Putri Aurellia Claretta?" tebaknya was-was.
"Benar, aku Putri Aurellia Claretta," sahut Putri Aurellia bernada mantap tapi masih kalem. "Masih penasaran?"
Mendengar pengakuan Putri Aurellia itu 4 anggota tim Putri Raisha yang berdiri di belakang langsung terkejut. Mereka spontan mundur 3 langkah.
Rasa ngeri bercampur jijik segera tergambar dari wajah cantik mereka. Seketika mereka langsung memencet hidung seolah ada sesuatu yang berbau busuk.
Sedangkan Putri Raisha cuma mundur selangkah sambil langsung memencet hidung. Ekspresi jijik langsung menguar di wajah cantiknya.
"Kenapa Tuan Putri dan nona-nona itu menutup hidungnya, Aziel?" Kelvin menoleh pada Aziel. Pertanyaannya itu sebenarnya bergurau sekaligus mengejek. "Apa ada yang bau di sini. Atau jangan-jangan kamu kentut?"
Aziel si manusia dingin tidak menggubris gurauan Kelvin. Dia tetap saja memejamkan mata sambil kepalanya tertunduk, tangan bersedekap di dada. Siapa yang menyangka kalau sebenarnya anak itu bersemedi.
Grania yang berdiri tidak jauh dari tempat berdiri Kelvin langsung menatap anak urakan itu. Tatapannya begitu tajam dan sinis sebagai bentuk teguran atas ucapan konyol Kelvin itu.
Sedangkan Kelvin, ditatap demikian malah tampak biasa saja seolah tidak merasa bersalah. Dia cuma melirik sebentar gadis cantik berambut shagy kecoklatan itu.
Sementara itu, Putri Aurellia tidak tersinggung melihat sikap Putri Raisha dan 4 anggotanya itu. Dia tetap bersikap tenang. Yang tersinggung adalah Ariesha. Kalau bukan di depannya itu putri raja dia sudah membalas hinaan mereka itu.
★☆★☆
Sementara Dhafin dan Keenan hanya saling bertatapan saja melihat sikap dan ekspresi Putri Raisha dan 4 temannya itu yang berlebihan.
Seharusnya kalau ada bau busuk dari pertama datang mereka sudah menciumnya. Kenapa setelah mengetahui kalau gadis bercadar ternyata Putri Aurellia mereka baru bersikap seolah mencium bau busuk? Apakah mereka mengekspresikan hinaan?
__ADS_1
Adapun Namira dan Naifa sama sekali tak menunjukkan sikap apa-apa. Mereka hanya diam saja sambil tertunduk. Tapi dalam hati mereka sudah siap melindungi Putri Aurellia kalau Putri Raisha melakukan tindakan yang tidak-tidak.
Sedangkan Brian yang melihat sikap berlebihan adiknya dan 4 putri bangsawan langsung marah.
"Kenapa kalian menutup hidung?" tanya Brian bernada tajam. "Apa ada yang bau di sini?"
"Bukankah Putri Aurellia terkena penyakit kulit karena kutukan?" kata Putri Raisha dengan suara sengau karena masih menutup hidungnya. "Tentu badannya bau akibat penyakit kutukan itu."
"Kalau badannya bau, sebelum kalian sampai ke sini sudah mencium bau busuk," kata Brian bernada gusar.
Mendengar ucapan Brian itu Putri Raisha jadi berpikir. Lalu kembali menatap Putri Aurellia yang tampak santai-santai saja.
Perlahan dia melepas jari yang memencet hidungnya. Lalu mengendus udara yang ternyata dia tidak mencium bau busuk dari arah Putri Aurellia.
Malah dia mencium bau yang amat wangi yang unik dan lembut dari arah Putri Aurellia dan 4 gadis yang bersamanya. Kenapa dia baru menyadarinya?
Sementara 4 anggota tim Putri Raisha juga perlahan melepas jari yang memencet hidung masing-masing. Mereka juga baru menyadari kalau bukan bau busuk yang tercium oleh hidung mereka, melainkan aroma yang amat wangi.
Sebenarnya kalau mau dipikir tindakan mereka itu amat lucu. Ke mana mereka membawa pikirannya sehingga tidak menyadari keadaan sekitar? Apa karena pengaruh pertandingan masih menguasai pikiran mereka?
"Sebaiknya kamu pulang saja!" kata Brian masih ketus. "Ajak teman-temanmu itu! Tidak usah bertingkah di sini."
"Apa penyakit kulitmu sudah sembuh?" tanya Putri Raisha tanpa menggubris usiran Brian. Dia baru menyadari kalau kulit punggung telapak tangan Aurellia putih mulus.
"Apakah penyakit kutukan bisa sembuh?" tanyanya lagi dengan mimik tidak percaya. Matanya masih menatap heran telapak tangan Aurellia yang putih mulus.
"Kanda, sebaiknya kita saja yang pergi duluan dari sini kalau Tuan Putri terhormat ini tidak mau pergi," kata Putri Aurellia yang sudah mulai kesal akan sikap Putri Raisha.
"Baiklah," kata Brian memutuskan.
Karena mereka semua sudah dalam keadaan berdiri dari kursi, jadi tinggal melangkah saja. Sementara 10 anak teman Brian yang tadi duduk di kursi pendukung sudah meninggalkan tempat ini sebelum Tim Putri Raisha datang.
"Tunggu!"
"Sebenarnya maumu apa, Tuan Putri Raisha?" tanya Putri Aurellia sudah jengkel bernada datar. Mata indahnya menatap tidak senang.
"Heh, aku adalah kakakmu. Kenapa kamu bersikap tidak sopan begitu," kata Putri Raisha bernada ketus, "malah kamu menganggapku seperti orang lain."
"Maaf, Tuan Putri Raisha," kata Putri Aurellia masih datar. "Kamu bukan kakakku dan aku bukan adikmu. Ayahmu sudah memutuskan kekerabatan antara kalian dengan aku. Apa kamu lupa?"
Putri Raisha langsung terdiam mendengar ucapan Putri Aurellia yang lancar tanpa beban itu. Dia baru tersadar kalau titah Yang Mulia masih berlaku, yaitu tidak boleh mendekati Putri Aurellia apalagi mengajak bicara.
Dan pula karena dosanya yang mengakibatkan terkena kutukan Yang Mulia mengeluarkan Putri Aurellia dari istana. Yang artinya Putri Aurellia bukan lagi kerabat istana.
★☆★☆
Putri Raisha masih terdiam di tempat berdirinya. Sampai pun rombongan Putri Aurellia meninggalkan tempat itu dia masih tidak berbicara dan tidak melakukan apa-apa.
Meski salah seorang anggotanya mengingatkan kalau Putri Aurellia dan rombongannya sudah pergi dia masih diam saja. Cuma menatap kepergiannya tapi tidak melakukan apa-apa.
Dalam hati dia masih penasaran tentang keadaan Putri Aurellia yang sekarang. Dia jadi bertanya-tanya apakah benar Putri Aurellia terkena kutukan? Kalau terkena kutukan tapi kenapa bisa sembuh?
Hingga sekarang dia belum mendengar Putri Aurellia mengakui akan dosanya dan bertobat di hadapan Yang Mulia. Apakah Sang Penguasa Langit yang langsung mengampuni dosanya dan mencabut kutukannya?
Memikirkan hal itu Putri Raisha jadi pusing sekaligus bingung sendiri.
Sebenarnya dalam hati dia tidak membenci Putri Aurellia. Tapi dia tidak ingin, lebih tepatnya tidak berani melanggar titah Yang Mulia. Maka jadilah dia salah seorang anak yang menjauhi Putri Aurellia dengan kesan membenci.
__ADS_1
Tidak seperti Brian yang berani melanggar titah Yang Mulia. Makanya citra anak itu buruk di mata keluarga istana. Putri Raisha tidak ingin seperti itu, meski dalam hati dia tidak membenci Putri Aurellia.
Tidak lama kemudian, Putri Raisha meninggalkan tempat itu yang diikuti 4 temannya. Mereka mengambil jalan berlainan arah dengan rombongan Putri Aurellia.
Belum terlalu jauh Tim Putri Raisha berjalan, tampak rombongan Putri Aurellia bertemu dengan Pendeta Noman. Tapi Putri Raisha tidak sempat melihat. Makanya dia dan timnya tetap jalan saja.
Namun tampaknya pertemuan Pendeta Noman dengan rombongan Putri Aurellia tidak terlalu lama. Setelah melakukan pembicaraan yang cukup singkat, mereka meninggalkan tempat itu dengan beda arah.
Pendeta Noman bertemu dengan rombongan Putri Aurellia, terkhusus bertemu dengan Dhafin sebagai prioritas, sudah bisa ditebak apa yang dibicarakan. Yaitu menyampaikan undangan Yang Mulia.
Undangan itu tidak lain untuk membicarakan kesembuhan Putri Aurellia yang membuat Yang Mulia terkejut heran. Dan undangan itu terkhusus untuk Dhafin saja.
Adapun Putri Aurellia, Yang Mulia belum mengundangnya dulu sampai perkara yang membuat Yang Mulia penasaran jelas.
Adapun mengenai keputusan Dhafin, apakah bersedia datang ke Istana Kristal Ungu dalam waktu dekat atau malah belum siap, masih belum jelas.
★☆★☆
Turnamen babak penyisihan kembali berlanjut di hari ke 3. Dan pertandingan yang ke 2 masing-masing tim dari 3 pertandingan yang tersedia sudah selesai pula.
Pada pertandingan kali ini Tim Brian Darel melawan Tim Orian dari kota lain berimbang. Sementara di hari pertama Tim Orian melawan Tim Nick Lemuel juga berimbang. Dan pada pertandingan yang ke 2 ini Tim Nick Lemuel menang melawan Tim Deon.
Nick Lemuel merupakan anak salah seorang pejabat istana yang masuk dalam 10 besar anak bangsawan terhebat kotaraja. Dan 4 anggota timnya semua anak bangsawan pula.
Sementara Tim Orian hanya 2 dari anak bangsawan; Orian dan anggota timnya yang anak perempuan. Sedangkan 3 anggota lainnya dari kalangan pendekar dan semuanya anak lelaki.
Dan anak perempuan ini menang melawan salah seorang anggota Tim Nick Lemuel yang dijagokan. Sedangkan rekan setimnya imbang melawan anggota Nick Lemuel yang lain. Adapun yang duanya kalah.
Sementara Orian Louise sang ketua tim imbang melawan Nick Lemuel yang merupakan salah satu dari 10 anak bangsawan terhebat kotaraja.
Kenapa bisa imbang? Karena durasi pertandingan sudah habis, yaitu 1½ penanakan nasi (45 menit).
Sementara pada pertandingan ke 2 ini Tim Orian imbang melawan Tim Brian Darel. Dari pertarungan pertama hingga ke 5 kedua tim tidak ada yang kalah tidak ada yang menang sampai habis waktu yang disediakan.
Dan pada pertandingan ke 2 ini Dhafin mendapat lawan anak perempuan dari Tim Orian. Sedangkan lawan sang ketua tetap jatah Brian.
Sementara Tim Nick Lemuel menang melawan Tim Deon. Kemenangan ini sedikit mengobati kekesalan mereka yang imbang di pertandingan pertama. Dan mereka memiliki keyakinan bakal menang melawan Tim Brian Darel pada pertandingan ke 3.
Sementara itu, pada pertandingan ke 2 Tim Pangeran Adrian menang melawan tim lawannya dari kota lain. Tim Putri Raisha Arabelle juga menang. Dan pula Tim Pangeran Nevan menang.
Setelah jeda 1 hari usai, hari ke 5 pertandingan babak penyisihan kembali digelar.
Dan hari ini Tim Nick Lemuel harus gigit jari. Karena 3 anggota timnya kalah melawan 3 anggota Tim Brian Darel. Yang pertama Keenan, ke 2 melawan Kelvin, dan yang ke 3 melawan Aziel.
Pada pertarungan ke 4 mereka berharap anggota timnya yang dijagokan bakal menang melawan Dhafin. Karena mereka menganggap Dhafin tidak memiliki kehebatan yang berarti. Terbukti dia tidak bisa mengalahkan anggota tim perempuan pada Tim Orian.
Namun yang tampil bukan Dhafin, melainkan Brian. Dan Brian sukses memenangkan pertarungan. Jadilah mereka kalah 4x. Dan sukses membuat kaget Tim Nick Lemuel.
Kenapa bisa jadi begini? Ternyata Tim Brian Darel merubah formasi bertarung pada pertandingan ke 3 ini. Mereka mengejar 4 poin demi memenangkan pertandingan.
Betapa pengecutnya ketua Tim Brian Darel. Demi untuk memenangkan pertandingan, rela mengorbankan Dhafin untuk dihajar oleh sang ketua pada akhir pertarungan.
Itu pikiran mereka yang memang masih anak-anak. Olehnya itu, mereka merasa dipermainkan oleh Tim Brian Darel.
Dan bermodal dari pikiran sekaligus anggapan itu, sang ketua akan membalas pada Tim Brian Darel dengan membuat Dhafin babak belur hingga tidak bisa jalan.
Wow! Pikiran mereka yang masih anak-anak itu begitu bagus. Tapi apakah benar anggapan mereka itu bahwa sang ketua bakal menghajar Dhafin habis-habisan?
__ADS_1
★☆★☆★