
Pagi itu suasananya begitu damai dan tentram. Langit begitu cerah, nyaris tak ada awan menggantung. Matahari masih mengintip malu-malu di balik bukit di ufuk timur.
Burung-burung bernyanyi riang saling sahut-sahutan menyambut pagi yang begitu cerah.
Namun suasana di Perguruan Golok Hitam begitu mencekam. Murid-murid perguruan sama sekali tidak bisa menikmati pagi yang damai ini. Setiap mereka sudah dicekam kegelisahan, kekhawatiran dan ketakutan.
Tidak terkecuali Guru Besar serta 12 Tetua Perguruan.
Meski begitu, para pembesar perguruan itu masih bisa mengatur keamanan dan pertahanan, bagaimana supaya Pasukan Istana Centauri tidak bisa masuk ke markas perguruan.
Ya, mereka sudah yakin kalau yang menyerang para murid yang meronda di atas lembah tadi malam adalah Pasukan Istana Centauri. Makanya sang Guru Besar sedapat mungkin mengatur murid-murid perguruan agar bisa mempertahankan perguruan.
Para pembesar perguruan sudah memperhitungkan kalau mereka bakal kalah. Standarisasi mereka adalah Perguruan Tapak Sakti yang sudah rata dengan tanah.
Jika seandainya mereka melawan Perguruan Tapak Sakti, merekalah yang kalah. Apalagi mau melawan Pasukan Istana Centauri.
Satu-satunya yang mereka bisa lakukan adalah mempertahankan perguruan. Apapun yang terjadi. Tidak boleh ada yang melarikan diri apapun yang terjadi.
Sementara itu di luar markas Perguruan Golok Hitam, sekitar 15-16 tombak dari pintu gerbang perguruan telah berdiri berdampingan Pangeran Pusat dan Pangeran Revan.
Di samping kiri Dhafin juga berdiri berjajar Pendekar Penyair, Pangeran Tudung Hitam (Zafer), Pangeran Dingin (Aziel), Veron dan Rizhan.
Sedangkan di samping kanan Pangeran Revan juga berdiri berjajar Pangeran Penyihir, Pangeran Hitam, Kelvin, Wilson, dan Gibran.
Sementara cukup jauh di belakang mereka sudah berbaris rapi ribuan Pasukan Istana Centauri berikut para ksatria. Di depan pasukan itu berdiri dengan anggun sang pimpinan tertinggi, Ratu Aurellia Claretta.
Gadis tercantik di Istana Centauri itu juga diapit oleh 4 pengawalnya. Sedangkan di belakangnya sudah bersiaga 50 Pengawal Khusus-nya serta para ksatria tampan dan ksatria cantik.
Sementara itu pula, di dalam markas perguruan sudah bersiaga murid-murid Perguruan Golok Hitam berikut Guru Besar serta 12 Tetua Perguruan. Posisi mereka sekitar belasan tombak dari pintu gerbang.
Sementara di atas gerbang dan pagar perguruan sudah bersiaga 10 murid senior dan sekitar 100 murid yang siap membidikkan anak panah. Jika 12 ksatria Istana Centauri bergerak maju, mereka langsung melepaskan anak panah.
"Bagaimana, Pangeran?" tanya Dhafin kepada Pangeran Revan. "Apa kita memancing dulu para pemanah itu untuk melepaskan anak panah, baru kita membunuh mereka?"
"Apa menurutmu di balik pintu gerbang yang tertutup itu terdapat murid-murid perguruan yang sudah siaga?" Pangeran Revan malah bertanya.
"Benar, Pangeran," sahut Dhafin merasa yakin. "Aku yakin mereka telah bersiap menyambut kita kalau kita masuk."
"Bagaimana menurutmu, Pangeran Hitam?" tanya Pangeran Revan kepada Brian.
"Kita pancing saja dulu, Pangeran," sahut Brian yang sependapat dengan Dhafin. "Baru kita membunuh mereka."
"Bagaimana cara memancingnya?" tanya Pangeran Revan meminta pendapat.
"Kalau kita maju saja sedikit, mereka langsung melepaskan anak panah," kata Dhafin memberi tahu sekaligus memberi setengah solusi.
Setelah mendengar ucapan Dhafin, Pangeran Revan lantas maju 2 langkah. Dan benar saja, 100 murid penjaga gerbang langsung melepas anak panah ke arah 12 ksatria elit itu.
★☆★☆
Seratus anak panah meluncur dengan deras ke arah 12 ksatria elit Istana Centauri. Namun begitu anak-anak panah itu sudah dekat dengan mereka, dengan serempak mereka mengangsurkan telapak tangan kanan ke depan.
Maka membentuklah semacam tirai warna bening di depan 12 pemuda tampan itu yang seolah menjadi pelindung bagi mereka.
Sehingga begitu 100 anak panah itu sampai langsung menancap di tirai pelindung itu, tanpa ada yang luput.
__ADS_1
"Jangan dulu ada yang melepaskan balik anak-anak ini!" seru Dhafin memperingatkan. "Biar mereka memanah lagi baru kita lepaskan!"
Tidak ada yang menyahuti atau mengomentari seruan Dhafin. Tapi tidak ada yang melepaskan balik anak-anak panah itu seakan menuruti peringatan Dhafin.
Sedangkan 100 murid penjaga gerbang kembali melepaskan anak panah. Tapi anak-anak panah mereka tetap menancap di tirai pelindung yang dibuat oleh 12 ksatria tampan itu.
Hingga mereka memanah yang ke 5x tetap saja anak-anak panah mereka menancap di tirai pelindung. Tapi ketika 100 murid penjaga gerbang hendak melepaskan anak panah lagi, salah seorang murid senior mencegat.
Sementara Dhafin, melihat para pemanah tidak memanah lagi, segera berseru agak keras.
"Lepaskan!"
Belum kering gema suara seruan Dhafin, dengan seketika 12 ksatria elit menghempas telapak tangan mereka yang membuat tirai pelindung ke depan dengan kuat.
Maka serta-merta ratusan anak panah itu meluncur dengan lebih cepat dan lebih ganas lagi dari datangnya tadi. Sehingga membuat para murid penjaga gerbang itu terperangah bukan main.
Karena mereka tak menyangka anak-anak panah mereka dapat dikembalikan, bahkan lesatannya lebih cepat lagi.
Belum juga mereka sempat berbuat sesuatu, pula ratusan anak panah itu amat cepat datangnya, maka tanpa ampun 100 murid penjaga gerbang langsung terkena anak panah mereka sendiri.
Sedangkan 10 murid senior yang masih terperangah akan kejadian menakjubkan itu jelas tidak sempat menghindar. Akhirnya mereka terkena anak panah juga.
Sehingga sebentar saja sudah terdengar jeritan-jeritan kematian saling susul. Lalu murid-murid penjaga gerbang segera jatuh ke bawah tanpa terkendali. Ada yang jatuh di luar gerbang dan ada yang jatuh di dalam gerbang.
Sementara Guru Besar dan 12 Tetua Perguruan Golok Hitam cuma melihat saja kejadian itu. Namun mereka lebih meningkatkan lagi kesiagaan.
Sedangkan 12 pemuda tampan itu, begitu berhasil melumpuhkan semua murid penjaga gerbang, mereka langsung melesat cepat mendekati gerbang.
Begitu sudah dekat, seketika Brian dan Gibson mendorong telapak tangan kanan mereka ke depan dengan kuat. Maka melesatlah 2 sinar kesaktian dan langsung menghantam pintu gerbang hingga hancur berantakan.
Kemudian mereka segera melenting naik ke atas gerbang dan berdiri kokoh di situ. Namun mereka berdiam saja tanpa melakukan apa-apa seolah menunggu sesuatu. Tapi sepasang mata mereka langsung menatap murid-murid Perguruan Golok Hitam seolah mengawasi.
Ketika sudah sampai ke pintu gerbang Ratu Aurellia beserta ratusan ksatria elit dan ribuan pasukannya terus saja bergerak masuk ke dalam markas.
Begitu sudah masuk ke dalam gerbang, Pasukan Istana Centauri langsung membentuk kembali barisan beberapa kelompok sesuai jumlah komandan mereka.
★☆★☆
Sebelum terjadi pertempuran, Ratu Aurellia memerintahkan agar semua murid perguruan untuk menyerah. Namun Guru Besar beserta 12 tetuanya menolak dengan keras. Dan mereka lebih memilih untuk berperang.
Akhirnya terjadilah perang antara Perguruan Golok Hitam melawan Pasukan Istana Centauri.
Pertempuran diawali dengan menampilkan aksi memukau Ratu Aurellia, 4 pengawalnya, Putri Kayshila, Putri Athalia dan Putri Arcelia.
Dengan nyaris bersamaan kedelapan gadis cantik itu mengibaskan kedua telapak tangan mereka ke depan. Maka berhamburanlah ribuan kepingan berbentuk kelopak bunga menyala yang berwarna-warni.
Kemudian ribuan kepingan kelopak bunga itu langsung menghujani murid-murid perguruan tanpa dapat dicegah. Sementara mereka tidak ada waktu menikmati keterkejutan dengan lama, karena sudah keburu terhujam oleh kepingan-kepingan kelopak bunga bercahaya.
Sementara Guru Besar dan 12 tetuanya dengan gerakan cepat memainkan golok mereka menghalau semua kepingan kelopak bunga yang mengarah pada mereka. Dan meski dengan susah payah mereka berhasil juga.
Namun separuh lebih dari murid-murid perguruan menjadi korban akibat aksi memukau sekaligus mengerikan itu.
Begitu tidak ada lagi kepingan kelopak bungan yang melayang, 12 ksatria elit yang masih ada atas gerbang seketika melenting turun, lalu seketika pula lenyap bagai ditelan setan.
Namun seketika masing-masing mereka muncul di depan 12 Tetua Perguruan. Sedangkan Ratu Aurellia melesat dengan cepat menyerang Guru Besar.
__ADS_1
Sementara ratusan ksatria Istana Centauri beserta 50 Pengawal Khusus dan separuh Pasukan Istana Centauri menyerang murid-murid perguruan.
Sehingga tidak butuh waktu lama di pagi yang cerah itu sudah tercipta pertempuran di dalam markas Perguruan Golok Hitam.
Suasana pagi yang begitu damai langsung berantakan akibat dentingan suara-suara senjata logam beradu yang bising. Ditingkahi oleh teriakan-teriakan keras penyemangat pertempuran.
Memang sesuai yang sudah diprediksikan oleh para ahli Istana Centauri bahwa kualitas kehebatan murid-murid Perguruan Golok Hitam amatlah buruk dibandingkan dengan Perguruan Tapak Sakti.
Tidak butuh waktu lama murid-murid perguruan sudah bertumbangan satu demi satu, baik murid-murid senior maupun lebih-lebih lagi murid-murid tingkat bawah.
Bagi semua murid perguruan, Pasukan Istana Centauri terlalu tangguh bagi mereka. Susah bagi mereka untuk menumbangkan serangan pasukan hebat itu. Apalagi para ksatrianya yang lebih hebat lagi.
Sementara 12 Tetua Perguruan, sejak awal pertarungan mereka sudah menguras tenaga dan berusaha mati-matian mempertahankan selembar nyawa mereka. Tapi toh tidak tidak lama kemudian mereka terdesak pula.
Tak jauh beda yang terjadi dengan Guru Besar Perguruan.
Sebenarnya dia sudah membayangkan betapa cantiknya sang ratu. Wangi aroma tubuh Ratu Aurellia telah menyeruak masuk ke dalam hidungnya. Membuat pikiran kotor dan mesumnya melayang ke mana-mana.
Akibat dari terlena oleh pikiran kotornya sendiri, Guru Besar tidak fokus dengan pertarungannya. Akhirnya dia menjadi bulan-bulanan pukulan dan tendangan Ratu Aurellia. Belum lagi sabetan pedang Ratu Aurellia yang memancarkan cahaya kuning keemasan.
Hingga akhirnya leher Guru Besar tertebas putus oleh pedang Ratu Aurellia. Dan tidak lama kemudian tubuhnya tersungkur jatuh dengan kepala terpisah.
Tidak lama berselang 12 Tetua Perguruan mengikut sang Guru Besar ke alam baka. Nyawa mereka melayang dengan kematian yang mengerikan.
Ada yang kepalanya putus, ada yang badannya terpisah jadi dua bagian, ada yang dada dan perutnya robek besar hingga isi perutnya membusai keluar.
Bahkan Dhafin yang bertarung tanpa menggunakan pedangnya, menendang dengan amat kuat dan keras kepala lawannya hingga pecah.
★☆★☆
Guru Besar sudah mati dengan mengenaskan akibat tertebas lehernya oleh Ratu Aurellia, 12 Tetua Perguruan juga sudah mati tidak kalah mengenaskan.
Sementara murid-murid perguruan terus menerus berguguran seakan tidak mau berhenti.
Semangat perang mereka sudah terbang entah ke mana. Yang ada seolah-olah memasrahkan nyawanya ditebas oleh para ksatria tangguh dan para pasukan hebat.
Hingga akhirnya semua murid Perguruan Golok Hitam terlah terkapar rata dengan tanah.
Tampak ribuan mayat bergelimpangan tak tentu arah. Darah-darah segar masih mengalir menggenangi markas Perguruan Golok Hitam.
Sementara bau anyir darah sudah menyeruak ke mana-mana membuat hidung seolah hendak copot.
Tidak lama kemudian, Ratu Aurellia memerintahkan 'mengamankan' barang-barang berharga sebelum membumi hanguskan perguruan bejat dan kotor ini.
Adapun mengenai ribuan wanita yang rata-rata masih muda, Ratu Aurellia awalnya bingung mereka mau diapakan atau mereka mau dikemanakan.
Sementara orang-orangnya terjadi silang pendapat mengenai nasih mereka; apakah dibawah ke Istana Centauri? Atau dibiarkan saja mereka hidup di perguruan ini? Atau dipulangkan ke kampung atau tempat asal mereka.
Namun menurut penuturan dari beberapa wanita itu yang sepertinya para pimpinan mereka bahwa sebagian dari mereka adalah anak-anak hasil dari kebejatan para petinggi perguruan dan murid-murid bejatnya.
Sebagian lagi sudah tidak tahu di mana tempat asal mereka karena dari kecil sudah diculik oleh perguruan ini. Sebagian lagi merasa malu kalau harus pulang di tempat asal mereka.
Oleh karena itu, mereka menyembah-nyembah kepada sang ratu untuk dijadikan budaknya dan dibawa ke tempat sang ratu.
Akhirnya Ratu Aurellia memutuskan untuk membawa mereka ke Istana Centauri. Nanti di sana diputuskan mereka harus berbuat apa. Yang jelas Ratu Aurellia tidak menjadikan mereka budak.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, setelah ribuan wanita itu dibawa ke Istana Centauri bersama sekalian bangunan asrama mereka, Perguruan Golok Hitam dibumi hanguskan.
★☆★☆★