Pangeran Yang Hilang

Pangeran Yang Hilang
BAB 64 ISTANA CENTAURI


__ADS_3

Di sebuah perkampungan di ujung Kota Nehan di Kerajaan Bentala....


Kala itu hari masih terhitung pagi. Mentari yang sudah naik 1 tombak masih bersinar lembut. Langit sedikit berawan.


Di sebuah tempat di pinggir hutan tampak 3 anak gadis tengah berlatih beladiri. Dari peluh yang sudah mengucur di kening dan leher mereka, menandakan mereka sudah cukup lama berlatih.


Di tengah-tengah mereka sedang memperagakan jurus-jurus indah, seketika salah seorang berbaju kuning berhenti. Terus berseru kepada kedua temannya.


"Jessica, Berly! Istirahat dulu yuk!"


"Baiklah, Freya," kata gadis berbaju merah yang bernama Jessica. "Aku juga sudah letih."


Gadis kecil yang bernama Berly tidak berkomentar, tapi langsung berhenti berlatih pula. Terus melangkah ke sebuah pohon rindang mengikuti Jessica dan Freya yang sudah melangkah.


Begitu sampai 3 gadis cantik beranjak remaja itu segera mengambil botol minum masing-masing dan terus duduk di bawah pohon itu. Setelah itu mereka saling ngobrol ini itu, termasuk kemajuan latihan beladiri mereka.


Perlu diketahui Jessica ini nama lengkapnya adalah Nona Jessica Aliesha, putri Jenderal Kenzie dan Jenderal Elaina, dua Pengawal Khusus keluarga istana.


Gadis yang semakin cantik saja ini pernah bertemu Dhafin sewaktu Dhafin menumpang di sebuah kapal besar. (silahkan baca pada bab-bab awal akan pertemuan mereka).


Jessica yang dulunya berteman akrab dengan Putri Lavina Aneska, putri Yang Mulia Ghanim Altezza, sekarang sudah tidak lagi disebabkan sifat Putri Lavina yang berubah.


Karena rutin memakai ramuan kacantikan yang diberikan oleh Dhafin, wajah Putri Lavina semakin cantik. Bahkan kecantikannya mengalahkan saudari-saudari seayahnya dan gadis-gadis bangsawan kotaraja.


Karena sombong akan kecantikannya itu dia mulai pilih-pilih teman. Bahkan tidak mau lagi berteman dengan anak-anak orang biasa. Bahkan mulai jaga jarak dengan Jessica.


Jessica tahu sebab Putri Lavina jaga jarak dengannya. Yaitu tidak suka kecantikannya dibanding-bandingkan dengan kecantikan Jessica.


Karena sudah tidak nyaman lagi dengan pertemanan seperti itu, akhirnya Jessica tidak mau lagi berteman dengan Putri Lavina.


Selagi 3 gadis cantik itu asyik ngobrol, seketika muncul cahaya cukup terang berwarna putih kuning beberapa langkah di depan mereka.


Sontak saja mereka terkejut bukan main. Dan secara refleks mereka lantas berdiri waspada.


Tapi belum juga menyadari cahaya apakah itu, tahu-tahu cahaya itu berubah menjadi pintu cahaya cukup besar yang mana sisi luarnya berwarna merah muda.


Tak lama setelah itu keluar satu per satu 10 orang gadis cantik berseragam biru muda bersabuk logam berwarna merah. Di punggung sebelah kanan tersampir senjata pedang mereka.


Dan begitu gadis-gadis muda itu keluar dari pintu cahaya, mereka langsung mengambil posisi mengelilingi Jessica, Berly, dan Freya seolah mengepung.


Sedangkan ketiga gadis kecil bertambah terkejut. Tapi bukan berarti mereka ketakuatan. Mereka langsung mengambil kuda-kuda siap tarung.


"Siapa kalian?" bentak Jessica dengan berani.


Tidak ada yang menanggapi bentakan Jessica itu. Tiga orang di antara gadis-gadis berseragam itu menyentakkan telunjuknya ke depan. Maka dari ujung telunjuk itu melesat hawa bening tak nampak dengan cepat.


Saking cepatnya lesatan hawa bening itu, 3 gadis kecil tak ada satu pun yang menyadari. Tahu-tahu sesuatu tak nampak menotok titik tidur mereka, terus langsung pingsan.


Tapi belum juga tubuh mereka terjerembak ke tanah, 3 gadis berseragam lainnya langsung menyambar tubuh mereka dan terus memanggul di bahu kiri.


Tanpa berlama-lama, setelah berhasil dengan mudah menangkap Jessica, Berly, dan Freya, 10 gadis cantik dengan cepat kembali masuk ke Gerbang Cahaya. Setelah itu pintu aneh itu mengecil lalu lenyap.


Peristiwa penculikan itu cukup singkat. Tidak ada seorang penduduk pun yang melihatnya. Lagipula tempat kejadian lumayan jauh dari pemukiman.


Sementara 3 botol minum ketiga gadis kecil tadi cuma tergeletak diam di atas tanah berumput. Tanpa ada daya menolong tuannya. Cuma bisa menjadi saksi bisu atas peristiwa penculikan itu.


★☆★☆


Di manakah sebenarnya anak-anak yang berhasil diculik itu di bawa pergi? Atau lebih khusus lagi, di mana sebenarnya Putri Agung Aurellia dan 4 kawannya dibawa?


Seperti perkataan wanita muda baju merah bahwa Putri Agung memang dibawa ke Istana Centauri di Negeri Tabir Ghaib. Dan semua anak-anak perempuan yang diculik dibawa ke istana itu.


Negeri Tabir Ghaib sebenarnya bukanlah sebuah tempat yang terdiri dari beberapa wilayah atau beberapa kerajaan dan kota-kota. Artinya bukan tempat yang amat luas seperti benua.


Negeri Tabir Ghaib merupakan sebuah wilayah yang ada di sebuah lembah yang amat luas. Di sana terdapat istana yang bernama Istana Centauri yang terletak di tengah lembah.

__ADS_1


Sekitar 60 tombak dari Istana Centauri terdapat juga 8 bangunan besar dan panjang yang berposisi mengelilingi istana itu di 8 penjuru.


Tidak ada pagar yang mengitari Istana Centauri. Sehingga tidak ada penyekat antara 8 bangunan panjang itu dengan Istana Centauri. Dan pada masing-masing 8 bangunan panjang terdapat jalan cukup lebar yang menghubungkan ke Istana Centauri.


Adapun istilah pagar di Istana Centauri terletak di sekeliling bibir lembah. Tapi pagar itu tidak terlihat dari luar lembah. Sekaligus menyembunyikan semua bangunan yang ada di dalam lembah, termasuk Istana Centauri.


Sehingga siapa pun orangnya tidak akan melihat Istana Centauri dan semua bangunan yang ada di lembah itu. Yang mereka lihat hanyalah hamparan lembah yang luas.


Itulah makanya wilayah itu disebut Negeri Tabir Ghaib. Sebuah wilayah yang dipagari oleh kekuatan ghaib yang amat besar yang membuatnya tak terlihat oleh dunia luar.


Perlu diketahui Negeri Tabir Ghaib terletak cukup jauh di luar batas Wilayah Barat Kerajaan Bentala.


Awalnya Istana Centauri dihuni oleh Yang Mulia Ratu dan 2 putrinya serta sekitar 1000-an perempuan. Sekarang penghuni istana bertambah banyak setelah berhasil 'menjemput' para calon pasukan selama 3 bulan lebih.


Jumlah calon pasukan Istana Centauri yang dijemput itu sekitar 2500-an anak perempuan. Sehingga jumlah penghuni Istana Centauri keseluruhannya sekitar 3500-an.


Sebagian besar anak-anak itu ditempatkan di 8 bangunan panjang. Sisanya tinggal di istana.


Dan perlu diketahui bahwa semua anak perempuan yang dijemput diambil dari 3 kerajaan besar; Kerajaan Amerta, Kerajaan Bentala, dan Kerajaan Lengkara.


★☆★☆


Pada suatu hari di Istana Centauri, Yang Mulia Ratu mengumpulkan sekitar 50 gadis kecil di Balairung Istana. Anak-anak itu semacam perwakilan dari ribuan anak yang tinggal di 8 bangunan di Istana Centauri.


Termasuk anak-anak yang hadir yaitu Putri Agung. Dia duduk paling depan dan paling tengah.


Juga ada Ariesha dan Jessica. Fariza Luna yang tetap memakai cadar juga ada. Ternyata gadis bangsawan itu ikut dibawa juga ke sini. Padahal perguruannya telah dihancurkan oleh Gerombolan Pedang Tengkorak.


Hadir juga di situ 2 orang wanita cantik yang duduk di samping kiri kanan singgasana Yang Mulia Ratu. Sedangkan di bawah panggung singgasana duduk berderet 12 orang wanita cantik yang umurnya tidak jauh beda dengan 2 wanita di atas panggung singgasana.


"Tentu kalian masih bertanya-tanya mengapa kami membawa kalian ke Istana Centauri ini?" kata Yang Mulia Ratu, wanita yang berusia sekitar 57 tahun namun masih tampak cantik membuka suara.


Belum ada tanggapan dari para gadis kecil itu. Mereka masih diam dengan kepala tertunduk. Sebagian mereka berekspresi datar. Sebagiannya menampakkan wajah sendu. Sebagian tampak biasa saja.


"Aku bernama Heliana Arawinda...."


Ketika Yang Mulia Ratu menyebut namanya, Jessica lantas tersentak kaget hingga mengangkat wajahnya menatap Yang Mulia Ratu, hingga membuat Ratu Heliana berhenti berbicara.


Lantas Ratu Heliana menatap lembut pada Jessica. Lalu bertanya dengan nada lembut penuh kasih sayang.


"Kenapa, anakku Jessica? Kamu pernah mendengar namaku?"


Setelah menyembah hormat dengan merangkapkan kedua telapak tangan di depan dada, Jessica berkata dengan penuh takzim.


"Ampun Yang Mulia Ratu. Hamba pernah mendengar bunda hamba bercerita bahwa mendiang Yang Mulia Raja Neshfal memiliki seorang istri yang baik yang bernama Selir Heliana Arawinda. Tapi bunda hamba mengatakan beliau sudah lama hilang entah di mana."


"Akulah orangnya, anakku."


Jessica menyembah hormat sekali lagi, lalu berkata dengan penuh takzim bercampur keharuan.


"Keselamatan dan kesejahteraan terlimpah kepada Yang Mulia Ratu. Hamba amat senang sekali masih dapat berjumpa dengan Yang Mulia."


"Terima kasih, anakku."


Setelah itu Yang Mulia Ratu kembali melanjutkan memperkenalkan dirinya yang tadi sempat tertunda.


"Apa yang dikatakan Jessica tadi adalah benar, aku memang seorang selir, selir ke 2 dari mendiang Yang Mulia Kanda Neshfal Abraham yang dikabarkan hilang, bahkan dianggap sudah mati...."


"...Namun berkat perlindungan Yang Maha Kuasa aku masih hidup dan bisa bertatap muka dengan kalian semua, anak-anakku...."


"...Aku tidak mengharapkan kalian menghormatiku secara berlebihan. Kalian menghormatiku di dalam hati dan menganggapku sebagai nenek kalian semua itu sudah cukup bagiku dan aku amat senang sekali."


Ungkapan Yang Mulia Ratu merupakan ungkapan kejujuran yang langsung merasuk ke sanubari 50 anak di Balairung Istana itu.


"Di samping kananku ini," lanjut Yang Mulia Ratu, "adalah Putri Clarabelle Ophelia, putri dari mendiang Permaisuri Rosaline Olivia, istri pertama mendiang Yang Mulia Kanda Neshfal Abraham...."

__ADS_1


"...Dan di samping kiriku ini adalah putri kandungku yang bernama Putri Richelle Querida...."


"...Dan kedua putriku ini adalah bunda kalian semua yang ada di Istana Centauri ini. Hormatilah mereka dan sayangilah mereka sebagimana kalian menghormati dan menyayangi bunda kalian, tidak usah berlebihan."


"Sedangkan 12 wanita di depan kalian itu adalah 12 Tetua Istana Centauri. Anggaplah mereka itu adalah bibi kalian sendiri."


★☆★☆


Setelah itu Ratu Heliana memberikan arahan-arahan dan nasihat penting yang harus dimengerti oleh semua anak yang ada di istana Centauri.


Di antaranya Ratu Heliana menyatakan bahwa semua yang ada di Istana Centauri adalah keluarga. Tidak ada perbedaan antara bangsawan, kalangan pendekar, maupun rakyat biasa.


Setelah Ratu Heliana selesai menyampaikan beberapa nasihat penting, lalu dia mulai mengungkapkan maksud dikumpulkannya ribuan anak itu di Istana Centauri.


"Aku harap kalian tidak menganggap kalau kalian merasa diculik," jelas Ratu Heliana. "Sama sekali kalian bukan diculik. Melainkan kami menyelamatkan kalian dari orang-orang yang akan membinasakan kalian."


"Kalian telah diincar oleh 3 kekuatan besar," lanjut Ratu Heliana. "Yaitu Raja Bastian, Gerombolan Pedang Tengkorak, dan Putri Rayna Cathrine."


Saat Ratu Heliana menyebut nama Putri Rayna Cathrine, hati Putri Aurellia bergetar menahan geram. Mendengar nama orang yang menancapkan dendam di hatinya itu membuat darahnya bergolak.


"Makanya dengan mendahului mereka kami berusaha menyelamatkan kalian sebisa kami dengan membawa kalian ke Istana Centauri yang kami rasa aman untuk kalian tinggal."


Habis berkata begitu Ratu Heliana menoleh pada Putri Clarabelle seolah menyuruh untuk menggantikannya berbicara. Dan Putri Clarabelle mengerti. Lalu dia memandang 50 anak itu sejenak, terus berkata.


"Di samping kami menyelamatkan kalian, kami juga ingin menjadikan kalian sebagai pasukan yang tangguh yang nantinya akan merebut kembali Kerajaan Bentala dan Kerajaan Lengkara, dan mengembalikannya kepada yang lebih berhak."


Lalu Putri Clarabelle menoleh pada Putri Aurellia, lalu memanggilnya.


"Putri Agung."


"Hamba, Bunda Clarabelle," kata Putri Aurellia penuh hormat.


"Siapa sebenarnya anak muda yang bersamamu selama setahun ini?" tanya Putri Clarabelle ingin tahu.


"Apakah yang Bunda maksud adalah Kak Dhafin?" tanya Putri Aurellia ingin kejelasan.


"Ya benar. Siapa anak muda itu?"


"Maaf, Bunda. Mungkin adiknya sendiri yang lebih berhak menerangkan siapa Kak Dhafin sebenarnya. Yaitu Ariesha."


Bukan cuma Putri Clarabelle yang beralih memandang Ariesha. Ratu Heliana dan Putri Richelle juga beralih menatap Ariesha. Seolah mereka meminta kejelasan kepada Ariesha.


Sementara Ariesha, mendengar nama Dhafin disebut, dia lantas teringat akan kakak angkatnya itu. Sudah hampir setahun dia tidak bertemu, entah bagaimana kabarnya.


Ariesha yang paham arti tatan mereka, menyembah hormat sejenak, lalu menceritakan tentang perihal kakak angkatnya itu apa yang dia ketahui.


Sebenarnya Ariesha juga tidak terlalu tahu tentang jati diri Dhafin yang sebenarnya. Dia cuma tahu secara umum saja. Dan itu yang diceritakannya.


"Sepertinya kamu belum menceritakan semuanya tentang Dhafin itu, anakku," kata Ratu Heliana penuh selidik.


"Ampunkan hamba, Yang Mulia, cuma itu yang hamba tahu. Adapun tentang jati diri yang sebenarnya, Kak Dhafin belum menceritakannya."


"Baiklah, tidak mengapa," kata Ratu Heliana memaklumi. "Mungkin kalau bertemu dengan anak itu, aku bisa bertanya secara langsung padanya."


"Apakah dia yang menyembuhkan penyakit kulitmu, Putri Agung?" tanya Putri Clarabelle.


"Benar, Bunda," kata Putri Aurellia bernada heran. "Sepertinya bunda tahu banyak tentang hamba."


"Kami semua yang ada di sini tahu tentang calon penguasa Istana Centauri yang akan menggantikan Yang Mulia Ratu."


Betapa terkejutnya Putri Aurellia dan Ariesha mendengar ucapan Putri Clarabelle barusan. Putri Aurellia sudah ditunjuk sebagai calon pengganti Yang Mulia Ratu, penguasa Istana Centauri saat ini.


Sementara anak-anak yang lain selain Ariesha juga terkejut mendengar ucapan Putri Clarabelle barusan. Tentu saja berbagai macam sikap yang ditunjukkan oleh mereka. Seperti ada yang bersikap kurang setuju. Tetapi tetap diam saja.


★☆★☆★

__ADS_1


__ADS_2