Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)
Perjodohan antara dua pasangan yang terpisah


__ADS_3

''Enak di elu! tak enak di gue!'' ketus Alisa, membuat Pak Madan dan istri melongo.


''Hah??''


Ummi Hani dan Abi Hendra yang mendengar nya jadi tertawa. ''Jiaaahhh... Alisa kangen laki nya!'' celutuk ummi Hani


Membuat Alisa mendelik. ''Emang nya kenapa, kalau gue kangen laki gue?? masalah buat elu??''


Lagi ummi Hani tertawa. Abi Hendra terkekeh. ''Lihatlah Kak! Alisa kangen sama calon suami nya! Kayak nya bakalan seru deh, jika kita jadi menyambung tali yang terputus akibat kita berdua tidak berjodoh dengan nya, maka Alisa dan calon suami nya akan menjadi hiburan untuk kita! iya nggak Kak??'' tanya Abi Hendra.


Dan di angguki oleh pak Madan. Ummi Hani tertawa. Ia sama sekali tidak marah dengan perkataan Abi Hendra.


Tak ada sedikitpun cemburu di hatinya untuk Alisa. Karena dia tau seperti apa Alisa sebenarnya.


Bahkan saat pertemuan antara dirinya dan Kak Madan, ummi Hani lah yang menemani nya.


Walaupun duduk mereka berjauhan. Tapi ummi Hani tau, jika Alisa sahabatnya itu seperti apa sikapnya.


Dan terbukti sekarang, bahkan ia sangat setuju jika mereka berbesan an. Itu akan mengikat mereka dalam sebuah keluarga besar.


''Kak Alisa...'' panggil ummi Aini.


Alisa menoleh dan menatap ummi Aini. Ummi Aini tersenyum, ia bangkit dan mendekati Alisa dan duduk disebelah nya.


Ia mengambil tangan Alisa untuk di genggam nya sambil melihat Alisa dengan tersenyum. ''Kak... jangan marah ya? Dengan apa yang dikatakan oleh Kak Madan.. bukan maksudnya ingin mengolok Kakak! nggak ada sama sekali. Aku tau dirinya seperti apa..''


Ya iyalah lu tau! elu kan istrinya? lah gue??


Alisa menggumam dalam hati. Wajahnya yang datar tanpa ekspresi membuat ummi Aini sulit untuk menebak seperti apa jalan pikiran nya.


Ummi Hani yang melihat wajah Alisa datar, terkikik geli. Ia tau, jika Alisa sedang menggerutu di dalam hati dengan gaya ngomong Papi Gilang.


''Kak...'' panggilnya lagi.


''Kedatangan kami kemari untuk menyambung tali silaturahmi yang terputus diantara kita. Dulu, saat Kak Madan tau jika Kakak pindah ke Medan, ia sibuk mengambil surat pindah tugasnya untuk dibawa kesini. Awalnya aku tidak curiga, namun setelah kelahiran anak pertama kami Almira, Kak Madan mengungkapkan segala nya padaku. Kakak tau apa jawaban ku padanya??''


''Apa??'' sahut Alisa.


''Aku tertawa mendengar ceritanya itu, dan ternyata bahkan sampai saat ini pun nama Kakak masih bertahta dihatinya. Aku sadar akan hal itu. Tapi setelah aku pikir-pikir, memang seperti itulah hati. Kita tidak tau kepada siapa hati kita akan berlabuh.. cinta dalam diamnya membuatku mengetahui jika cinta itu tidak bisa dipaksakan. Aku memang menikah dengan nya, aku bahagia hidup bersama nya. Tapi aku tidak bisa memiliki hatinya seutuhnya. Karena sebagian hatinya sudah terisi dengan nama mu Kak..'' lirih ummi Aini.


''Lantas? Apa yang kau inginkan dariku?? Kau ingin aku menikahi suami mu?? Dan berbagi cinta begitu?!'' ketus Alisa.


Entah mengapa hatinya begitu panas mendengar ucapan adik kelas yang satu ini. Ummi Aini gelagapan.


''Bu-bukan begitu Kak.. maksud dan tujuan ku adalah.. aku ingin menyambung tali yang terputus diantara kalian berdua dengan cara menjodohkan salah satu putri kami dengan putra mu.. itupun kalau Kakak mengizinkan nya.. karena dari yang aku lihat, kedua putri ku sangat menyukai putra mu, Kak..''

__ADS_1


Alisa menghela nafasnya. ''Hadeeeuuhh... yang satu minta putri gue! yang satu lagi minta putra gue! Gue harus apa coba?! Ishh... ini sih namanya CLBK!''


''Cinta lama bersemi kembali??'' celutuk abi Hendra sembari tersenyum dan melirik ummi Hani.


''Bukan!'' bantah Alisa.


''Terus??'' tanya Pak Madan yang sejak tadi diam, kini mulutnya gatal ingin ngomong lagi.


Alisa yang melihat kak Madan ngomong, memutar bola mata malas. ''Cinta Lama Belum Kelar!'' ketus Alisa.


Membuat ummi Hani tertawa sarkas. Begitu juga dengan anak-anak didalam kamar.


''Hahaha... benar itu Lis! cucok meong my friend!'' celutuk ummi Hani.


Ummi Aini yang mendengar pun ikut tertawa. Alisa tersenyum tipis melihat ketegangan sudah mulai mencair.


''Kakak setuju dengan usulan mu Ai.. terimakasih karena mau menerima Kak Madan apa adanya.. walaupun kau tau jika separuh hatinya masih menempati nama ku...'' lirih Alisa dengan menatap ummi Aini dengan mata berkaca-kaca.


Ummi Aini tersenyum. ''Sama-sama Kak! inilah yang aku mau! Jika para orang tua tidak bisa, maka generasi berikutnya lah yang menjadi penerus nya.''


''Bener sekali Ai..'' sahut ummi Hani.


''Tapi... kayaknya mereka akan poligami deh??'' celutuk kak Madan dengan tiba-tiba.


''Apa?! Poligami?? Siapa?? Putra ku?? Nggak! nggak akan aku biarkan! enak aja Kakak ngomong kayak gitu!'' sewot Alisa.


Alisa mendelik dan menatap tajam Kak Madan. ''Enak aja! Sampai kapan pun, aku nggak akan izinin putra ku poligami! baik itu dengan putri mu, ataupun dengan putri orang lain! Aku akan memaksanya memilih salah satu diantara mereka! jika ia tidak bisa memilih, maka harus tinggalkan keduanya!'' tegas Alisa membuat Lana mematung mendengar ucapan Mak nya.


''Ihh.. kejam amat sih Mak, jadi Mak mertua??'' sindir ummi Hani.


''Biarin! Daripada harus poligami?? Kamu pikir enak poligami?? Nggak akan ada yang bisa. salah satu dari istrinya pasti ada yang tidak suka dan cemburu an. Apalagi jika istrinya salah satu sedang hamil! Nggak ! aku nggak ngizinin putraku nyakitin anak orang! Jangan kan dua, satu aja tak ada habis-habisnya!'' ketus Alisa.


Abi Hendra yang mendengar tergelak kencang. ''Kamu benar Lis! satu aja nggak ada habis-habisnya!'' ucap Abi Hendra sembari mengerling nakal pada ummi Hani.


Dan dibalas tatapan tajam oleh ummi Hani. Ummi Aini yang melihat sepasang Kakak kelas nya itu tertawa.


''Berarti sudah diputuskan ya.. jika kita sepakat menjodohkan anak-anak kita. Untuk pasangan nya biarlah Lana sendiri yang memilihnya. Siapa pun yang ia pilih kami bersedia. Tapi, dari sekarang saja sudah terlihat, jika Lana memilih putri bungsu kami.'' imbuh ummi Aini yang melihat ke akraban dua anak kecil itu.


''Seperti nya jodoh Lana sudah ada hilal nya ya??'' goda Abi Hendra.


Membuat Lana mendelik. Bibirnya manyun dua senti ke depan. Dan itu menjadi bahan godaan oleh para orang tua.


Dasar Lana anak koplak. Bukannya marah, ia malah sengaja membalas godaan orang tua itu dengan guyonan nya.


Setelah dirasa cukup untuk berdebat dengan saling menggoda, kini waktunya untuk mereka makan malam.

__ADS_1


Makan malam seadanya. Tapi sangat nikmat menurut mereka. Setelah selesai makan, kini pak Madan dan istri masih berkumpul duduk bersama dengan semua anggota Alisa duduk diantara mereka semua.


''Oh ya Lana! gimana sama lirik lagu untuk latihan marawis kamu? Sudah hafal kah??'' tanya pak Madan.


Lana mengangguk. ''Sudah pak!'' sahutnya.


''Dan kalian berdua, sudah siap bahan camping untuk besok??'' tanya pak Madan pada Raga dan Ira.


Mereka berdua mengangguk bersamaan. ''Sudah pak!'' sahut mereka kompak.


Ummi Hani yang mendengar nya tertawa. ''Cucok banget dah mantu Ummi!''


''Hehehe... Ummi bisa aja!'' sahut Ira


''Ya sudah kalau begitu sudah diputuskan, kalau perjodohan kedua anak kita akan tetap berlanjut.''


''Ya,'' sahut Alisa.


Selesai dengan basa-basi, dan obral mengobral, kini Pak Madan sekeluarga sudah pulang.


Tinggallah Alisa dan ketiga anak nya. Karena ummi Hani pun sudah pulang begitu juga dengan Raga.


Ia tak ikutan menginap. Karena besok, mereka akan pergi camping ke Rantau Parapat dalam rangka acara sekolahnya.


Begitu juga dengan Ira. Ia sudah tidur duluan, begitu juga dengan Lana. Tinggal lah Alisa seorang diri yang sedang melamun dan duduk di balkon rumah seorang diri.


''Pi... kamu tau?? Jika kedua anak kita sudah ada yang meminang, Apa yang harus aku lakukan tanpa mu Pi...'' lirih Alisa dengan mata terpejam.


Sedangkan seseorang disana sedang makan ia tersedak. Seseorang didepannya dengan cepat memberikan minum padanya.


Dengan cepat, ia menyambar minum itu dan menenggak nya hingga tandas. Gadis yang duduk di depan nya tertawa.


''Anda kenapa Pak Gilang??''


Gilang yang baru saja terbatuk-batuk, berdehem. ''Ehm.. nggak tau.. kayaknya ada yang sedang kangen dengan saya! biasanya kan begitu jika orang tua bilang, kita sedang disebut olehnya!'' sahut Gilang dengan wajah datarnya.


''Anda bisa saja Pak! Kalau boleh saya tau, siapa gerangan yang sedang menyebut anda??'' goda gadis yang sedang duduk di depannya itu.


''Istri saya!''


Deg.


''I-istri???''


💕

__ADS_1


Duh! siapa tuh yang sama Papi Gilang??


TBC


__ADS_2