
Ayah Emil dan Azizah masih saling berpelukan di depan pintu. Sadar. jika keberadaan ku merdeka akan banyak tegangan yang tau, Ayah Emil menarik lembut. lengan Azizah dan membawanya ke kamar mereka.
Tiba disana, ayah Emil duduk bersimpuh di depan Azizah yang sedang duduk di ranjang. ''Maafkan Abang sayang... Abang khilaf.. maaf.. jika kamu punya bukti itu, bolehkah Abang melihatnya?'' tanya Ayah Emil dengan menatap memelas pada Azizah.
Azizah menatap wajah sendu Emil tersayat hatinya. ''Absng harus janji! Apapun yang akan terjadi, jangan pernah mendukung yang salah. Dukung kebenaran! Bukti ini nyata! Aku dapatkan dari seseorang yang dulu pernah tinggal bersama kalian. Dari sejak kecil ia tau segalanya tentang keluargamu Bang. Namun, ia memilih diam karena permintaan Mbak Alisa. Mak angkat nya!''
Deg!
''Apa?! Tama?! Putra Linda?! Bagaimana bisa?!'' pekik ayah Emil.
Wajah nya pucat pasi. Ia mengingat lagi dulu saat Tama akan pergi dari rumah mereka. ''Nggak! Nggak mungkin Tama!!'' seru ayah Emil dengan wajah terkejut.
Azizah dengan segera mengeluarkan sebuah bukti yang sudah ia kumpulkan selama lima tahun ini.
''Ini bukti yang aku kumpulkan selama lima tahun ini. Semuanya ada disini. Abang bisa lihat semuanya. Ini bukti nyata. Bukan palsu belaka!''
Tangan ayah Emil bergetar menerima berkas bersampul coklat dari tangan Azizah. ''Bu-bukti? bukti apa ini?'' tanya ayah Emil dengan bibir bergetar.
Ia tua apa itu. Tapi tetap menyangkal nya. ''Bukalah! Abang akan tau apa isinya. Dan setelah Abang tau, aku harap. Abang bisa sadar karena telah menuduh Mbak Alisa, istri pertama mu dan juga diriku bukanlah pelaku dari pemborosan dari semua uangmu! Yang sebenarnya terjadi ialah, kami berdua menabung uang mu di tempat yang aman. Aku belajar semua ini dari Mbak Alisa. Buka dan baca!'' titah Azizah, ayah Emil hanya bisa diam.
Tangan kasar itu bergetar ketika membuka amplop coklat dan mengeluarkan lembaran demi lembaran kertas putih.
''I-ini...'' ayah Emil tidak bisa bicara saat melihat surat keterangan bahwa Alisa menabung hingga puluhan juta selama pernikahan mereka.
''Baca semua. Agar Abang tau. Kemana uang itu dihabiskan selama ini. Termasuk uang yang kau berikan kepadaku separuhnya.''
Deg.
''Ya Allah... Alisa...'' lirih ayah Emil ketika melihat bukti penyetoran selama dua belas tahun.
Uang itu ia simpan dalam bentuk deposito di bank. Bahkan satu buah berkas kepemilikan atas namanya tertera disana.
__ADS_1
Tidak cukup disitu, Alisa juga memilki sebuah hadiah dari bank. Yang berupa emas batangan sebanyak 100 gram karena dirinya adalah nasabah yang paling rajin menabung selama dua belas tahun lamanya.
Ayah Emil tersedu. Lagi, ia membuka berkas berikutnya. Disana tertera, jika pembayaran hutang atas nama nenek Rima, Alisa lah yang menjadi penanggung jawabnya.
Selama dua belas tahun lamanya, Alisa membayar semua hutang ibu Rima yang berjumlah dua ratus juta yang ia pinjamkan pada rentenir.
''Allahu Akbar!!!'' pekik ayah Emil.
Air matanya semakin menganak sungai saat melihat fakta itu. Lagi, bukti selanjutnya yang semakin membuat ayah Emil terpukul.
''Bagaimana? Kamu dapat kan uang nya?'' terdengar suara yang begitu Emil kenal di dalam ponsel jadul yang ada ditangannya.
''Ya, aku dapatkan! Jangan lupa setiap bulannya kau harus menyicilnya padaku! Hutang mu masih banyak Rima!''
''Ck! Aku tau! Maka dari itu aku menyuruhmu untuk meminta uang pada menantu sialan ku itu! Uang dia kan banyak? Setiap bulan kedua orang tuanya selalu mengirimkan ia uang! Entah dibawa kemana uang itu! Aku heran sama putra ku yang bodoh itu! Bukannya dia percaya padaku, malah lebih percaya pada wanita sialan itu! Jadi ya.. terpaksa aku harus mengambil jalan pintas ini! Agar semua harta milik wanita sialan itu menjadi milik putraku! Aku sudah mendapatkan separuhnya! Dan sudah aku belikan setapak tanah di jalan gang Bilal di ujung sana. Dan bodohnya Emil, putraku itu percaya padaku. Jika tanah itu ku beli dengan uangku. Padahal sesungguhnya, aku tak punya uang sama sekali. Aku sengaja memaksa menantu sialan itu agar aku bisa menjadi kaya! Dan jalannya adalah dengan cara mengeruk hartanya sebanyak mungkin! hahaha..''
Ddddduuuaaarrrr...
Ayah Emil terhenyak di tempat ia duduk. Semua berkas itu jatuh ditangan nya tanpa terasa.
''Kita sama-sama kaya!! hahahaha...'' Suara di dalam rekaman ponsel jadul itu begitu jelas terdengar. Ayah Emil mengenali suara siapa itu.
Suara rekaman yang dulu pernah Lana dan Tama curi dengar saat rentenir teman nenek Rima itu datang untuk menagih hutang.
''Kasihan sekali menantumu itu, Rima! Setiap hari haris membanting tulang demi mengembalikan uang suaminya agar utuh seperti sedia kala! hahaha...''
''Biarkan saja! Itu resikonya karena dia sudah mengambil putraku dari hidupku! Kau pikir aku Sudi menerima nya menjadi menantu ku?! Cih! Sampai mati pun aku tidak sudi menerima nya menjadi menantuku! Muak sekali aku melihat wajah polosnya itu! Huh?! Sialnya aku, bang Ibra selalu saja menolongnya! Tapi sekarang, bang Ibra sudah tiada. Inilah waktu ku untuk membalas nya! Puas sekali aku melihat wajahnya yang ketakutan seperti itu! Belum lagi, Emil pun tau jika dia meminjam uang di bank. Padahal bukan! Semua uang itu masuk kedalam tanganku! hahahaha...''
Ddddduuuaaarrrr...
''Astaghfirullah Al adzim... makkkk...'' pekik Ayah Emil dengan tersedu.
__ADS_1
Sementara nenek Rima semakin ketakutan. Tubuhnya semakin bergetar karena mendengar suara lengkingan Emil memanggil namanya.
''Allahu... huhuhu.. hiks.. Alisa... Lana... Ira... adek... maafkan ayah... haaaaa....'' pekik ayah Emil begitu pilu.
''Maaaakkkkkk... tega Mak menipuku sampai dua belas tahun lamanya!!! Haaaa... anakku uuu!!! Anakkuuuu... Alisaaaaaaa... haaaaa... haaaa...'' Raung ayah Emil begitu pilu.
Azizah yang melihatnya ikut tersedu. Ia mendekati ayah Emil dan memeluknya dengan erat.
Mereka berdua menangis bersama. ''Sabar Bang.. hiks.. sa-bar...'' lirih Azizah di telinga Emil.
Tapi ayah Emil semakin tersedu. Nenek Rima juga ikut menangis mendengar suara putranya meraung tak karuan seperti itu.
''Dan ya! Penipuan itu hanya alibi ku. Agar Emil lebih percaya padaku daripada istri sialan nya itu! Haah! sekarang aku lega! Lega sekali! Yang ketipu payah putraku, dan juga yang miliknya sudah ku ambil tanpa bersuara sedikit pun! Hahaha.. rasain kau Alisa!! Inilah akibatnya jika berani melawan Rima Damayanti! Ratu cantik terkucil di dunia!!! Hahahaha...''
''Hahaha...''
Ddddduuuaaarrrr...
Lagi, raungan ayah Emil semakin kuat. Hingga tetangga di sekitar menghampiri rumah mereka.
''Rimaa!!! Apa yang terjadi?!! Kenapa Emil meraung seperti itu?!?!'' pekik salah satu tetangga menggedor rumah mereka.
💕💕💕💕💕
Masih ada berapa bab lagi tentang kasus penipuan yang melibatkan Alisa dulunya ya?
Sekali lagi othor bilang, kalian pembaca Budiman jangan pernah bisa untuk baca cerita othor ye?
Setelah semuanya terungkap, baru kita pertemukan Emil dan Gilang!
Tunggu saja!
__ADS_1
Manta ln suami vs Suami sah! hihihi..
Kembang nya jangan lupa buat othor! Selaku othor tunggu! 😉