
Setelah Ira memeriksa keadaan Gilang. Ia pun berlalu kedapur, dimana mereka semua sedang membuat kue. Sesekali terdengar canda tawa mereka disana, dengan Lana sebagai pemicunya.
''Mak tau nggak..'' ujar Lana
''Enggak...'' sahut Alisa.
''Ishhh.. denger dulu! gimana sih main potong aja! kayak tukang potong!'' gerutu Lana.
Ira dan Alisa terkekeh.
''Mak tau sama bang Sobil yang dipojokan gang itu? Tau nggak Mak, kalau kemarin dia dikejar guk guk ketika pulang kerja. Saking terkejutnya dia, bang Sobil terkencing dalam celana! masa' udah tua ngompol sih?! ishh.. ada-ada aja bang Sobil tuh!'' ujar Lana.
Membuat Ira terkekeh.''Iyakah?? Masa' udah tua masih ngompol sih?? Kakak nggak percaya ah! sama omongan kamu! Taulah.. kamu kan tukang ngibul??'' ejek Ira
Membuat Lana menggeleng. ''Mana ada.... enak aja! bilangin Abang tukang ngibul! kalau nggak percaya? tanya tuh sama ustad Dhanu. Beliau juga ada disana saat kejadian itu kemarin sore!'' elak Lana sambil menjelaskan keadaan yang sebenarnya.
''Heleh! paling kamu nya bang! suka banget ngarang cerita!'' tuduh Ira.
''Nggak percaya ya udah! nggak rugi juga buat Abang tuh!'' ujarnya cuek.
Alisa yang mendengar perdebatan itu, hanya geleng kepala saja. Tangan nya masih sibuk ******* labu dalam tepung ketan, untuk di Ulen menjadi kue timpan labu.
Sedangkan diluar sana, Gilang yang sedari tadi sudah membuka matanya, menatap kearah dapur. Sangat riuh disana dengan Lana sebagai aktornya.
Gilang terkekeh. Ia meneguk habis minumnya yang di sediakan Ira tadi di depan nya. Setelah habis, ia berlalu melihat Annisa didalam yang tertidur pulas.
Tersenyum ia menatap Annisa, yang juga sedang tersenyum dalam tidurnya. Gilang mendekati bayi kecil itu, kemudian membungkuk untuk mencium kening bayi kecil itu.
Setelah nya ia berlalu kebelakang, dimana Alisa dan anak-anaknya sedang membuat kue. Alisa yang keturunan Aceh, sangat paham dengan kue khas dari Aceh ini.
Gilang berdiri di depan pintu sambil menatap Alisa dalam.
''Cantik!'' ucapnya seraya tersenyum. Ia menatap Alisa yang begitu fokus dengan pekerjaan nya.
Sadar akan ada seseorang disana yang sedang menatapnya, Alisa mendongak. Terlihat Gilang disana yang juga sedang melihatnya.
Gilang tersenyum, barulah Alisa menunduk dan berdehem. Membuat Gilang terkekeh pelan. Ia mendekati Lana, dan duduk di sebelah Alisa. Posisi yang bagus sekali menurutnya.
''Lagi buat apa sih? kok seru banget Papi denger dari tadi? Ini apa Mbak? Kok kuning begitu? Lah inikan labu? terus yang coklat ini apa? kok kayak serat ya??'' cecar Gilang tanpa jeda.
__ADS_1
Lana dan Ira terkekeh. ''Itu namanya kue timpan labu Papi! Papi nggak pernah makan ya??'' tanya Lana.
Gilang menggeleng.
''Ish ish ish Papi kuno! Ini tuh Kue khas orang Aceh! Mak Abang kan keturunan Aceh asli?? Iyakan Mak??'' tanya Lana pada Alisa, yang di balas dengan gelengan kepala saja olehnya.
Othor memang keturunan asli orang Aceh! ✌️maaf othor nimbrung! 😁😁
Gilang bingung.''Ah masa' sih? Mak Abang keturunan Aceh?? Mana buktinya??'' tanya Gilang.
''O.. Papi nggak percaya?? Bentar Abang ambilin KTP punya Mak! jangan dikira Abang bohong kayak barusan!'' ujarnya seraya berlalu kedalam kamar.
''Nih! lihat sendiri!'' ujarnya jutek. Ira yang melihatnya tertawa.
''Idih, ngambek dia Pi!'' ejek Ira.
Gilang mengambil nya dari tangan Lana dan membacanya. Gilang membulat kan matanya. Ternyata benar Alisa lahirnya di Aceh tapi keturunan apa iya??
Gilang menatap Alisa ingin bertanya, tapi tak berani. Karena melihat wajah Alisa yang begitu serius mengulen tepung dan labu agar menyatu.
''Mak, memang keturunan Aceh Pi! Kakek kami kan ayahnya keturunan Aceh asli? Ya maka dari itu, Mak juga keturunan Aceh Kan?? Kalau nenek kami juga orang Aceh! tapi moyang kami kami keturunan Padang!'' jelas Ira.
Walaupun jaman berganti, tetapi yang nama nya adat tetap ada. Dan masih di laksanakan hingga sekarang.
Gilang menerawang kedepan, gimana kalau seandainya ia ke Aceh ya? Pasti banyak tempat wisata yang menarik? pikirnya.
Cetek!
Gilang terkejut dan nyengir. ''Ihh.. Papi kenapa? Kok melamun sih??'' tanya Lana.
''Hehehe.. lagi bayangin aja, kalau seandainya Papi ke Aceh, boleh kali ya nginap dirumah nenek Abang?? Pastinya seru tuh! iya nggak??'' tanya Gilang.
Lana mengangguk. ''Boleh, boleh! tapi setelah Papi menikahi Mak Abang! baru setelahnya, papi boleh berkunjung kesana!'' ujar Lana.
Deg!
Alisa dan Gilang tersentak mendengar ucapan Lana. Alisa mendongak, bertepatan juga dengan Gilang yang memandangnya.
''Abang! nggak boleh ngomong kayak gitu! Mak, sama Papi orang tua kita! hargai privasi Mereka! kamu paham bang??'' tukas Ira.
__ADS_1
Membuat Lana, menggeleng. ''Apa itu pri-va-si?? hooh. apa itu privasi Pi??'' tanya Lana pada Gilang.
Gilang terkejut, saat Lana menepuk pahanya pelan. ''Eh? Apa tadi? kopi??'' tanyanya.
Lana memandang nya cengo. ''Kopi?? yang ditanya privasi, kok malah kopi sih?!'' gerutu Lana.
Ira tergelak. Begitu juga dengan Alisa. Ia terkekeh pelan. Gilang bingung di buatnya.
''Apasih?? Kopi kan? siapa yang mau minum kopi??'' tanya nya lagi.
Membuat Ibu dan anak itu terbahak. Alisa terbahak hingga keluar sebutir bening dari sudut matanya. Sangat lucu menurutnya.
''Hahaha... Papi ngelamun! ditanya pri-va-si, kok bisa jadi kopi?? emang siapa yang mau minum kopi?? haha.. Papi nggak nyambung! haha...'' ujar Lana, masih dengan tertawa.
''Haha.. Papi ngacok!'' ucap Ira.
Sedangkan Alisa tersenyum simpul. Gilang hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Suasana yang tadinya sepi, jadi heboh karena Gilang yang tidak konsen.
''Udah-udah! bantu Mak, siapkan pesanan bude Yuli. Besok pagi harus diantar kerumahnya! ayo cepetan! malam jalan terus, nggak nunggu kita untuk siapin ini! tapi kita yang harus bergegas.'' ujar Alisa, seraya tangannya bergerak cepat dalam membungkus tepung yang sudah di Ulen dengan labu.
Mereka semua mengangguk. Gilang hanya memperhatikan saja. Ia bertugas sebagai pemotong daun pisang, untuk bungkusan timpan labu.
Lama mereka menyelesaikan membuat kue timpan labu itu. Sesekali terdengar Gilang bercanda dengan Lana. Suasana dapur yang tadinya sunyi, kini menjadi ramai karena kedatangan Gilang.
Satu setengah jam kemudian, semua pekerjaan itu selesai. Timpan labu yang sudah masak, di keluarkan dari kukusan agar uap air tidak mengendap didalam kue.
Fungsinya ialah agar kue timpan tetap kering dari uap air. Jika terkena air maka akan benyek, atau basah bentuk nya. Tentu rasanya juga tidak enak.
Setelah semuanya selesai, kini waktunya mereka untuk tidur. Alisa di dalam bersama Ira. Sedang kan Lana dan Gilang diluar kamar mereka.
Saat Alisa ingin masuk kamar, Gilang menghentikan nya.
''Mbak... boleh kita bicara sebentar??''
Eh?
💕
TBC
__ADS_1