Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)
Single


__ADS_3

''Istri saya!''


Deg.


Wanita itu terkejut dengan ucapan Gilang. Ia menatap Gilang yang masih sibuk dengan makanan nya.


Bagaimana tidak, semenjak pagi hingga sore hari perutnya belum terisi makanan sama sekali.


Dan saat ini, ia sedang rapat dengan seorang klien. Mereka sengaja rapat di sebuah restoran.


Restoran dimana, tempat ia pernah bertemu dengan chef baru ketika dulu bersama Lana.


Alisa resto. Itulah pilihan Gilang. Saking merindukan Alisa, ia sering makan di tempat itu.


Karena semua menu makanan disitu, ialah masakan yang sering ia makan dirumah Alisa.


Bahkan resepnya pun ia dapatkan dari Alisa. Mengingat itu Gilang tersenyum tipis. Tapi tidak dengan seorang gadis yang sedang duduk bersama nya.


''Ma-maksud anda, Is-istri???''


''Ya! istri saya! Saat ini saya dengan nya sedang berjauhan, karena tugas saya sebagai seorang pengusaha yang begitu sibuk.'' sahut Gilang masih dengan mengunyah makanan.


''Bu-bukan nya anda itu masih single ya??'' tanya nya lagi pada Gilang.


Membuat Gilang menghentikan suapannya. Ia menoleh pada gadis itu dengan datar. ''Siapa yang bilang jika saya masih single??''


''I-itu.. semua tau.. ji-jika anda masih single belum menikah, dan juga bukannya anda baru saja tamat sekolah??''


Gilang tersenyum tipis, saking tipisnya gadis itu tak melihat nya. ''Informasi yang anda dapatkan itu hoaks! Saya sudah menikah dari Dua bulan yang lalu. Tepat saat saya masih duduk di bangku sekolah. Semua itu sengaja saya tutupi, karena saya takut, jika akan mengganggu sekolah saya.'' sahutnya masih dengan menatap gadis itu.


Gadis itu semakin terkejut dengan ucapan Gilang. Gilang tidak peduli dengan hal itu.


''Nggak! saya nggak percaya! selama nggak ada pengumuman serta bukti yang kuat, saya tidak akan percaya!'' bantahnya, membuat Gilang menaikkan sebelah alisnya.


Pertanda jika ia sudah mulai tak nyaman dengan pembahasan mereka. ''Anda tak punya hak untuk percaya atau tidak! Anda disini hanyalah klien dari Papa saya! Tugas anda, hanya sebagai seorang pesuruh! bukan untuk mengulik Masalah pribadi saya! Saya sudah selesai!'' imbuhnya, kemudian berdiri dan berlalu meninggalkan gadis yang mematung karena ucapan Gilang baru saja.

__ADS_1


''Ja-jadi... di-dia...'' ucapan nya terhenti saat masuk satu buah notifikasi ke ponsel nya yang semakin membuatnya terkejut.


Ting!


Kau jangan ikut campur dalam masalah ku! jika ingin perusahaan mu mendapat investor, maka jauhi aku! Karena aku tak segan-segan akan menghancurkan perusahaan kecil mu itu!


Gadis itu semakin terkejut, ketika melihat sebuah foto antara GIlang dengan seorang wanita berhijab yang begitu cantik menurutnya.


''Ternyata benar! jika Gilang Bhaskara sudah menikah, bahkan istri nya sangat cantik jika dibandingkan dengan diriku..'' lirihnya masih dengan menatap nanar pada foto itu.


Seseorang dibalik kaca tersenyum melihat nya. Setelah nya ia mengirimkan satu pesan lagi untuk gadis pengganggu itu.


Ingat! jangan sekali-kali mengulik tentang kehidupan pribadiku! Berani kau melakukan nya? Maka nyawa mu yang akan jadi taruhannya!


Gadis itu bertambah terkejut membaca pesan singkat yang masuk kedalam ponsel nya.


''Ba-baik! aku tidak akan mencampuri urusan anda lagi, Pak Gilang!'' balasnya pada pesan itu.


Setelah nya gadis itu beranjak pergi, sedangkan Gilang masih berdiri diluar jendela.


''Hadeeeuuhh.. perut gue masih lapar! Tuh cewek ngotot banget ingin dekatin gue! Kena lu! rasain! Gilang dilawan! huh!'' imbuhnya sembari masuk kembali kedalam restorannya itu.


''Bos!''


''Hem,'' sahut Gilang dengan mulut penuh makanan.


''Rumah Mbak Alisa sudah siap dihuni Bos! Kayaknya besok rumah itu sudah bisa di isi dengan perlengkapan rumah tangga.'' ucap Andi, dengan melihat Gilang sedang makan dengan lahap.


Andi terkekeh. ''Bos lapar banget atau kelaparan nih??? Kok gitu amat sih makannya??''


Gilang yang sudah selesai makan, minum. Selesai minum barulah ia melihat Andi dengan tatapan tidak suka atas ucapannya itu.


''Elu kan tau Ndi, gue nggak kenyang kalau nggak makan masakan bini gue! Ya.. cuma disini gue bisa makan kayak gini. Karena semua masakan disini, adalah masakan bini gue ketika gue tinggal dirumah nya..'' imbuhnya dengan sedikit merendahkan suara nya.


Wajah Gilang terlihat sendu. Andi hanya bisa menghela nafas panjang. ''Bos??''

__ADS_1


''Gue tau... besok elu siapin semua keperluan rumah bini gue, setelah semuanya terisi dengan peralatan rumah tangga, elu siapin segala sesuatu nya untuk pernikahan gue seminggu lagi...'' lirih Gilang dengan raut wajah sendu.


''Bos... jika anda tidak bisa kenapa harus dipaksakan menikah dengan orang yang tidak anda inginkan??''


''Gue terpaksa Andi.. semua ini demi dirinya dan anak-anak gue.. gue bisa apa? Jika memang seperti ini jalan takdir yang harus gue hadapi? Gue harus jadi penebus dari janji yang telah kedua orang tua gue buat Ndi! Gue nggak sanggup Ndi.. tapi gue terpaksa...'' lirihnya lagi dengan buliran bening yang sudah mengalir di pipinya.


''Sabar Bos... semua pasti akan indah pada waktunya.. Bos harus bisa bersabar! Sebutlah selalu nama nya dalam setiap doa yang Bos panjatkan. Agar kelak, kalian berdua bisa dipersatukan oleh Nya.. Saya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Bos Gilang.. Masalah Mbak Alisa, biarkan itu menjadi urusan saya Bos.. saya yang akan menjaganya selama Bos Gilang pergi. Dan juga ada pak Kosim yang akan selalu mengawasi istri Bos..'' lirih Andi.


Begitu sakit hatinya melihat Bos yang ia sayangi, bukan hanya sekedar Bos tapi saudara untuknya.


Gilang menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Bahunya bergetar.


''Jujur Ndi.. gue nggak sanggup! gue nyerah.. lebih baik gue pergi jauh daripada harus meninggalkan nya dengan cara seperti ini Ndi.. gue nggak sanggup.. hiks..'' Gilang terisak.


Andi yang melihatnya pun sama ikut merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Gilang.


Andi memeluk Gilang begitu erat. ''Sabar Bos.. memang seperti inilah takdir kalian berdua.. Bos harus ingat! jika Bos pergi untuk kembali! Bos pergi untuk memantaskan diri agar layak menjadi seorang panutan bagi Mbak Alisa, dan juga anak-anak nya Bos... Bos harus ingat itu. Bos pergi untuk kembali, bukan untuk tidak kembali selamanya. Jika suatu saat terjadi sesuatu hal yang tidak Bos inginkan dalam pernikahan nya bos dengan istri bos yang akan datang ini, maka anggap lah itu takdir untuk Bos. Allah tau yang terbaik untuk Bos seperti apa. Jangan meragukan kekuasaan Nya Bos! Segala sesuatu yang terjadi dimuka bumi ini, semua itu atas izin dari Nya. Bos harus ingat itu! Ingat ini, ketika Bos dalam masa sulit. Saat dimana Bos begitu merindukan Mbak Alisa. Berdoalah Bos! Karena hanya doa yang bisa mengubah takdirmu dan juga takdirnya Bos. Ingat itu!'' imbuh Andi dengan segudang nasihat untuk Gilang.


Membuat Gilang tersenyum dalam tangis.


''Terimakasih Andi...''


Andi tersenyum. ''Sama-sama Bos! Bos bukan hanya sekedar majikan untukku, tapi Bos juga sudah ku anggap saudara bagiku..'' lirih Andi dengan bibir bergetar.


Lagi, Gilang memeluk Andi dengan menangis. Gilang tersenyum saat tau, Jika Andi pun ikut menangis bersama nya.


Mulut tertawa hati menangis


Inilah yang dirasakan Gilang saat ini. Sama seperti Alisa dulunya. Semoga nantinya tidak terjadi apapun didalam pernikahan mereka berdua.


Pernikahan antara Gilang dan Vita.


Semoga saja.


💕

__ADS_1


Sedikit lagi, siap-siap ya??


Othor nggak sanggup nulisnya... 😭😭😭


__ADS_2