Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)
Masa lalu Gilang 8


__ADS_3

Jika masih menebak atau mendengar saja dari orang lain tentang orang yang kita sayangi, berarti kita masih percaya dengannya. Namun berbeda jika kita melihat dengan mata kepala sendiri, maka kita baru percaya.


Kepercayaan adalah pondasi dalam sebuah hubungan. Jika kepercayaan sudah tidak ada bersamanya maka bencilah yang akan terjadi.


Vita dan Gilang, mereka berdua memang dijodohkan sedari orok. Tidak menutup kemungkinan jika Vita akan berubah demikian juga dengan Gilang.


Masa muda adalah masa dimana kita bisa mengekspresikan diri melalui kegiatan yang positif, baik dari disekolah maupun diluar sekolah. Masa putih biru inilah kita mencari jati diri kita yang sebenarnya. Masa dimana kita sedang tumbuh menjadi ABG atau anak baru gede.


Tak ubah nya Vita, ia juga seperti itu. Ingin mencari sesuatu yang bisa memuaskan hatinya. Dengan cara bermain main dengan para pemuda sebaya nya. Hanya saja kali ini Vita salah langkah. Yang membuat dirinya seperti seorang j****g.


Karena nafsu mereka berdua hampir saja melakukan hubungan yang tak semestinya mereka lakukan. Jika bukan karena Gilang, maka terjadilah pergulatan itu.


Vita yang merasa dirinya begitu digilai oleh para lelaki, membuat dirinya sombong. Ia tega melakukan itu dibelakang Gilang. Berharap walaupun ia sudah tidak suci lagi, Gilang pasti menerima dirinya apa adanya. Toh, mereka sedari kecil sudah dijodohkan. Jadi tidak ada masalah bukan?


Anggapan yang begitu optimis menurutnya. Tapi tidak untuk Gilang. Menurut Gilang, sekali melakukan penghianatan maka pasti akan ada penghianatan-penghianatan berikut nya.


Dan disinilah ia berada. Dibelakang sekolah yang begitu sepi, membuat mereka ingin menyalurkan sesuatu yang tidak seharusnya mereka salurkan.


Vita ditantang oleh Kevin, dengan cara menyerahkan kesuciannya padannya. Setelah itu ia harus kembali pada Gilang. Karena yang Kevin dengar dari Vita, Gilang sangatlah baik terhadap nya.


Kevin merasa cemburu dibandingkan dengan Gilang. oleh karenanya tercetuslah perjanjian itu. Kevin ingin melihat, apakah Gilang masih mau menerima Vita yang sudah tidak suci lagi karena diambil olehnya. Ataukah Gilang akan meninggalkan nya karena Kevin. Kevin ingin melihat itu.


Dan tepat seperti dugaannya bahwa Gilang sedang berdiri disana dengan wajah datar. Awalnya Kevin kaget ketika ada seseorang yang melihat nya sedang bercumbu dengan Vita. Tapi setelah ia tau bahwa Gilanglah yang disana, ia jadi berfikir licik untuk menjebak Vita agar bisa bersamanya.


Dan disinilah mereka berada. Di belakang sekolah tempat dimana Gilang dan dirinya sering nongkrong bareng jika sekolah sedang menngadakan rapat.

__ADS_1


'' Astaghfirullah! apa yang Kalian lakukan hah?! dasar bodoh! bego! kenapa sih harus disini?! ya ampun.. untung saja kite berdua yang nengok elu?! jika orang lain maka habislah kalian! elu juga Vin! kenapa nggak sewa hotel sih? duit Lo banyak kan?! kenapa harus disini!? mengotori sekolah saja lu! mana ceweknya Vita lagi! huh dasar nggak ada akhlak!''


''Bener ya yang dibilang orang! jika elu itu adalah playgirl! dan terbukti sekarang! jika ini Kevin, pasti ada Kevin Kevin lain kan yang udah elu kasi jatah serabi elu itu!? sadar woy.. sadar elu itu masih sekolah bentar lagi mau tamat! mau cari sensasi lu!? hah?! ya Allah.. astagfirullah..!!'' tukas Aldi. Ia greget dengan kelakuan mereka berdua.


Deg!


Playgirl??


Kevin mematung mendengar ucapan spontan dari Aldi. Apa maksudnya dengan semua itu?! Dalam diamnya, ia melihat Vita yang menggeleng sambil mendekati Gilang disana.


'' La-lang.. gu-gue bi-bisa je-jelasin! i-itu nggak se-seperti yang loe lihat! gue terpengaruh ka-karna bujukan Kevin, dengan iming-iming elu akan terima gue lagi, jika gue udah ngasi kesucian gue buat dia! maka dari itu gue ngelakuin itu..'' tukasnya seraya mengambil tangan Gilang untuk digenggamnya.


Kevin melotot, ia tercengang dengan pengakuan Vita.


Gilang yang tahu akan disentuh oleh Vita, mengangkat tangannya keatas.


'' Lang.. denger dulu penjelasan gue?'' imbuhnya terisak. Melihat penolakan Gilang, begitu melukai perasaannya.


'' Sebaiknya lu balik, pakai seragam lu! nggak ada yang perlu dijelaskan! semuanya sudah jelas! mulai sekarang elu bukan siapa siapa gue! elu bukan lagi jodoh gue! camkan itu!'' tukasnya dengan dingin, membuat Vita tambah tersedu.


Vita menggeleng, ia tidak terima dengan keputusan Gilang.


'' Jangan katakan itu Lang! gue sampai kapanpun akan tetap menjadi jodoh loe! jangan tinggalin gue Lang! gue mohon..'' pintanya pada Gilang.


Gilang tak menghiraukan nya. Ia terus saja berlalu tanpa melihat kebelakang lagi. Sedangkan Aldi masih berdiri berkacak pinggang disana. Ia masih ingin menyemprot mereka berdua dengan omongan pedas nya.

__ADS_1


'' Dasar tak tau malu! elu sama Kevin sama sama cocok! yang satu playgirl yang satu playboy! gue nggak nyangka ya.. elu berdua tega nusuk Gilang dari belakang! selama ini gue hanya diam melihat kelakuan elu berdua! gue sengaja diam untuk menjaga perasaan Gilang! tapi hari ini nggak lagi! elu berdua bukan sahabat kita lagi! mulai sekarang elu berdua nggak ada hubungan apa-apa lagi termasuk elu Vita! cukup sampai disini elu nyakitin Gilang! untuk elu Kevin! gue nyesel pernah temenan sama Elu! gue kira elu beneran baik sama kite! rupanya elu serigala berbulu domba! kecewa gue sama elu Vin!'' ucapnya dengan lirih.


Deg!


Kevin mematung. Ia menatap nanar pada Aldi yang melangkah meninggalkan mereka berdua.


Aldi menghapus air bening yang mengalir disudut matanya.'' Ternyata dugaan gue bener! elu memang tidak sebaik yang gue pikirkan! kecewa gue Vin!'' isaknya. Lama ia berjalan tak tentu arah, tiba tiba ia mengingat Gilang. '' Astaghfirullah! Gilang! kenapa gue bisa lupa sama sohib gue yang satunya! aduh! kemana gue cari Gilang ya??'' ia bermonolog pada diri sendiri.


Aldi berlari menuju kedalam kelas dengan napas ngos-ngosan. Aldi melihat sekeliling tapi tak ada satu orang pun.


Aldi keluar berlari mengelilingi seluruh sekolah. Buliran keringat membasahi seluruh tubuh nya. Ia melihat sana sini, tapi tak juga melihat sosok Gilang.


Aldi menangis. Ia tak peduli dengan teman-teman nya yang bertanya ada apa, ia tak meresponnya. Ia terus saja berlari.


'' Ya Allah.. Gilang dimana hiks.. jangan nekat Lang! gue ada bersama elu! Ya Robb.. tunjukkan dimana Gilang..'' pintanya dengan terus terisak.


Langkahnya terasa lambat karena ia sudah lelah. Karena sudah lelah, ia berniat ke Mushola sekolah. Ia ingin duduk disana sejenak. Jalur ke Mushola lebih cepat dibanding ke kelasnya yang harus mutar dulu.


Aldi terus saja berjalan mendekati Mushola sekolah, sampai disana matanya melihat sebuah sepatu yang begitu dikenalnya.


Aldi membulatkan matanya. Ia tersenyum sumringah. Ia berlari mendekati sepatu Gilang. Ia buru-buru membuka sepatunya dan masuk kedalam Mushola.


Sampai nya disana Aldi mematung. Ia melihat Gilang yang sedang sholat dalam keadaan menangis tersedu.


'' Gilang...''

__ADS_1


💕


TBC


__ADS_2