
Tiba di kediaman Alisa, Gilang dengan segera turun di susuli oleh Ira dan Lana. Ia memutar kearah dimana Alisa turun.
Dengan cepat ia mengangkat pujaannya itu menuju ke dalam kamar mereka. Alisa yang masih pusing tidak bisa bergerak banyak. Ia hanya bisa pasrah saat Gilang menggendong nya.
Rayyan masih saja sesegukan di pangkuan Lana. ''Udah, Mak kita tak apa. Adek diem ya? Kan udah besar? hem?'' ucap Lana, sambil mengusap air mata Rayyan yang terus berjatuhan di pipi chubby nya.
''Hiks.. Mami.. Bang.. Mami...'' Isak Rayyan lagi.
''Mau Abang bawa ke kamar Mak??'' tanya Lana, Rayyan mengangguk tanpa bersuara.
Dengan cepat Lana berjalan menaiki tangga menuju kamar Alisa dan Gilang. Saat ini, Alisa memang benar sedang sakit kepala.
Pusing terus melanda kepalanya. Gilang menghela nafasnya melihat Alisa. ''Kamu sakit apa sih? Nggak mau ngomong juga? Tadi katanya udah sampai rumah baru ngomong.''
Alisa masih memejamkan kedua matanya. ''Aku tak apa Pi.. hanya sakit kepala biasa gegara lambung ku kumat lagi. Sejak seminggu ini memang sudah terasa sakitnya, tapi karena hari ini Rayyan ulang tahun, aku memaksakan diri untuk kuat..'' lirih Alisa.
''Mamiii....'' panggil Rayyan, Gilang menoleh melihat putra nya sudah ada dikamar mereka.
''Sini sama Papi!''
''Ndak mau! Adek mau Mami! Hiks.. Mami.. banuuuun.. huaaaa...'' pekik Rayyan semakin tersedu.
Alisa terkekeh. Ia membuka matanya dan melihat Rayyan putra Gilang sudah ada didepannya dengan bercucuran air mata.
''Sini! Tapi Mami nggak bisa gendong Adek ya? Kepala Mami pusing! Mami lihat adek aja jadi banyak!'' seloroh Alisa.
Rayyan berhenti menangis. ''Banyak?? Ada belapa??'' tanya nya polos.
Gilang terkekeh, begitu juga dengan Alisa. Lana duduk di kaki Alisa. Tangan nya bergerak memijit kaki Alisa pelan-pelan.
''Ya, banyak! Makanya Adek nggak boleh nangis ya? Kalau adek nangis, Mami nggak bisa gendong Adek..''
Rayyan menatap Alisa dengan mata yang masih sembab. ''Mami Ndak boleh cakit nagi! Adek Ndak mau Mami cakit! hiks.. Mami...'' lirih Rayyan dengan memeluk Alisa.
Bocah lima tahun itu tidur begitu nyaman di dada Alisa. Alisa mengusap Surai hitam Rayyan dengan sayang.
Gilang tersenyum melihat Alisa begitu menyayangi putra nya dengan Vita. ''Lis?''
''Hem,'' sahut Alisa. Tangannya masih sibuk mengusap Surai hitam milik Rayyan.
''Kamu belum jawab tadi pertanyaan ku dirumah Mama. Boleh aku tau apa alasan mu? Jika kasta adalah penghalang untuk kita berdua, itu tidak mungkin. Aku mengenal siapa dirimu sayang. Jawab dengan jujur!'' desak Gilang.
__ADS_1
Alisa menghela nafasnya. ''Kayaknya Gilang ngotot banget ya mau nikahin aku? Apa sudah waktunya ya aku terima? Tapi, aku takut. Takut jika Ibu Dewi dan Papa Angga tidak menerima ku sebagai menantu nya. Aku tidak ingin mengalami hal yang serupa seperti enam tahun silam.'' Batin Alisa.
''Sayang... jawab aku! Jangan di php in ah!'' gerutu Gilang dengan wajah cemberut.
Alisa terkekeh. ''Papi.. bukan aku tidak mau menerima mu. Aku hanya takut, jika kejadian enam tahun silam terulang lagi di dalam rumah tangga kita nantinya karena tidak mendapat restu dari kedua orang tua kita. Mama dan Papamu dan juga.. kedua orang tuaku..'' lirih Alisa.
Gilang tertegun dengan ucapan Alisa. Ia terdiam memikirkan kata-kata yang baru saja Alisa katakan padanya.
Gilang menghela nafasnya. ''Baik, jika itu yang menjadi keinginan mu. Aku pulang sekarang untuk menjelaskan kepada kedua orang tuaku siapa kamu sebenarnya dan mengenai kedua orang tuamu. Biar itu menjadi urusan ku! Aku pulang ya? Persiapkan dirimu dari sekarang!'' goda Gilang dengan mengedipkan sebelah matanya.
Alisa terkekeh. ''Ingat, Pi! Jika kedua orang tua mu tidak merestui nya, maka lepaskan aku! Turuti apa yang menjadi keinginan kedua orang tuamu. Karena hidup tanpa restu orang tua, maka hanya malapetaka saja yang didapat.'' Lirih Alisa dengan sendu.
''Ya, aku mengerti. Itu tidak mungkin terjadi. Tunggu saja! Setelah selesai, aku akan segera kembali kesini. Aku pulang. Assalamualaikum. Cup!''
Alisa melototkan matanya. ''Ishh.. belum sah Papi!!!'' pekik Alisa pelan.
Gilang tertawa. ''Sebentar lagi! Tunggu saja!'' ucap Gilang lagi dengan mengedipkan matanya.
Alisa memanyunkan bibirnya. Gilang tertawa. Sedangkan Lana tersenyum tipis. ''Sudah waktunya,'' gumam Lana dalam hati.
Setelah itu, Gilang benar-benar pergi. Ia pulang kerumahnya, untuk menemui kedua orang tuanya. Rumah Mama Dewi dan Papa Angga.
Satu jam kemudian, Gilang tiba di rumah kedua orang tua nya.
''Sama-sama Den!'' sahut Pak Kosim.
Gilang mengangguk dan berlalu masuk ke dalam rumah kedua orang tuanya. Tiba disana, Gilang melihat kedua orang tuanya sudah menunggu kedatangan nya.
''Assalamualaikum Ma, Pa..''
''Waalaikum salam, Nak.. duduk! Banyak yang ingin kami bicarakan dengan mu. Ini tentang Rayyan putramu. Dan juga... ibu susu nya.'' Lirih Mama Dewi.
Gilang tersenyum, ia duduk di depan kedua orang tuanya. Dengan segera ia meneguk jus pokad buatan Bik Inah.
Gilang lalu melepas jaketnya dan meletakkan nya di sofa ia duduk. Begitu juga dengan sepatunya.
''Mama masih ingat dengan perjanjian yang Kalian buat dulu saat aku ingin berangkat ke Amerika??''
Mama Dewi mengangguk. ''Ya, Mama ingat! Waktu itu kami meminta mu untuk menikahi Vita, dengan syarat kamu tidak boleh bertemu dengan istri siri mu itu.''
''Ya, Mama benar! Dan wanita itu adalah Alisa. Ibu susu Rayyan!''
__ADS_1
Deg!
''Nggak! Nggak mungkin Gilang!'' elak Mama Dewi, sedang Papa Angga menghela nafasnya.
''Itu benar Mama. Alisa ibu susu Rayyan dan juga Alisa adalah istri sah ku secara hukum, namun belum sah secara agama!''
''Apa?!'' pekik Mama Dewi secara bersamaan dengan Papa Angga.
Gilang terkekeh. ''Jadi.. kamu menipu kami Gilang?!'' sentak Mama Dewi.
Papa Angga terdiam. ''Aku terpaksa melakukan itu. Karena aku tau seperti apa kedua orang tuaku saat itu. Demi menunaikan janji kalian berdua, maka aku dan Vita yang harus membayar nya. Beruntungnya aku, Vita mau menerima nya dengan lapang dada. Jika tidak, maka kami berdua yang tersakiti akibat pernikahan yang kalian paksakan kepada kami berdua. Belum lagi ancaman yang kalian layangkan padaku saat itu. Maka aku terpaksa melakukan itu demi menyelamatkan nyawa nya dari kalian berdua!'' jelas Gilang, semakin membuat Mama Dewi terkejut.
''Mama ingat dulu, saat itu pernah menghina Alisa yang telah mencoba membuatku membantah perintah kalian berdua? Alisa yang sama. Alisa yang telah menyusui Rayyan selama dua tahun lebih, Sama seperti ketiga anaknya. Bahkan merawat putraku hingga sekarang. Belum lagi saat aku kecelakaan, dengan tega Mama menghina nya dengan sebutan Wanita Pembawa Sial!''
Deg!
Jantung Mama Dewi bergemuruh hebat. Ia terdiam tanpa kata. ''Tega Mama menghina istriku! Jika bukan karena nya, mungkin saat ini aku tidaklah bersama kalian lagi! Keyakinan nya lah yang membuatku bisa bangun dari koma ku. Aku beruntung memiliki istri seperti nya. Sedari dulu aku sudah mengatakan kepada kalian berdua, jika Alisa itu wanita yang baik. Ia tidak muluk-muluk dalam hal berbicara. Alisa wanita apa adanya. Ia memang terlahir dari kalangan bawah tidak sama seperti kita. Tapi Mama lupa sesuatu tentang keluarga kita. Bukankah Opa juga dulunya orang biasa? Oma pun begitu? Karena usaha keras dari Opa lah kita bisa merasakan harta yang melimpah saat ini! Seharusnya kalian berdua sadar, jika kita ini sama dengan nya!''
''Aku heran dengan Mama, apa yang bisa kalian banggakan dari diri kalian? Sedang harta saja kedua orang tua kalian yang punya? Dengan bangga nya kalian berdua mengakui jika harta yang selama ini kalian nikmati adalah harta dari kedua orang tua kalian!''
Ddddduuuaaarrrr..
Tersentak Mama Dewi dan Papa Angga mendengar nya. Mereka menatap nanar pada Gilang.
''Sadar Ma.. Sadar Pa.. jangan menilai seseorang dari harta nya. Kenali lah terlebih dahulu orang nya baru bisa memutuskan. Apakah ia orang yang baik atau bukan. Kita sama saja dengan nya! Bahkan janda yang dulu kalian hina itu lebih sukses dari kalian sekarang!''
Deg!
💕💕
Maafkheun othor terlambat update nya. Di tempat othor mati lampu dari tadi pagi hingga sore ini.
Taulah klean.. jika mati lampu jaringan itu nggak ada di tempat othor. 🤣🤣
Hehe..
Okey! sambil menunggu cerita othor update, mampir dulu yuk di cerita temen othor nih!
Karya nya othor Shan_neen
__ADS_1
Like dan komen klean selalu di tunggu! 😘😘