
Papa Angga terdiam. ''Aku terpaksa melakukan itu. Karena aku tau seperti apa kedua orang tuaku saat itu. Demi menunaikan janji kalian berdua, maka aku dan Vita yang harus membayar nya. Beruntungnya aku, Vita mau menerima nya dengan lapang dada. Jika tidak, maka kami berdua yang tersakiti akibat pernikahan yang kalian paksakan kepada kami berdua. Belum lagi ancaman yang kalian layangkan padaku saat itu. Maka aku terpaksa melakukan itu demi menyelamatkan nyawa nya dari kalian berdua!'' jelas Gilang, semakin membuat Mama Dewi terkejut.
Mama Dewi menatap Gilang dengan raut wajah terkejut nya. Sedangkan Papa Angga, ia menghela nafas berat.
Gilang menatap lekat kedua orang tua nya. ''Mama ingat dulu, saat itu pernah menghina Alisa yang telah mencoba membuatku membantah perintah kalian berdua? Alisa yang sama. Alisa yang telah menyusui Rayyan selama dua tahun lebih, Sama seperti ketiga anaknya. Bahkan merawat putraku hingga sekarang. Belum lagi saat aku kecelakaan, ia juga yang membuatku bangun dari koma ku. Tapi Mama, dengan teganya Mama menghina nya dengan sebutan Wanita Pembawa Sial!''
Deg!
Jantung Mama Dewi berdetak kencang. Ia terdiam tanpa kata. ''Tega Mama menghina istriku! Jika bukan karena nya, mungkin saat ini aku tidaklah bersama kalian lagi! Keyakinan nya lah yang membuatku bisa bangun dari koma ku. Aku beruntung memiliki istri seperti nya. Sedari dulu aku sudah mengatakan kepada kalian berdua, jika Alisa itu wanita yang baik. Ia tidak muluk-muluk dalam hal berbicara. Alisa wanita apa adanya. Ia memang terlahir dari kalangan bawah tidak sama seperti kita. Bukankah dulu pernah aku katakan, kenalilah dulu orangnya baru setelah itu putuskan seperti apa. Apakah layak untuk dianggap atau tidak. Sekarang apa yang Mama rasakan selama lima tahun ini setelah mengenal istriku?'' Gilang menatap kedua orang tuanya bergantian.
Mama Dewi bingung harus bicara apa. Disatu sisi ia menyukai ibu susu Rayyan, tapi di sisi lain ego nya terlalu tinggi untuk mengakui jika apa yang dikatakan oleh Gilang, benar adanya.
Bahwa Alisa bukanlah wanita biasa. Wanita itu istimewa, sehingga Rayyan pun begitu menyayangi nya.
Mama Dewi menghela nafasnya. Gilang melanjutkan lagi ucapannya. ''Apa kalian lupa seperti apa keluarga kita dulu nya? Bukankah kita juga dari kalangan menengah kebawah? Saking banyak nya harta yang kalian punya, kalian berdua melupakan dari mana asal harta semua ini! Kalian berdua terus saja menghina dan merendahkan harga diri istriku!
Tapi kalian lupa sesuatu tentang keluarga kita. Bukankah Opa juga dulunya orang biasa? Oma pun begitu? Karena usaha keras dari Opa lah kita bisa merasakan harta yang melimpah saat ini! Seharusnya kalian berdua sadar, jika kita ini sama dengan nya!'' Seru Gilang membuat kedua orang itu semakin terkejut.
Papa Angga dan Mama Dewi saling pandang.
''Aku heran dengan Mama, apa yang bisa kalian banggakan dari diri kalian? Sedang harta saja kedua orang tua kalian yang punya? Dengan bangga nya kalian berdua mengakui jika harta yang selama ini kalian nikmati adalah harta dari kedua orang tua kalian!''
__ADS_1
Ddduaarr..
Tersentak Mama Dewi dan Papa Angga mendengar nya. Mereka menatap nanar pada Gilang.
Tak disangka putra yang dulu nya begitu nakal dan dingin, kini sudah banyak berubah. Semua perkataan nya sungguh menohok hati mereka berdua.
''Sadar Ma.. Sadar Pa.. jangan menilai seseorang dari harta nya. Kenali lah terlebih dahulu orang nya baru bisa memutuskan. Apakah ia orang yang baik atau bukan. Kita sama saja dengan nya! Bahkan janda yang dulu kalian hina itu lebih sukses dari kalian sekarang!''
Deg!
''Apa?!''
''Ya, janda yang dulu selalu kalian rendahkan karena status sosialnya, kini berubah menjadi seorang pengusaha sukses! Pengusaha sukses di bidang makanan, bukankah Mama dan Papa sudah merasakan seperti apa rasa kue buatan janda itu?! Boleh aku tau, seperti apa kira-kira penilaian kalian sekarang terhadap janda itu?''
''Maafkan kesalahan kami, Nak .. bukan maksud Mama menghina Alisa. Hanya saja.. waktu itu kami terikat janji dengan sahabat kami. Janji itu kami ikrar kan di atas Al-Qur'an Nak.. bukankah itu sudah menjadi sumpah? Sumpah yang harus di tepati?? Dan juga waktu itu.. Alisa kan baru saja bercerai dari suaminya, jadi-,''
Ucapan mama Dewi terputus karena Gilang memotong nya dengan ucapan yang lebih menohok hati lagi.
Gilang terkekeh namun sendu. ''Tidak usah berbelit-belit, Ma! Bilang saja, jika dulu janda itu tidak punya apa-apa. Sedangkan sekarang janda itu sudah kaya! Maka dari itu kan kalian berdua menerima nya?''
Lagi Mama Dewi tersentak dengan ucapan Gilang. ''Bu-bukan begitu, Nak..''
__ADS_1
''Sudahlah Ma! Aku tidak ingin berdebat dengan kedua orang tua ku! Bisa-bisa kualat aku nantinya. Walaupun perkataan ku ini benar adanya, tidak menutup kemungkinan bukan jika kalian sakit hati karena ucapan ku?''
''Aku pulang hanya untuk meminta restu kepada kalian berdua untuk segera menikahi Alisa secara agama. Jika di lihat dari lima tahun yang lalu, sebenarnya aku ingin sekali menikahi nya. Namun karena terhalang restu kedua orang tua, maka aku memilih mundur. Tapi sekarang tidak lagi! Aku sudah mantap dengan pilihanku! Toh, sekarang ini aku kan duda? Begitu juga dengan Alisa. Sudah tidak ada lagi penghalang bagi kami berdua untuk bersama.''
''Aku akan ke Aceh untuk mengabarkan hal ini kepada kedua orang tua nya. Jika Mama berkeinginan ikut, silahkan! Jika tidak pun tidak apa-apa! Bukankah sedari dulu kalian berdua tidak pernah mendukung apa yang menjadi keinginan ku? Bahkan sampai Oma meninggal pun kalian tetap sama. Kalian tetap pada pendirian kalian yang selalu lebih mementingkan harta dibandingkan dengan ku! Jadi sekarang, setuju ataupun tidak, aku tetap akan menikahi Alisa.'' Tegas Gilang.
Mama Dewi menatap Gilang dengan mata berkaca-kaca. ''Segitu bencikah kamu kepada kami Nak?? Apakah sudah tidak ada lagi kata maaf untuk kami berdua?''
''Aku tidak benci Mama dan Papa! Aku sudah memaafkan kalian berdua! Aku hanya benci dengan kelakuan kalian berdua! Tingkah kalian berdua begitu keterlaluan! Tega-teganya kalian membuat sebuah perjanjian dengan ku dengan dalih demi menyelematkan Keluarga Bhaskara. Kalian rela mengancam ku, walaupun kalian tau aku tidak akan melakukan itu. Tega Kalian! Tapi tak apa! Semua ini memang sudah seperti ini jalan nya. Jika bukan karena Alisa yang memintanya, maka sedari dulu aku sudah tidak disini lagi. Aku menghargai kalian berdua sebagai orang tuaku. Aku menghormati kalian berdua. Aku tak ingin menjadi anak durhaka, maka dari itu aku kembali lagi kesini untuk meminta restu dari kalian berdua untuk menikahi Alisa secepatnya. Apakah kalian keberatan??''
Mama Dewi dan Papa Angga saling pandang. ''Kami...''
💕💕
Pantengin terus!!
TBC
Hai hai.. aku bawa novel baru lagi nih untuk klean baca, sambil menunggu cerita Gilang update. Yuk mampir!
__ADS_1
Like dan komen klean selalu di tunggu! 😘😘