
'' Oh iya Mak... jika kakak boboknya sama Abang.. berarti Mak boboknya sama Papi dong?? Secara kan adek boboknya lagi dipeluk Papi?? Iyakan Mak??''
Alisa terkejut, matanya melotot memandang Lana. Sementara Gilang yang baru bangun dari tidurnya juga sama terkejut dengan Alisa.
''Aa-apa?!" ia memandang Lana dengan mulut menganga lebar. Sedang tersangka malah nyengir kuda.
"Abang!!" sentak Ira
"Hehehe.. Abang salah ya ngomong gitu? Kan memang bener adanya jika Abang sama kakak berarti Mak sama Papi dong?? Tuh lihat adek.. mau bobok sama Papi tapi mulutnya nyari n****." ucapnya membuat Alisa malu didepan Gilang.
Gilang hanya melongo.. ia bingung harus bilang apa, karena yang dikatakan oleh Lana benar adanya. Tapi apa mungkin Alisa mengijinkan nya?? Ah terlalu jauh pemikiran mu Gilang.. ia membatin
"Abang?! Nggak boleh ngomong gitu.. nggak baik.. Mak nggak akan tidur sama Papi.. tapi kamulah yang akan tidur sama Papi serta adek! faham?" sentak Ira, Lana nyengir lagi sedang Alisa malah melamun.
Gilang yang melihat Alisa melamun, tersenyum tipis. Ia merasakan apa yang Alisa rasakan tapi ia tetap diam tidak seperti Lana ceplas-ceplos.
Lama mereka terdiam hingga Gilang mecah keheningan diantara mereka.
"Abang.. apa yang kakak bilang itu benar adanya.. mana mungkin papi bobok sama Mak Abang, itu nggak boleh Abang faham kan kenapa? Tanpa papi jelaskan Abang tentu sudah tau apa maksudnya."
"Hehehe.. canda Pi.. candaaa..." Lana nyengir sambil menunjukkan jari tangannya membentuk angka v
Alisa masih saja terdiam memikirkan ucapan Ira ada benarnya juga. Gilang akan tidur dengan Lana sedang dirinya akan tidur dengan Ira serta Annisa dengan Gilang.
Tapi yang membuat ia bingung ialah dimana kira kira Gilang sama Lana tidurnya? Sedangkan mereka hanya memiliki satu kamar saja.
Apa yang sudah aku lakukan.. mengapa pula aku harus mengajaknya menginap disini.. haisshh.. mana kamar cuma satu lagi.. dan nanti gimana aku nyusuin adek jika ada Gilang?? Aaduuhh... pusing aku..
Gilang yang melihat Alisa kebingungan akhirnya angkat bicara.
''Gimana kalau kita pesan melalui aplikasi, apa aja yang dibutuhkan untuk tidur disini kira kira apa yang kurang??'' tanyanya
Alisa berdehem '' Ehm.. kayaknya kelambu sama selimut deh.. karena itu yang kita butuhkan sekarang, jika dikamar kami tidak memakai kelambu hanya anti nyamuk semprot saja sudah cukup. Sedang ini di luar pasti banyak nyamuk kasihan Annisa nantinya..'' ucapnya tanpa memandang Gilang ia sibuk membersihkan tikar dengan sapu agar mereka bisa tidur bersama diluar.
'' Baiklah.. Abang tulis daftarnya apa aja yang harus dibeli dan berikan ke Papi, Papi akan memesan nya melalui aplikasi. Cepat bang sebelum tokonya tutup..'' ucapnya sambil menyuruh Lana untuk segera menulis kan daftarnya.
Sesaat Lana berhenti dan berbalik '' Siapa yang akan membelinya Pi?? Kan hari sudah malam belum hujan lagi? Gimana ceritanya jika papi pergi sedang adek aja nggak mau lepas dari papi..''
'' Nanti akan ada yang mengantarnya kesini, maka cepatlah Abang tulis biar papi pesankan barangnya..''
Lana tersenyum ''wokee!!''
Setelah nya ia menuliskan daftar apa saja yang harus dibeli. Lana bertanya pada Alisa, ia menyebutkan satu persatu apa yang diperlukan.
Seperti kelambu, selimut, bantal, dan juga kasur lipat. Lana juga menambahkan satu box ayam KFC, Gilang yang membacanya terkekeh.
Ia tertawa melihat tingkah Lana , masih sempat sempatnya ia memesan makanan. Gilang tetap menulisnya.
__ADS_1
Gilang memesan semua yang ada di daftar , tak lupa pula ia memesan makanan untuk mereka makan saat nanti sebelum tidur.
Ia memesan semua itu langsung dari tokonya sendiri. Jika saja Alisa tau pastilah ia menolaknya dan akan membayar semua itu.
Gilang sengaja berpura pura memesan barang melalui aplikasi agar Alisa tidak mengetahuinya.
Hujan diluar masih saja deras tapi tidak menyurutkan langkah seorang pemuda untuk mengantar barang pesanannya.
Ia membuka aplikasi dan melihat jarak yang harus ditempuh sekitar satu jam dari tempatnya bekerja.
Ia ingin menolak tapi tak kuasa jika Gilang sudah menyuruhnya maka itu adalah perintah yang harus dituruti olehnya.
Jika tidak, ia akan kehilangan pekerjaan nya. Ia menarik nafasnya yang begitu berat. Dengan terpaksa ia tetap melajukan kendaraan nya menuju alamat yang ditujukan oleh Gilang.
Untungnya ia memakai mobil pick up jadilah ia terlindungi dari derasnya hujan.
Satu jam kemudian pemuda itu tiba didepan rumah Alisa. Ia berhenti tepat didepan pagar rumahnya.
Ia bingung, apakah benar alamat itu yang ditujukan Gilang?? Lama ia berdiam didalam mobil hingga suara notifikasi dari handphone nya membuat dirinya terkejut.
Ia membaca pesan yang ditulis Gilang.
Jika sudah sampai mengapa berdiri diluar ! Ayo masuk aku didalam!
Pemuda itu menarik nafas, lega rasanya ternyata memang bos nya itu ada didalam.
Kemudian ia menurunkan satu persatu barang barang itu lalu membawa masuk ke pekarangan rumah Alisa. Ia mengetuk pintunya.
Alisa yang mendengar suara pintu diketuk dari luar, ia berjalan dan membuka pintunya.
Pintu sudah terbuka ia melihat seorang pemuda berdiri membelakangi nya. Alisa menegurnya dan pemuda itu berbalik.
'' Maaf cari siapa ya??''
Pemuda itu berbalik dan kaget melihat Alisa. Ia terpana memandang Alisa, sedang yang ditatap menjadi risih.
Alisa berdehem sedang pemuda itu tetap menatapnya tanpa berkedip. Gilang yang mendengar deheman Alisa berulang kali menjadi heran. Ada apa pikirnya.
Gilang beranjak dari tempat duduknya, dengan memangku Annisa ia berjalan keluar.
Sesampainya disana ia melihat karyawan kepercayaan nya sedang menatap Alisa tanpa kedip.
Gilang melihat Alisa yang merasa risih ditatap oleh pemuda itu. Gilang pun berdehem dengan keras membuat pemuda itu terjingkat kaget begitu juga dengan Alisa.
Pemuda itu terkejut melihat Gilang yang sedang memangku seorang bayi. Ia jadi berfikir apakah wanita ini adalah istri Gilang??
Tapi setahunya Gilang belum lagi tamat SMA. Bagaimana mungkin jika Gilang sudah menikah muda?? Apakah wanita ini istri rahasia bos nya.?
__ADS_1
Ia jadi berpikir gak jelas. Sedang Gilang yang melihat karyawan kepercayaan bengong, menegur nya dengan deheman.
Sekali lagi ia berdehem dengan keras membuat pemuda itu terkejut lagi.
''Eh.. Oh.. Hehehe.. ma-maaf bo-bo-''
Gilang melotot kepadanya hingga pemuda itu terdiam tak jadi memanggilnya dengan sebutan bos lagi.
Pemuda itu ketakutan melihat wajah datar Gilang. Memang ia sudah terbiasa dengan wajah datarnya tapi ini lebih datar dan dingin membuat suasana disekitarnya mencekam.
''Ma-maaf Mbak .. i-ini pe-pesanan bo-bo eh ma-mas Gilang bha-bhaskara.. i-ini semuanya su-sudah lengkap iya lengkap hehe..''
Aduh... mengapa ni mulut jadi gagap begini sih.. hampir saja keceplosan!
Alisa yang melihat pemuda itu tergagap menahan tawanya. Sedangkan Gilang memandang pemuda itu dengan dingin.
Sebagai seorang lelaki ia tahu jika karyawannya itu terpesona pada Alisa.
Gilang terus saja memandangnya, membuat pemuda itu ketakutan ditatap seperti itu. Ia tahu tatapan mata itu mengisyaratkan bahwa dirinya tidak boleh menyukai perempuan didepannya itu.
Pemuda itu salah tingkah ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itupun tak luput dari pandangan Alisa.
Pemuda itu menyadari jika Alisa menatapnya, membuat pemuda itu menunduk, takut melihat singa jantan dibelakang wanita itu.
Alisa sadar ada yang tidak beres. Ia menoleh kebelakang melihat Gilang. Gilang yang tau Alisa berbalik, merubah wajahnya menjadi tersenyum manis.
Pemuda itu melongo melihat tingkah Gilang. Selama ini yang ia tahu jika Gilang terkenal datar dan dingin kepada siapa saja, tapi pada malam ini ia melihat Gilang tersenyum menatap Alisa. Membuat pemuda itu jadi berfikir aneh aneh.
''Ada yang bisa kamu jelaskan GI..??'' tanyanya
''Nggak ada Mbak.. ayo dibawa masuk barangnya. Nggak baik terlalu lama diluar cuacanya semakin dingin.''
''Uangnya sudah saya transfer.!'' ucapnya
Pemuda itu terkejut '' Oh.. Eh ..iya ma-mas terimakasih.. saya permisi mari ma-mas.. Mbak..!!'' Gilang menatapnya dingin membuat pemuda itu ketakutan.
Alisa pun mengangkat semua barang itu, dibantu Ira dan Lana. Setelah mereka semua masuk, Gilang yang melihat karyawannya akan pulang, Gilang menghentikan nya.
''Andi !''
Deg!
''Siapkan surat pengunduran dirimu!!''
Matii aku !!
💕
__ADS_1
Haha.. awas lu bang.. ntar sing jantung ngamuk! 😁😁
TBC