
Sore ini Alisa akan pulang bersama kedua bayinya. Ditemani oleh Mama Dewi dan Opa Angga, mereka berlima langsung pulang kerumah Gilang.
Sebenarnya Mama Dewi menginginkan jika Alisa untuk menginap dirumahnya. Tapi Gilang menolak, bukan Alisa yang menolaknya.
Katanya, Gilang ingin rumah mereka menjadi ribut dengan suara bayi. Sekaligus aqiqah untuk Algi dan Nara akan diadakan enam hari lagi.
Dalam perjalanan kedua bayi Alisa begitu anteng. Satu pada Alisa dan satu lagi pada Oma Dewi.
Sedang Papa Angga yang bertindak sebagai supir. Sambil menimang Nara, Mama Dewi terus mengecup pipi chubby Nara yang anteng dalam pelukannya.
Papa Angga terkekeh melihat tingkah Mama Dewi. Kelakuan yang sama saat Rayyan dulu lahir, setelah ditinggal pergi oleh Vita. Mama Kandung Rayyan.
Tiga puluh menit berlalu.
Saat ini mobil Gilang yang sedang di kendarai oleh Papa Angga sudah memasuki kawasan perumahan indah permai.
Tiba di depan gerbang rumah Gilang, pintu itu terbuka otomatis. Alisa dan Mama Dewi saling pandang.
Papa Angga terkekeh, ''Kamu lihat Ma, demi kedua anaknya ia rela melakukan hal itu. Kita lihat. Kejutan apa yang akan ia berikan untuk kedua anaknya ini,'' ucap Papa Angga dengan sedikit kekehan di bibirnya.
Alisa dan Mama Dewi pun ikut terkekeh. Mobil berhenti, tapi pintu rumah itu tetap tertutup.
Sementara di dalam rumah, semua orang sudah berkumpul bersama. Ingin memberikan kejutan untuk Alisa dan kedua anak kembar nya.
''Sudah siap?'' tanya Gilang, semuanya mengangguk dengan senyum terus mengembang di bibir mereka.
Alisa dan Mama Dewi melangkah perlahan kedepannya pintu. Papa Angga yang menggendong Nara.
Sedang Alisa menggendong Algi. Mama Dewi menuntun nya dengan perlahan. ''Serasa mau tumbang aku, Ma! haha..'' Alisa tertawa merasakan dirinya seperti ringan.
Tidak seperti saat hamil kedua anaknya. Selalu berat dan dibawa kemana-mana. ''Haha.. itu sudah biasa, nak. Mama dulu pun begitu saat melahirkan Gilang. Kemana-mana sering dibawa. Eh, ketika lahiran Mama serasa melayang gitu. Iya kan Pa?'' Papa Angga mengangguk dan terkekeh.
Alisa pun ikut terkekeh. ''Ini rumah kenapa sepi amat yak? Apakah ia tidak tau, kalau kedua bayinya sudah sampai di depan pintun? Ishh..'' gerutu Mama Dewi.
__ADS_1
Papa Angga tertawa. Bayi dalam gendongan nya menggeliat kecil. ''Ishh.. Papa! Diem ih! Suara kamu itu mengejutkan Nara tau?'' sewot Mama Dewi.
Alisa terkekeh lagi. ''Mama buka pintunya ya? Bismillah.. assalamualaikum.. wahai penghuni rumah. Sambutlah kedatangan tamu baru yang akan tinggal dirumah ini. Semoga menjadi anak yang Sholeh dan Sholehah yang taat kepada Allah dan patuh kedua orang tua nya. Disayangi banyak teman dan menjadi kebanggaan kedua orang tuanya. Dan kalian berdua merupakan Prince & Princess Bhaskara. Welcome inthe palace Mami Alisa dan Papi Gilang Bhaskara!!!''
Ceklek!
''Selamat datang baby twins Algiandra Putra Bhaskara dan Kinara Zivanna Bhaskara!!!'' sambut semua yang ada disana.
Alisa dan Mama Dewi tertawa. Begitu juga dengan Papa Angga. Gilang maju dengan menggendong Rayyan yang sangat ingin melihat adik kembarnya.
Gilang tersenyum melihat Alisa. Ia mendekat kepada kedua anaknya. Ia mendekati kedua ubun-ubun anaknya secara bergantian sambil membacakan doa untuk kedua anaknya yang baru lahir.
Kemudian ia mengecup kening kedua bayinya secara bergantian. Terakhir kening Alisa. Mama Dewi merengut.
Gilang tertawa. Ia juga mengecup kening Mama Dewi begitu lama. ''Terimakasih Mama. Mama sudah melahirkan Gilang kedunia ini hingga bisa memiliki bayi kembar dari seseorang yang paling Gilang cintai setelah Mama. Cup.''
Mama Dewi tertegun dengan ucapan Gilang. Matanya berkaca-kaca. ''Hiks.. terimakasih jika kamu juga mencintai Mama. Padahal selama ini, Mama selalu membuatmu marah dan tidak betah tinggal dirumah. Maafkan Mama nak.. Maafkan Mama.. hiks.. Mama sayaaanggg sekali sama kamu. Cup,'' Mama Dewi mengecup kening Gilang dengan Air mata menetes.
Pyurr..
Pyurr..
Mama Alina melempar kan padi dan beras beserta padi yang sudah di kembangkan seperti popcorn dan mengenai mereka semua yang berdiri di depan pintu masuk rumah Gilang.
Alisa terkejut. ''Mama!'' serunya saat melihat Mama Alina sedang memegang cawan berisikan padi dan beras tadi.
Mama Alina tersenyum, dibelakang nya di susul oleh Papa Yoga. ''Selamat datang dirumah mu anak-anak Sholeh dan Sholehah! Kami menyambut kedatangan mu, dengan suka cita,'' imbuh Mama Alina dengan memeluk tubuh Alisa dan mengecup pipi chubby Algi.
''Tampan sekali cucuku ini. Ini pasti Algi! Dan yang di tangan besan itu pasti Nara!'' tebak Mama Alina.
Semua yang ada disana tertawa. ''Hahaha.. Mama benar sekali. Tapi bagaimana Mama tau? Jika ini adalah Algi, dan disana itu Nara?'' selidik Gilang ingin tau seperti apa jawaban Mama Alina.
Mama Alina terkekeh, ''Mama yang sudah melahirkan Alisa, nak. Jadi Mama tau yang mana laki-laki dan perempuan! Wajah Alisa sangat mirip dengan Annisa dan Nara. Begitu juga dengan Ira. Mama bisa mengenalinya!''
__ADS_1
''Hemmm.. kayaknya kita harus nambah anggota kembar lagi ini, agar Mama tidak bisa menebak yang mana kedua anak kita nantinya!''
''Hehehe... enggak ah! enam lebih baik! Tepar aku ngurus nya!'' ucap Alisa sengaja untuk mengalihkan omongan Gilang.
Mama Dewi tertawa. ''Ya, buat apa tambah lagi. Emang kamu ingin buat grup sepak bola??''
Buhahahaha...
Semua yang ada disana tertawa. ''Ayo kita masuk! Kasian dua anak kecil nan manis ini!'' celutuk ummi Hani sambil memeluk Alisa dan mencium pipi kanan kirinya.
Alisa terkekeh, Ya, ya.. udah tuwir masih aja punya buntut aku!''
''Hahaha.. kamu bisa aja Lis! ayo masuk! semua sudah menunggu mu di dalam.''
Alisa mengangguk, mereka semua masuk ke dalam rumah dan melihat semua sahabat Alisa dan Gilang sedang berkumpul duduk lesehan di lantai.
Menunggu baby twins Gilang. ''Selamat datang Prince dan Princess Putra Bhaskara!!'' seru Andi, Ema, Hendra dan keempat anak Alisa yang lainnya.
Alisa tertawa lagi. Alisa di kerumuni oleh mereka semua. Satu persatu mengucapkan selamat.
Salah satunya Ema. Saat ini wanita itupun sedang hamil lima bulan. ''Selamat atas kelahiran bayi mu sayang ku. Semoga menjadi anak yang Sholeh dan Sholehah. Anak yang taat kepada Allah, Anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Dan disayangi oleh siapapun. Termasuk, ibuk ya nak? Cup!'' Ema mengecup pipi chubby Algi.
Bayi kecil itu menggeliat, Ema tertawa. ''Ayo kita duduk bersama. Semuanya ingin melihat bayi mu.''
Alisa mengangguk dan tersenyum. Ia berjalan perlahan dengan menggendong Algi. Sedang Nara sudah di kerumuni oleh orang-orang disana.
Alisa dan Gilang saling pandang. Kemudian saling melempar senyum. Kebahagiaan mereka telah sempurna saat ini dengan kehadiran buah cinta mereka berdua.
💕💕💕💕💕
Sedikit lagi!
😁😁😁
__ADS_1