Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)
Berangkat ke Aceh


__ADS_3

''Ayo, antarkan Gilang keluar Lis. Biar kakak yang menyiapkan ini. Pergilah. Ia tak akan pergi sebelum kamu mengantarnya.'' Imbuh Linda dengan sedikit menggoda Alisa.


Alisa memutar bola mata malas. ''Ya.. baiklah! Dasar manja!''


Gilang yang mendengar nya menoleh, ''Aku manja nya cuma sama kamu loh.. wanita kedua setelah Oma.''


''Ck! Terserah mu lah Papi!''


Gilang terkekeh. ''Aku pergi ya, Om! Biar semua cepat selesai dan menghalalkan wanita jutek itu!'' goda Gilang.


Alisa mendelik. ''Cih! jutek katanya? Siapa tadi rupanya yang buat aku jadi jutek? Kamu kan??'' sungut Alisa.


Lagi, Gilang tertawa sarkas. Ia sangat suka menggoda Alisa. Istri sah secara hukum nya. ''Iya, iya.. aku minta maaf! Ayo anterin aku dulu ke depan?''


''Ya, ayo!'' sahut Alisa.


Tiba di depan, Pak Kosim sudah berdiri disana dengan tersenyum pada pasangan beda usia itu.


''Assalamualaikum.. Den..''


''Waalaikum salam, Pak! Ayo kita berangkat!'' imbuhnya pada Pak Kosim.


Gilang berbalik dan menatap Alisa sebentar. ''Jaga diri baik-baik, aku akan lama pulang kesini. Karena untuk seminggu ke depan aku sibuk di kantor,'' Imbuhnya, Alisa mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


''Pergilah! Doaku selalu menyertai mu. Semoga selamat sampai tujuan dan semuanya berjalan lancar. Jangan lupa makan dan jangan lupa sholat. Jaga dirimu Papi!''


Gilang tersenyum manis. ''Tentu sayang. Aku pergi. Assalamualaikum..''


''Waalaikum salam..'' sahut Alisa.


Dengan segera Gilang masuk ke mobilnya dan Pak Kosim mulai melakukan mobil itu meninggalkan komplek perumahan indah permai.


Tiba dkantor, Gilang segera masuk ke ruangan yang telah di siapkan untuknya oleh Papa Angga.


Setelah sebelumnya tadi ia memperkenalkan diri di hadapan para seluruh karyawan kantor Bhaskara Group.


''Semua nya sudah siap?'' tanya Gilang pada Andi yang baru saja masuk. Andi tersenyum melihat Gilang.


''Sudah Bos. Nanti sore, bos sudah bisa melakukan perjalanan ke Aceh dengan mobil baru kita!'' goda Andi.


Andi tersenyum, ''Selamat datang kembali Bos.. saya sudah dari seminggu yang lalu disini. Bos aja mah, yang ketinggalan? Ck! CEO tapi terlambat!'' goda Andi lagi.


''Diem lu! Nanti sore elu bersiap harus ikut gue ke Aceh. Papa sudah memberikan izin untuk ini. Untuk sementara Papa yang akan menghendel semua tugas kantor ini. Walaupun begitu, kita tidak boleh lepas tangan dengan tugas kita, Andi!''


''Tentu, Bos! Kalau begitu saya kembali ke ruangan saya untuk menyiapkan semua keperluan saya disana selama sepuluh hari ke depan.''


''Ya, pergilah!'' sahut Gilang.

__ADS_1


Andi menunduk sedikit dan segera keluar dari ruangan direktur utama Bhaskara Group.


Sore harinya.


''Bapak udah tidur kan??'' tanya Gilang pada Pak Kosim.


Saat ini Gilang sedang berada di kediaman Mama Dewi dan Papa Angga untuk meminta restu sebelum ke Aceh.


"Sudah Den.. tenang saja! Jika saya letih, kan ada nak Andi yang akan nantinya menolong saya?"


Andi tersenyum, "Betul sekali Pak!" sahut Andi.


Gilang terkekeh, "Ma, Pa. Gilang pamit untuk ke Aceh. Restui Gilang, agar Gilang biasa membujuk Papa Yoga disana nantinya."


"Tentu putraku. Doa Mama selalu menyertai mu. Berjuanglah! Mama yakin, Pak Yoga pasti akan merestui hubungan kalian berdua. Iya kan, Pa?"


"Ya, ingat Nak.. bicara yang sejujurnya pada Pak Yoga tentang Alisa dan ketiga anaknya. Jangan ada yang di tutupi. Jika nanti Pak Yoga menolak, segera hubungi Papa! Papa akan secepatnya menyusul mu untuk berbicara dengan calon besan Papa! Pergilah! Restu Papa menyertai mu, Nak.."


Gilang terharu. Ia memeluk kedua orang tua nya. "Pasti. Gilang pamit. Assalamualaikum.."


"Wa'alaikum salam.. selamat sampai ditujuan ya, Nak? Jika sudah tiba segera hubungi kami disini.'' Imbuh Mama Dewi.


Gilang mengangguk dan segera masuk ke dalam mobil Pajero sport warna putih miliknya.

__ADS_1


Sesuai dengan request Lana tadi pagi. Mengingat itu Gilang tersenyum manis. ''Tunggu aku sayang! Aku akan kembali dengan mengantongi restu kedua orang tuamu. Baru setelahnya kita menikah. Setelah menikah, aku akan membawa mu berobat ke Singapura. Tunggu aku istriku..''


TBC


__ADS_2