
''Astaghfirullah! Lupa aku buatkan minum untuk tamu kita, Pak! Aduhh.. maaf Bang, Kak Alina!'' ucap Ibu Winda.
Mama Alina tertawa. ''Tak apa Winda.. ayo biar ku bantu. Acara lamaran dan rencana pernikahan ini harus cepat selesai sebelum Ema pulang kerumah ini. Ayo!'' kata Mama Alina, dengan segera ia bangun dan menuju ke dapur rumah Ema.
Sepeninggal Ibu Winda dan Mama Alina ke dapur, Alisa dan Gilang mulai membahas acara pernikahan Ema yang akan diadakan tiga hari lagi.
''Ehem baiklah, begini rencananya. Aku berniat ingin memberikan kejutan untuk mereka berdua dengan cara menikahkan mereka berdua secara dadakan. Tiga hari dari sekarang, adalah hari yang baik untuk melangsungkan pernikahan. Sama seperti aku dan Gilang dulu. Aku juga dikejutkan oleh keluarga ku dengan acara pernikahan kami. Sempat kaget sih. Awalnya aku marah Paman pada Gilang dan keluarga ku. Namun setelah aku melihat ketulusan dari mereka saat menerima Gilang, aku baru bisa menerima pernikahan kami.'' jelas Alisa membuat Papa Yoga dan Gilang tertawa.
Sangat kompak. Pak Wawan terkekeh. ''Apakah tidak terlalu cepat Lis? Butuh waktu seminggu loh untuk mengundang para kerabat kami. Ya.. mereka tidak jauh sih tinggal dari sini.'' Pak Wawan terkekeh setelah mengucapkan hal itu.
''Besok, Paman dan Bibik udah bisa mengundang seluruh warga untuk acara pernikahan Ema. Dan untuk keluarga Paman, malam ini juga harus Paman undang. Sementara untuk keluarga mempelai pria, saat ini mereka sedang menuju kesini. Kayaknya sih mereka sudah tiba dirumah kami. Lihatlah, mereka sudah lima puluh kali menelepon ku Paman. hihihi..'' Alisa terkikik geli saat memperlihatkan layar ponselnya penuh dengan panggilan dari Mak Andi, dan juga Azizah.
Gilang tertawa melihatnya. ''Terus untuk persiapan pernikahan nya bagaimana?'' tanya Pak Wawan.
Papa Yoga tersenyum, ''Kamu tenang saja mereka sudah tiba sedari tadi di depan rumahmu. Tinggal menunggu perintah dariku!'' ucapan Papa Yoga.
Pak Wawan terkejut. ''Secepat itu?!'' pekik Ibu Winda.
Alisa tertawa. ''Ya, termasuk jamuan makan untuk para tamu. Kami sudah mempersiapkan semuanya!'' celutuk Mama Alina yang sedang berjalan dengan membawa nampan.
Minuman sirup itu begitu menggiurkan bagi sepasang orang tua yang sedang mengidam itu.
Dengan cepat dua tangan itu menyentuh minuman dingin yang menyegarkan itu. Alisa dan Gilang saling berlomba meneguk air sirup buatan Mama Alina.
Pakai Yoga, tuan Hamid, dan Paman Hilman tertawa melihatnya. Begitu juga dengan Mama Alina.
Ibu Winda keheranan melihat tingkah Alisa dan Gilang. ''Hehehe.. maafkan kelakuan putri dan menantu ku ya Win? Maklumlah saja, Alisa sedang hamil. Sedang Gilang yang mengidam. Ngidam anak kembar!''
''Apa?!'' pekik Bu Winda lagi. Alisa yang sedang meminum sirup itu sampai tersedak karena ingin tertawa.
Gilang tertawa keras saat melihat Alisa terbatuk-batuk. Begitu juga dengan yang lainnya.
''Hihihi.. pelan-pelan sayang! Keselek minuman 'kan?'' ledek Gilang pada Alisa.
''Uhuk.. uhuk.. diem kamu Pi! Ishhh..'' ucap Alisa karena merasa malu pada semua orang yang ada disana.
Ira dan Lana masuk. Begitu juga dengan Annisa dan Rayyan. Pak Wawan dan Ibu Winda samping tertegun melihat anak Alisa.
Empat anak itu begitu mirip dengan Gilang. Satu tak terlihat, karena tertutup niqob. Dan yang paling kecil jika dilihat sekilas, ia juga mirip dengan Alisa.
Dua paruh baya itu tercenung melihatnya. Sementara Para keluarga minum, Papa Yoga dan Gilang Bangkit untuk menuju keluar.
__ADS_1
Untuk menyuruh petugas acara persiapan pernikahan untuk Andi dan Ema. Setelah berbicara sebentar, kini mereka berdua masuk lagi.
Semuanya kini berkumpul dirumah sempit Ema. Alisa sedang menghubungi seseorang untuk datang malam ini ke tempat Ema untuk menghias tangan Ema dengan Henna seperti dirinya dulu.
Pembicaraan itu terus berlanjut hingga waktu ashar tiba. Mereka rehat sejenak, untuk menunaikan sholat ashar berjamaah di mesjid dekat dengan rumah Ema.
Menurut Alisa, Ema akan menikah di mesjid itu nanti. Dan resepsi nya dirumah mereka. Banyak hal yang dibicarakan oleh Alisa dan keluarga Ema.
Pukul lima sore mereka pamit pulang. Alisa berpesan, jika Andi nanti datang untuk mengantar Ema. Suruh pulang secepatnya kerumah Alisa.
Gilang menunggu nya disana. Pak Wawan mengangguk setuju. Akhir nya, keluarga Alisa pulang dengan hati gembira.
Kejutan untuk Ema akan terlaksana mulai besok pagi.
Malam hari nya Ema pulang diantarkan oleh Andi. Tiba di depan rumah itu, mereka berdua tertegun.
Melihat Ema sudah pulang, Pak Wawan segera keluar. ''Pak?'' tegur Ema.
Pak Wawan tersenyum, ''Sebaiknya kamu pulang Andi. Tuan Gilang sedang menunggu mu. Ada hal penting yang ingin ia katakan pada mu. Terimakasih sudah mengantar putri bapak pulang kerumahnya dengan selamat. Pulanglah!'' titahnya tegas.
Andi mengangguk, tapi masih kebingungan. ''Baiklah, aku pulang Ema, Pak. Assalamualaikum..''
''Waalaikum salam..'' sahut keduanya.
''Pak?? Ini ada apa? Kenapa rumah kita dihias seperti ini? Siapa yang akan menikah? Kenapa mendadak? Alya kah yang akan menikah?'' cecar Ema dengan banyak pertanyaan.
Pak Wawan tersenyum melihat putrinya semakin penasaran. Seperti kata Alisa, Ema tidak boleh diberitahu dengan siapa ia menikah.
''Kamu yang akan menikah nak..''
Deg!
Deg!
''Apa?! Ema, Pak?! Kenapa bisa?! Dengan siapa?!'' pekik Ema begitu terkejut.
Ibu Winda sampai terkikik geli di dapur karena mendengar suara lengkingan Ema. Putri nya yang terkenal urakan itu, akhirnya nya mengeluarkan tabiat aslinya.
Beberapa orang disana terkekeh melihat tingkah Ema. Pak Wawan tertawa. ''Ya bisa atuh neng.. wong lelaki itu sendiri dan juga keluarganya yang datang kesini untuk melamar mu dan juga semua persiapan ini. Kamu akan menikah esok lusa!''
''Apa?!''
__ADS_1
Brruukkk..
''Ema! hahaha..'' Pak Wawan tertawa melihat putrinya jatuh pingsan
Begitu juga dengan Andi dirumah Alisa. Kakinya lemas bagai tak bertulang melihat seluruh keluarga besarnya sedang berada disana.
''As-assalamu'alsikum.. Mak? Bapak? Aldi? Zizi?!?! Ke-kenapa kalian kesini?! A-ada apa?! A-apakah aku melakukan kesalahan? Hingga kalian semua menyusul ku kesini?!'' seru Andi dengan tubuh gemetar.
Ia sangat takut pada Mak Butet dan Juga Pak Renaldi Prajaditya. Ayah kandung Andi. Pria paruh baya berwajah sangar itu menatap datar pada putranya.
''Kau harus menikah esok lusa! Kami sudah menyediakan calon untukmu!'' tegasnya dengan bahasa Batak yang begitu kental.
Andi terkejut. ''Me-menikah?! Dengan siapa?!'' serunya lagi.
''Tak perlu kau tau. Yang penting, esok lusa kau harus menikah dengan gadis pilihan kami itu! Tak ada bantahan!'' tegas Pak Renaldi lagi.
Kepala Andi mendadak pusing.
Brrruukkk..
''Andi!!!!'' pekik Mak Butet.
''Ishh... kenapa pula Abang menakutinya?! Kan bisa pingsan itu anak?! Ishh.. Aldi! Bawa Abang mu ke kamar! Biarkan ia istirahat! Besok ia pasti sudah sadar itu!'' ucap Mak Butet sama logatnya seperti Pak Renaldi.
Alisa dan Gilang terkekeh-kekeh melihat Andi ketakutan karena ucapan ayahnya tadi. ''Tuan Gilang, terimakasih banyak tentang ini. Jika bukan dari ide istri anda, maka anak bujangku itu tidak akan pernah menikah!''
Gilang tertawa. ''Sudah menjadi kewajiban saya, Pak. Inipun idenya istri saya. Dia yang berniat sekali ingin menjodohkan mereka berdua sejak dulu. Tapi ya.. seperti yang saya bilang tadi sore. Inilah waktunya untuk Andi menikah.''
''Ya, apapun itu. Asalkan gadis itu baik pada Andi, itu sudah cukup untuk kami. Karena kami tidak bisa memberikan apapun untuknya. Tapi dia lah yang selalu memberikan kepada kami. Sampai adiknya pun bisa sekolah di luar kota Medan.Terima kasih tuan Gilang, Nyonya Alisa.'' ucap Mak Butet.
''Sama-sama Mak, Pak. Ayo istirahat, besok adalah hari sibuk untuk kita. Kita harus bersiap untuk pernikahan Andi esok harinya.''
''Ya, kami akan tidur disini. Tidak mau kami diatas. Disini lebih menyenangkan!''
Alisa tertawa. '' Baiklah.. seperti keinginan Mak. Kami juga mau istirahat. Ayo, Pi? Adek? Kita bobok!'' ucap Alisa pada putra kecilnya.
Rayyan menurut. Dengan segera ia di gendong oleh Gilang menuju kamar mereka yang ada diatas.
''Semoga tuan Gilang dan Nyonya Alisa berbahagia sampai tua dan juga sampai kakek nenek. Amiiinnn...'' seluruh keluarga Aldi mendoakan untuk kebahagiaan Alisa dan Gilang.
💕💕💕💕💕
__ADS_1
Noh.. udah crazy up ya?
Jangan lupa vote dan kembang nya kasih othor! 😁😁😁