Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)
Senandung terakhir Lana


__ADS_3

Selesai dengan acara pernikahan dadakan antara Ira dan Raga, kini kedua orang tua itu sudah pulang.


Karena waktu sudah malam. Alisa mendatangi kamar putrinya, ia membuka sedikit pintu hanya untuk mengintip saja.


Terlihat Raga sedang mengaji sedangkan Ira sedang tidur di pangkuan Raga. Dengan Raga yang selalu mengelus kepalanya.


Alisa tercenung melihat Ira. ''Baru sebentar aku dan anakku merasakan kebahagiaan, tapi hari ini aku mendapatkan putriku dalam keadaan yang tidak baik. Setelah ini apa lagi ya Allah.. Mengapa hatiku begitu risau saat ini. Semoga tidak terjadi apapun dengan ketiga anakku. Dan juga suamiku ..'' lirih Alisa sembari menutup kembali pintu kamar Ira dan masuk ke kamarnya.


Sekarang kehidupan Alisa sedang di uji. Jika sekarang Ira, apakah selanjutnya Lana?? Pikir Alisa.


Ia menjadi tak tenang. Karena firasat seorang ibu tidak pernah salah. Alisa hanya bisa berdoa, semoga ke depan nya tidak ada kendala lagi untuk keluarga mereka.


Semoga saja.


***


Seminggu sudah berlalu dari kejadian naas itu. Kini Ira sudah lebih baik, karena Raga selalu ada disisinya.


Dan juga Ira sudah mulai Konsul dengan dokter spesialis kejiwaan. Ira menerima nya karena ia tau, itu demi kesembuhan nya.


Dan terbukti, selama seminggu ini sudah tidak terjadi aksi tarik, mengamuk dan juga histeris.


Sekarang sudah tenang, hanya saja Ira belum di ijinkan ke sekolah oleh ummi Hani. Ira menurut dan patuh.


Hari ini adalah hari dimana Lana akan mendatangi sebuah mesjid agak jauh dari komplek perumahan mereka.


Untuk mengikuti acara marawis yang ditunjuk oleh seorang pengusaha untuk pernikahan putra nya.


Lana sudah bersiap sedari subuh. Ia juga latihan melatih vokalnya agar lebih bagus lagi. Alisa yang mendengar nya tersenyum.


Begitu juga dengan Ira dan Raga. Karena hari ini hari Minggu, jadi mereka semua berkumpul dirumah.


''Udah bagus itu suara kamu, Bang! kenapa harus di ulang-ulang sih?!'' sewot Ira


Membuat Lana mendelik dan dibalas tawa oleh Raga. ''Isshhh.. biarin aja! kok Kakak yang sewot sih?! Abang tuh ya, sengaja latihan terus biar suaranya tambah bagus, begitu!''


''Heleh, sibuk latihan aja sedari tadi. Nanti giliran manggung, suara kamu habis! mau kamu kayak gitu?? Jangan malu-maluin sekolah kita ah!'' kesal Ira.


Ia sengaja menghentikan aksi Lana, karena menurutnya Lana akan kehabisan suara saat pertunjukan nanti.


''Betul itu bang! lebih baik kamu siap-siap aja ya? Mak yakin, suara kamu pasti sangat bagus, sampai-sampai pengantin itu menangis mendengar suara mu.'' sahut Alisa pula.


''Hehehe.. oke deh! Sudah jam setengah delapan, Abang berangkat dulu ya? Kak, Bang! Doa in Lana ya agar nanti perform nya bagus dan sukses.''


''Amiinn... tentu.'' sahut Ira dan Raga.


Alisa tertawa mendengar nya. Alisa bisa tertawa tapi hatinya gelisah. Terutama hari ini.


Sedari malam hingga pagi ini, entah mengapa hatinya jadi gelisah tak karuan. Seperti akan terjadi sesuatu lagi, tapi entah apa.


Lana pamit dengan Alisa dan juga dua saudara nya. Saat ingin pergi Lana menatap Alisa begitu lama dan tersenyum manis.

__ADS_1


''Abang sayang Mak, kakak, Abang, dan adek! Semoga kalian selalu dalam lindungan Allah ya..'' lirihnya sembari berlalu.


Alisa mematung. Entah mengapa firasat buruk itu sedang menghantui pikiran nya saat ini.


Lana pergi kesekolah nya, karena dari sanalah mereka akan pergi ke komplek perumahan Griya M.


Mendengar nama komplek itu Lana mematung. Kata pertama yang disebut oleh nya ialah..


''Papi... kenapa alamat mesjid ini seperti alamat rumah Papi?? Apakah ini Papi?? Atau ada yang lainnya?? Siapa sebenarnya nama pengusaha sukses ini??'' gumam Lana, ia terus saja memikirkan hal sedang bermunculan di benak nya.


Sedangkan di rumah Gilang. Kini para orang tua dan juga pengantin wanitanya sedang bersiap-siap untuk pergi ke mesjid.


Gilang sudah dari tadi ke mesjid dan sekarang sedang menunggu Vita disana bersama Andi. Asisten nya.


Berulang kali Gilang menghela nafasnya. Terasa sesak sekali. Entah kenapa, perasaan nya tidak enak seperti ini.


Ingin mundur, tidak mungkin. Karena ia telah menyanggupinya. Gilang menghela nafas yang begitu sesak di dadanya.


''Bos..''


''Tak apa Andi.. ini pilihan ku. Aku harus siap apapun yang akan terjadi ke depannya.'' lirih Gilang, membuat Andi mengusap bulir bening yang mengalir di sudut matanya.


Bukan Andi tak tau seperti apa Gilang berapa hari ini. Setiap malam, Gilang selalu menangis di sajadahnya di sepertiga malam.


Andi hanya bisa pasrah melihat Gilang dengan suka rela menerima pernikahan terpaksa ini.


Rombongan Lana telah tiba dan mulai duduk di tempat yang di sediakan. Lana mengambil mikrofon dan mulai menyapa para tamu yang baru saja berdatangan dengan pengantin wanitanya.


Lana sedikit menggoda pengantin wanita dan membuatnya malu. ''Ehm, ehm, assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh! perkenalkan saya Maulana Akbar, saya dan teman-teman berasal dari sekolah SD Negeri 1 Medan. Saya dan teman-teman akan menghibur anda semua! Aduhh.. pengantin nya cantik amat euuuyyy! Mau dong di cium Abang nya...'' seloroh Lana.


''Boleh ya Kak, Bang Lana ini minta dicium sama pengantin wanitanya?? Kalau kata Mak Lana sih, anak kecil kayak Lana harus dicium pengantin! kalau nggak, nanti Lana kena sawan manten!!'' serunya dengan wajah jenaka.


Membuat semua tamu tertawa begitu juga dengan pengantin wanitanya.


''Baiklah, Lana akan segera memulai acara marawis nya! Buat kakak pengantin, selamat ya? Semoga kalian hidup bahagia dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Amiiin...'' ucapnya lagi.


Setelahnya, Lana mulai menyandungkan sebuah sholawat yang dibawakan oleh Gus Muhammad.


Maula ya sholli...wasallim daimaann.. abada, 'alal Habibi ka Khairi kholbi Kulli hibi..


Deg.


Deg


''Abang...'' lirih Gilang dengan mata berkaca-kaca.


Sedangkan Andi begitu terkejut mendengar suara Lana. Karena ia tau, ketika Andi membantu mereka pindah kemarin, Lana membawakan sholawat ini.


Andi sampai takjub mendengar nya. Dan sekarang, Andi mendengar nya lagi saat pernikahan Gilang.


''Bos...''

__ADS_1


''Abang...'' lirih nya lagi dengan beruraian air mata.


Lana masih saja melantunkan sholawat yang dibawakan oleh Gus Muhammad, begitu merdu dengan suaranya.


Semua para undangan yang mendengar suara Lana, menangis. Vita yang baru datang terkejut melihat Gilang sedang menangis.


Matanya menatap ke depan, sedang bahunya berguncang. Bibirnya terus saja bergumam. Vita menjadi heran melihatnya.


Semakin lama, Lana membawa sholawat itu semakin merasuk ke hati. Apalagi Lana membawanya dengan penuh penghayatan.


''Abang...'' lirih Gilang lagi, tanpa melihat Vita yang duduk di sebelah nya menatapnya dengan heran.


Abang?? Siapa??


Andi yang tak tahan melihat Gilang menangis berlari keluar. Ia ingin tau, apakah benar jika itu adalah suara lana.


Karena melihat Gilang yang terus menggumam kan namanya. Sesampainya disana, Andi berdiri mematung.


Benar, jika itu Lana. Maulana Akbar putra Alisa yang memiliki segudang prestasi. Termasuk dalam hal menyandung kan sebuah sholawat.


Lantunan sholawat itu terus menerus terdengar hingga keseluruhan penjuru komplek.


Siapa saja yang mendengar nya semakin menangis. Tak tahan dengan suara merdu Lana dan juga penghayatan dalam sholawat itu begitu dapat.


Gilang masih mematung mendengar suara Lana. Mama Dewi sampai menangis mendengar suara merdu itu.


Demikian juga dengan papa Angga, papa Alan, mama Chyntia. Mereka semua hanyut dengan senandung Lana.


Senandung terakhir yang akan dipersembahkan untuk Papi Gilang Bhaskara.


Senandung terakhir dari Maulana Akbar.


💕


Nyesak banget loh othor nulis nya.. 😭😭😭


Untuk sholawat nya nanti othor buat di IG othor aja ya. Biar klean bisa dengar seperti apa bunyi sholawat yang disenandungkan oleh Lana.


Tapi nanti setelah othor dapat keseluruhan sholawat nya. 😄😄


Othor sangat suka dengan sholawat ini setelah sholawat Jibril.


Like dan komen! 🤧🤧🤧


TBC



Yang pingin tau kelanjutan cerita Ira dan Raga , noh! udah othor tunjukkan!


Jangan lupa mampir ya?

__ADS_1


Yuk ramaikan disana, biar othor tambah semangat updatenya! 😁😁


...|||...


__ADS_2