
Baru saja Gilang terlelap dalam tidurnya, tiba tiba saja Gilang terkejut dengan suara panggilan yang begitu keras.
Awalnya ia berfikir, jika itu hanya halusinasi didalam tidurnya. Mana mungkin suara wanita yang baru saja menyakiti perasaannya ada di dalam mimpinya.
Gilang masih saja terbuai akan sentuhan gadis manis didalam mimpinya. Seakan akan mimpi itu nyata. Gilang tetap memejamkan matanya berharap jika gadis itu masih menemaninya disana.
Tetapi suara itu menggema lagi. Suara yang menjengkelkan untuk didengar. Ia seperti dipaksa bangun dari tidurnya.
Gilang kesal setengah mati.
'' Gilang !'' panggil seseorang.
Lagi, Gilang mengabaikan suara itu.
'' Gilang !!'' pekiknya
Membuat Gilang terkejut dan terduduk seraya mengucek matanya. Gilang masih saja Lola.. alias lodingnya lama.
'' Syukurlah loe udah bangun! gue takut banget.. gue kira loe pingsan! gue cemas Lang !'' ucap Vita.
Membuat Gilang menatap kearahnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Vita terkejut melihat Gilang menatapnya seperti itu.
'' Ma-maaf Lang .. gu-gue nggak bermaksud-''
'' Keluar.''
__ADS_1
Vita menatapnya dalam. Ia belum beranjak dari sana, ia masih saja menatap Gilang.
'' Keluar!'' serunya, membuat Vita kaget.
'' Ba-baik.'' ia kemudian berlalu pergi meninggalkan Gilang yang menunduk disana.
Sebelum menutup pintu, Vita berbalik dan melihat Gilang masih saja terduduk disana. Ia menatap nanar pada Gilang. Ada rasa tidak enak pada hatinya. Ia merasa jika Gilang tidak ingin melihatnya. Pintunya tertutup dengan rapat, membuat Gilang mendongak.
'' Andai kamu adalah gadis yang aku mimpikan! pastilah aku sangat bahagia .. bangun tidur ditemani dirimu! Tapi.. kamu bukan lah Dia.. kau berbeda dengan nya! Dan sangat jauh berbeda..'' lirihnya.
Rasa sesak di dadanya bertambah lagi. belum selesai yang tadi pagi, kini bertambah lagi rasa sesak itu menghampiri nya.
Bolehkah ia berangan jika ingin hidup bersama dengan gadis didalam mimpinya itu? Gilang sangat ingin berjumpa dengan gadis berhijab itu.
Gilang hanya bisa menemui dirinya, jika Gilang dalam keadaan yang tidak baik baik saja. Kadang Gilang berfikir, apakah mimpi itu sebuah petunjuk untuk masa depan? Ataukah petunjuk untuk dimasa sekarang? Entahlah! kadang mimpi pun bisa jadi hanya sebuah ilusi, karena hati sedang terluka maka berpengaruh pada otak hingga menghasilkan imajinasi seperti itu.
Gilang menghela nafasnya.
'' Aku sangat merindukan dirimu.. andai kamu disini.. pastilah hatiku tidak akan sesakit ini menerima perlakuan dari dia. Gadis yang sudah terlebih dahulu ada di hidupku. Dijodohkan bahkan saat masih dalam kandungan! aku harus apa? Aku tidak bisa menolak keinginan Mama dan Papa. Oma..
andai Oma masih ada disini bersama Gilang.. Gilang ingin ikut Oma...'' lirihnya.
Rasa sesak terus mendera hatinya hingga tanpa sadar, air bening itu mengalir dipipi halus nya.
Gilang terisak. Sungguh sakit hatinya dengan keadaan yang menimpanya. Disatu sisi ia tak bisa membuang Vita begitu saja, Disisi lain ia tak ingin terluka terlalu dalam.
__ADS_1
'' Tuhan.. berikan jalan untukku bisa terbebas dari gadis itu. Bukan maksudku ingin membuangnya, hanya saja aku sudah lelah dengan semua ini .. tolong hamba ya Tuhan..'' lirihnya dengan terisak.
Setelah dirasa puas mencurahkan hatinya, Gilang bangun dan masuk ke kamar mandi. Gilang keluar dari kamar ketika bibi memanggil nya untuk makan malam.
Saat tiba disana, Gilang melihat gadis itu berada disana menatapnya dengan senyum manis. Gilang tidak peduli. Baginya sekarang ia harus makan untuk mengganjal perutnya.
Gilang duduk, kemudian Vita bangkit ingin mengambilkan makan Gilang. Vita dengan sigap mengambil kan makan untuk Gilang. Pada saat Vita mengambil piring, Gilang menahannya dengan ucapan yang sedikit pedas.
'' Gue ambilkan ya Lang..'' ucapnya ingin menyendok nasi ke dalam piring Gilang.
'' Nggak usah ! gue bisa sendiri ! lagian kenapa loe nggak pulang aja? bukannya nyokap loe udah nelpon ya dari tadi??'' tukasnya tanpa melihat Vita yang berdiri mematung di sana.
Bukan apa Gilang mengatakan hal yang demikian, karena saat ia turun tadi, ia mendengar jika Vita harus segera pulang karena ada yang harus diomongin oleh Papa nya.
'' Kenapa loe diam? benarkan yang gue bilang? sebaiknya loe balik! nggak baik cewek lama lama dirumah cowok! loe pahamkan?!'' tukasnya membuat Vita termangu.
Vita berbalik dan melangkah pergi ke kamarnya untuk mengambil tas berserta koper bajunya.
'' Berasa gue seperti di usir.. tega amat sih Lang! biasanya kalau ada masalah loe nggak pernah kayak gini ke gue! loe berubah Lang..!'' gumamnya, seraya menarik koper dan pergi meninggalkan kediaman Gilang.
Maafin gue Lang..
💟
See you
__ADS_1