Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)
Pingsan


__ADS_3

''Neng... Den Gilang dan Lana... mereka berdua... hah! me-mereka berdua mengalami... kecelakaan...'' lirih pak Kosim


Membuat Alisa mematung. Tubuhnya terasa kaku. Ponsel yang berada di tangannya terlepas.


Untung saja ada Ira di sebelahnya, jadi ponsel pemberian Gilang itu selamat dan tidak jadi mencium lantai rumah baru mereka.


''Mak!!'' pekik Ira.


Diseberang sana pak Kosim terkejut. Inilah yang ia takutkan kalau tau jika Lana dan Gilang kecelakaan maka Alisa juga akan mengalami hal yang sama.


Tidak kecelakaan, tapi...


Brruuuukkkk


''Astaghfirullah!! Mak!!'' pekik Ira dan Raga.


Mereka berdua begitu terkejut melihat Alisa jatuh kelantai dengan mata terpejam.


''Hallo... hallo.. neng?? Neng Alisa!! jawab atuh Neng! ini kenapa??'' pekik Pak Kosim di seberang sana.


Ira yang terkejut jika sambungn ponsel itu masih menyala, segera berbicara dengan Pak Kosim


''Ha-halo kek! Ini kakak! Ada apa kek?? Apa yang terjadi sama Abang dan Papi??'' tanya Ira.


Ia pun jadi khawatir. ''Lana dan Papi kalian kecelakaan Nak! Sekarang mereka berdua sedang berada dirumah sakit Pirngadi Medan. Mana Mak kalian??''


Ira mematung mendengar ucapan Pak Kosim. Ira menggeleng dengan air mata yang sudah keluar tanpa di duga.


''Nggak! Nggak mungkin Kek!'' bantah Ira.


''Kakek nggak bohong Nak.. kalian kemari ya?? Saat ini Lana dalam keadaan kritis! Dia sangat membutuhkan banyak darah..'' sahut Pak Kosim


Lagi dan lagi membuat Ira terkejut. ''Astaghfirullahal 'adhim... Kak Raga! Abang kecelakaan!!'' pekik Ira dengan segera memeluk tubuh Alisa yang tergolek dilantai dingin.


Beruntungnya ada karpet tebal yang sengaja di bentang Raga tadi. Karena mereka ingin menonton tivi sekalian bermain dengan Annisa.


''Innalillahi!! Sayang! Gimana bisa?! Mak!!'' pekik Raga saat menyadari Alisa pingsan karena mengetahui jika dua orang tersayang nya mengalami kecelakaan.


Pak Kosim masih mendengar suara tangisan pilu Ira dan Raga. Ia berharap, Alisa pun tidak kenapa-kenapa.


Dengan segera ia menutup sambungan ponsel itu dan berlari masuk kedalam. Karena ketika ia meninggalkan Gilang dan Lana tadi, Pak Kosim sekilas mendengar jika Lana sedang kritis dan membutuhkan banyak darah.


''Semoga kalian berdua selama Nak..'' gumam pak Kosim sembari terus berlari.

__ADS_1


Di kediaman Keluarga Bhaskara.


Mama Dewi sedari tadi terus gelisah. Begitu juga dengan Papa Angga. Berulang kali menghubungi nomor Pak Kosim, tersambung tapi tak diangkat.


Lelah mencoba akhirnya mereka hanya bisa menunggu hingga satu jam lamanya.


Setelah kepergian Gilang yang mendadak tadi. Pak Angga selaku pemilik rumah, memohon maaf yang sebesar besarnya kepada seluruh tamu yang hadir.


Begitu juga kepada wali murid Lana. Yaitu Pak Madan. Karena beliau jadi gelisah ketika mengetahui jika yang mengejar itu adalah Gilang putra pengusaha sukses Angga Bhaskara.


Sekarang Pak Madan jadi tau, Papi yang sering di sebut Lana adalah Gilang. Tapi bagaimana mungkin ?? Pak Madan mencerna semua yang terjadi.


Ia menghubungkan satu persatu benang yang terputus agar menyatu. Tapi tak juga mendapatkan hasil.


Malah sekarang melihat Lana lari ke jalan raya di ikuti oleh Gilang. Mereka berdua berlari tanpa memakai sendal sama sekali.


Pak Madan semakin bingung, hingga tak tahan dengan rasa penasaran ia menghubungi Alisa.


Dan sayang nya pun, Alisa tidak mengatakan ada hubungan apa antara dirinya dan Gilang putra pak Angga ini.


Hingga akhirnya mereka kembali tanpa Lana. Hanya sepatu nya yang dapat Pak Madan bawa pulang.


Setelah kepergian Pak Madan dan murid-muridnya, pak Angga memutuskan untuk membubarkan acara tersebut.


Karena tidak mungkin lagi untuk dilanjutkan, sementara kedua pasangan pengantin itu telah pergi entah kemana.


Sedangkan untuk anggota marawis, Pak Angga menyerahkan amplop yang lumayan tebal kepada pak Madan.


Sekarang keluarga mereka sedang menunggu kabar dari Pak Kosim yang sedang berusaha mengejar Gilang dan Vita.


Jangan tanya Andi dimana, setelah ijab qobul selesai, ia pamit pada Gilang karena ada barang masuk lagi ke toko mereka.


Maka dari itu Andi tidak tau apapun tentang kejadian itu. Setelah ia mengetahui jika Lana ada disana, Andi menjadi sedikit takut menunjukkan wajahnya pada Lana.


Satu jam lebih tiga puluh menit, Pak Kosim baru mengabari kediaman keluarga Bhaskara dengan mengatakan jika Gilang mengalami kecelakaan dan sekarang sedang berada dirumah sakit Pirngadi Medan.


Mama Dewi shock. Sedangkan Papa Angga jatuh terduduk. Hingga Papa Alan yang masih sadar, mencoba untuk menguatkan kedua besannya itu.


Sekarang mereka harus datang ke rumah sakit di temani papa Alan dan Mama Chyntia selaku besan mereka.


Di rumah Alisa.


Alisa masih saja pingsan tak sadarkan diri setelah mengetahui jika kedua orang tersayang nya mengalami kecelakaan.

__ADS_1


Ira masih setia menunggu Alisa. Dengan ditemani ummi Hani dan adik Raga yang nomor dua. Kiara.


Ummi Hani masih terus mencoba untuk menyadarkan Alisa yang belum sadar sejak satu jam yang lalu.


Abi Hendra hingga ingin menghubungi dokter keluarga mereka karena melihat Alisa yang tak kunjung sadar.


''Ayolah Mi! Alisa belum sadar loh sedari tadi? Apa sih yang ditunggu?? Belum lagi Lana seorang diri di sana?'' ujar abi Hendra.


Ummi Hani menghela nafasnya. ''By.. aku sangat kenal dengan sahabat ku ini. Jadi kamu tidak perlu khawatir. Sebentar lagi ia pasti siuman. Setelah Alisa siuman, kita semua akan ke rumah sakit. Bukan kah Raga sudah lebih dahulu kerumah sakit??''


''Memang benar! Tapi Abi khawatir Mi! Haishhh.. lni lagi nih Abang Emil! di telpon kok nggak diangkat-angkat sih?!'' gerutu Abi Hendra.


Ummi Hani hanya bisa terdiam. Saat ingin mengoleskan kayu putih lagi di kening Alisa, Alisa menggerakkan sedikit matanya.


''Alhamdulillah! kamu sadar Lis?? Akhirnya...'' ucap ummi Hani.


Abi Hendra menoleh begitu juga dengan Ira. Ia sampai bangkit dari pembaringan nya yang sedang memeluk kaki Alisa.


''Abang... Papi...'' lirih Alisa masih dengan mata terpejam.


''Ayo bangun Lis! kita harus segera ke rumah sakit! karena Lana membutuhkan kita disana! ayo!'' ajak ummi Hani sembari mendudukkan Alisa agar bisa bersandar di kepalanya ranjang kamar nya.


Ya, setelah pingsan tadi Raga menghubungi ummi Hani dan Abi Hendra dan mengatakan jika Lana kecelakaan.


Abi Hendra dan ummi Hani terkejut. Saking terkejutnya, Abi Hendra hingga berlari ke depan untuk menyusul Alisa.


Jika tidak di cegah oleh ummi Hani, maka jadilah Abi Hendra berlari tanpa membawa apapun. Hanya badan saja. Ummi Hani menggelengkan kepalanya.


Saat tiba di kediaman Alisa, terlihat Ira sedang menangis memeluk Alisa dengan Raga terus mengusap tubuh Ira.


Melihat itu Abi Hendra segera masuk dan mengangkat Alisa menuju kamar utama yang berada dilantai dua.


Ummi Hani mengikuti nya dari belakang. Sedang kan Raga langsung kerumah sakit saat melihat jika Ira dan Alisa sudah ada yang menemani.


''Abang.. Papi...'' lirih Alisa lagi.


''Ayo! minum dulu! setelah itu kita kerumah sakit. Kuatkan hati mu! Semua ini ujian dalam rumah tangga mu. Ayo! Kita harus cepat,'' desak ummi Hani.


Alisa mengangguk patuh. Selesai minum kini mereka semua pergi menuju dimana Lana sedang dirawat.


💕


Tuntas ya! Bonus dua bab loh.. 😄😄

__ADS_1


Like dan komennya jangan lupa ye!


TBC


__ADS_2