
''Aaaaaakk..'' ucap Gilang.
Alisa tetap diam, tidak menoleh sedikit pun. Tak patah arang, Gilang mencobanya lagi tapi dengan sedikit godaan. Karena ia tahu, jika pujaan nya ini sangat malu jika digoda.
''Sayang.. makan dulu ya.. kamu makannya dikit loh.. ayok! aku suapin! Setelah ini baru kita bicara! Apapun yang akan kamu katakan, akan aku dengarkan!'' ujar Gilang.
Namun, Alisa tetap diam. ''Aaakk sayang.. kalau kamu nggak mau makan, aku cium nih!'' seru Gilang.
Alisa melototkan matanya. ''Ck! apaan sih?!'' ucap Alisa.
Gilang terkekeh. Benar dugaannya, Alisa pasti takut di cium olehnya. ''Kalau begitu ayo! kita makan! kamu itu sedang menyusui adek, jadi harus banyak makan! Tak apa jika tubuh mu gemuk, berarti kamu semakin seksiiiiiii....'' bisik Gilang di ujung Kalimat nya.
Blussshh..
Ada yang merona seperti tomat, Alisa menunduk. Gilang tau itu, jika Alisa sedang malu. Ia tidak bisa berbohong, kulit putihnya begitu kontras dengan warna merah kemerahan.
Alisa merona malu. Gilang sukses membuat semburat merah timbul di pipinya. Gilang menyukai itu.
''Hei sayang! Pipi kamu kok merah sih?? Ada yang salah kah dengan ucapan ku tadi?? Atau kamu marah ya sama aku?? Atau mau aku cium lagi??'' goda Gilang.
Bertambah panas lah wajah Alisa. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Dan itu sukses membuat Gilang tertawa.
''Hahaha.. ketahuan kan kamu malu?? Malu apa mau??'' godanya lagi.
Alisa menepuk lengan Gilang. ''Ishh.. Papi!!'' seru Alisa. Ia masih saja menunduk.
Gilang tertawa lagi. Ia sangat menyukai Alisa yang malu-malu seperti ini. Sangat menggemaskan.
''Hahaha.. kenapa sayang? Kok aku dipukul sih?? Hem? Apakah cintaku ini sedang cemburu??'' tanya Gilang.
Deg, deg, deg.
Jantung Alisa berdegup kencang. Wajahnya memanas. Ia ketahuan jika sedang cemburu pada putrinya sendiri. Wajahnya bertambah panas.
Tak tahan melihat wajah Alisa bertambah merah seperti kepiting rebus. Tawa Gilang menyembur begitu saja.
''Buahahaha... kamu lucu sayang! Kamu cemburu?? Beneran? Dengan putri mu sendiri?? Hahaha...'' Gilang tertawa terus.
Alisa yang mendengar tuduhan Gilang, wajahnya menjadi merah padam seperti orang marah.
Alisa berulang kali mukul lengan Gilang. Tapi tak di gubris olehnya. Gilang masih saja terbahak. Ia sangat geli dengan kelakuan Alisa.
__ADS_1
''Hahaha.. sungguh! kamu membuatku semakin mencintai mu Lis! Padahal tadi aku hanya menggoda mu saja! Kok bisa sih beneran?? Beneran ya kamu cemburu??'' tanya pada Alisa.
Alisa menggeleng. Saking malunya, Alisa ingin berlari ke kamar mandi ingin membenamkan wajahnya yang terasa panas.
'Sungguh ya! bocah yang satu ini! berhasil membuatku malu setengah mati!'
''Hahaha.. ngaku aja sayang! beneran kamu cemburu?? Kenapa?? Apa sebabnya?? Apakah karena kami berdua dirumah? Atau karena kami lebih terlihat cocok dibandingkan dengan dirimu?? Kamu tenang sayang... Sampai mati pun, hati ini tidak akan berpaling darimu! Cintaku itu sudah mentok di kamu sayang!'' ujar Gilang lagi.
Lagi dan lagi Alisa merona. Gilang yang melihatnya tambah tertawa.
''Buahahaha... merah lagi sayang! Boleh aku cium nggak??''
''Ishh.. Papi! Papi! Papi.. hiiii...'' geram Alisa bercampur gemas. Ia sangat malu pada Gilang.
Bocah SMA itu berhasil membuatnya merona karena godaannya itu.
''Buahahaha.... uhhukk.. uhhuukk.. uhhuukk..'' Gilang terbatuk-batuk saking banyaknya tertawa.
Alisa yang sadar jika Gilang sedang terbatuk-batuk, membantunya dengan memberikan minum. Dan menepuk nepuk lembut tubuh bagian belakang Gilang.
Gilang meminum air yang diberikan oleh Alisa. Setelah habis, '' ahhh.. legaaaa... hampir saja tadi lewat! bisa berabe kalau aku lewat! mana belum ngerasa yang namanya belah duren lagi! ishh.. dasar bodoh kau Gilang! ck!'' umpatnya pada diri sendiri.
''Ini lagi, ludah! Lu kok bisa buat gue keselek sih?! Emang gue ini, kebanjiran iler apa?! Bisa-bisanya gue keselek!'' umpatnya lagi. Gilang tak sadar, jika umpatan nya itu terdengar oleh Alisa.
''Waduh! kamu kenapa sayang! jangan bikin aku takut dong.. kamu masih bisa lihat aku kan??'' tanya nya.
Alisa menatap Gilang dengan wajahnya masih tertawa. Gilang bergidik ngeri.
''Waduh! gawat nih! siang-siang begini kok bisa kerasukan sih?? Mana cuma berdua lagi! Mampus lu Gilang! anak orang ini.. belum lagi punya bayi yang masih kecil! Aduh... gimana ini?? Sayang.. sadar dong.. jangan buat aku takut napa?!'' ujar Gilang panik setengah mati.
Ia jadi gelisah karena melihat Alisa yang tak kunjung berhenti karena tertawa.
''Lis! Alisa! sadar sayang! aku nggak mau kamu kayak gini? please.. tolong sadarlah..'' pinta Gilang dengan wajah memelas.
Ia tak tau harus berbuat apalagi pada Alisa yang terus tertawa hingga mengeluarkan air mata.
Melihat Gilang panik seperti itu. Membuat Alisa tidak bisa berhenti tertawa. Tapi setelah melihat wajah Gilang yang memelas, barulah ia berhenti. Walau sesekali terkekeh.
''Hei Papi!! Kamu kenapa??'' tanya Alisa.
''Heh? Hah?! Sayang! Kamu udah sadar??? Alhamdulillah ya Allah.. akhirnya kamu sadar juga! Kamu buat aku panik tau nggak?! Ishh.. kerasukan kok siang hari sih?!'' umpatnya lagi. Gilang masih kesal karena dikira nyai Kunti merasuki Alisa.
__ADS_1
Alisa tertawa lagi. ''Haha.. gantian atuh Pi.. tadi kamu yang tertawa.. ya sekarang aku dong..'' ucap Alisa. Ia masih saja tertawa.
Gilang menoleh, ia melihat Alisa yang masih tertawa. Lama ia menatap Alisa. Sungguh maha kuasa begitu kuasa dalam hal menciptakan.
Alisa begitu cantik saat sesekali tersenyum. Yang tidak bosan untuk dipandang. Mata yang menyipit ketika tertawa, hidung memerah, bibir tipis nan menggoda.
Membuat Gilang tak bosan untuk memandangnya. Satu kata yang tepat untuknya,
''Cantik!'' ucap Gilang.
''Eh? Apa??''
''Hah? Apa??'' tanya Gilang balik.
''Ditanya kok balik tanya sih Pi?? Ck!''
''Emangnya aku ngomong apa??'' tanya nya dengan bingung.
''Isshh.. dia sendiri yang ngomong malah nggak sadar! emangnya disini ada pria lain apa?!'' ketusnya. Alisa berubah menjadi jutek, karena Gilang tak mau mengakui ucapannya.
''Hehehe.. jangan marah atuh... nanti Papi cium mau??'' goda Gilang.
''Ishh... asik asik cium! asik asik cium! emangnya aku bayi apa?!'' ketusnya lagi
''Kamu bukan bayi sayang.. tapi kamu ibu dari bayi-bayi ku nantinya.''
''Ishh..dasar bocah!''
''Gini-gini, bocah ini udah bisa bikin bocah loh..'' godanya lagi.
''Iashh.. dasar mesum!''
Gilang tertawa.
Ira yang melihat jika Gilang dan Mak nya sudah baikan dan tertawa bersama, ia pun ikut tertawa.
''Aku tau, Papi pasti bisa meluluhkan Mak, hanya tunggu waktu saja! Semoga tidak ada lagi rintangan kedepannya untuk Papi sama Mak.. Ya Allah.. semoga mereka berdua bersatu dalam sebuah pernikahan Amiiin..'' Ira meneteskan air matanya mengingat Gilang sedikit demi sedikit bisa meluluhkan Ibunya.
Semoga kelak mereka bersatu. Tidak ada yang tau seperti apa masa depan. Bisa saja sekarang bersama, tapi esoknya berpisah. Bisa saja bukan??
💕
__ADS_1
Masih mau lanjut??
TBC