
Setelah berbicara dengan Vita seadanya, Gilang melangkah kan kakinya keluar rumah menuju mesjid untuk sholat Maghrib berjamaah.
Dalam perjalanan nya ia melamun. Melamun kan masa lalunya bersama Vita yang entah kenapa sekarang kembali lagi padanya disaat hati dan pikiran nya tidak lagi menjadi milik gadis itu, tetapi milik wanita lain.
Gilang menghela nafasnya.
Terasa sesak bila mengingat masa lalu, dadanya bergemuruh rasanya ingin sekali ia menghajar mereka berdua yang telah mengkhianati nya.
Luka itu begitu dalam hingga sulit untuk disembuhkan. Perlu waktu bertahun-tahun untuk menghilangkan rasa sakit itu.
Gilang memejamkan matanya sejenak untuk menetralisir rasa gundah dan amarah dihatinya. Melihat Vita dirumahnya seperti melihat masa lalu yang sudah ia kubur bangkit kembali.
FLASHBACK
Dipagi yang cerah, matahari bersinar dengan terangnya membuat seluruh alam merasakan kehangatan nya.
Di sebuah kamar berwarna hitam abu-abu seorang pemuda sedang tidur dengan nyenyaknya, beralaskan bantal yang begitu empuk. Ia masih bergelung dalam selimut ketika seorang gadis masuk ke kamarnya dan mengobrak abrik kamar pemuda itu.
'' Lang !" panggil gadis itu seraya mendekati ranjang pemuda yang masih tidur dengan nyenyak.
" Lang ! haissshhh ni cowok satu ya masih ngorok aja dia! nggak tau apa matahari udah setinggi rumahnya! his... bangun Napa woii !!"
Pemuda itu menggeliatkan tubuhnya.
Masih dalam balutan selimut ia menjawab panggilan gadis itu.
" Apa sih...!? Pagi pagi aja udah berisik datang kerumah orang! Loe kurang kerjaan ya? Udah pulang sana gue masih ngantuk !" ucapnya seraya menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.
" Ya elah Lang.. masa gue diusir sih.. baaannngguunn..." ucap gadis itu seraya mengguncang tubuh pemuda begitu kuat.
Pemuda itu bangun. Ia terduduk dengan mata masih terpejam.
" Haishhh.. sakit bege !! Apaan sih ganggu orang tidur aja Loe..!! gue masih ngantuk nih.. hooaammm... Sono Lu.. gue mau bobok cantik lagi !" ia merebahkan lagi tubuhnya tapi belum sempat ia berbaring, gadis itu sudah menariknya hingga ia jatuh kebawah ditepi ranjang.
'' Aduhhh.. b****g gue benjol ini mah.. haishh.. Lu itu cewek atau bukan sih ?? Kayak Hulk aja ! Kuat bener tarikannya ! Hishh.. CK !''
''Ya, gue emang Hulk ! Hulk versi wanita ! Kenapa ? Loe masih nggak mau bangun heh ? Ayo sini biar gue banting sekalian ! sekalian tulang Loe yang kurus itu gue patah-patahin !'' ucapnya seraya berkacak pinggang.
'' CK ! iya iya.. ini gue bangun ! puas Lu..!'' ucapnya kesal
'' Ya, gue puas..! bahkan sangat sangat puas karena udah bangunin kebo jantan kayak Loe..!''
'' Awas Lu ye.. ntar gue bales !''
__ADS_1
'' Dengan senang hati.. gue tunggu !!''
'' Haishhh.. dasar cewek ! hobi banget sih bangunin orang kayak gitu ?! Kalau misalnya pinggang gue encok gimana ? Kan bisa malu nih sejagat Depok. Masa Murid terganteng ini pinggangnya encok !! Apa kata dunia ?? Malu euuy.. dasar si Vita ! hobi banget buatin pinggang gue begini.. CK ! Ini gimana jalannya coba ? Mana ngilu lagi.. Aduhh..'' desisnya kesakitan.
Vita tersenyum mendengar gerutuan Gilang. Itu sudah biasa baginya. Karena setiap akhir pekan Vita pasti datang ke kediaman Gilang, untuk mengajaknya jalan bareng. Sekedar untuk menghilangkan rasa lelah akibat aktivitas mereka setiap hari disekolah.
Selepas Gilang masuk ke kamar mandi, Vita membersihkan ranjang Gilang. Mulai dari menyusun bantal, selimut serta buku buku Gilang yang berserakan disana akibat pertempuran nya dengan video game tadi malam.
Pemuda itu adalah Gilang. Gilang Bhaskara putra dari seorang pengusaha ternama Angga Bhaskara dan Dewi Anggraeni. Pemuda yang masih duduk di bangku SMP kelas VIII di sekolah Tunas bangsa Ibukota Jakarta. Sedangkan Vita adalah putri sahabat papa Angga dan Mama Dewi, anak semata wayang dari Prabu Alan Setiawan dan Cyntia Rahman.
Vita menggeleng melihat kelakuan Gilang. Ia tak ambil pusing dengan kelakuan Gilang karena ia sudah terbiasa seperti itu. Bukan hanya sekali tapi berulang kali Gilang melakukan nya.
Vita tersenyum membayangkan jika dirinya saat ini seperti seorang istri yang sedang membersihkan kamar mereka berdua. Vita terkekeh.
Sesaat ia memandang kearah pintu kamar mandi, dimana seorang pemuda sedang mandi terdengar dari suara air yang mengucur deras membasahi lantai.
Vita sangat mencintai sahabatnya itu, dari kecil mereka sudah terbiasa bersama. Tumbuh bersama sama dari waktu ke waktu membuat benih benih cinta itu muncul dengan sendirinya. Mereka sering kali berdebat, adu mulut bahkan pernah marahan tapi itu tidak akan lama cuma sebentar saja.
Seperti Tom and Jerry tiap kali bertemu ada saja yang dipermasalahkan. Contohnya saat ini, bangun tidur dipaksa demi memenuhi keinginan gadis manis itu.
Gilang sudah terbiasa menerima perlakuan Vita. Karena dirinya juga tau kalau mereka sudah dijodohkan sejak kecil bahkan sejak dalam kandungan.
Oleh karenanya, Gilang tidak mempermasalahkan Vita yang selalu memaksa nya untuk bangun tidur lebih awal, demi memenuhi keinginan gadis itu. Gilang didoktrin oleh Mama Dewi, bahwa ia dan Vita akan dinikahkan setelah lulus SMA.
Tak disangka jika selama ini kedua orang tua mereka sengaja menyatukan mereka sejak masih usia dini. Dari sejak kecil mereka sudah dikenalkan untuk selalu bersama. Dan benar adanya sampai sekarang pun mereka masih tetap bersama.
Sesaat Vita melamun kan masa kecil mereka hingga ia tersenyum membuat Gilang yang baru saja keluar dari kamar mandi keheranan.
'' Vita..!''
Vita diam, ia sibuk dalam lamunannya. Gilang berdecak.
'' CK !! Ni anak kenapa sih ?? Dari tadi senyum senyum sendiri, Owh hello... Vita !!'' panggilnya
Gilang melambai-lambai kan tangan nya dihadapan Vita, tetap saja gadis itu tidak merespon sama sekali. Ia masih asyik hanyut dalam lamunannya.
'' Vita..!!'' Sentaknya . Membuat si empunya terjingkat kaget. Setelah sadar dari lamunannya, Vita tersenyum nyengir hingga menunjukkan gigi putihnya.
'' Kenapa Lu..??''
'' Hehehe.. lagi lamunan masa kecil kita! nggak nyangka aja sih.. sampai sekarang kita masih saja tetap bersama..!'' ia tersenyum lagi membuat Gilang pun ikut tersenyum.
'' Ya elah Vit, gue kira Lu kesambet makanya dari tadi senyum senyum sendiri. Aneh gue liatinnya..!''
__ADS_1
'' Hehehe... oh ya Lang.. jadikan kita ngumpul bareng di cafe ujung jalan blok G ??''
Gilang menoleh '' jadi dong... ini lagi siap siap.. Loe udah ijin sama Mama Papa ??''
Vita mengangguk '' udah, sejak kedatangan gue kemari, gue udah ijin kok sama Mama, katanya kita boleh keluar asalkan pulangnya gak boleh sampai malam.''
''Oke! ayo kita berangkat, lebih cepat lebih baik karena waktu sudah hampir siang!''
Vita mencebikkan bibirnya '' Heleh, tadi siapa yang bangunnya kesiangan?? huh! masih belum sadar juga!''
''Hehehe... sorry my love.. jangan marah atuhh.. nanti cantiknya ilang!''
'' Huh dasar gombal!'' Vita tersenyum mendengar pujian Gilang. Mulut berkata gombal tapi hati yang berbunga-bunga.
Mereka berdua bergegas mendatangi cafe diujung blok G yang merupakan tempat tongkrongan mereka setiap hari minggunya.
Gilang melajukan kuda besinya dengan perlahan dengan Vita dibelakang. Sengaja Gilang membawa motor karena sangat berguna untuk cepat sampai di tempat itu. Para sahabat Gilang juga sudah menunggu kehadiran mereka disana.
Gilang tersenyum melihat tangan Vita yang sudah melingkar diperut ratanya. Ia jadi membayangkan jika nanti mereka menikah, pasti sangat seru karena menikah dengan sahabat sendiri.
Gilang terkekeh, membuat Vita merasakan guncangan diperut pemuda itu.
Vita ingin bertanya tapi ia urungkan karena ia sudah melihat tempat tongkrongan mereka hanya sedikit lagi jaraknya.
Sesaat setelah nya mereka tiba juga di perempatan blok G. Gilang berhenti dan menyuruh Vita untuk duluan masuk sedang dirinya ingin meletakkan motornya ditempat parkir.
Ia mendorong nya masuk ke area parkir. Saat ingin mendorong nya lebih dalam seseorang menepuk bahunya dari belakang.
'' Gilang..!!''
Deg!
Itu....
πΈπΈπΈπΈ
Maaf ya lama updatenya.. maklum super sibuk!πππ
Masih ada yang nunggu kah??π€π€
Jangan bosan ya sama cerita recehan othor ini.
See you..
__ADS_1