Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)
Masa lalu Gilang 3


__ADS_3

'' Lang..!!'' panggilnya, Gilang menoleh. Vita terkejut melihat tatapan Gilang yang mematikan membuat bulu kuduknya berdiri.


Selama ia bersahabat dengan Gilang, baru kali ini ia ditatap setajam itu. Biasanya tatapan lembut dan penuh cinta yang ia dapatkan. Tapi hari ini, Vita kaget melihat tatapan Gilang yang beda dari biasanya.


'' La-lang.. a-aku.. pu-puny...'' Vita tergagap. Ia tak mampu untuk berbicara sepatah katapun.


'' Pulang.'' Ucapnya dingin.


Vita mengangguk kaku '' Ba-baik..''


Vita berbalik dan melihat Kevin disana yang duduk mematung dengan wajah datar. Ia tak berbicara sepatah katapun. Vita menatapnya sebentar, kemudian berlalu diikuti Gilang dibelakangnya.


Aldi yang melihat Gilang pergi, mendatangi Kevin.


'' Gila elu bro! beraninya elu main gila sama cewek Gilang! nggak takut apa? Gilang bakal ngamuk sama elu?? Elu kan tau.. jika Gilang tidak menerima jika sesuatu yang sudah menjadi miliknya di ambil orang lain!? kenapa sih? elu suka banget cari masalah sama dia?! elu harus ingat! Gilang itu sahabat kita! masak elu mau nikung dia sih?! heran gue!!''


Kevin menghela nafasnya.


'' Vita sendiri yang datang pada gue! gue nggak minta! selama ini elukan tau? jika gue sangat menyukai Vita dari pertama kali melihatnya?? hanya saja gue mengalah! karena Gilang adalah sahabat kita! tapi bukan berarti gue harus nurut semua apa yang dikatakan Gilang! jodoh itu bukan ditangannya tapi ditangan yang maha kuasa! jika Gilang tidak berjodoh dengan Vita, sekuat apapun Gilang mengikatnya pasti akan terlepas!


'' Gue nggak bermaksud menikung Gilang, hanya saja .. sikap Vita ke gue itu, membuat gue semakin ingin memilikinya! gue akan sabar menunggu Vita! karena gue yakin Vita akan memilih gue dibandingkan Gilang! walaupun mereka sudah dijodohkan sejak masih dalam kandungan, gue nggak peduli! bagi gue jika Vita senang, maka gue pun akan ikut senang.!


'' Lagi pula, cinta itu tak bisa dipaksakan! biarlah ia yang memilih kemana cinta itu akan berlabuh. Gue yakin itu!''


Aldi memejamkan matanya. Rasanya sangat sulit membujuk Kevin. Karena percuma saja. Toh, pada nantinya Kevin tetap nekad akan mendekati Vita dan akan menghancurkan persahabatan mereka.


'' Serah elu dah! pokoknya gue udah ingetin! jangan sekali-kali memancing kemarahan Gilang! jika itu terjadi, maka gue sekalipun sebagai sahabat elu? tak kan bisa menolong elu dari amukan Gilang! Jangan hanya karena satu cewek! elu jadi bermusuhan dengan sahabat elu sendiri. Gue cuma ngingetin aja.. selebihnya terserah elu!! hah! gue cabut!'' ucapnya, seraya berdiri dan menepuk bahu Kevin.

__ADS_1


Kemudian ia berlalu meninggalkan Kevin yang duduk termenung sendiri.


'' Sampai kapan loe akan sembunyikan ini dari Gilang Vita! serapat rapatnya menyimpan bangkai, pastian akan tercium juga! gue berharap saat itu tiba.. loe akan lebih memilih gue dibanding Gilang! semoga saja.. hah..!'' gumamnya pada diri sendiri.


***


Setelah mengatakan pulang pada Vita, Gilang kali ini tidak berbicara sepatah katapun pada Vita. Demikian juga dengan Vita. Ia lebih memilih diam, karena jika Vita bicara, yang ada akan menambah runyam.


Masalahnya, jika Gilang sudah mengatakan tidak maka berlaku tidak. Juga sebaliknya. Vita begitu mengenal Gilang.


Bukan sehari dua hari mereka bersama, tapi sudah puluhan tahun. Semenjak mereka di lahiran mereka sudah di persatuan oleh kedua orang tua mereka. Membuat Vita lebih mengenal seperti apa sosok Gilang selama ini.


Gilang yang masih terbawa emosi, mengendarai motor nya begitu kencang. Ia lupa dengan keadaan seseorang dibelakang sana. Ia hanya ingat, dirinya sekarang ini sangat marah.


Marah akan dirinya yang tidak bisa membuat wanitanya betah berada disampingnya. Maka dari itu Vita mencari tempat lain untuk bersandar.


Apa kurang dirinya? Tampan iya! keren jangan ditanya lagi! motor sport keluaran terbaru! hanya satu kekurangan nya.. tubuhnya tidak seindah tubuh sahabatnya itu.


Membuat Gilang ilfeel memikirkan hal itu.


Gilang mende sah frustrasi. Ia jadi berfikir, apakah Vita terpaksa menerima nya? Atau Vita selama ini hanya berpura pura saja?? Entahlah!


Tanpa sadar, Gilang menambah laju motornya. Saking kencangnya, hampir saja menabrak pembatas jalan, jika Vita tidak menjerit sekuat tenaga, jadilah mereka perkedel sapi.


Yang terjatuh dijalan raya kemudian terlindas truk.


''Astagfirullah..'' Gilang mengerem mendadak.

__ADS_1


Dirinya begitu terkejut setelah sadar. Hampir saja ia celaka jika Vita tidak menyadarkannya. Gilang terdiam dengan nafas tersengal. Ia sangat shock mendapati dirinya tidak konsen dalam berkendara.


Vita dibelakang nya terisak. Ia juga sama shocknya dengan Gilang. Terlambat sedikit saja, maka mereka hanya tinggal nama.


Lama Gilang terdiam karena sedang berusaha menormalkan detak jantungnya, yang berdebar begitu kencang. Berulang kali Gilang membuang nafas nya. Setelah dirasa tenang, Gilang menghidupkan kembali motor nya dan kembali kerumah mereka.


Setelah sampai, Gilang turun dari motornya kemudian ia berlalu pergi meninggalkan Vita yang terisak seorang diri disana.


Ia menatap nanar punggung Gilang yang menjauh meninggalkan nya. Tanpa sepatah katapun Gilang masuk tanpa memperdulikan dirinya. Bahkan hanya sekedar untuk bertanya saja, Gilang tidak menanyakan nya.


Lelah Vita berdiri disana, akhirnya ia masuk. Dan saat ia masuk, Vita terkejut mendapati Gilang duduk di sofa dengan menatap nya datar tanpa ekspresi.


Deg!


Mata mereka berdua bersiborok. Gilang menatap lekat Vita. Sedangkan Vita menunduk, ia tak berani menatap Gilang.


Tatapan yang begitu menakutkan menurutnya.


'' Ada yang loe jelaskan Vita??''


Deg!


Vita terpaku..


💟💟💟💟


Yuhuuu othor kembali lagi..

__ADS_1


Semoga klean nggak bosan ya nunggu nya..


😘😘😁


__ADS_2