
''Baiklah kalau begitu, ada satu hal lagi yang ingin Tante sampaikan padamu Gilang.'' ucap Tante Irma serius.
''Apa itu Tante?''
''Tante mau, semua pakaian adat Aceh Tante bawa dari sini. Semuanya mulai dari baju turun mandi, akad, sampai ke resepsi. Khusus untuk Alisa. Tante sudah menyiapkan sedari dulu. Karena Tante tau dari Lana, jika Alisa akan menikah dengan mu lima tahun lagi. Dan saat itu, Tante sudah menyiapkan semuanya. Selama lima tahun ini, Tante sengaja menjahit baju khusus untuk dirinya. Melalui Lana. semua ukuran tubuhnya sudah ada. Hanya ukuran tubuhmu yang Tante tidak tau. Tapi menurut yang Lana biang dulu, Jika tubuhmu tegap dan berisi. Lingkar baju seta dadamu sama seperti Om Karim. Maka dari itu, Tante menjahit setelan baju adat itu dengan ukuran Om Karim. Besok akan Tante bawa Pulang.''
Gilang terkejut. Ia tidak memikirkan sampai kesitu. Bahkan Gilang sudah memesan model baju yang sering di pakai oleh orang Medan saat resepsi dan ijab Qobul.
''Maaf Tante.. Gilang nggak tau tentang itu. Tapi tak apa. Nanti bisa Gilang kembalikan. Jika sudah ada, tiga hari sebelum acara Tante dan Papa harus segera berangkat ke Medan. Acaranya tanggal 10 bulan ini. Bisakan Tante?''
Tante Irma tersenyum menatap Gilang. ''Tentu, Nak. Pokoknya kamu terima beres. Atau kalau tidak kami sekalian aja berangkat sama kamunya. Biarkan yang lain menyusul? Gimana mas?'' tanya Tante Irma pada Papa Yoga.
''Papa setuju. Kami ingin lebih dulu sampai disana. Tapi..'' Papa Yoga menoleh Gilang dengan wajah sendu.
''Papa tenang saja. Untuk sementara, Papa, Mama, Om Karim dan Tante Irma akan tinggal dirumah kedua orang tua Gilang. Mereka welcome jika besan nya datang cepat sebelum waktunya.'' imbuh Gilang santai, seakan ia tau apa yang menjadi ke khawatiran Papa Yoga saat ini.
''Apakah tidak apa, Nak?'' tanya Mama Alina sedikit khawatir.
Gilang tersenyum dan memegang tangan Mama Alina. ''Percaya sama Gilang, Ma. Papa dan Mama pasti tidak keberatan jika kalian menginap dirumah nya. Karena sebelum kesini pun, Gilang sudah meminta restu kepada kedua orang tua Gilang. Mau ya Ma? Ikut Gilang? Besok kita langsung berangkat! Kita percepat waktunya. Karena seperti yang Tante katakan tadi, masih banyak yang harus dipersiapkan untuk acara resepsi pernikahan kami.''
__ADS_1
MaMa Alina yang tadinya merasa khawatir, merasa lega karena penjelasan dari Gilang. ''Baiklah kalau begitu, besok kita akan berangkat ke Medan. Masyaallah Papa! Kita ke Medan euuy!'' celutuk Mama Alina begitu senang.
Papa Yoga terkekeh geli melihat tingkah Mama Alina. Begitu juga dengan Tante Irma dan Om Karim.
''Oke. Sudah diputuskan! Besok sore kita akan berangkat ke Medan bersama-sama. Untuk malam ini, mari kita istirahat. Mas! kamu tidur sama Fahmi sana. Biar Gilang sama mas Yoga saja.'' ucap Tante Irma mendelik menatap Om Karim.
Om Karim menghela nafas pasrah. ''Terserah mu lah Neng...'' jawabnya, menimbulkan gelak tawa mereka yang ada didalam rumah itu.
****
Keesokan harinya.
Sore ini mereka semua sudah bersiap-siap. Mulai dari pagi hingga sore ini, Tante Irma masih sibuk dengan perlengkapan yang akan dibawa ke Medan nantinya.
Gilang menggeleng kan kepalanya melihat semua bahan itu yang merupakan semua bahan untuk acara pernikahan mereka.
''Sudah siap?'' tanya Papa Yoga sembari mendekati Gilang yang sedang memeriksa barang yang akan ia bawa ke Medan di dalam sebuah mobil pickup.
''Sudah Papa! Ayo kita berangkat! Saudara Papa yang lain sudah diberitahukan?'' tanya Gilang memastikan.
__ADS_1
''Sudah Nak. Mereka akan tiba dua hari sebelum acara pernikahan mu. Begitu juga dengan sahabat Alisa. Ada satu orang sih yang tidak bisa karena dia sudah berpulang ke Rahmatullah..'' lirih Papa Yoga.
Gilang terkejut. ''Innalillahi wainnailaihi rojiun.. Gilang turut berdukacita Papa atas meninggalnya sahabat Alisa. Ya sudah, Jika memang sudah beres ayo kita berangkat. Mama dan Papa sudah standby menunggu kita!'' imbuh Gilang sembari terkekeh kecil mengenang Papa Angga dan Mama Dewi yang begitu antusias saat diberitahu kan oleh Gilang tadi pagi.
''Ya, ayo!'' ajak Papa Yoga.
Mereka berlima masuk ke mobil Pajero milik Gilang, dengan Gilang sendiri sebagai supir nya.
Sementara Andi, ia yang menjadi supir pickup dibelakang mereka. Dua mobil itu beriringan menuju ke Medan.
Di mana anak dan cucu Papa Yoga sedang menunggu kedatangan mereka, tanpa mereka sadari.
💕💕💕💕💕
Noh.. udah hampir tiba kan? Sabar atuh..
Othor pun tau jika klean udah nggak sabar nunggu hari H. Untuk pernikahan mereka. 😏
Sekali lagi othor ingatkan, bagi pembaca setia dan yang bampir alias baru mampir, jangan lupa dukung othor dengan cara like dan komen.
__ADS_1
Vote dan Rate. Karena dukungan dari kalian sangat berarti buat othor. 😁😁
So.. happy reading...