
Alisa melotot mendengar jika Gilang menyebut nama ayahnya.
''Apa??''
''Dari mana kamu tau, jika nama Papa adalah Yoga Sebastian??''
''Ada deh...'' sahut Gilang dengan sedikit senyum misterius.
''Ishh.. aku nanya Papi!!''
"Iya Mami.... udah, ah! usah di bahas yang itu, ayo kita keluar! Tuh, mereka udah pada ngumpul disana!" tunjuknya pada Ira dan Lana.
Sedangkan Andi sedang berfoto ria di taman bunga itu.
Alisa tersenyum. Gilang pun ikut tersenyum.
"Nah.. begitu dong, cantik! Ayo.. nanti anak-anak marah loh.. jika kita keluarnya lama!'' seru Gilang dengan segera membuka kunci pintu mobil.
Tapi tertahan, karena Alisa mencekal pergelangan tangannya. Gilang menoleh,
''Ada apa??''
''Terimakasih! karena kamu telah bersedia menerima ku yang bukan apa-apa ini.. aku akan sabar menunggu mu, sampai kau bisa menjadi yang terbaik untuk keluarga kecil kita! Hanya...''
''Apa??'' sahut Gilang, dengan terus mengikis jarak dengan Alisa.
Alisa tertegun melihat Gilang yang begitu dekat dengan nya.
''Mengapa??'' tanya nya dengan menatap manik mata hitam milik Gilang.
''Karena kau adalah Jantung Hatiku.. nafas mu adalah hidupku.. tubuh mu adalah ragaku.. sedangkan nyawaku? Ada bersama mu! Hidup kita berkaitan satu sama lain sayang.. sejak aku memimpikan kamu puluhan tahun yang silam, mimpi itu sudah mengikat kita berdua. Saat kamu merasakan sakit, maka aku pun ikut merasa kan sakit. Saat kamu bahagia, maka aku juga bahagia! Kita telah dipersatukan oleh alam semesta sayang.. tidak mungkin untuk dipisahkan! Entah mengapa tiap kali, aku merasa gundah, kamulah yang selalu muncul di dalam ingatan ku! Berasa seperti nyata! Tapi hanya mimpi. Sejak saat itulah aku menyimpulkan, jika kita berdua telah dipersatukan sejak masih kecil."
"Oma pernah bilang, katanya jika aku demam sering kali menyebut mu di dalam tidurku. Bahkan di bawah alam sadar ku kamu sudah ada sayang.. dari dulu aku memang sudah tau tentang mu.. kau lah yang kucari! Walau pernah menyukai orang lain, tapi hanya sekedar suka saja, tidak lebih. Jika cinta.. kayaknya udah tersangkut di kamu deh.." gombal nya.
Alisa yang serius menjadi kesal. Ia mencebikkan bibirnya. Gilang tertawa kecil.
"Jangan gitu, ah! bibirnya. Mau aku cium? hem?"
"Isshh... gombal!"
"Gombal nya cuma sama kamu sayang.. andai.. aku bisa menikah dengan mu sekarang juga. Pastilah aku bisa membawa mu menginap di hotel dekat sini dan bisa menghabiskan waktu berduaan dengan kamu."
"Apaan sih?!"
"Beneran sayang.. kita dosa melakukan hal seperti ini.. tapi aku tidak bisa jauh dari mu.. seperti ada magnet yang menarik ku agar tetap bersama mu!" imbuhnya dengan menatap Alisa dalam.
Alisa tersenyum, "aku juga menginginkan hal yang sama. Tapi.. aku tidak bisa Gi.. aku harus minta maaf ke Papa terlebih dahulu. Baru setelahnya, aku meminta izin beliau untuk mengenal mu. Aku sayang banget sama kamu Gi.. nggak tau aja.. tapi ketika mengingat mimpi lima belas tahun silam, aku jadi ingat. Jika kita akan bertemu di waktu yang tepat. Hingga sampai saat itu, kita berdua tidak akan dipertemukan seperti ini.." lirih Alisa.
Gilang memeluk Alisa dengan erat. "Sabar sayang.. mimpi itu benar adanya.. tapi kenapa disana kita berdua seperti seumuran ya?? Sedangkan disini berbeda??" goda Gilang.
Sengaja untuk memancing reaksi Alisa.
__ADS_1
Alisa mendelik mendengar ucapan Gilang. Sedangkan Gilang tertawa puas.
"Awas ih! aku mau keluar!" ketus Alisa.
"Jangan marah sayang.. nanti jatah ku berkurang.. nggak kuat nahan nya.." goda nya lagi.
"Ishh... Papi!!" pekik Alisa. Gilang tertawa puas.
Alisa masih saja memukul Gilang, sedang tersangka masih saja gencar menggodanya. Dari luar, terlihat seseorang mendekati mobil mereka.
Dari jauh terlihat mobil itu bergoyang dan juga deru mesin masih hidup. Karena penasaran seseorang itu berjalan mendekati Gilang dan Alisa yang sedang terhanyut dalam rasa disana.
"Apa?"
"Jatahnya belum Mi.. ininya belum puas..." goda Gilang lagi.
"Aku nggak mau Papi!!" pekik Alisa
Gilang tertawa hingga matanya menyipit. Sedangkan Alisa semakin kesal, karena berhasil telah menggoda nya.
Sedang asyik-asyiknya bergelut dengan godaan, tiba-tiba kaca mobil mereka di ketuk dari luar.
''Eh? Pi... ada orang..'' tunjuk Alisa.
''Hem, aku mau seperti ini, kenapa sih? Jangan ganggu, ah!'' ujarnya masih dengan membenamkan kepalanya di dada Alisa yang tertutup hijab.
"Papi..." bisik Alisa.
Sedangkan orang yang di luar masih saja mengetuk kaca mobil mereka. Karena kesal, Gilang tidak menyahuti nya, akhirnya Alisa menjerit hingga membuat Gilang reflek membungkam bibir Alisa biar tidak berisik.
Cup!
Alisa melotot, sedangkan Gilang terus saja mencium dan memagut bibir tipis nan menggoda itu.
Alisa memukul dada Gilang, tapi tak ada pengaruh nya sama sekali. Gilang masih larut dalam cumbuan itu.
Setelah puas, barulah Gilang melepasnya. Ia menatap Alisa sebentar, kemudian menyatukan kening mereka berdua.
"Maaf..." lirihnya dengan berbisik
Alisa menunduk, tubuhnya bergetar merasakan sensasi yang lain saat Gilang mencium nya.
Tok, tok, tok.
Gilang menoleh, sedangkan Alisa masih menunduk. Wajahnya yang masih merah merona sangat kentara sekali terlihat.
Dengan cepat Gilang memeluknya dan membuka sedikit kaca mobil itu.
"Maaf Nak.. kenapa kalian tidak masuk?? Dan tadi, kenapa Bapak lihat mobil kalian bergoyang?? Ada sesuatu kah??" cecar orang itu.
Alisa yang dalam pelukan Gilang bertambah malu. Wajahnya memanas hingga ke telinganya. Ia memeluk Gilang dengan erat.
__ADS_1
"Ho.. tidak ada apa-apa, Pak! hanya saja.. saya dan istri sedang bermasalah sedikit. Tapi sekarang, udah aman kok! Ini kami mau turun dan menyusul anak-anak kesana.'' tunjuk Gilang pada Ira dan Lana.
Bapak itu mengangguk, ''lain kali matikan dulu mobilnya. Kan sayang bensin nya, Nak.. dan kalau bisa jangan lah disini.. ini kan kawasan ramai.. kalau mau, noh.. ujung jalan itu udah ada hotel lebih puas lagi nggak sempit sempitan.'' ucapnya dengan sedikit kerlingan nakal.
Gilang terkekeh, ''tidak apa, Pak! Dimana pun istri saya mau, saya mah.. nggak bisa nolak! Terimakasih udah memberitahu saya..'' ucap Gilang dengan sedikit menundukkan kepalanya.
Bapak itu tersenyum dan segera berlalu. Sedangkan Alisa mengangkat wajahnya dan menatap Gilang.
Cup!
Lagi, Alisa melotot. ''Ishh.. Papi!! senang banget sih?! nyari kesempatan dalam kesempitan?! Ishh..'' gerutu Alisa yang kembali mengambil jarak dari Gilang, takut Gilang akan mencuri ciumannya lagi.
Gilang tertawa, ''haha .. kamu manis sayang! aku suka! gimana kalau kita.. ehm.. ehm..'' ucap Gilang dengan menggerakkan alisnya naik turun.
Sedangkan Alisa kesal, namun wajahnya merona di goda Gilang seperti itu. Dengan langkah cepat, ia keluar dan berdiri diluar pintu masih dengan menunduk.
Sedangkan Gilang tertawa puas, ia keluar dan membuka pintu depan untuk mengambil kunci dan berlalu dari sana.
Alisa berjalan duluan, sedangkan Gilang setengah berlari mengikuti Alisa.
''Sayang.. tunggu dong.. aku kok di tinggalin sih?!''
''Biarin!'' ketus Alisa.
Gilang tertawa, ''kamu cantik! kalau sedang cemberut seperti itu! pingin digigit!'' ucap Gilang dengan mengedipkan sebelah matanya menggoda Alisa.
Sedangkan Alisa semakin mempercepat jalannya. Hingga Gilang berlari mengejarnya, setelah nya ia tertawa puas karena sudah berhasil menggoda jantung hatinya.
Mereka berjalan beriringan, sedangkan tangan Gilang sudah nangkring di pinggang ramping Alisa.
Alisa ingin protes, tapi tak jadi. Saat melihat, Bapak-bapak tadi yang menegur mereka membuat Alisa mengurungkan niatnya.
''Jangan cemberut atuh... pingin di gigit itu bibir mau??'' goda Gilang lagi.
Alisa mendelik kesal. Sedangkan Gilang sambil berjalan tertawa puas.
Ya Allah.. jaga lah Alisa untukku.. sampai dimana aku pantas untuk menjadi imam untuk nya.. jangan biarkan ia dimiliki oleh orang lain selain diriku.. aku akan terus berdoa padamu untuk selalu melindunginya.. calon makmum yang telah Engkau ikatkan, sejak kami masih dalam kandungan.. Jadikanlah aku seorang pemuda yang baik dan Sholeh yang bisa menuntun keluarga kecil ku kelak menuju Jannah Mu.. Amiiin..
Gilang.
💕
Hdeuuhhh.. senyum-senyum Mulu dah ini othor! Gegara nulis cerita Gilang ini.
Sampai-sampai paksu nanya 'kamu kenapa dek, senyum-senyum sendiri?'
Ya othor bilang lah, gegara nulis cerita Gilang dan Alisa.
Lah.. nggak taunya, malah othor yang di goda paksu. hihi..
Awas bibir kalian kaku membaca part yang ini ya! othor nggak jamin, kalau kalian nggak bakal senyum-senyum sendiri!
__ADS_1
Sedangkan othor aja sampai sekarang masih senyum senyum sendiri.. 😄😄😄
TBC