Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)
Hal mengejutkan!


__ADS_3

Ummi Hani sengaja mengajak Lana untuk mencari tempat makan yang nyaman dan banyak pilihan nya.


Karena mendapat kode dari sang putra, jika ia ingin berbicara sebentar dengan pujaan hatinya itu.


''Abang kalau dirumah itu kak Ira seperti apa??''


''Maksud ummi, apakah kakak mu itu cerewet? usil? atau?''


''Ho... haha... kakak kalau dirumah cerewet Mi! Apalagi kalau sama Abang! beuuhh.. usilnya minta ampun!'' ummi terkekeh mendengar nya.


''Apakah kakak mu pernah melawan Mak dirumah?? emm maksud ummi?''


''Nggak! nggak pernah sama sekali ummi! kakak itu sangat penurut orang nya. Bahkan saat Mak meminta kakak untuk tidak mengadukan hal yang dilakukan ayah sama Mak aja, kakak nurut. Entah di sekolah, Abang nggak tau? Kan beda kelas??'' sahutnya seraya menghendikkan bahu nya dengan bibir mencebik.


''Kalau ummi boleh tau, seperti apa hal yang di sembunyikan oleh kakak mu??'' desak ummi Hani. Ia sangat penasaran dengan cerita kedua orang tua anak kocak itu.


Lana menghela nafas panjang. ''Sebenarnya Abang tidak boleh cerita kepada siapa pun tentang hal ini, karena ini adalah aib bagi ayah dan Mak kami. Tapi jika ummi bisa jaga rahasia, maka Abang akan cerita. Apakah ummi bisa jaga rahasia?? Bagaimana kalau suatu saat ummi menjelekkan Mak kami di depan orang lain dan membongkar rahasianya? Itu yang Abang nggak mau!''


Ummi Hani tertegun. Begitu kuat dirimu nak.. dalam menjaga amanah orang tua mu..


''Ummi berjanji akan menjaga rahasia ini sampai mati, setelah kita belanja bolehkah ummi bertemu dengan Mak mu, nak??''


Lana menatap ummi Hani. ''Mengapa Abang merasa jika ummi begitu mirip sama Mak?? Apakah ada sesuatu yang terlewat hingga Abang tidak tau??'' tanya nya membuat ummi Hani bingung.


''Maksudnya, mengapa ummi sangat ingin bertemu dengan Mak kami? Dan juga sekilas Abang lihat jika sifat ummi dan Mak kami sama??''


''Iayakah?? kalau boleh tau siapa nama Mak mu, agar ummi bisa mengucapkan terimakasih pada nya! karena telah melahirkan putra secerdas dirimu!'' ucap ummi Hani seraya mengapit dagu lancip Lana.


Membuat Lana tersenyum malu.


''Nama Mak kami... Alisa. Alisa Febriyanti binti Yoga Sebastian! lahir di Aceh, menikah dua belas tahun silam dengan nama suami nya Milham Syahputra!''


Ddddduuuaaarrrr...


Ummi Hani mematung mendengar siapa nama Mak mereka berdua. Ia menatap Lana dengan pandangan kosong.


''Ja-jadi... i-ini... kedua a-anak Al-Alisa??''


Lana mengangguk. ''Ya. kami bertiga anak nya. Yang satu paling kecil sedang berada dirumah sakit sedang melakukan perawatan karena sempat terhirup asap tebal. Adek sempat dinyatakan nggak ada, tapi Alhamdulillah nya.. adek masih selamat dan sekarang masih di rawat disana.'' jelas Lana lagi.


Tes


Tes

__ADS_1


Tes


Air mata ummi Hani menetes membasahi tangan Lana yang di pegang ummi Hani.


''Kok basah?? Loh? ummi nangis?? Apa Abang nyakitin ummi?? Maaf ummi! Abang nggak sengaja.. maaf ummi jangan menangis...'' ucap Lana ia pun ikut menangis melihat ummi Hani.


Ia usap tangan kecil nya ke pipi ummi Hani. Ketika Lana menarik tangan nya, ummi Hani menarik dan menciumi telapak tangan Lana.


''Kalian lah yang selama ini ummi dan Abi cari... ternyata semua ini karena Allah. Allah telah mempertemukan kita disini ditempat ini! Ummi dan Abi sekian tahun mencari keberadaan Mak kalian, tapi tidak pernah ketemu nak.. tapi hari ini... ya Allah... Abi... kita menemukan anak-anak Alisa By...'' ucap ummi Hani masih dengan berderaian air mata.


Lana diam, ia bingung tidak tau maksud dari perkataan ummi.


''Apakah selama ini, Mak kalian pernah bercerita tentang sahabatnya yang berjumlah tujuh orang kepada kalian??''


Lana mengangguk dan menyebutkan satu persatu nama sahabat Mak nya.


''Tau dong ummi.. nih ya namanya. Ada Moly, Ema, Shinta, Yani, Umay, Hani, emmm ummi??''


Ummi menganggukkan kepalanya. ''Ya Hani itu adalah nama ummi. Hani Prameswari!''


''Masyallah.. jadi beneran kalau ummi sahabat Mak Abang??'' tanya Lana begitu antusias.


Ummi Hani mengangguk cepat. Lana menangis dan memeluk ummi Hani.


''Sabar sayang.. ceritakan pelan-pelan ya??'' ucap ummi Hani seraya menyeka air mata Lana.


Dengan sedikit sesegukan Lana menceritakan dari awal hingga akhir mereka sampai terdampar disana.


Tidak di lebihkan tidak juga di kurangi. Ummi Hani menangis memeluk Lana.


Satu hal yang begitu mengejutkan ummi Hani.


''Ya sudah, sekarang ummi sudah tau jika kalian tinggal di dekat sini! kapan-kapan ummi akan jalan-jalan kesana tapi tunggu rumah baru kalian siap dulu kali ya??'' goda ummi.


Membuat Lana terkekeh.


''Sebaiknya kita hubungi kedua saudara mu itu, mereka tidak tau pulang! kalau tidak dihubungi.'' ucapnya dengan sedikit mengomel sama seperti Mak nya, Alisa.


Setelah berbalas pesan dengan putra tersayang nya itu hingga menimbulkan raut wajah kesal dan itu tidak luput dari tatapan Lana, kini ummi Hani bisa bernafas lega.


Karena yang dicari ternyata sudah mereka temukan. Saat melihat kedua anak manusia yang berjalan bergandengan dengan sesekali berbicara, ummi Hani menatap mereka berdua.


''Mirip!'' celutuk nya tiba-tiba. Membuat Lana terheran tetapi tidak berani untuk bertanya.

__ADS_1


''Wooaahh.. dari mana aja nih mantu ummi??''


Raga melototkan matanya pada ummi. Sedangkan Ira terkejut.


''Eh?? siapa? Dimana? Yang mana calon mantu Ummi??'' tanya Ira dengan spontan membuat ummi Hani terkekeh.


''Sudah ayo! ummi lapar ini sudah hampir Maghrib! kita sholat ashar dulu ayo!'' ajak ummi Hani.


Dan diangguki oleh ketiga anak beda usia itu.


Selesai sholat, mereka makan dan duduk lesehan bersama. Ummi Hani duduk di sebelah Ira sedangkan Lana duduk bersebelahan dengan Raga.


Raga memutar bola mata malas. Ummi Hani sudah mulai posesif terhadap Ira.


''Ayo kita makan! Raga! pimpin doa!'' titah ummi setelah makanan di hidangkan.


Setelah berdoa mereka mulai makan. Mereka makan dengan lahap sekali. Apalagi Lana. Ira yang melihat ummi kepayahan membuang tulang ikannya, membantu ummi.


''Sini kakak bantuin Mi..'' tanpa menunggu jawaban ummi Hani, Ira memilah tulang dengan daging nya.


Ummi yang melihat matanya berkaca-kaca. ''Aakk ummi! kok bengong? kakak suapin loh..'' tegur Ira


Ummi tersenyum walau menangis. ''Loh, loh, kok ummi nangis?? Kakak salah ya?? Maaf ummi.. kakak nggak tau..'' Ira menunduk, tak lama bahunya bergetar.


Ummi Hani tau itu. ''Kakak boleh kok, anggap ummi sebagai Mak kalian! anggaplah ummi sebagai Mak kalian, ummi suka itu!'' imbuhnya walau dengan suara terdengar sengau.


Ira mendongak dan menatap Ummi Hani. Ummi Hani mengangguk. Ira langsung saja menabrak ummi Hani dan menangis di pelukannya.


Raga yang melihat dua orang tersayang nya itu jadi terharu. Ia pun menitikkan air matanya.


Aku tak salah memilih mu Ra..


💕


Beberapa part akan ada cerita mereka ya!


Karena cerita mereka udah othor netasin dari 1 Juli yang lalu!


Cuma waktu update nya aja belum tepat.


Disini hanya sepenggal! yang mau kepoin langsung aja kesana!


TBC

__ADS_1


__ADS_2