
Tiba di dalam, Alisa meletakkan Baby Ray diatas tilam busa milik Annisa. "Adek bobok dulu ya? Mami cuci tangan dulu sebentar. Cup." Alisa mengecup kening bayi kecil itu lagi sebelum beranjak untuk mencuci tangan dan mengganti bajunya yang sudah kuyak akibat tersangkut di motor nya tadi.
Lana yang melihat Baby Ray begitu mirip seseorang, mematung di sebelah bayi itu.
"Papi??"
Deg!
''Apa?! Papi?! Dimana??'' pekik Ira karena mendengar ucapan Lana menyebut Papi nya. Papi mereka, Gilang. Gilang Bhaskara.
''Eh? Bu-bukan Papi, Kak! Tapi adek bayi nya yang sangat mirip dengan Papi Gilang, Kak!'' sahut Lana, ia jadi salah tingkah sendiri dengan uacapb Ira tadi.
''Kakak kira Papi tadi yang datang...'' lirih Ira sendu.
Mak Sus terbengong melihat anak-anak Alisa. Sekilas ia seperti melihat sebuah figura besar disana.
Deg!
''Den Gilang??''
''Eh? Apa Buk??'' Lana terkejut dengan ucapan Mbak Sus pengasuh Baby Ray.
''Hah? En-enggak.. Mbak kaget aja lihat foto itu..'' tunjuk Mbak Sus.
''Hoo.. Itu yang tadi Abang panggil Papi! Papi Gilang! Papi Abang! Ya kan Dek?? Abang merasa jika Adek bayi nya sangat mirip dengan... tapi kenapa sekilas terlihat seperti... Mak?''
''Hah? Apa? Kenapa sama Mak, Bang?? Ada yang salah kah??'' sahut Alisa dari belakang Lana.
Ia datang dengan raut wajah bingung nya. Mbak Sus tertegun melihat Alisa memakai bajunya yang begitu sederhana.
Sedangkan dia... pengusaha?? Batin Mbak Sus.
Bagaimana tidak, jika penampilan nya saat ini sangat sederhana. Hanya memakai gamis berwarna maron dengan hijab hitam.
Ia melihat di foto dan juga pada Alisa. ''Mirip!'' celutuk nya tanpa sadar.
''Hah? Mirip?? Siapa yang mirip??'' tanya Ira pula yang baru datang dari arah dapur. Sedangkan Raga masih melayani pembeli.
''Mak??'' panggil Lana.
''Hem?''
''Buk Rani mana??'' tanya Lana, ia melihat kesana kemari untuk mencari Rani, sedang yang dicari tidak terlihat batang hidung nya.
''Ada apa hem? Kangen ya sama Ibuk?? Hayooo??'' goda Rani.
Ia baru saja kembali dari kamar mandi. Dan saat ia kembali, ia melihat ada seseorang duduk dekat dengan Lana.
Dan juga seorang bayi. ''Bayi?? Bayi siapa Mbak?? Eh? Ini....'' tanya Rani, ia membatu saat melihat bayi kecil yang masih di lantai itu.
Alisa mendekati dan duduk di depan bayi itu. Annisa yang sedang bermain pun ikut duduk dipangkuan Alisa.
Alisa tersenyum. ''Mak??'' panggil Annisa.
''Ya?'' sahutnya.
__ADS_1
''Ten*n!'' sahut Annisa. Ia menepuk-nepuk dada Alisa untuk meminta susu nya.
Ira dan Lana yang mendengar nya tertawa. Mak Sus jadi heran. ''Ten*n?? Maksudnya??'' tanya Mbak Sus.
Alisa dan Rani yang mendengar nya tertawa. ''Maksudnya n*n*n Mbak..'' sahut Alisa.
Dengan cepat ia membuka baju gamis nya dan menyusui Annisa yang sudah besar. Namun belum bisa berjalan.
Akibat kejadian beberapa bulan silam saat rumah mereka terbakar. Alisa tersenyum miris mengenang semua itu.
''Hoo...'' sahut Mbak Sus.
Rani mendekati Baby Ray dan mengambilnya. Tapi belum lagi tubuh bayi itu berada di pangkuan Rani, Baby Ray menangis kencang.
Bertepatan dengan Pak Kosim yang baru saja tiba. ''Loh? Kok nangis??'' tanya Pak Kosim.
Alisa yang mendengar suara Pak Kosim, langsung saja berbalik ke arah Ira. ''Maaf ya Pak, saya sedang menyusui adek! Nanti gantian dengan Rayyan.'' Ucap Alisa, mengerti dengan pertanyaan dari Pak Kosim.
''Oh iya Neng, silahkan! Kalau begitu, Bapak di depan saja dengan...'' Pak Kosim bingung harus memanggil siapa pemuda yang sedang melayani pelanggan disana.
''Ragata Kek!'' sahut Ira.
Raga menoleh, ''Apa Ra??'' tanya Raga pula.
Ira terkekeh. ''Nggak ada Kak!'' sahut Ira.
Raga berbalik dan mulai melayani pelanggan kembali. ''Ya sudah, Bapak kesana saja ya??'' imbuh Pak Kosim.
Alisa mengangguk, karena ia sedang menyusui Annisa dan juga sedang berusaha mendiamkan kan baby Ray yang terus menangis.
Cup.
''Tadek!'' panggil nya, membuat Baby Ray terdiam.
Bayi kecil itu seakan tau jika Annisa adalah Kakaknya. Mak Sus yang melihat itu terbengong-bengong.
Sedangkan Alisa, mengusap kepala Annisa dengan sayang. ''Pintar nya gadis Mak!''
Kemudian ia menggendong Baby Ray dan ingin menyusui nya. Tapi sebelum itu, Alisa melihat Annisa dan tersenyum pada nya.
''Sekarang.. udah ada adek bagikan sama kita??''
Annisa mengangguk. ''Ja!'' sahutnya dengan menepuk-nepuk tangan nya karena senang.
''Sekarang adek, nggak Mak panggil adek lagi ya??''
''Hoh?'' tanya Annisa kebingungan.
''Mak panggil adek dengan Kakak! Mau kan? Dan sekarang... Kakak akan berbagi susu sama adek Ray! Bolehkan sayang nya, Papi???'' bujuk Alisa dengan menyebut Papi.
Annisa tertawa. ''Ja! Ja! haha...'' sahut Annisa dengan riang.
Ira tertawa melihat adeknya bertingkah seperti itu. ''Ya! adek harus berbagi dengan adek Rayyan! Karena Rayyan adalah anak dari Papi Gilang!'' celutuk Ira, membuat Rani tersedak minuman yang dibuat Ira tadi di dapur.
''Uhuk.. uhuk.. uhuk.. A-apa?! Anak Gilang?!'' pekik Rani begitu terkejut.
__ADS_1
Alisa dan Ira yang mendengar nya meringis. ''Ibuk! Ishh.. pengang nih telinga Abang! Gimana sih?! Ih! kaget kok di telinga Abang?!'' gerutu Lana.
Rani terkekeh sumbang. ''Hehehe.. Ibuk kan kaget Bang!''
''Kaget sih kaget Buk! Tapi jangan telinga Abang juga dong... Gimana sih?!'' sungut Lana lagi, masih dengan mengusap telinga nya yang berdenging karena ulah Rani tadi.
Rani nyengir kuda, hingga membuat Lana kesal. Mak Sus yang melihat nya pun tertawa. Ia beralih melihat Baby Ray.
Bayi kecil itu sedang menyusui pada Alisa dengan lahap. Alisa mengusap kepala Baby Ray dengan sayang.
Sesekali Alisa berbicara lembut pada bayi itu. Mak Sus yang melihat itu terharu.
''Buk??'' panggil Mbak Sus.
''Ya??'' sahut Alisa dengan sedikit menoleh pada Mbak Sus.
''Gimana kalau ibu saja yang menjadi ibu susu Den Ray dan juga ibu sambung nya??''
Deg!
Alisa terkejut. ''Ibu sambung??''
''Ya, Ibu sambung untuk Baby Ray! Karena-''
''Alisa tak perlu menjadi Ibu sambung Baby Ray! Karena Alisa adalah Mami nya!'' ucapan mbak Sus terpotong karena Pak Kosim menyela.
Karena ia tidak ingin jika Alisa tau jika Gilang sudah berpisah dengan Gilang sejak sebulan yang lalu.
Mungkin saat ini, Vita sudah berangkat ke Amerika untuk meminta cerai pada Gilang. Pikir Pak Kosim.
Alisa tersenyum. ''Mami memang ibu Rayyan kan Nak?? Bahkan saat lahir saja, Mami yang menemani Mama kamu! Ya kan?? Tapi...'' lirih Alisa dengan wajah sendu.
''Tapi apa Buk??'' tanya Mbak Sus.
''Saya Hanya akan menjadi Ibu susu saja untuk Rayyan. Untuk ibu sambung saya tidak bisa! Karena Rayyan masih memilki Ibu..'' lirih Alisa dengan wajah sendu.
''Tapi Buk.. Den Gilang-''
''Alisa tetap akan menjadi Mami untuk Den Rayyan! Tugas kita adalah menyampaikan hal ini kepada Nyonya! Tunggu sampai beliau pulang dari Bogor. Dan sampai saat itu Den Rayyan akan tinggal dengan Neng Alisa.''
''Eh?? Saya Pak??''
''Ya! Karena kamu adalah Mami nya Rayyan Putra Bhaskara, Neng Alisa Bhaskara!''
Deg.
Deg.
💕
Sebentar lagi Mami Alisa dan Papi Gilang akan bertemu!
Pantengin terus ya! 😉
Maaf ya lama updatenya, jaringan di tempat othor kadang timbul kadang tengelam! 🤧🤧🤣🤣
__ADS_1
TBC