
''Ada apa??'' tanya Alisa, melihat ummi Hani tersenyum manis pada nya. Pasti ada sesuatu nih, pikir nya.
''Calon Besan!'' panggil ummi Hani.
Alisa melototkan matanya. ''Calon Besan siapa maksud mu??'' tanya Alisa dengan nada tinggi.
Setelah sadar, Alisa berdehem.
''Ehm, besan apa maksudmu?? Siapa yang berbesan? Dengan siapa??'' cecar Alisa.
Membuat kedua pasangan yang kompak dalam segala hal itu terkekeh.
''Kau!'' tunjuk Abi Hendra. Membuat Alisa terkejut.
''Eh?? Kenapa pula aku??'' tanya nya dengan menatap dua sahabat nya itu.
''Ya.. karena memang kau adalah calon besan ku!'' sahut Abi Hendra lagi. Ia sengaja menggoda Alisa.
Ummi Hani terkekeh. ''Benar sayang ku.. sahabatku.. kaulah yang akan menjadi Besan ku! Siapa lagi yang ada disini selain kamu?? Apakah kamu sudah lupa dengan janji kalian dulu nya saat kau menikah dengan bang Emil ??'' tanya ummi Hani.
Alisa termenung. Sekelabat ingatan tentang dirinya dan Hendra saat acara pernikahan nya dulu.
Alisa ingat, jika saat itu Hendra mengatakan, jika ia tidak bisa menjadi bagian dari Alisa, maka cinta mereka akan berlanjut dan akan dilanjutkan oleh kedua anak mereka nantinya setelah dewasa.
Alisa mengerjab. Ia memandang Abi Hendra dan juga ummi Hani.
''Bagaimana?? hem?? kamu masih ingatkan tentang perkataan ku dulu?? Dan itu masih berlaku hingga sekarang! Dan kebetulan! putraku sangat menyukai putri mu! Tanpa kita pertemukan, tapi Allah lah yang mempertemukan mereka berdua.'' imbuh Abi Hendra panjang lebar.
Lagi dan lagi Alisa tertegun. ''Tapi...''
''Tenang sayang... kami tidak akan membicarakan hal ini. Tapi nanti! Setelah rumah mu selesai di renovasi. Kapan rumah mu akan di renovasi?? Apakah sudah berjalan?? Karena tadi sore ketika kami lewat, aku melihat sudah banyak tumpukan batu, pasir serta juga tanah liat disana. Aku rasa itu untuk menimbun rumah mu!'' ucap ummi Hani.
Membuat Alisa menghela nafasnya. ''Ya, tadi pagi Papi anak-anak mengabarkan, jika rumah itu akan segera direnovasi dan akan siap enam bulan lagi. Dan selama enam bulan itu, aku harus cari kontrakan yang dekat dengan rumah itu. Agar aku bisa memantau perkembangan nya...'' lirih Alisa.
Wajahnya berubah menjadi sendu mengingat seseorang yang sudah dua hari tidak muncul setelah ia pamit dua hari yang lalu.
Mengingat itu, dada nya terasa sesak. ''Papi...'' lirihnya tanpa sadar.
Membuat ummi Hani dan Abi Hendra mengernyitkan dahi nya. Mereka saling pandang, saling sikut ingin bertanya tapi melihat Alisa yang memejamkan mata, tapi bulir bening mengalir.
Membuat mereka berdua mengurungkan niatnya untuk bertanya.
Alisa menatap Annisa yang masih terlelap di bangkar. Ia memejamkan matanya saat terakhir kali GIlang mengecup keningnya begitu lama.
Membuat rasa itu terasa hingga ke hati. Alisa menghela nafas berat.
Sangat sulit melepas mu GI... aku harus apa?? Jika hati ini sudah terpaut pada mu?? Bagaimana caranya untuk bisa bertahan tanpa kehadiran mu??
__ADS_1
Aku sudah terbiasa dengan kehadiran mu Gi.. baru dua hari kita berpisah, aku sudah sangat merasa kehilangan mu!
Bagaimana jika sampai lima tahun lagi?? Mampukah aku bertahan dari rasa rindu yang terus menyiksa ku ini??
Aku kangen kamu Gi..
Aku rindu kamu...
''Alisa...'' panggil ummi Hani.
Tidak ada balasan. Alisa masih sibuk dengan lamunan nya tentang Gilang.
''Lis...'' Abi Hendra mencoba membawa Alisa kembali. Tetapi tetap sama. Tidak ada juga balasan.
Abi Hendra dan ummi Hani saling pandang.
''Ck! Hani! sebaiknya kita pulang! yang punya tidak peduli dengan kita! jauh-jauh datang kemari malah di cuekin! Nasib menjadi besan yang tak dianggap! ck! heh! Ayo sayang!'' ajak Abi Hendra membuat ummi Hani terkekeh.
''Abi.. jangan gitu ah! nggak baik! sebagai sahabat itu.. kita seharusnya paham akan kondisi nya! jangan meninggalkan nya dalam keadaan seperti ini! Alisa butuh kita By.. pahamilah hatinya... ia terluka.. ia rindu.. ia sangat mencintai.. tapi yang dicintai pergi meninggalkan nya untuk menuntut ilmu.. Kita sebagi sahabat.. harus bisa membuatnya bahagia.. jangan biarkan ia berlarut-larut dalam nestapa.. itu tidak baik Abi... tidak baik! Jangan diulangi ah!'' gerutu ummi Hani di ujung kalimat nya.
Membuat Abi Hendra memutar bola matanya malas.
''Besan ku oh.. Besanku! Peluklah aku! Ciumlah aku! karena aku sangat butuh belaian mu...'' ucap Abi Hendra mendrama.
Ummi Hani melotot dan menimpuk Abi Hendra dengan tas bawaan nya.
Plaakk..
Abi Hendra mendekati ummi Hani dan memajukan wajahnya. Ummi Hani kelimpungan.
''Awas ih! jangan gitu Napa?! ini di ruangan Alisa, Abi!'' sewot ummi Hani.
Abi Hendra terkekeh. ''Kenapa hem? kamu takut?? Jika hukuman mu adalah mende saah bersama ku diatas ran jang, hem??'' bisik Abi Hendra di telinga ummi Hani.
Membuat ummi Hani menahan nafasnya sejenak. Abi Hendra tak peduli, karena ia melihat Alisa masih sibuk dengan lamunannya.
Abi Hendra makin gencar memasukkan tangan nya kedalam hijab ummi Hani dan menyentuh sesuatu disana seraya bibirnya terus saja berbisik di telinga ummi Hani.
Ummi Hani menahan suaranya agar tidak terdengar oleh Alisa. Ia menggigit bibirnya saat tangan Abi Hendra tak beradap menyentuh apapun ia suka.
Lama ia membelai bagian kesukaan nya itu, hingga ummi Hani tersengal membuat Abi Hendra terkekeh.
''Bagaimana?? masih mau, hem?? Masih mau nimpuk Abi dengan tas mahal mu itu??'' bisiknya lagi.
Ummi Hani menggeleng. Ia memejamkan kedua matanya saat merasakan sesuatu itu masih berjalan disana.
Alisa yang paham kondisi hanya diam saja. Bukan ia tak tau apa yang terjadi dengan sahabat nya itu.
__ADS_1
Tapi ia takut membuat mereka malu. Oleh karena nya, Alisa memilih diam saja tanpa menghiraukan mereka yang sibuk dengan kegiatan mereka disana.
''Cukup!'' ucap Abi Hendra.
Membuat ummi Hani membuka matanya. Dan menoleh pada Abi Hendra dengan tatapan yang sulit diartikan.
Abi Hendra yang melihatnya terkekeh.
''Kalain berdua pulanglah! aku tidak apa-apa! aku baik-baik saja! Kalian butuh waktu berdua! Sedang aku sudah sering sendirian! pergilah!'' titah Alisa tanpa melihat kedua sahabat nya itu.
Kedua sahabat itu terkejut dan salah tingkah.
''Hehehe... maaf Lis.. kami hanya-''
''Pulanglah! Kapan-kapan kalian bisa datang lagi, kapan pun kalian mau! nomor ponselku kalian kan udah punya?? Tinggal tekan, selesai!'' imbuh Alisa tanpa melihat kedua sahabat nya yang mematung mendengar pembicara an nya itu.
''Maafkan kami Lis..''
''Ya, tidak apa-apa! aku paham kok! aku juga pernah seperti kalian! tidak usah malu! hanya saja sekarang status ku berbeda..'' lirih Alisa.
''Maaf Lis...''
''Tak apa... pergilah! kalian boleh kerumahmu enam bulan dari sekarang untuk membicarakan masalah perjodohan anak kita. Aku tunggu kalian, kabari saja kapan kalian datang!''ucap Alisa tanpa melihat mereka berdua.
Mata ummi Hani berkaca-kaca. Ia mendekati Alisa dan memeluknya.
''Maaf sayang...'' bisik nya di telinga Alisa.
''Tidak apa-apa.. aku tidak marah dengan kalian, aku juga tidak tersinggung. Kabari aku enam bulan lagi, saat kalian mau datang ya??'' lirih Alisa di telinga ummi Hani.
Ummi Hani terisak dan semakin erat memeluk Alisa.
''Kami pamit Lis.. assalamualaikum..''
''Waalaikum salam...'' sahutnya.
Setelah nya ummii Hani dan Abi Hendra benar benar pergi. Tinggal lah Alisa seorang diri disana meratapi nasibnya.
''Aku nggak kuat sayang.. aku nggak kuat hidup tanpa mu.. aku nggak sanggup GI...'' lirih Alisa dengan terisak.
Seseorang nan jauh disana memejam kan kedua mata nya saat merasakan sesak yang menghampiri dirinya.
''Aku juga nggak kuat sayang.. tapi aku harus bisa! Ini demi kamu Dan juga anak-anak! Bertahanlah! ingat selalu diriku dimana pun kamu berada. Karena dengan mengingat mu aku bisa bertahan hidup Lis...'' lirih Gilang dengan melihat keluar jendela dimana mungkin ia bisa melihat pujaan hatinya walau hanya semilir angin saja.
💕
Gimana? masih mau lanjut ??
__ADS_1
Setelah ini, siapkan tisu ya??
TBC