
Dan saat Bidan Mutia ingin memeriksa jalan lahir Alisa, kepala salah satu bayi Alisa sudah menyembul.
''Astaghfirullah! Bayinya mau keluar!'' serunya dengan panik.
Gilang terdiam, ia linglung seperti orang bingung. Alisa tidak bisa melihat reaksi Gilang seperti apa.
Tapi tangannya itu menggapai-nggapai tangan Gilang saking ingin menyentuh tangan sang suami.
''Huffftt... eeggghhhh.. eeggghhhh... huffftt.. eeggghhhh...'' sekuat tenaga Alisa mengejan bayinya.
Bidan Mutia terdiam, ia tidak tau harus berbuat apa. Ia kelabakan karena Alisa terus mendorong bayi nya itu.
''Eegghhh... eeggghhhh... huffftt... eeggghhhh.. egghhh... huffftt...''
''Huffftt... eeggghhhh... Gilaaaaaanggh... eeggghhhh...''
''Oeeek.. oeekk.. oeeekk...''
Deg!
''Astaghfirullah! Bayinya!!!'' pekik bidan Mutia
''Sa-sayang!!'' seru Gilang. Ia mendekati Gilang yang sedang terengah-engah karena baru saja mengeluarkan bayi pertama mereka.
Bidan Mutia sibuk mengurus putra Alisa. Ya, bayi pertama keluar adalah laki-laki. Dengan cepat bidan Mutia telungkup kap di dada Alisa yang sudah terbuka.
Bayi mungil itu terus saja menangis. Gilang terharu. Ia memeluk istri dan anaknya. ''Hiks.. putra kita Sayang.. putraku.. Algiandra Putra Bhaskara.. cup. Cup!'' Gilang mengecup dahi Alisa dan juga bayi laki-laki nya.
''Angkat bayinya! Perutku eeeegghhh... eeggghhhh...'' ucapan Alisa terhenti karena perutnya kembali mulas ingin mengeluarkan bayi mereka berdua.
''Ya Allah ..'' Bidan Mutia mengucap asma Allah saat melihat Alisa semakin kuat mengejan bayinya untuk segera keluar.
''Eegghhhh.. egghhh.. eeggghhhh ..''
''Ayo, Lis! Sedikit lagi! Sedikit lagi! Ayo!'' bidan Mutia memberi semangat pada Alisa. Sementara Gilang membisikkan kalimat semangat di telinga Alisa.
''Semangt sayang. Aku yakin! Kali ini pasti seorang putri yang keluar! Ayo! Kamu bisa! Kamu pasti bisa!'' bisik Gilang di telinga Alisa.
__ADS_1
Alisa terengah-engah. Tenaganya hampir habis. Tapi dorongan dari perutnya itu terus membuatnya semakin semangat untuk mengeluarkan bayinya.
''Huffttt.. huffftt... eeeegghhh.. eeggghhhh.. eghhh.. egghhh.. eeggghhhh.. aaahhh...''
''Oeeekk... oeekk.. oeekk...'' suara bayi kedua Alisa dan Gilang begitu melengking hingga terdengar keluar ruangan bersalin.
Oma Dewi, Opa Angga, Ira dan Lana saling pandang. ''Alhamdulillah... ya Allah.. keduanya sudah lahir! Kayaknya yang ini perempuan ya?'' Oma Dewi terkekeh sesudah mengatakan hal itu.
Begitu juga dengan Opa Angga. Mereka semua tertawa. Sementara Annisa duduk dengan terkantuk-kantuk karena masih mengantuk.
Bagaimana tidak, Alisa dibawa kerumah sakit pukul enam pagi. Di saat kedua anaknya masih tertidur, termasuk Rayyan.
Sedangkan di dalam ruangan bersalin, Gilang semakin terharu saat tau jika anak kedua yang lahir dari rahim Alisa adalah perempuan.
''Selamat nak Gilang.. bayi kedua anda seorang putri! Sangat cantik! Seperti kakaknya yang diluar itu. Sebelas dua belas!'' celutuk bidan Mutia sambil terkekeh.
Alisa menangis haru. ''Hiks.. putriku... hiks.. welcome to the world baby twins! hiks..'' seru Alisa dengan tersedu memeluk bayi mungil di dadanya itu.
Gilang pun ikut menangis. ''Hiks.. Ya. Selamat datang putriku, Kinara Zivanna Bhaskara!'' seru Gilang masih dengan air mata beruraian.
''Masyaallah.. tampannya.. mirip kamu Lis!'' celutuk Dokter Indah.
Gilang mengangguk setuju. ''Baiklah, kedua bayimu sudah di bersihkan. Segera di adzani ya?'' kata bidan Mutia.
Gilang mengangguk, dengan segera ia berwudhu dan mengadzani kedua anaknya. Sementara Alisa, seperti dulu.
Ia tetap harus di jahit. Luka yang diakibatkan karena mengeluarkan Algi dan Nara. ''Lis?''
''Hem?''
''Setelah ini kalau bisa kamu tidak usah hamil lagi ya? umurmu sudah lebih dari kata cukup untuk melahirkan. Kasian kamunya nanti,'' ucap Dokter indah.
Alisa dan Gilang tertegun. ''Tak apa dokter. Saya pun tau itu. Sudah cukup kami memilki enam orang anak. Alisa memilki tiga, dan aku juga memiliki tiga! Sudah cukup untuk kami berdua!'' kata Gilang sambil tersenyum.
Alisa hanya bisa pasrah dengan keputusan Gilang. ''Ya sudah. Semua ini ibu katakan demi kesehatan mu Lis.. jangan marah ya?''
Alisa tersenyum, ''Tak apa dokter Indah.. saya pasrah dengan keputusan suami saya. Saya harus mendengar kan apa kata nya. Semua ini demi kebaikan ku juga. Iya kan Pi?'' tanya Alisa pada Gilang yang sedang sibuk memandangi kedua bayi yang ada di dalam pelukannya.
__ADS_1
''Tentu saja! Semua itu demi kebaikan mu, Mami. Semua itu ku lakukan untuk kesejahteraan rumah tangga kita. Sudah cukup enam anak. Bahkan lebih lagi, seperti kata keluarga berencana? Dua anak lebih baik!''
Dokter indah dan bidan Mutia tertawa mendengar ucapan Gilang. Begitupun dengan Alisa.
Ya, Alisa harus patuh apapun yang Gilang katakan. Semua itu demi kebaikan nya. Alisa bukanlah mesin pencetak anak. Begitu kata Gilang dulu saat Mama Dewi meminta Alisa hamil lagi padanya.
Tapi Gilang menolaknya. Untungnya Alisa tidak tau itu. Jika tau, entah apa yang akan terjadi nanti. Pastilah Alisa akan kecewa pada Mama Dewi.
Maka dari itu Gilang lebih memilih diam. Bukan ia tidak mau memilki banyak anak dengan Alisa.
Hanya saja... umur Alisa tidaklah muda lagi. Ketika umur Gilang sembilan belas tahun saja Alisa sudah menjadi Wanita dewasa yang berumur 32 tahun.
Lantas sekarang? Pastilah sudah 37 tahun. Sedang Gilang masih 25 tahun. Sangat jauh terpaut usia.
Tetapi mereka berdua sangat menikmati itu karena Gilang selalu mengingatkan Alisa.
''Dengar sayang! Aku tak peduli jika umur mu sudah tua! Apa salahnya coba memiliki istri yang sudah dewasa? Aku memilihmu karena hatiku yang menginginkan mu! Bukan karena kecantikan atau apapun itu. Aku tak melihat umur mu Alisa Bhaskara! Aku mencintaimu apa adanya. Ingat! Jangan sekali-kali kamu merendahkan dirimu lagi seperti itu di hadapan ku! Jika tidak mau aku hukum!'' tegas Gilang, dengan tatapan mata yang serius.
Itu ucapan Gilang yang selalu Gilang ucapkan pada Alisa. Pada saat Alisa minder dengan diri nya sendiri.
Ucapan yang sama ia ucapkan pada saat Gilang akan berangkat ke Amerika dulunya. Alisa selalu mengingat kata-kata itu.
Dan sekarang terbukti. Ucapan Gilang yang melarangnya untuk hamil lagi adalah satu bentuk ungkapan cinta dan sayang yang begitu tulus dari Gilang untuk Alisa.
Jadi, untuk apa Alisa bersikeras bisa hamil lagi. Toh, Gilang sudah menerima ketiga anaknya seperti anak kandungnya sendiri.
Bahkan mereka berdua dipersatukan karena ketiga anak Alisa. Alisa sangat bersyukur akan hal itu.
''Oke, selesai! Tidak ada apapun masalah lagi. Kamu sehat. Tensi darahmu pun bagus. Nanti sore kamu sudah bisa pulang, ya??''
''Tentu Buk. Kami akan segera pulang untuk mengabarkan hal ini kepada kedua orang tua kami yang ada di Aceh. Begitu juga kerabat kami yang lain. Terimakasih, karena sudah membatu persalinan istri saya. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmatnya kepada kalian berdua,'' imbuh Gilang dengan tersenyum tulus kepada dua orang itu.
''Ammiiinn.. inilah tugas kami, nak.. Selamat atas kelahiran bayi kalian berdua. Semoga menjadi anak yang Sholeh dan Sholehah. Dan berbakti kepada kedua orang tua ya sayang ya?'' sahut dokter Indah dan bidan Mutia bersamaan.
Alisa dan Gilang tertawa bersama.
Selamat berbahagia Gilang dan Alisa. Perjuangan kalian sudah selesai. Terutama Gilang.
__ADS_1
💕💕💕💕💕
Selamat atas kelahiran baby twins! Algi dan Nara!