Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)
Welcome in the palace Mami Alisa!


__ADS_3

''Alisa tetap akan menjadi Mami untuk Den Rayyan! Tugas kita adalah menyampaikan hal ini kepada Nyonya! Tunggu sampai beliau pulang dari Bogor. Dan sampai saat itu Den Rayyan akan tinggal dengan Neng Alisa.'' Ucap pak Kosim membuat Alisa terkejut.


''Eh?? Saya Pak??'' tanya nya tanpa berbalik karena masih menyusui Rayyan.


''Ya! Karena kamu adalah Mami nya Rayyan Putra Bhaskara, Neng Alisa Bhaskara!''


Deg.


Deg.


"Ja-jadi ..''


''Ya! Neng Alisa ini istri sah Den Gilang selain Non Vita. Dengan kata lain, Neng Alisa ini adalah istri pertama Den Gilang! Yang juga menantu pertama di keluarga Bhaskara! Oleh karenanya Den Rayyan harus memanggil nya dengan Mami. Karena itu keinginan dari Den Gilang sendiri.'' Jelas Pak Kosim semakin membuat Mbak Sus terkejut bukan main.


''Maaf Buk.. saya tidak tau..'' ucap Mbak Sus.


''Ck! Bapak! kenapa harus di kasi tau sih?! Kan nggak enak saya jadi nya? Huh! Udah Mbak Sus usah dengerin Pak Kosim ya, sama saya biasa-biasa aja! Anggaplah saya bukan majikan! Saya tidak suka itu!'' ketus Alisa, Pak Kosim terkekeh kecil mendengar ucapan Alisa.


''Hehehe.. saya panggil Ibuk aja ya? Tak apa kan??''


''Ya! itu lebih baik! Saya nggak suka terlalu formal! Di mata Allah itu kita semua sama! Hanya amal yang bisa membedakan nya!'' sahut Alisa, saat ini ia sudah selesai mengisi Rayyan.


Dan bayi itu sedikit risih. Alisa membuka bedong dan melihat popoknya.


''Loh? Udah n**** langsung pup ya? hem?''


Bayi kecil itu menggeliat dengan mata terpejam. Alisa dengan cekatan membuka popoknya dan mengganti dengan yang baru.


Pak Kosim yang melihat Alisa begitu telaten mengurus Rayyan tersenyum manis.


Bapak tidak akan mengatakan nya kepada Den Gilang. Biarlah empat tahun lagi, ia tau sendiri jika alisa lah yang telah menjadi ibu susu nya.


Ini akan menjadi kejutan yang spesial untukmu Den.. Bapak akan mengatakan juga hal ini kepada Andi nanti nya. Takut nya asisten den Gilang ini bocor, kayak ember bocor! Batin Pak Kosim.


Pak Kosim terkekeh kecil mengingat hal itu. Hal yang pernah di katakan oleh Lana pada Andi dulu.


Sore harinya.


Saat ini Alisa dan baby Ray akan pulang kerumah Alisa berersama mbak Sus. Pak Kosim pun ikut serta.

__ADS_1


''Ayo Neng, Bapak antar! Setelah ini Bapak akan pulang ke rumah Den Gilang dulu untuk mengambil perlengkapan den Rayyan. Juga.. sekalian memberi tahukan kepada Bik Inah jika Bapak menginap disini.'' Imbuh Pak Kosim, Alisa yang mendengarnya bingung.


''Tapi Pak, bagaimana dengan Nenek nya Rayyan? juga sama Kakek nya?''


Pak Kosim tersenyum, ''Mereka sedang ke Bogor selama seminggu. Jadi selama seminggu ini den Rayyan akan bersama Mami nya!'' sahut Pak Kosim dengan senyum lebarnya.


Alisa pun ikut tersenyum, ''Oke lah kalau begitu! Sayang Mami.. kita pulang ya Nak?? Pulang kerumah utama! Rumah Mami dan Papi Gilang!''


Tanpa sepengetahuan Alisa, hari ini Pak Kosim mendatangi rumah mereka untuk membuat sesuatu sesuai perintah Gilang berapa bulan yang lalu.


''Kamu jangan kaget ya Neng!'' Pak Kosim terkekeh kecil, semua itu tak luput dari perhatian Lana.


''Kakek kenapa kok senyum-senyum sendiri??''


Pak Kosim tertawa mendengar ucapan Lana. ''Nggak ada apa-apa Bang! Kita pulang ya?''


''Oke!'' sahut Lana.


Mereka menaiki mobil Gilang yang pernah di naikin Rani. Rani masih tertegun dengan mobil itu.


''Ayo Buk? Tunggu apa lagi?'' ajak Ira ada Rani.


''Hah? I-iya..'' Ira yang melihat Rani menjadi bingung, ada apa pikirnya.


''Papi...'' gumam nya tanpa sadar. Ia mengucapkan itu sambil memejamkan kedua matanya.


Mbak Sus semakin heran dengan tingkah majikan baru nya ini.


''Ya, ini mobil pribadi milik den Gilang. Mobil yang di beli dengan hasil keringatnya sendiri! Tanpa kedua orang tua nya tau. Den Gilang itu pengusaha sukses lho Neng.. sejak SMA ia sudah merintis usaha nya itu. Kamu masih jadi perantara den Gilang kan setiap kali ada barang masuk ke toko nya??'' tanya Pak Kosim, melihat Alisa dari spion mobil Gilang.


Padahal mah dia tau semua euyy. Dasar pak Kosim! Pura pura bodoh, padahal pintar!


Alisa tersenyum namun sendu. ''Ya.. bukankah aku pemilik kedua setelah Gilang??'' seloroh Alisa, Pak Kosim terkekeh mendengar ucapan Alisa.


Cukup dua puluh menit saja mereka sudah tiba di kediaman keluarga Bhaskara II.


''Kediaman keluarga Bhaskara II ? Maksudnya apa itu Kek??'' tanya Lana. Ia masih saja memperhatikan tulisan yang terpampang jelas disana.


Alisa mengernyitkan dahi nya. ''Kediaman keluarga Bhaskara II ??''

__ADS_1


''Ya! Kediaman keluarga Bhaskara II. Sesuai dengan perintah dan Gilang setelah ia berada di Amerika sembilan bulan yang lalu!''


Deg!


''Apa?! Maksudnya? Papi pulang gitu?! Tapi kenapa nggak datang kesini kek??'' tanya Lana dengan suara meninggi.


Alisa menatap nanar pada papan nama di depan gerbang mereka. Bahkan pintu gerbang itu pun sudah berganti.


Padahal tadi pagi sih biasa-biasa saja. ''Kenapa Pak??'' tanya Alisa dengan leher tercekat.


Pak Kosim tersenyum. ''Karena ini permintaan Den Gilang, Neng! Dia sudah memesan papan nama ini jauh-jauh hari. Jauh sebelum dia berangkat ke Amerika. Dan ketika rumah ini akan mulai dibangun! Tapi karena pembuatan papan nama itu memang di tempah dari besi, jadi ya.. agak lumayan lama Sih.'' Sahut Pak Kosim masih dengan senyum di bibirnya.


''Aku takut semua ini akan berakhir sebelum Gilang pulang Pak.. Apa yang akan terjadi jika suatu saat ada orang yang mengenali tentang papan nama itu?? Apakah nantinya Kakek dan Nenek Rayyan tidak akan marah pada ku? Karena dengan sengaja memasangkan nama keluarga mereka di rumah ku??''


Pak Kosim menghela nafasnya. ''Tidak akan ada yang memarahi kamu dan juga mendatangi kamu! Kamu tidak perlu khawatir, jika den Gilang sudah memutuskan sesuatu maka dia sudah memikirkan nya secara masak-masak. Jadi kamu tenang saja ya? Tugas mu sekarang adalah merawat putra kalian. Agar nantinya ketika den Gilang pulang, maka Den Rayyan sendiri yang akan mengenal kan mu pada Papi nya!'' sahut Pak Kosim dengan sedikit sesak di dada nya.


Alisa terdiam. Saat ini mereka sudah tiba di rumah Alisa. Rani turun duluan masuk kerumah. Kemudian Pak Kosim, di ikuti Lana, dan mbak Sus.


Alisa dan Ira turun belakang an. Raga yang baru saja tiba di depan rumah itu sedikit heran dengan papan nama yang tertera di gerbang rumah mereka.


Ingin bertanya, tapi melihat kode dari Ira, Raga memilih diam. Alisa dan semua anggota nya masuk ke dalam rumah itu.


''Sekarang.. adek tinggal disini bersama Mami selama se Minggu ya? Buat rumah ini ribut dan heboh karena kedatangan pangeran dari keluarga Bhaskara. Welcome in the palace Mami Alisa Prince Rayyan putra Bhaskara!!'' seru Alisa begitu lantang dirumah itu.


''Yeee... welcome home, adek Rayyan!!!'' pekik Lana begitu senang.


Pak Kosim dan mbak Sus yang melihatnya tertawa. Begitu juga dengan Rani. Tadi Rani sempat lari duluan ke dalam karena perutnya tiba-tiba saja mulas.


Pak Kosim merekam semua kegiatan Alisa dan anak-anaknya saat bersama Rayyan.


''Suatu saat ini akan Bapak tunjukkan kepada Den Gilang sebagai bukti jika Neng Alisa lah yang menjadi ibu susu serta ibu sambung den Rayyan Putra Bhaskara. Tunggu empat tahun lagi. Bersabarlah Neng..''


💕


Tunggu kelanjutannya! 😉


Othor makin nggak sabar dengan pertemuan mereka nanti. Uhuyyyyy..


Maaf ya jika bahasa enggres nya othor kurang cetar membahenol!

__ADS_1


Maklum orang Aceh jadi orang Medan tak pandai bahasa enggres! 😄😄


TBC


__ADS_2