Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)
Kelahiran anggota Baru


__ADS_3

Gilang menatap Alisa dan tersenyum. ''Terimakasih. Cup. Cup. Cup. Aku pergi! Tunggu aku lima tahun lagi! Persiapkan dirimu sayang ku! Cup! Assalamualaikum!''


Setelahnya Gilang benar-benar pergi dari hadapan Alisa yang masih berdiri mematung karena perbuatan Gilang baru saja.


Ia memegang bibirnya dan tersenyum malu. Semburat merah di pipinya menyembul. Sedangkan Gilang sambil berlari terkekeh kecil.


Sadar jika Gilang sudah menghilang, Alisa baru bisa mengucapkan salam.


''Waalaikum salam.. sayang ku.. eh? Papi!!!'' pekik Alisa, sembari menepuk jidatnya.


Ia berlari sekuat mungkin untuk melihat keberangkatan Gilang untuk yang terakhir kalinya.


Ia berlari ke pembatas dinding kaca yang memperlihatkan jika Gilanglah yang paling terakhir naik pesawat.


Gilang berbalik dan melambai pada Alisa. Dibalas dengan senyum manis oleh Alisa. Sedangkan tiga orang disana, mereka kira jika lambaian itu untuk mereka.


Vita terkekeh saat mengetahui jika Alisa lah yang di lambai oleh Gilang.


''Selamat tinggal sayang.. tunggu aku lima tahun lagi!''


''Selamat jalan Papi, semoga kamu selamat sampai tujuan. Doaku selalu menyertai mu. Jangan khawatir kan kami disini. Kami akan baik-baik saja. Fokuslah pada belajar mu saja! Jangan keluyuran, jangan tidur malam-malam, dan jangan lupa sholat! Kunci keberhasilan adalah sabar dan sholat! Aku menyayangimu Papi.. sangat menyayangi mu..'' lirih Alisa, setelah itu hanya melihat pesawat Gilang mulai berjalan meninggalkan sekeping hati yang separuh telah terpikat oleh seseorang penumpang pesawat itu.


Alisa berbalik dengan wajah sendu. Ia melihat jika Andi sudah berdiri di belakang nya dengan ponsel yang menyala.


Alisa tersenyum manis. ''Ayo Ndi kita pulang..''


''Ya!'' sahut Andi.


''Selesai!'' imbuhnya, setelah itu berlalu meninggalkan ketiga orang disana yang masih menatap pesawat Gilang hingga menghilang di balik awan.


Tinggal lah kini sekeping hati yang akan merindu selama lima tahun ke depan. Semoga mereka di pertemukan lagi oleh takdir nantinya.


...****************...


Sembilan bulan kemudian..


Vita dan Mama Dewi sedang berjalan beriringan di sebuah pusat perbelanjaan. Dengan perut membuncit, kini Vita sangat sulit untuk berjalan.


Mereka saat ini sedang berbelanja keperluan bayi Gilang dan Vita. Ya, seminggu setelah kepergian Gilang ke Amerika, Vita positif hamil.


Akibat pekerjaan Gilang satu malam itu, membuat Vita sekarang mengandung bayi nya.


Gilang sangat senang sampai ia menangis mendengar kabar ini. Berulang kali ia mengucap syukur kepada yang maha kuasa, karena telah mengabulkan doa nya.


Saat mereka ingin masuk ke dalam pusat perbelanjaan itu, Mama Dewi tercengang dengan logo toko tersebut.


''Alisa Baby Shop??'' gumam Mama Dewi dan masih terdengar oleh Vita.


''Iya, Ma. Alisa Baby Shop! Disinilah aku dan Gilang pernah belanja saat Gilang belum pergi ke Amerika. Disini tuh semuanya lengkap, jadi kita nggak payah-payah keliling ke tempat lain lagi. Ayo, Ma! Kita masuk!'' Ajak Vita pada Mama Dewi yang masih mematung dengan tulisan logo toko itu.


''Alisa? Alisa? Kayak pernah dengar itu nama? Tapi dimana ya??'' gumam nya lagi sembari kaki nya terus masuk dan menemui sang menantu yang sedang hamil tua itu untuk memilih perlengkapan bayi mereka yang kurang.


Saat sedang memilih pakaian bayi, Vita sangat ingin makan puding lumut buatan Alisa.


Ia menggigit bibirnya saking ingin. Mama Dewi yang melihat itu panik. ''Vita?? Kamu sakit?? Perut nya mulas??'' tanya Mama Dewi dengan wajah panik.

__ADS_1


''Nggak Ma.. Vita hanya sedang ingin makan puding buatan...'' Vita mengigit bibirnya karena tidak berani mengatakan nya kepada ibu mertua nya ini.


''Puding lumut kayak biasa?? Dari toko biasa??'' tanya Mama Dewi.


Vita mengangguk mantap dengan mata berbinar. ''Oke kita hubungi sekarang. Dan kita suruh mereka untuk mengantar kesini.'' imbuh Mama Dewi sembari mengeluarkan ponsel nya dan mulai menghubungi nomor toko kue Alisa.


Dan kebetulan sekali, Alisa sendiri yang mengangkat nya. Mama Dewi sangat senang ketika mendengar suara Alisa.


Entah kenapa, dia pun tak tau. Vita tersenyum begitu manis, sebelum ia merasakan sakit di pinggang dan perut bagian bawahnya.


''Ssssttt.. hufffttt...'' Vita mendesis menahan rasa sakit yang terus menjalar di perut bagian bawah serta pinggang nya.


''Ayo kita jalan lagi! Sebentar lagi yang punya toko nya langsung yang akan mengantar nya kesini.'' imbuh Mama Dewi lagi.


Tanpa melihat Vita yang terus meringis sedari tadi. Vita terkekeh di sela-sela sakitnya. ''Mama nggak tau aja, kalau bayi di dalam perutku ini sangat ingin menyatukan kalian berdua. Sayang Mama.. adek jangan keluar dulu ya sebelum Mami Alisa datang dan menyentuh perut Mama? Kamu sangat ingin di elus sama Mami kan?? Akan Mama kabulkan! Tenang saja.. sssstt.. hufffttt.. sudah waktunya kamu keluar sssttt.. kita tunggu sampai Mami Alisa datang, oke?'' ucapnya pada perutnya yang mulai terus merasakan mulas yang tiada Tara.


Vita terus berjalan kesana kemari untuk memilih perlengkapan bayi nya. Mama Dewi pun begitu.


Ia sangat senang. Sesekali Vita berhenti dan membelakangi Mama Dewi. Tidak ingin jika mertua nya itu panik seperti tadi.


Sedangkan Alisa baru saja tiba di pusat perbelanjaan milik Gilang. Ah Gilang! Apa kabar ya dengan pemuda tampan yang telah berhasil mencuri hatinya itu??


Alisa tersenyum saat membayangkan jika empat tahun lagi mereka akan segera bertemu lagi.


Alisa mempercepat jalan nya untuk menuju orang yang telah memesan pusing lumut buatan nya.


Tiba di depan toko Alisa baby shop, Alisa tersenyum melihat seorang wanita muda sedang berjalan perlahan karena perutnya yang sudah besar.


Alisa berjalan masuk. Sedangkan Mama Dewi ingin keluar karena kebelet ingin ke kamar mandi begitu kata nya tadi pada Vita.


Mereka berdua berpapasan di depan pintu masuk toko itu, dengan Alisa di kiri Mama Dewi di kanan.


''Mama, Mama. Bisa-bisanya cuek sama mantu sendiri. Auch.. sssttt.. hufftt..'' Vita lagi dan lagi mendesis.


Melihat itu semakin membuat langkah Alisa di percepat menuju Vita. "Perut mu sakit?? Mulas?? Kapan hpl nya??" cecar Alisa dengan banyak pertanyaan.


Vita yang mendengar nya terkekeh. "Sabar Mbak .. di elus dulu deh biar nih bocah anteng! Sedari tadi pingin jumpa terus sama Mbak!"


"Eh?" Alisa terkejut dengan ucapan Vita.


"Mbak?? Ayo! Elus dulu! biar nih bocah anteng dan tidak ngamuk lagi pingin makan puding lumut buatan Mbak terus dari tadi!" Alisa masih terpaku dengan gadis dihadapannya ini.


"Mbak??"


"Hah? Iya, hmmm.. sayang.. yang anteng ya di perut Mama? Nih ibuk udah bawain puding lumut kesukaan kamu!" imbuhnya sambil mengelus lembut perut Vita.


Bukannya berhenti malah semakin membuat perut Vita kencang. Dan itu sangat menyakitkan untuk Vita.


"Sssstttt... adek.. ini Mami kamu udah datang loh.. diem ya? Mama sakit nih.. sssttt... hufffttt..." desis Vita lagi.


Alisa terkejut dengan ucapan Vita. "Mbak?? Putra ku ini, ingin kamu dipanggil Mami oleh nya, bolehkah?? Sssstttt... hufffttt..." ucap Vita lagi masih dengan menhan rasa sakit yang terus mendera nya.


"Mbak Alisa!!" seru Vita membuat Alisa terjingkat kaget.


"Hah? Iya! Aduhh.. kamu semakin sakit ya.. sayang.. Nak.. Mami disini.. kamu udah mau keluar ya? Sebentar Mami carikan taksi agar bisa membawa kalian ke rumah sakit." Imbuhnya, dengan segera berlari ke depan dan memanggil taksi.

__ADS_1


Sedangkan Vita membayar semua belanjaan nya dan berjalan sedikit demi sedikit untuk mencapai lobi toko itu.


Setibanya disana, Alisa baru saja mendapatkan taksi. Vita yang melihat itu tersenyum haru.


"Kamu memang mendapat kan ibu sambung yang baik sayang.. kamu beruntung sekali mendapatkan ibu sepertinya. Sehat-sehat sayang ya? Mami Alisa yang akan mengurus mu nantinya,'' imbuh Vita dengan terus berjalan meninggalkan keberadaan Mama Dewi yang kebingungan mencarinya disana.


''Ayo! taksinya sudah ada! emm.. Neng??''


''Vita Mbak!''


Deg!


''Vita??'' beo Alisa dengan wajah terkejut nya.


''Ya, Vita Rosmala Setiawan! Sssstttt.. hufffttt..'' sahut Vita dengan terus mendesis menahan sakit.


Alisa terkejut melihat Vita. Apakah ini Vita istrinya Gilang?? Bisik Alisa dalam hatinya.


''Ayo Mbak.. perutku semakin mulas! Aku mau melahirkan Mbak!!'' seru Vita


Membuat Alisa terjingkat kaget. ''Astaghfirullah! Iya-iya ayo! Mbak anterin kamu sampai kerumah sakit! Di mana orang tua mu??''


''Nanti mereka menyusul!'' sahut Vita, kemudian ia berjalan perlahan di pegangin oleh Alisa untuk dibawa kerumah sakit.


Tiga puluh menit kemudian, mereka tiba dirumah sakit Adam Malik Medan. Alisa memaksa supir taksi itu mengebut agar cepat sampai ke rumah sakit.


Vita yang melihat nya terkekeh. ''Mbak.. temani aku ya? Sampai kedua orang tua ku datang?? Dan kayaknya putra ku ini sangat ingin di gendong oleh mu saat ia lahir nanti!''


Alisa terdiam. ''Mbak??''


''Hah? Ya! Mbak akan menemani mu disini sampai bayi ini lahir!'' sahut Alisa masih dengan wajah terkejut nya.


Sedangkan Mama Dewi kebingungan mencari Vita. Dan beruntung nya Mama Dewi, jika pelayan di toko itu mengatakan jika Vita sudah di bawa kerumah sakit karena akan segera melahirkan.


Alisa menunggui Vita hingga malam harinya. Dengan Alisa terus menyemangati Vita. Sedangkan Mama Dewi sedang kelimpungan karena semua mobil dirumahnya tiba-tiba saja mogok.


Papa Angga sampai kewalahan menangani Mama Dewi yang seperti orang kerasukan memarahi semua pelayan dirumah itu.


Semua kejadian ini seakan memperlihatkan, jika bayi Gilang memang sangat ingin bertemu dengan Alisa untuk pertama kalinya.


Hingga alam pun ikut meluruskan niat bayi kecil itu. Lihatlah sekarang, jika Malam Dewi pun terhambat perjalanan nya untuk menuju rumah sakit.


Merasa khawatir dengan keadaan dirumah, Alisa menghubungi Rani untuk menyampaikan kabar tentang pelanggan setianya sedang melahirkan.


Rani mengiyakan dan dia lah yang bertugas menjaga toko dan ketiga anak Alisa. Alisa menemani Vita hingga gadis belia itu melahirkan bayinya dengan selamat.


''Selamat Bu.. bayi nya laki-laki sangat tampan sekali. Lihatlah!'' tunjuk seorang suster pada Alisa.


Alisa menoleh dan..


Deg!


''Gilang...''


💕

__ADS_1


Selamat datang Prince Bhaskara!


TBC


__ADS_2