Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)
Resepsi pernikahan Gilang & Alisa 2


__ADS_3

Sebelum dhuhur mereka telah selesai dengan serangkaian acara adat Aceh. Habis dhuhur akan dilanjutkan lagi dengan resepsi kedua mereka secara umum.


Disana, Gilang dan Alisa akan dihadapkan pada pulihan ribu tamu yang akan memberikan doa restu untuk mereka berdua.


Saat ini mereka sedang makan siang berdua di dalam kamar hotel milik Papa Angga dan Gilang.


Kamar khusus sang pengantin untuk mereka istirahat nanti malam. Tapi tidak ada hiasan atau apapun itu seperti yang tertuang dalam cerita novel yang sering Alisa baca.


Kamar itu kosong melompong. Hanya ada sofa, ranjang serta satu nakas panjang di ujung sana dekat pintu kamar mandi dikamar itu.


Alisa sangat lelah saat ini. Seluruh tubuhnya terasa pegal. Namun ia tetap harus kuat untuk mengikuti serangkaian acara yang sudah di tetapkan oleh Mama Dewi sedari dulu.


Mengingat itu, Alisa berdecak sebal. Ternyata, Gilang dan keluarga besarnya sudah berkomplot ingin memberikan kejutan untuk nya.


Dan ya. Kejutan itu sukses membuat Alisa betul-betul terkejut sampai ia memukul Gilang dengan tas selempang milik salah satu MUA periasnya.


''Aaa.. sayang buka mulutnya. Dari pagi kamu belum sarapan loh..''paksa Gilang untuk yang kesekian kalinya.


Alisa menghela nafasnya berat. ''Ya.. kita makan. Tapi usah di suapin ah! Kayak Rayyan aja akunya.'' gerutu Alisa sebal.


Hingga terkekeh. ''Makanya kamu makan sendiri kalau nggak mau aku suapin. Ayo!'' paksa Gilang lagi.


Alisa dengan terpaksa membuka mulutnya. Gilang menyuapi nya. Setelah itu, ia pun ikut makan dari sendok yang sama. Sama seperti lima tahun yang lalu.


Makan dalam satu piring dan dengan sendok yang sama. Gilang tersenyum tipis mengingat itu.


Selesai makan, para MUA masuk dan ingin merias Alisa dan Gilang kembali. Sebelumnya, mereka berdua sholat dhuhur serta di jamak dengan sholat ashar.


Gilang tidak mau keluar. Ia tetap dikamar yang sama dengan Alisa, walau Alisa berulang kali menyuruhnya untuk kekamar lain.


''Kamu keluar By! Aku mau bersiap!''


''Keluar?''


''Ya!''


''Nggak mau! aku mau disini sama kamu! titik tanpa koma! Orang aku suami kamu juga. Apa salahnya?'' sungut Gilang menolak perintah Alisa.

__ADS_1


''Aku malu..'' lirih nya pelan.


''Heh? Apa?''


''Tidak ada apa-apa!'' ketus Alisa. Para perias Alisa terkikik geli melihat tingkah pasangan pengantin baru itu.


''Terserah mu lah Papi!'' ketus Alisa lagi. Gilang terkikik geli melihat wajah Alisa kesal kepada nya.


Gilang memberikan kode pada petugas MUA untuk segera menyelesaikan tugasnya merias Alisa menjadi ratu sehari untuk acara pernikahan mereka.


Setelah selesai, acara pun dilanjutkan kembali. Mata Alisa melotot melihat pelaminan mewah yang Gilang siap kan untuknya.


''By? I-ini...'' mulut Alisa menganga melihat dekorasi pelaminan sesuai dengan keinginan nya dulu.



Gilang terkekeh, ''As you wish honey...'' jawab Gilang.


Mereka melangkah masuk ballroom di ikuti oleh Mama Dewi di belakang mereka. Mama Alina dan Tante Irma.


Sementara di depan mereka, ketiga anaknya sudah berdiri dengan cantik disana menunggu kedatangan sang Mami yang begitu cantik siang ini.



Rayyan melihat Alisa begitu cantik terpana. Wajah tampan anak kecil yang begitu mirip dengan Gilang dan Alisa itu, tak berkedip melihat sang Mami.


''Mami??''


Alisa tersenyum namun, mata itu berkaca-kaca. ''Ya, sayang. Ini Mami. Sini Nak? Mami kangen banget sama adek!'' ucap Alisa dengan segera merentangkan tangannya sambil membungkuk sedikit.


Rayyan masih terpana melihat sang Mami begitu cantik. Bola mata kecil itu berkedip lucu.


''Mami? Mami Cantiiiiikk!!! huaaaa... Mamiiii...'' pekik Rayyan dengan histeris.


Alisa tertawa melihatnya, namun air mata itu menetes di pipinya. Semua yang ada disana tertawa terbahak melihat tingkah Rayyan yang begitu menggemaskan.


Termasuk Gilang. Pemuda tampan itu sangat tampan malam ini. Siapa pun yang melihatnya pasti terpesona.

__ADS_1


(Mau othor kasi visual, tapi takut nanti othor kena denda 😱 terpaksa tak jadi othor tunjukkan disini. Kalian pernah baca tentang Lana dan Gilang yang sedang pergi ke taman safari? Nah disana othor sebutin siapa yang jadi visual Gilang.)


Gilang tertawa melihat tingkah putra nya itu. Mereka di tuntun untuk ke pelaminan karena para tamu undangan sudah tidak sabar ingin bertemu dengan sang pengantin baru.


Rayyan bersama Opa Yoga. Ia cemberut karena Gilang tidak mau menggendong nya. Mana Alina membawa bocah kecil perusuh itu ke meja prasmanan untuk diambil kan makan.


Alisa tersenyum melihatnya begitu pun dengan Gilang. Satu per satu, tamu dari pihak Mama Dewi dan Papa Angga menemui mempelai untuk mengucapkan selamat.


Disusul dengan keluarga Alisa. Alisa sampai tersedu karena tidak tahan melihat seluruh kerabatnya dari Papa Yoga dan Mama Alina datang semua.


"Terimakasih, kalian telah hadir disini. hiks.. kalian curang! hiks," sungut Alisa sambil memeluk satu persatu keluarganya.


Yang terakhir adalah para sahabat Alisa. Alisa memekik senang melihat semua sahabatnya hadir disana.


Ada yang kurang, dua sahabat nya tidak ada. Hani mengatakan jika Yani sudah meninggal dunia saat melahirkan anak kedua nya.


Sedangkan Ema, masih bertugas di Jakarta. Dua Minggu lagi, ia akan balik ke Medan. Karena pusat dari kantor Ema adalah kota Medan.


Gilang mengernyitkan dahinya saat mendengarkan apa yang di ucapkan Hani. Ingin menyeka, itu tidak mungkin. Nanti ia akan tau dengan sendirinya siapa yang mereka bicara bicarakan.


Selesai melepas rindu dengan para sahabat, kini Alisa di pertemukan dengan orang yang begitu berjasa dalam pernikahan pertamanya.


"Bang Daman! Kak Rita!!" seru Alisa begitu terkejut.


Kak Rita tersenyum melihat Alisa yang begitu cantik saat ini. "Apa kabar adikku? Sehat? Ih jadi cantik sekali sekarang ya? Hem.. kakak kangen banget loh sama kamu? Untung Lana datang kerumah untuk mengabari kami. Kalau tidak, kami pasti tidak tau jika kamu sedang berbahagia sekarang ini.''


Alisa terkejut. ''Lana? Kapan Lana ke tempat Kakak? Aku tak tau, Kak!''


Kak Rita tersenyum, ''Tanyakan pada suami mu. Semua ini atas perintah nya! Ck! kecil-kecil udah perintah Kakak saja!'' decak Kak Rita sebal pada Gilang.


Gilang tertawa. Sangat tampan. Kak Rita pun ikut tertawa. ''Kamu sangat beruntung memiliki suami seperti nya Lis. Sangat beruntung! Gilang, tolong jaga adikku ini ya? Sayangi dia setulus hatimu. Jika dia bersalah maka teguran dengan cara yang baik. Karena tugas seorang suami adalah menuntun. Bukan menghukum!''


Gilang mengangguk, ''Tentu, Kak. Terimakasih sudah hadir ke acara kami. Maaf jika sempat memaksa! hehe..'' imbuh Gilang, ia terkekeh melihat raut wajah Alisa yang semakin kebingungan.


''Ini ada apa sih, By? Berapa banyak kejutan yang kamu buat untukku?'' tanya Alisa dengan menatap Gilang tanpa kedip.


Gilang terkekeh lagi. Sangat tampan. Sang fotografer tak menyia-nyiakan kesempatan itu.

__ADS_1


''Untukmu tidak akan pernah habis kejutan yang akan aku berikan! Lihat kedepan! Giliran putramu yang tampil!'' tunjuk Gilang pada Lana yang sudah berdiri dengan tegak di atas panggung.


Lagi, Alisa tertegun.


__ADS_2