Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)
MLG Terluka


__ADS_3

'' Gilang..'' lirih Aldi.


Ia berdiri mematung melihat Gilang disana sedang sholat dalam keadaan tersedu. Baru kali ini ia melihat Gilang serapuh ini.


Dulu, ketika Oma Diana meninggal, Gilang juga seperti ini. Tapi tidak separah ini. Kali ini, Aldi melihat Gilang dalam kondisi rapuhnya. Selama ini hanya Aldi yang tau betapa rapuhnya seorang Gilang.


Gilang terus menangis dalam sujud nya. Sampai sampai Aldi ikut menangis, melihat Gilang tersedu seperti itu. Walau hanya sahabat, tapi Aldi sudah menganggap Gilang seperti saudara kandung.


'' Assalamualaikum warahmatullahi.. hiks..'' Gilang menoleh kekanan dan ke kiri, pertanda sholat nya telah usai.


Kini saatnya Gilang berdoa. Gilang menadahkan tangannya keatas dengan kepala menunduk. Ia tak sadar jika ada seseorang dibelakang nya.


Saking larut nya dalam duka, ia tak peduli dengan sekitar. Aldi yang tadinya berdiri, kini menghampiri Gilang, dan duduk disebelah nya.


Aldi menunduk, ia tetap setia disebelah Gilang. Walau Gilang tak menyadari keberadaan nya.


Gilang mulai berdoa, dengan sesekali terisak.


'' Ya Allah.. hamba sudah berdosa pada Mu.. hamba salah.. hamba telah lalai dari jalan Mu.. sekarang hamba mendapatkan hukuman dari Mu.. maafkan hamba ya Allah.. Engkau Maha pengasih lagi Maha penyayang. Hanya kepada Mu lah tempat aku berpulang.. hiks.. hiks.. terimakasih karena sudah menunjukkan kebenaran nya padaku.. hamba tau, hamba ini manusia tak tau di untung! begitu banyak nikmat yang Kau berikan tapi hamba malah menyangkal nya."


Gilang terisak.


" Ya Allah ya Robb.. sesakit ini kah yang aku rasa, begitu sakit.. rasanya tak sanggup tertahankan! perih hati ini.. bagai ditusuk ribuan jarum menyaksikan seseorang yang hamba sayangi berkhianat. Apa salahku ya Robb.. sungguh tega ia padaku! selama ini, aku selalu saja menuruti semua kemauan nya! tapi apa balasannya untukku? malah ia berbuat seperti itu! itu masih dalam tahap percobaan, bagaimana kalau seandainya sudah menjadi istriku?? hancur sudah semua harapan ku selama ini. Orang yang ku harapkan bisa menua bersamaku malah menduakan ku.. sakit kehilangan Oma, tidak sebanding dengan sakit penghianatan nya! aku sungguh kecewa! haa haa huuu huu .. sakit ya Allah! sa-sakit!'' lirihnya sambil terus saja terisak.


Aldi yang mendengar nya pun tak kuasa untuk menahan tangisnya. Aldi pun ikut menangis. Ia sangat sakit melihat Gilang terluka seperti itu.


'' Ya Allah.. ampuni aku.. ambil nyawaku! aku sudah tak sanggup lagi.. aku sungguh tersiksa dengan keadaan ini! bantu aku ya Robb.. agar aku bisa menghilangkan rasa sakit ini! sungguh aku tak sanggup ya Robb.. haa haa hiks huhu...'' Gilang tersedu dalam doanya.

__ADS_1


Aldi yang sudah tak tahan melihat Gilang menangis, akhirnya memeluk Gilang erat. Mereka berdua sama sama menangis.


Mereka menangis dihadapan Allah, mereka mengadu akan sakit yang ia rasa. Bukankah hanya Allah tempat kita mengadu dan berkeluh kesah?


Sungguh sakit, menyaksikan orang yang kita sayangi menangis seperti itu.


'' Sa-sabar Lang! gue akan selalu menemani elu! elu ja-jangan khawatir! kita akan lewati ini bersama ya.. lu kagak boleh bilang begitu sama Allah, kalau beneran nyawa lu dicabut, mau lu masuk neraka? sementara elu belum bertaubat? hah?! sadar Lang! masih ada gue bersama elu! Tanpa elu pinta, kematian itu akan datang sendiri jika waktunya sudah tiba! elu harus sabar! ingat! ini adalah ujian untuk elu! Allah tidak akan menguji kita, diatas kemampuan kita! Elu masih ingat kan tentang penjelasan bahwa ujian itu tidak diatas kesanggupan kita, yang berbunyi :


Laa yukallifullahu nafsan illaa wus'ahaa.


Yang artinya,


Allah tidak akan membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Q.s Al Baqarah 286.


''Jika Allah menguji elu dengan penghianatan, karena Allah sayang sama elu! Ia ingin mendidik elu agar lebih bersabar lagi! karena setelah ini, akan ada hari dimana elu mendapatkan kebahagiaan melebihi yang elu inginkan! elu pahamkan??'' terang Aldi , panjang kali lebar.


Gilang tersentak mendengar nya. Ucapan Aldi sama seperti omongan seseorang yang ada didalam mimpinya dua hari yang lalu.


Ucapannya benar! tapi untuk saat ini Gilang belum bisa tenang, karena hatinya begitu terluka. Lukanya masih basah. Butuh waktu untuk itu semua.


Huhu.. haa.. haa..


'' Kenapa harus gu-gue Al?! gu-gue beneran nggak sanggup! sakit banget hati gue! jika gue tau , Vi-vita seperti ini hiks.. gu-gue nggak akan ma-mau menerima per jo-jo dohan ini! gue sakit Al! sakit banget!'' ucapnya sesegukan.


Aldi terus saja memeluknya, tanpa melepaskan nya sama sekali.


'' Sabar Lang! semua itu sudah jalan Nya, jadi elu hanya bisa bersabar! lu dengerin gue kan? elu jangan berbuat macam-macam! ingat! sebentar lagi kita lulus! bukannya setelah lulus elu akan pindah ke Medan ya??'' tanya Aldi membuat Gilang berhenti sesegukan.

__ADS_1


Gilang berhenti menangis, ia menatap Aldi walau masih sesegukan.


Medan??


Astagfirullah! gue lupa!


'' Ya, gu-gue sebentar lagi akan ke Medan, tapi nggak sekarang! tunggu Opa pulang dari luar negeri baru bisa diputuskan!'' ujarnya dengan suara sengau.


'' Ya sudah, sebaiknya sekarang kita masuk ya? bel masuk udah dari tadi bunyi, rugi kalau nggak ngikutin ntar ketinggalan bahasan nya apa! ck! belum lagi gurunya pak Hasan! udah pasti dah tuh nyerocos... mulu!'' desis Aldi kesal.


Gilang tersenyum dalam tangisnya. Suatu hiburan tersendiri melihat tingkah Aldi. Ditengah rasa sakit nya, masih ada seseorang yang bersama dengan setia menunggu nya.


'' Gue nggak mau ah! ntar gue diejekin lagi! karena baru habis mangis! kan malu Al! masa'


cowok terkeren sejagat Depok nangis? ishh... apa kata dunia? bisa runtuh pamor gue!'' serunya jumawa, membuat Aldi berdecak.


'' Ye lah.. ye lah.. serah lu dah.. gue mah apa atuh.. cuma sahabat kamu..'' ujar Aldi seraya menyanyikan lirik lagu cita citata.


'' Ha ha ha.. kita disini aja ya sampai bel pulang berbunyi??'' tanya nya, membuat Aldi mengangguk.


Setelah nya mereka terdiam. Hening, sunyi, sesunyi hati Gilang pada saat ini.


💕


Bersabarlah! Karena buah dari kesabaran mu akan segera kamu dapatkan!


Setelah kamu mendapatkan nya, jangan lupa berterimakasih sama othor ya?? 😄😄

__ADS_1


Hihihi.. othor nya ngarep! 🤣🤣


TBC


__ADS_2