Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)

Pelabuhan Terakhirku (Kamu Bukan Pembawa Sial)
MLG Bunuh diri


__ADS_3

''Ada apa kalian kemari!'' seru Gilang dari atas undakan tangga.


Deg!


Vita mendongak. Ia melihat Gilang dengan tatapan sendu nya, tapi itu tak berpengaruh pada Gilang.


Sekali tidak! maka selamanya tidak!


''Gi-gilang!'' seru Vita.


Ia beranjak menghampiri Gilang disana yang berdiri kokoh diatas undakan tangga. Vita naik satu undakan, ia ingin menyentuh tangan Gilang.


Tapi Gilang menepisnya. Vita kaget, ia tersedu. Vita menangis, kakinya lemah, ia luruh kelantai tepat dikaki Gilang.


Kevin yang melihatnya berlari mendekati Vita, dan menenangkan nya. Gilang yang melihat pemandangan di depan matanya berdecih.


''Cih! kalian berdua itu sangat cocok! selamat buat kalian berdua! jika memang sudah tidak ada keperluan lagi, silahkan angkat kaki! pintunya disana!'' seru Gilang. Ia sengaja mengusir mereka berdua.


Ia sangat muak melihat pemandangan mereka berdua di hadapannya. Ia ingin pergi, tapi berhenti karena perkataan Kevin yang begitu menyakitkan untuk di dengar.


''Beginikah cara Lo membalas cewek yang selama ini selalu dengan elo setiap saat hah?! cih! bahkan elo lebih buruk ketimbang gue! gue tau Lang, elo sakit hati dengan perlakuan kita! tapi bukan berarti elo mengabaikan Vita begitu saja! Ia rela datang kemari, agar ia minta maaf sama elo! tapi apa yang ia dapat? elo malah mengabaikannya! tega elo Lang! ia rela kesini untuk bisa membuat elo tenang, tapi elo malah membencinya! hanya segitu kah rasa cinta elo selama ini untuk nya hah?!''


''Gue nggak nyangka Lang! bahkan perlakuan elo lebih buruk dari pada hewan! hewan saja masih mau membantu sesama! walaupun kadang sering berebutan makanan! tapi enggak dengan elo Lang! gue kecewa sama elo! selama ini gue pikir, elo adalah sahabat terbaik gue! tapi nyatanya salah?! gue akui gue memang menyukai Vita sejak pertama kali melihatnya! gue nggak salah dong ingin menjadikan Vita kekasih gue! secara kan elu masih dalam status pacar! belum istri! jika mungkin nanti istri beda ceritanya! Sampai hati Lang, elu mengabaikan Vita seperti ini! gue kecewa banget sama elo! gue rela mengalah asalkan Vita bahagia! tapi sekarang nggak lagi! gue akan rebut Vita dari elo! Lo nggak pantas bersanding dengan Vita! elo banci Lang! berani nya hanya dibelakang! gue benci sama elo!!'' serunya lantang.


Membuat Gilang tersentak.


Tes!


Tes!


Air mata Gilang menetes di undakan tangga. Bahunya bergetar menahan tangis.


Hiks!


Kevin terkejut mendengar suara tangisan. Ia menoleh, dan melihat Gilang bahunya bergetar sedang menangis.

__ADS_1


Kevin terpaku. Apakah ucapan nya terlalu kejam? Apakah ia salah? Kevin memeluk Vita dengan erat, sambil melihat Gilang yang menangis disana.


Hiks! hiks!


''Gu-gue emang banci! gue emang buruk! nggak lebih baik dari seekor hewan! elu tau apa tentang sakit hati?? pernah nggak elo ngalamin nya?? pernah nggak elu bertanya? jika gue sakit apa enggak di khianati?? hah?! hiks!'' Gilang tersedu.


Kevin mematung.


''Selama ini gue selalu diam dengan kelakuan Vita! yang selalu lebih menginginkan elu! ketimbang gue calon suami masa depannya! Vita selalu membandingkan gue sama elu?! sakit!! sakit Vin!! sakit banget hati gue!! elu cuma tau kalau gue mengabaikan Vita! gimana dengan Vita yang selalu mengabaikan gue, tiap kali ia bersama elu!! sebenarnya elu atau gue sih yang di inginkan Vita?? jika Vita lebih menginginkan elu, gue ikhlas melepas Vita! tapi jika Vita memilih gue, gue mundur!! gue nggak sanggup di duakan! gue lebih baik sendiri dari pada harus sakit hati tiap kali lihat kebersamaan elu berdua! elu berdua cocok! selamat! gue melepas Vita untuk elu!!'' imbuh Gilang dengan bibir bergetar.


Pecahlah tangis Vita. Ia mencoba menggapai tangan Gilang, ia ingin menyentuh nya tapi berhenti karena Kevin melarang nya.


Selama ini Kevin tidak tau, jika Gilang terluka karena perhatiannya terhadap Vita. Ia salah menduga jika Gilang sengaja mengabaikan Vita.


Ternyata ia salah sangka. Ia berdiri dan melepaskan pelukannya dari Vita.


''Lang... gu-gue...''


''Pergi.'' imbuh Gilang.


''Pergi. Cukup sampai disini elu nyakitin gue Vin! bawa Vita pergi dari sini! mulai sekarang, jangan pernah tunjukkan muka kalian berdua lagi di hadapan gue! karena sekarang dan seterusnya, gue nggak akan pernah kenal dengan elu berdua! elu berdua bukan sahabat, bukan juga orang lain! elu berdua bukan siapa-siapa gue lagi! pergi!!'' seru Gilang dengan dingin.


Vita dan Kevin tersentak. Mereka mematung. Mereka sangat tau siapa Gilang. Sekali tidak, maka selamanya juga tidak.


Vita ingin berbicara lagi, tapi dilarang lagi oleh Kevin. Akhirnya mereka pergi meninggalkan Gilang yang tersedu di undakan tangga.


Setelah Vita dan Kevin berlalu, Gilang histeris.


''Aaaaaaa... gue be-benci kaliaaaaann... gue benci!!! Tuhan! ambil nyawakuuuu aku sudah tidak sanggup lagi menanggung semua ini...!! haaaaa... aarrrrhhhtt...'' jerit Gilang, membuat seluruh penghuni rumah terkejut.


Mereka berlari an kedalam rumah, ingin melihat ada apa dengan Gilang. Tapi yang dicari malah tidak ada.


Setelah ia teriak tadi, Gilang berlari menuju ke gudang. Ia mencari sesuatu disana. Gilang mengobrak abrik seisi gudang. Walau sesekali ia sesegukan, ia tak peduli.


Sampai dimana ia menemukan sesuatu yang sedang dicarinya. Sebuah botol bergambar serangga dengan tanda bulatan ditengah serta tanda silang.

__ADS_1


Ia mengangkat botol itu dengan tangan gemetar.


''Oma! Gilang akan menyusul Oma! Gilang udah nggak sanggup lagi hidup didunia ini! biar lah Gilang ikut Oma! tunggu Gilang Oma!'' racaunya, sebelum ia menenggak setengah botol yang bergambar serangga itu.


Kelang beberapa menit, Gilang merasakan mual dan pusing disaat yang bersamaan. Matanya mengabur, sebulir bening mengalir di pipinya.


Dahinya penuh keringat, hingga kepalanya terasa sakit. Mulutnya berbusa, hingga pemandangan nya mengabur.


Sesat sebelum ia pingsan, ia melihat seorang gadis menangis melihatnya. Gilang tersenyum dalam tangis.


Kemudian terlihat lagi seorang wanita tua yang juga menangis menatapnya. Mereka berdua berpelukan dan menangis melihat Gilang yang sudah dalam keadaan yang menggenaskan.


Matanya buram, hitam gelap, sebelum Gilang benar-benar menutup mata, Gilang sempat mendengar Bi Inah menjerit histeris memanggil namanya.


Gilang tersenyum. Tersenyum dalam damai, begitulah yang ia rasakan.


Selamat tinggal sayang...


Gilang menggelap. Setelah itu ia tidak mengingat apa apa lagi. Saat ia terbangun, ia sudah berada diruang serba putih. Disana terlihat ada papa dan mamanya dan seseorang yang begitu dibenci olehnya.


Sejak kejadian itu Gilang berubah. Ia berubah menjadi sosok pemuda yang begitu dingin. Tidak bisa tersentuh.


Ia berubah jadi seorang pemuda pendiam. Sediam pandangan matanya, sediam mulutnya yang hanya menjawab Hem saja. Tak ada yang bisa meluluhkan nya.


FLASHBACK END.


💕


Gimana? ada yang suka nggak Sama cerita othor ini??


Cuss.. dikolom komentar ya!


Tinggalkan jejak cinta kalian ya!


TBC

__ADS_1


__ADS_2